Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STUDI KELAYAKAN BISNIS USAHA JASADESAIN GRAFIS DAN DIGITAL PRINTING PADAGEDE PROJECT DESIGN(Studi kasus pada Industri Kecil Unit Percetakan Desain Grafis “Gede Project Design”Denpasar - Bali) I Gede Putu Wardana Putra; Ni Ketut Murdani; Ni Putu Andini Desyanti Laksmi
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Satyagraha
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi saat ini seiring bertambah nya waktu, teknologi akan semakin canggih, peranan desain grafis dalam segala bidang usaha sangat dibutuhkan. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya bidang usaha yang memanfaatkan keahlian designer grafis. Kebutuhan desain promosi yang sekarang semakin marak di dunia usaha, membuat desain grafis dituntut untuk bisa mengembangkan diri dalam membuat sebuah produk yang bisa menarik minat masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan usaha Industri Gede Project Design ditinjau dari aspek pasar, aspek teknis, serta aspek manajemen dan SDM digunakan metode deskriptif kualitatif, sementara aspek keuangan finansial dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sistem manual melalui bantuan program Microsoft Excel. Hasil analisis yang diperoleh dari aspek pasar, aspek teknis, serta aspek manajemen dan SDM, industri Gede Project Design masih dikategorikan masih layak untuk dijalankan namun ada beberapa hal yang perlu di evaluasi dan diperbaiki dalam strategi pemasaran terkait kegiatan promosi masih mengandalkan strategi door to door / mulut ke mulut sehingga pangsa pasar yang diserap masih belum sesuai target yang diinginkan, kemudian masalah pada manajemen perusahaan yang belum memiliki tenaga kerja yang tetap. Sementara itu, hasil analisis aspek finansial menunjukkan bahwa industri Gede Project Design layak untuk dijalankan. Hal ini dapat dilihat dari NPV (Net Present Value) yang diperoleh > 0 dan bernilai postitif yakni sebesar Rp 28.164.030. Nilai IRR (Internal Rate Of Return)yang dihasilkan > tingkat suku bunga bank umum yakni 12,88%. Payback Period yang dihasilkan < dari umur investasi yakni 2,5 tahun. Profability Index (PI) yang diperoleh > 1 yakni sebesar 1,78
STUDI KELAYAKAN BISNIS PEMBUKAAN CABANGBARU PADA PT MONSIEUR SPOON FRENCHBAKERY DI SANUR DENPASAR BALI Ni Kadek Ariani; Ni Ketut Murdani; Ni Luh Putu Sucandrawati
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Satyagraha
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/

Abstract

 Studi kelayakan bisnis penting dilakukan sebelum perusahaan membukacabang baru dengan tujuan dapat menghindari resiko kegagalan yang akan terjadi dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pembukaancabang baru pada PT Monsieur Spoon di sanur di tinjau dari aspek finansial dannonfinansial. Aspek nonfinansial terdiri dari tiga aspek yaitu, aspek pasar danpemasaran, aspek teknis dan teknologi, dan aspek manajemen. Sedangkan aspekfinansial dianalisis dengan menggunakan tiga metode yaitu, Payback Periode (PP),NPV(Net Present Value) dan PI (Profitability index). Penelitian ini menggunakanmetode penelitian deskriptip kualitatif- kuantitatif. Penelitian kualitatif di gunakanuntuk menganalisis aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, danaspek manajemen. Sedangkan metode penelitian kuantitatif di gunakan untukmenganalisis aspek finansial. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dilihat dariaspek nonfinasial yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, danaspek manajemen, pembukaan cabang baru pada PT Monsieur Spoon layak untuk didirikan. Di karenakan faktor – faktor dan kriteria penilaian kelayakan untuk menilaiaspek nonfinansial dapat terpenuhi. Dari aspek finansial pembukaan cabang barupada PT Monsieur Spoon juga layak di dirikan, karena alat yang di gunakan untukmenilai aspek finansial sesuai dengan ketentuan yang di gunakan yaitu metodePayback Periode (PP) lebih kecil dari umur maksimum proyek yang telahditetapkan, NPV(Net Present Value) posotif dan PI (Profitability index) > 1 
ERAN COMPETITIVE ADVANTAGE DALAMPENGEMBANGAN AGROWISATA ABIAN SALAKDI KABUPATEN KARANGASEM Ni Luh Ketut Ayu Sudha Sucandrawati; Ni Ketut Murdani
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Satyagraha
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/spr4e805

Abstract

 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keunggulanbersaing dari Agrowisata Abian Salak di Kabupaten Karangasem. Bali terkenaldengan pariwisata budayanya. Bali juga mengembangkan Agrowisata sebagaiwisata alternatif . Untuk menjadi unggul dan bersaing , dalam pengembanganindustri pariwisata ini tidak terlepas dari kreatifitas dan inovasi dari pengelolanya.Agrowisata Abian Salak telah melakukan inovasi dalam menciptakan produk kopidari biji Salak diberi merk Salacca Coffee Bean. Penelitian dilaksanakan denganmetode kualitatif deskriptif . Keunggulan bersaing dari Agrowisata Abian Salakberupa keunikan buah salak dan produk kopi dari biji Salak yang berkualitas. 
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN YANG DIMEDIASIOLEH PERCEIVED VALUE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIANULANG PENGGUNA KARTU PERDANA TELKOMSEL Ni Ketut Murdani; Ni Wayan Ardani; Kadek Pradnya Prayoga
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Satyagraha
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/97xg5751

Abstract

 Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh kualitas pelayanan yangdimediasi perceived value terhadap keputusan pembelian ulang konsumen, karenadari tahun 2017 – tahun 2018 kartu selular Telkom sel mngalami penurunanpembelian. Serta perbedaan antara pengaruh kualitas pelayanan dan pengaruh nilaikeuntungan (perceived value) terhadap keputusan pembelian ulang kartu perdanaTelkomsel. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang responden Mahasiswadi Kota Denpasar yang menggunakan kartu perdana Telkomsel. Denganmenggunakan metode Convenience sampling. Teknik analisis data yang digunakandalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kualitas pelayanan tidak terlaluberpengaruh terhadap keputusan pembelian ulang kartu perdana Telkomsel karenakonsumen lebih memikirkan nilai keuntungan daripada layanan yang disediakanketika memakai kartu perdana Telkomsel. Para konsumen hanya memakai layananyang diperlukan saja dan jika layanan tersebut memberikan keuntungan padamereka. Terdapat hubungan yang signifikan antara perceived value dan keputusanpembelian ulang kartu perdana Telkomsel. 
KONTRIBUSI WISATA BUDAYA “MEGIBUNG” TERHADAPPENGEMBANGAN PARIWISATA DESA ADAT ASAK Ni Wayan Ari Sudiartini; Ni Ketut Murdani; I Dewa Nyoman Usadha; Agustina Nae Taek
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Satyagraha
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/8yzjr910

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi megibung serta untuk mengetahuisejarah megibung. Tradisi Megibung diperkenalkan oleh Raja Karangasem yaitu I GustiAgung Anglurah Ketut Karangasem sekitar tahun 1614 Caka atau 1692 Masehi. Tradisiini dibawa oleh I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem saat menang perang dalammenaklukan kerajaan-kerajaan di Sasak, Lombok. Dahulu, saat prajurit sedang makan,Sang Raja membuat aturan makan bersama dalam posisi melingkar yang dinamakanMegibung. Bahkan, Sang Raja ikut makan bersama dengan para prajuritnya Tata caramegibung yaitu warga menyiapkan makanan di atas nampan yang sudah dialasi daunpisang. Nasi utih yang diletakkan di wadah itu disebut gibungan, sedangkan lauk dansayurnya disebut karangan atau selaan. Dari hasil penelitian yang sudah di lakukan yaitu bahwa tradisi megibung ini terdapat beberapa nilai yang terkandung yaitu terdiri dari ; (1). Nilai kekeluargaan.(2). Nilai kebersamaan,(3). Nilai relegius,dan (4). Nilai toleransi