Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Challenges in the Halal Industry Ecosystem: Analyzing the Halal Certification Process for Micro, Small, and Medium Enterprises in Lombok, West Nusa Tenggara Prawiro, Atmo; Fathudin, Fathudin
Mazahib Vol 22 No 2 (2023): VOLUME 22, ISSUE 2, 2023
Publisher : Fakultas Syariah UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/mj.v22i2.7010

Abstract

This article examines the challanges of the halal industrial ecosystem by studying halal certification for MSME (Micro, Small, and Medium Enterprises) in Lombok. Halal certification has a good impact on small and medium businesses in Indonesia. Although previous research indicates that the proportion of halal-certified micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Lombok is still under 20%, this figure is steadily increasing, allowing for open competition. This article employs a qualitative methodology with a socio-legal economic analysis approach. Data were gathered through interviews with MSME business owners, Muslim consumers, and halal policy makers in Lombok. The findings reveal that halal certification plays a crucial role in enhancing MSME operations and promoting the development of halal tourism in Lombok. However, the complexity of halal certification requirements and the obstacles MSME faces in Lombok must be ruled out effectively. By increasing knowledge, understanding, and awareness of MSME actors regarding halal certification rules and improving administrative processes related to halal certification, MSME in Lombok will better utilize the market potential for halal products. Keywords: Halal industry, halal certification, MSME, impact of certification
Centralized E-Comerce Development from The Creativity of Students To Build Santripreneurs Rahman, Miftahur; Fathudin, Fathudin
JURNAL ISLAM NUSANTARA Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Ta'lif wa An-Nasyr (LTN) PBNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33852/jurnalnu.v6i2.449

Abstract

This study aims to find out about the development of centralized e-commerce applications from the results of the creativity of santripreneurs at the AnNawawi Berjan Islamic Boarding School, Purworejo. The research method used in this study is a combination of qualitative and quantitative methods. Qualitative methods are used in data collection which is carried out by means of literature studies and observations. While the quantitative method is carried out in testing to obtain conclusions. In developing this research system, namely using the waterfall method with the stages of analysis, design and coding. The results of the study show that: Centralized E-Commerce Development Application From Creativity Results To Improve Santripreneurs At AnNawawi Berjan Purworejo Islamic Boarding School is in accordance with Santripreneur requests
Cultural Integration in Islamic Financial Innovation: Implementation of Istishlahi Principles in Musyarakah Mutanaqishah Contracts in Multicultural Indonesia Nugroho, Bimo; Ma’rufi, Anwar; Fathudin, Fathudin; Jankauskienė, Dainora; Lousada, Sérgio António Neves
Kawanua International Journal of Multicultural Studies Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/kijms.v5i2.1186

Abstract

This research analyzes the implementation of the istishlahi (public benefit) principle in the DSN-MUI fatwa concerning Musyarakah Mutanaqishah (Diminishing Partnership) and its application within Indonesia's multicultural context. Employing a qualitative approach with content analysis and systematic literature review, this study examines primary sources, including DSN-MUI Fatwa No.73/DSN-MUI/XI/2008, and secondary sources from academic literature spanning 2015-2024. The findings demonstrate that the implementation of the istishlahi principle in the DSN-MUI fatwa successfully integrates nine fundamental principles (al-’adl, al-maslahah, al-yusr, al-barakah, al-yaqin, al-muwazah, al-istiqraar, al-taysir, and al-amanah) within an adaptive regulatory framework. Comparative analysis of implementation across various regions in Indonesia reveals significant variations in success rates and challenges encountered, with key factors including structural and operational adaptations according to local contexts. Case studies in Aceh, East Java, Makassar, and Sorong highlight the importance of integration with local value systems and active community involvement in successful implementation. This research provides theoretical contributions in developing a new understanding of the istishlahi principle's function as a bridge between Shariah compliance and the practical needs of a multicultural society, as well as practical implications for developing more inclusive and adaptive Islamic financial products.
Ihtiyath Dalam Fatwa DSN-MUI Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah Aidillah, Aidillah; Muhajir, Muhajir; Fathudin, Fathudin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8170

Abstract

Penerapan konsep ihtiyath (kehati-hatian) pada rekomendasi penyelenggaraan pariwisata berbasis syariah yang tertuang dalam fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dikaji dalam artikel ini. Konsep ihtiyath harus diterapkan dalam pertumbuhan industri pariwisata syariah agar dapat menjamin kegiatannya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis melalui studi pustaka, dengan fokus pada analisis mendalam terhadap fatwa-fatwa DSN-MUI yang menyoroti berbagai aspek pariwisata halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip ihtiyath diterapkan secara cermat dalam perumusan fatwa, meliputi aspek-aspek seperti menghindari kegiatan yang mengandung maksiat, menegakkan akad yang sah, dan pengawasan ketat terhadap kepatuhan terhadap syariah. Fatwa-fatwa tersebut juga mempertimbangkan keseimbangan antara kepatuhan terhadap syariah dan tuntutan pasar, sekaligus menekankan pentingnya kemaslahatan bagi umat Islam. Diharapkan penelitian ini akan memberikan perspektif baru tentang bagaimana hukum dan prosedur pariwisata Syariah telah berkembang, dan memperkuat landasan hukum untuk memastikan bahwa pariwisata Syariah di Indonesia berkembang berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Jual Beli Ampas Tahu Untuk Pakan Ternak Babi Dalam Prespektif Hukum Maslahah Maulana Nur Mukti; Anwar Ma’rufi; Fathudin, Fathudin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.8904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan jual beli ampas tahu sebagai pakan babi dari perspektif hukum Islam. Ampas tahu merupakan limbah dari industri tahu yang berpotensi menjadi sumber alternatif pakan ternak. Namun, karena babi dianggap haram dalam Islam, timbul pertanyaan mengenai keabsahan memperdagangkan ampas tahu oleh pemilik yang beragama islam untuk tujuan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dan wawancara dengan pendekatan normatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Karang Kemiri Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan utama para pemilik menjual ampas tahu adalah karena pertimbangan ekonomi daripada terbuang mubazir, ampas tahu dijual sebagai pakan ternak babi yang lebih menguntungkan. Meskipun sebenarnya ampas tahu dapat diolah menjadi produk lain, namun hal itu membutuhkan modal tambahan yang tidak semua pemilik mampu memenuhinya. Selain itu, masyarakat di daerah penelitian sudah terbiasa dengan praktik ini sebagai bagian dari kebiasaan ekonomi lokal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa hukum jual beli ampas tahu untuk pakan babi harus mempertimbangkan prinsip maslahah (kemanfaatan) dan mafsadah (kemudaratan) untuk mencapai keseimbangan dalam hukum Islam.
Implementasi Pembelajaran Al-Qur’an Braille dalam Proses Membaca dan Menghafal pada Anak Disabilitas Netra di Rumah Tahfidz Difabel Aisyah Luqman Semarang Falah Amelia, Risqi; Sanal Barqiy, Qonita; Mulyani Oktaviana, Sri; Fathudin, Fathudin; Irma Masfia, Hibban; Fahmy, Zulfa
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i2.1360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pembelajaran Al-Qur'an braille dalam proses membaca dan menghafal bagi anak-anak disabilitas netra di Rumah Tahfidz Difabel Aisyah Luqman Semarang. Anak-anak disabilitas netra seringkali menghadapi tantangan dalam mengakses pendidikan agama, termasuk mempelajari Al-Qur'an sebagai pedoman hidup bagi umat Muslim. Rumah Tahfidz Difabel Aisyah Luqman berupaya mewujudkan kesetaraan akses dengan menyediakan metode pembelajaran Al-Qur'an braille yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak disabilitas netra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini meliputi anak-anak disabilitas netra, guru, pendamping awas, dan pengelola Rumah Tahfidz Difabel Aisyah Luqman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Al-Qur'an braille di Rumah Tahfidz Difabel Aisyah Luqman melibatkan metode khusus seperti penggunaan Al-Qur'an braille, alat bantu belajar taktil, serta pendekatan auditori dalam menghafal, serta metode ceramah. Keberhasilan implementasi didukung oleh faktor-faktor seperti penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, peran guru dan pendamping awas yang terlatih, motivasi diri anak, dukungan orang tua, dan aspirasi masyarakat yang inklusif.Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan tentang praktik baik dalam implementasi pembelajaran Al-Qur'an braille untuk anak-anak disabilitas netra, serta faktor-faktor pendukung yang perlu diperhatikan. Temuan dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi lembaga pendidikan lain dalam mewujudkan akses pendidikan agama yang inklusif bagi anak-anak disabilitas netra
Epistemologi Keilmuan KH. Misbachul Munir Ahli Falak Salamkanci Bandongan Magelang Muhajir, Muhajir; Fathudin, Fathudin
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v9i2.1736

Abstract

Tulisan ini menyajikan tentang epistemologi keilmuan Misbachul Munir Ahli Falak Salamkanci Bandongan Magelang. Misbachul Munir merupakan pendiri Pesantren Markazul Falakiyyah Salamkanci Bandongan Magelang dan termasuk ahli falak tingkat nasional dari kalangan NU kultural. Ketika sebagian santri dan kiai menganggap ilmu falak (astronomi) sebagai momok, Misbachul Munir justru mengakrabi ilmu tersebut sejak masih anak-anak. Ilmu Falak mempunyai kedudukan penting dalam Islam. Karena ibadah akan sempurna dengannya. Misbachul Munir termasuk ulama yang produktif, terbukti dengan karangan kitabnya yang mencapai lebih dari 10 kitab. Penelitian ini beruapan penelitian tokoh, yang menitik beratkan pada geneologi keilmuan Misbachul Munir dalam memdapatkan ilmu pengetahuan, khususnya tentang ilmu falak. Hasil penelitian ini yaitu sumber ilmu menurut Misbachul Munir yaitu wahyu dan pengalaman, sedangkan cara memperoleh ilmu yaitu dengan kecerdasan, keinginan yang kuat, sabar, bekal, petunjuk guru, dan waktu yang lama serta dibarengi dengan riyadhah.