Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Matoa

POTENSI CADANGAN DAN SERAPAN KARBON DIOKSIDA DI HUTAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR DESA BISSOLORO KABUPATEN GOWA Daud, Muhammad; Latifah, Husnah; Basalamah, Hikmah; Imran, Jufri
MATOA : JURNAL ILMU KEHUTANAN Vol 3, No 5 (2015): JURNAL ILMU KEHUTANAN MATOA
Publisher : MATOA : JURNAL ILMU KEHUTANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.308 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi biomassa, cadangan karbon dan serapan karbondioksida (CO2) pada hutan Pendidikan Universitas muhammadiyah Makassar Desa Bissoloro Kabupaten Gowa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling. Metode sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, yang didasarkan pada tutupan lahan hutan Pendidikan Unismuh Makassar di Desa Bissoloro. Jumlah plot yang dibuat adalah masing-masing 3 plot pada setiap penutupan lahan. Ukuran plot yang dibuat adalah 20m x 20m untuk pengukuran tingkat pohon, di dalam plot tersebut dibuat sub plot untuk pengukuran tingkat tiang dengan ukuran 10 m x 10 m, tingkat pancang 5 m x 5 m, dan tingkat semai (tumbuhan bawah dan serasah) dengan ukuuran 2 m x 2 m  Biomassa pohon tiang dan pancang dihitung dengan menggunakan persamaan allometrik sedangkan seasah dan tumbuhan bawah didasarkan pada konversi biomassa dari kadar airnya. Biomassa akar yaitu dengan menggunakan nilai terpasang (default value) nisbah biomassa atas : biomassa bawah (akar), sesuai iklim lokasi penelitian yaitu 4:1 (SNI 7724, 2011). Pengukuran cadangan karbon dilakukan dengan mengalikan biomassa dengan angka konversi 0.47 (47%). Serapan CO2 dihitung dengan mengalikan rata-rata pertumbuhan tahunan biomassa  dengan angka konversi 1,4667 yang diperoleh dari persamaan fotosisntesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa rata-rata pada Kebun Raya Massenrempulu Enrekang pada kelas penutupan lahan hutan campuran, semak belukar dan padang rumput berturut-turut 192,23 Ton/ha; 16,68 Ton/ha;  13,62 Ton/ha. Cadangan karbon rata-rata pada Kebun Raya Massenrempulu Enrekang pada kelas penutupan lahan hutan campuran, semak belukar, dan padang rumput berturut-turut 90,31 Ton/ha; 7,82 Ton/ha; 6,37 Ton/ha. Serapan karbon dioksida rata-rata pada Kebun Raya Massenrempulu Enrekang pada kelas penutupan lahan hutan campuran, semak belukar, dan padang rumput berturut-turut 24,03 Ton/ha per tahun; 5,7 Ton/ha per tahun; 5,07 Ton/ha per tahun. Kata kunci:biomassa, cadangan karbon, serapan CO2, perubahan iklim, kebun raya Massenrempulu Enrekang
ANALISIS PENDAPATAN PETANI HUTAN BAMBU RAKYAT DI KECAMATAN TANRALILI, KABUPATEN MAROS Baharuddin, Baharuddin; Sanusi, Djamal; Putranto, Beta; Daud, Muhammad
MATOA : JURNAL ILMU KEHUTANAN Vol 3, No 5 (2015): JURNAL ILMU KEHUTANAN MATOA
Publisher : MATOA : JURNAL ILMU KEHUTANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.966 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan kontribusi pendapatan petani hutan bambu rakyat di Kecamatan Tanralili, Kab. Maros. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah quisioner sedangkan alat yang digunakan adalah kamera dan alat tulis menulis. Penentuan responden dengan menggunakan purposive sampling. Responden penelitian ini adalah petani hutan bambu rakyat Di Kecamatan Tanralili, Kab. Maros. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari lapangan melalui observasi dan wawancara berstruktur dengan menggunakan kuisioner kepada responden sebagai unit analisis. Data yang diambil meliputi karakteristik petani hutan bambu rakyat (usia, jenis kelamin, agama, suku, pekerjaan utama, pekerjaan sampingan, jumlah anggota dan tanggungan keluarga) serta komponen penerimaan dan biaya dari usaha bambu. Data sekunder diperoleh dari  instansi terkait, laporan penelitian, literatur, karya ilmiah, dokumentasi maupun informasi lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: wawancara berstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia petani hutan bambu rakyat di Kecamatan Tanralili tergolong rendah dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah dimana 69.70% paling tinggi hanya menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD), pada umumnya petani termasuk ke dalam kelompok usia produktif (14-64 tahun) yaitu sekitar 78.79% dengan persentase tanggungan keluarga sekitar 47.5%. Pendapatan total bambu yang diusahakan oleh petani hutan bambu rakyat adalah adalah Rp. 6,621,787.88/KK per tahun atau Rp. 13,243,575.76/ha per tahun. Produk bambu yang paling banyak berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat dari usaha bambu adalah bambu bulat yaitu sekitar 81.28%, kemudian tusuk sate dan anyaman sekitar 10.33%, meubel sekitar 7.25% dan rebung sekitar 1.13%. Persentase kontribusi pendapat dari usaha bambuter hadap pendapatan total berkisar antara 6.86 sampai dengan 94.05% dengan rata-rata 60.35%.Kata Kunci: Hutan Bambu Rakyat, Bambu, Analisis Pendapatan, Petani Hutan