Dwi Tamara, Metha
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

RESPONSIBILITAS PELAYANAN KEGIATAN PEKAN IMUNISASI NASIONAL DI PUSKESMAS CILENGKRANG DALAM PERSPEKTIF GOOD GOVERNANCE SEBAGAI UPAYA ERADIKASI POLIO Metha Dwi Tamara
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 2 (2023): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i2.438

Abstract

Pekan Imuniasai Nasional (PIN) ini dilakukan dikarenakan kasus Polio yang kembali muncul di Indonesia yaitu di Aceh dan Purwakarta. Berdasarkan laporan cakupan imunisasi rutin, dua provinsi yang sangat berisiko tinggi dilihat dari cakupan vaksinasi Oral dibawah 60% pada tahun 2020. Sementara ada 13 provinsi yang warnanya merah ini adalah yang beresiko tinggi dimana cakupannya hanya berkisar 60-79%. Jika dilihat berdasarkan kabupaten kota, dari 514 kabupaten kota kita masih punya 60 yang sangat beresiko yang cakupannya dibawah 60%, kemudian ada 132 kabupaten kota yang resikonya tinggi antara 60 sampai 79% cakupannya kemudian yang resiko sedang ada 166, dan yang resiko rendah itu ada 154 kabupaten kota. Tentunya pelaksanakaan PIN perlu di dukung oleh peran Tenaga Kesehatan. Responsibiltas disini merupakan respon dan sikap proaktif tenaga kesehatan terhadap kegiatan PIN, sedangkan Perspektif Good Goverment yang dimaksud disini merupakan sikap profesional yang bertanggung jawab terhadap tugasnya. Untuk mengetahui Responsibilitas Pelayanan Kegiatan Pekan Imunisasi Nasional di Puskesmas Cilengkrang dalam Perspektif Good Governance sebagai upaya Eradikasi Polio. Untuk mengetahui Responsibilitas Pelayanan Kegiatan Pekan Imunisasi Nasional di Puskesmas Cilengkrang dalam Perspektif Good Governance sebagai upaya Eradikasi Polio. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan 8 informant. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Penanggung jawab imunisasi yang diberikan kepada seorang Bidan yang kompoten, Memiliki kebijakan pengelolaan SDM (sumber daya manusia) yang baik dan Memiliki kebijakan pengelolaan sarana dan prasarana sudah memadai.
Fenomena Proses Pengambilan Keputusan Menjadi Lesbi Di Kiaracondong Bandung Dwi Tamara, Metha
Sehat MasadaJurnal Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v13i2.104

Abstract

Indonesia is a country that still holds the principle of heterosexual relations even though many countries have legalized same-sex marriage. In West Java, there are many lesbian groups. Social institutions indicate that there are at least 185 lesbians in Bandung who are members of 14 small groups of 10-20 people. This research is a descriptive ethnographic study using qualitative data. To obtain qualitative data, researchers prioritize data collection techniques in the form of in-depth interviews, to dig deep information from informants. Family and environmental factors greatly influence an individual's sexual orientation. Conflicts that occur in the family that involve disappointment with the figure of a father coupled with disappointment with the opposite sex become an amplifier for individuals to change their sexual orientation into lesbians. The role of the family and surrounding environment that needs to be improved in paying attention to their children's relationships
Determinan Pemeriksaan Payudara pada Mahasiswa STIKes Dharma Husada Bandung Surtimanah, Tuti; Nafis Sjamsuddin, Irfan; Dwi Tamara, Metha
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.134

Abstract

Latar Belakang: Tahun 2018 data global menunjukkan 24,2% kasus baru kanker payudara wanita dengan 15% kematian, sedangkan di Indonesia ada 58.256 kasus baru kanker payudara dengan 22.692 kematian. Kanker payudara pada usia muda memiliki gambaran klinis dan biologis unik, lebih agresif dengan prognosis tidak menguntungkan, sehingga pemeriksaan payudara pada usia muda sangat penting. Mahasiswa STIKes adalah golongan usia muda sekaligus calon tenaga kesehatan perlu memberi contoh pemeriksaan payudara, bagaimana praktek pemeriksaan payudara yang dilakukan selama ini belum diketahui. Tujuan: Mengetahui faktor determinan serta praktek pemeriksaan payudara pada mahasiswa. Metode: Disain penelitian cross sectional, pengumpulan data melalui pengisian kuesioner pemeriksaan payudara, literasi kanker payudara serta karakteristik individu mahasiswa. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Sebanyak 55,6% siswa memiliki tingkat literasi kanker payudara kategori tinggi tentang kanker payudara. Literasi dan gender determinan praktik pemeriksaan payudara sendiri, literasi dan riwayat kanker keluarga determinan praktik pemeriksaan payudara klinis, usia determinan praktik USG payudara. Analisis jalur menunjukkan pengaruh langsung literasi terhadap pemeriksaan payudara pada tingkat sedang. Hasil penelitian diharapkan bermanfaat dalam menyusun pesan meningkatkan literasi kanker payudara sebagai determinan yang bisa diupayakan berubah.
Persepsi Mahasiswa Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat Stikes Dharma Husada Bandung Terhadap Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru Di Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2021 Pamungkas, Gugum; Dwi Tamara, Metha; Puspita Sari, Intan
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i1.280

Abstract

Persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan atau objek oleh individu. Persepsi yang muncul dari dalam individu ini kemudian menggerakkan masing-masing individu untuk dapat mengatur dan mengelola dirinya dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru yang diberlakukan di beberapa tatanan pada masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa kesehatan terhadap AKB pada masa pandemi COVID-19. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir non regular dan mahasiswa tingkat dua regular, jumlah keseluruhan sampel berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi kepada mahasiswa kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan Pesepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di kampus, terdapat mahasiswa yang berpersepsi bahwa protokol kesehatan yang sudah diberlakukan di kampus masih kurang efektif. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di tempat ibadah, hampir semua mahasiswa berpersepsi penerapan AKB di tempat ibadah sudah efektif. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di transportasi umum, hampir semua berpersepsi bahwa penerapan protokol kesehatan yang sudah di terapkan pada transportasi umum online seperti Gojek dan Grab sudah cukup baik. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di tempat umum, sebagian mahasiswa berpersepsi bahwa penerapan AKB tersebut masih kurang efektif dan kondusif. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap rencana tindak lanjut sebagai mahasiswa kesehatan dalam menghadapi AKB adalah dengan melakukan promosi kesehatan.
KAJIAN NARATIF: HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA REMAJA Pratiwi, Indah; Dwi Tamara, Metha
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT (LITERATURE REVIEW) Sabrina, Anisa; Tusrini, Weni; Dwi Tamara, Metha
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i2.364

Abstract

Tingginya jumlah perawat yang mengalami burnout karena kecenderungan memiliki resiko tinggi dialami oleh seseorang yang bekerja pada pekerjaan yang berorientasi melayani orang lain, seperti bidang pelayanan kesehatan. Burnout dapat diartikan sebagai kondisi tubuh yang benar-benar lelah baik fisik maupun mental. Hasil penelitian burnout menunjukkan bahwa profesi kesehatan menempati urutan pertama dengan burnout terbanyak yaitu sekitar 43%. Di antara profesi di bidang kesehatan, perawat memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout pada perawat di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout pada perawat di rumah sakit terbagi menjadi dua yaitu faktor internal meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status perkawinan, masa kerja dan kepribadian serta faktor eksternal meliputi beban kerja, kepemimpinan. gaya dan stres kerja. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
KAJIAN NARATIF: HUBUNGAN DURASI MEDIA SOSIAL DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA REMAJA Novithasari Effendi, Latifah; Dwi Tamara, Metha
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i2.367

Abstract

PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DAN LEAFLET DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA WANGISAGARA KABUPATEN BANDUNG Ruhyat, Ejeb; Firdaus, Rayhan; Tamara, Metha Dwi
Jurnal Sehat Masada Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v19i2.565

Abstract

Dengue fever is an infectious disease has been an increase in the spread. According to the West Java Health Office, the number of DHF patients in West Java in early 2024 was 24,540 cases, with 199 deaths. This is due to the occurrence of Extraordinary Events of DHF in several districts / cities. One of the villages in Bandung Regency, precisely in the working area of the Wangisagara Health Center, the number of DHF cases in 2024 from January to April was 22 cases, Wangisagara Village was the village with the highest number of DHF cases among the other 2 villages. Counseling with audio-visual media (video) has an impact in increasing knowledge of dengue prevention. The purpose of this study was to determine the effect of health education using video and leaflet media in an effort to prevent the incidence of Dengue Fever in Wangisagara Village, Bandung Regency. This research method uses a quantitative method with a type of quasy experiment research with a pre-post test two group design approach. With a population of 150 respondents with a sample of 60 respondents in two neighbourhood. The results showed a p-value of 0.000 (<0.05), this value indicates that there is an influence before and after being given education with video and leafleat. The conclusion is that there is an effect of health education using video and leaflet media in an effort to prevent the incidence of Dengue Fever.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS UNIT FRONT OFFICE DI RUMAH SAKIT IBU ANAK LIMIJATI KOTA BANDUNG TAHUN 2022 Pamungkas, Gugum; Tamara, Metha Dwi; Rahmawati, Papuli
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 16 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v16i2.191

Abstract

Front office merupakan area pelayanan frontline yang melakukan tugas administrasi, seperti pendaftaran pasien, pencatatan data, dan laporan harian jumlah pasien. Seringkali, layanan kantor depan rumah sakit memiliki dampak yang signifikan terhadap efisiensi proses penerimaan dan pendaftaran pasien. Kinerja petugas unit front office sangat penting bagi rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kinerja petugas unit Front Office di Rumah Sakit Ibu Anak Limijati Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode analisis uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tidak adanya hubungan faktor jenis kelamin hasil sebesar 0,490, faktor status perkawinan sebesar 0,195, faktor pendidikan sebesar 0,127, faktor lama kerja sebesar 0,735, faktor kompensasi sebesar 0,077, faktor disiplin kerja sebesar 0,392 yang artinya lebih besar dari 0,050, faktor lingkungan kerja hasil uji Chi-Square diperoleh hasil Asympsebesar 0,134. Adanya hubungan antara faktor variabel psikologi sebesar 0,011, faktor kepemimpinan sebesar 0,019, faktor komunikasi sebesar 0,001. Pimpinan unit Front Office harus mampu menginspirasi dan memotivasi karyawannya dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Kata kunci: Kinerja, Front Office, Rumah Sakit.
IMPLEMENTASI PROTOKOL KESEHATAN PADA PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI SEKOLAH DASAR NEGERI DAN SWASTA Indah Pratiwi; Tuti Surtimanah; Metha Dwi Tamara
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.343

Abstract

Pandemi COVID-19 telah melanda Indonesia, mempengaruhi berbagai bidang kehidupan termasuk pendidikan. Sekolah online menjadi alternatif untuk mencegah penyebaran COVID-19, walaupun memiliki keterbatasan dalam proses belajar mengajar. Seiring menurunnya kasus COVID-19, mulai dilakukan sekolah tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan penerapan protokol kesehatan di SD Negeri dan Swasta. Metode penelitian mix methode dengan explanatory sequential research design. Populasi adalah siswa dari satu Sekolah Dasar Negeri dan satu Sekolah dasar Swasta di Kota Bandung, dengan sampel 86 orang dipilih secara purposif. Pengumpulan data kuantitatif menggunakan angket yang disebar ke siwa untuk diisi. Pengumpulan data kualitatif dilakukan ke informan masing-masing seorang guru dari SD Negeri dan Swasta, dengan metode wawancara mendalam serta observasi. Analisis data kuantitatif menggunakan distribusi frekuensi dan uji beda U Mann Whitney. Analisis data kualitatif melalui proses deskripsi, reduksi, koneksi, kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan dua per-tiga siswa memiliki pengetahuan baik tentang COVID-19, sebanyak tiga dari lima siswa menyatakan sarana protokol kesehatan di sekolah masih kurang,   separuh siswa menyatakan guru dan staf memberi teladan baik, sebanyak tiga dari lima menyatakan sosialisasi sudah dilakukan baik dan hanya satu dari tiga siswa yang melakukan praktik baik protokol kesehatan.  Tidak terdapat perbedaan signifikan pengetahuan COVID-19, keteladanan guru, dan praktek protokol kesehatan antara Sekolah Dasar Negeri dan Swasta. Secara keseluruhan implementasi protokol kesehatan di Sekolah Dasar Negeri dan Swasta sama. Semua sekolah diharapkan mengimplementasikan protokol kesehatan secara berkesinambungan.Kata kunci: protokol; kesehatan; sekolah; tatap mukaAbstractThe COVID-19 pandemic hit Indonesia, affecting various fields of life including education. Online schools are an alternative to prevent the spread of COVID-19, even though they have limitations in the teaching and learning process. As COVID-19 cases has decreased, face-to-face schools begun with the implementation of health protocols. The study purpose determined the differences in the implementation of health protocols in public and private elementary schools. The research method is mix method with explanatory sequential research design. The population of students from one public and one private elementary school in Bandung City, with a sample of 86 people selected purposively. Quantitative data collection uses questionnaires distributed to students to fill out. Qualitative data collection was carried out to each informant, a teacher from a public and private elementary school, using in-depth interviews and observation methods. Quantitative data analysis used the frequency distribution and U Mann Whitney differenence test. Qualitative data analysis through the process of description, reduction, connection, conclusion. The results showed that two-thirds of the students had good knowledge of COVID-19, as three fifths stated that the health protocol facilities were lacking, half of the students stated that the teachers set good examples, as three fifths stated that the socialization carried out well and only one-thirds students practiced good health protocols. There are significant differences in socialization and provision of health protocols facilities between public and private schools. There isn’t significant difference in knowledge, the example of the teacher, and practice of health protocols. Overall the implementation of the health protocol in public and private elementary schools is the same. All schools are expected to implement health protocols on an ongoing basis. Keywords: protocol; health; school; face to face