Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Ihtiyath Dalam Fatwa DSN-MUI Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah Aidillah, Aidillah; Muhajir, Muhajir; Fathudin, Fathudin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8170

Abstract

Penerapan konsep ihtiyath (kehati-hatian) pada rekomendasi penyelenggaraan pariwisata berbasis syariah yang tertuang dalam fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dikaji dalam artikel ini. Konsep ihtiyath harus diterapkan dalam pertumbuhan industri pariwisata syariah agar dapat menjamin kegiatannya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis melalui studi pustaka, dengan fokus pada analisis mendalam terhadap fatwa-fatwa DSN-MUI yang menyoroti berbagai aspek pariwisata halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip ihtiyath diterapkan secara cermat dalam perumusan fatwa, meliputi aspek-aspek seperti menghindari kegiatan yang mengandung maksiat, menegakkan akad yang sah, dan pengawasan ketat terhadap kepatuhan terhadap syariah. Fatwa-fatwa tersebut juga mempertimbangkan keseimbangan antara kepatuhan terhadap syariah dan tuntutan pasar, sekaligus menekankan pentingnya kemaslahatan bagi umat Islam. Diharapkan penelitian ini akan memberikan perspektif baru tentang bagaimana hukum dan prosedur pariwisata Syariah telah berkembang, dan memperkuat landasan hukum untuk memastikan bahwa pariwisata Syariah di Indonesia berkembang berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Jual Beli Ampas Tahu Untuk Pakan Ternak Babi Dalam Prespektif Hukum Maslahah Maulana Nur Mukti; Anwar Ma’rufi; Fathudin, Fathudin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.8904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan jual beli ampas tahu sebagai pakan babi dari perspektif hukum Islam. Ampas tahu merupakan limbah dari industri tahu yang berpotensi menjadi sumber alternatif pakan ternak. Namun, karena babi dianggap haram dalam Islam, timbul pertanyaan mengenai keabsahan memperdagangkan ampas tahu oleh pemilik yang beragama islam untuk tujuan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dan wawancara dengan pendekatan normatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Karang Kemiri Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan utama para pemilik menjual ampas tahu adalah karena pertimbangan ekonomi daripada terbuang mubazir, ampas tahu dijual sebagai pakan ternak babi yang lebih menguntungkan. Meskipun sebenarnya ampas tahu dapat diolah menjadi produk lain, namun hal itu membutuhkan modal tambahan yang tidak semua pemilik mampu memenuhinya. Selain itu, masyarakat di daerah penelitian sudah terbiasa dengan praktik ini sebagai bagian dari kebiasaan ekonomi lokal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa hukum jual beli ampas tahu untuk pakan babi harus mempertimbangkan prinsip maslahah (kemanfaatan) dan mafsadah (kemudaratan) untuk mencapai keseimbangan dalam hukum Islam.