Dwi Tamara, Metha
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analysis of Maternal Knowledge and Complementary Feeding Patterns as Risk Factors for Stunting in Children Aged 6-24 Months Syahputra Yamin, Imam; Tania Fidzikri, Nanda Berliana; Effendi, Julham; Tamara, Metha Dwi; Rahmawati, Santi Deliani
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 4 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i4.540

Abstract

Introduction: Nutritional status during the critical period of 6–24 months relies heavily on appropriate Complementary Feeding (MP-ASI), a practice directly modulated by maternal health literacy. Objective: This study analyzed the correlation between maternal knowledge levels and complementary feeding patterns with the nutritional status of children aged 6–24 months in Central Lombok Regency. Method: This cross-sectional study involved 73 mothers selected via consecutive sampling in the Penujak Public Health Center area. Maternal knowledge and feeding patterns were assessed using validated questionnaires, while nutritional status (Length-for-Age) was derived from secondary data. Data were analyzed using the Spearman’s rho test. Result and Discussion: Stunting prevalence was critically high at 57.5%. Most mothers (50.7%) had 'moderate' knowledge. Bivariate analysis revealed a significant positive correlation between maternal knowledge and nutritional status (r=0.297; p=0.011). Furthermore, a moderately strong correlation was found between complementary feeding patterns and nutritional status (r=0.531; p<0.001). Conclusion: Complementary feeding practices serve as a stronger determinant of nutritional status than knowledge alone. Interventions must shift from passive education to operational strategies, such as cooking demonstrations of local menus and the reactivation of Toddler Mothers’ Classes (Kelas Ibu Balita) to improve practical feeding skills.
Effectiveness of Audiovisual Nutrition Education via YouTube on Balanced Nutrition Knowledge and Attitudes Among Indonesian Adolescents: A Quasi-Experimental Study Tamara, Metha Dwi; Ruhyat, Ejeb; Tusrini, Weni; Effendi, Julham; Tania Fidzikri, Nanda Berliana; Yamin, Imam Syahputra; Rahmawati, Santi Deliani
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 4 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i4.543

Abstract

Introduction: Adolescents currently face a double burden of malnutrition amidst a rapid transformation in digital health information. Conventional educational methods often fail to effectively engage Generation Z, a demographic with a distinct preference for visual and interactive learning formats. Objective: This study evaluated the effectiveness of a YouTube-based audiovisual intervention in improving knowledge and attitudes regarding balanced nutrition among adolescents in a boarding school setting. Method: This quantitative study employed a quasi-experimental, one-group pretest-posttest design. Participants comprised 88 students from MAPK Jabal Hikmah, an Islamic boarding school in East Lombok Regency, Indonesia, recruited via total sampling. The intervention consisted of a structured educational video aligned with the Indonesian Balanced Nutrition Guidelines (Pedoman Gizi Seimbang). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test due to the non-normal distribution of variables. Result and Discussion: The intervention yielded a statistically significant increase in nutrition knowledge (p < 0.001), with mean scores rising from 30,51 to 80,40. Attitude scores also demonstrated significant improvement (p < 0.001), increasing from 46,53 to 61,02. Notably, the proportion of students categorized as having a "good" attitude rose substantially to 98.9% post-intervention, compared to 39.8% at baseline. Conclusion: YouTube-based audiovisual interventions are an effective and efficient digital health promotion strategy for enhancing adolescent nutrition literacy. Future studies should incorporate a control group to strengthen internal validity and generalizability.
INDIVIDUAL AND ENVIRONMENTAL FACTORS ASSOCIATED WITH ANEMIA KNOWLEDGE AMONG ADOLESCENT GIRLS IN BANDUNG CITY AND REGENCY surtimanah, tuti; Sousan, Sitti Muhsona Lovia; Komalaningsih, Sri; Tamara, Metha Dwi
Kesmas Indonesia Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2026.18.1.18340

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a public health problem that affects growth, cognitive development, and productivity. Adequate knowledge about anemia plays an essential role in its prevention and control. This study aimed to analyze the relationship between individual and environmental characteristics and anemia knowledge among adolescent girls in Bandung City and Regency. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted using secondary data from the Hi-Bestie Project 2 involving 1,102 senior high school students. Bivariate analysis was performed using the Chi-Square test, and multivariate analysis was conducted using logistic regression. The results showed that family support, school support, and school location were significantly associated with anemia knowledge (p < 0.05). The most influential factor was family support (OR = 0.26; 95% CI: 0.14–0.50). The study concludes that family and school environments play a crucial role in improving adolescent girls’ knowledge about anemia. Therefore, health promotion programs should actively involve families and educational institutions to strengthen anemia prevention education
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Burnout pada Perawat di Rumah Sakit (Literature Review) Anisa Sabrina; Weni Tusrini; Metha Dwi Tamara
Jurnal Sehat Masada Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.409

Abstract

Banyaknya perawat yang mengalami burnout karena kecenderungan memiliki resiko tinggi dialami oleh seseorang yang bekerja pada pekerjaan yang berorientasi melayani orang lain, seperti sektor pelayanan kesehatan. Burnout dapat diartikan sebagai kondisi tubuh yang benar-benar lelah baik fisik maupun mental. Hasil penelitian tentang burnout menunjukkan bahwa profesi kesehatan menempati urutan pertama dengan burnout terbanyak yaitu sekitar 43%. Di antara profesi di bidang kesehatan, perawat memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout pada perawat di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout pada perawat di rumah sakit terbagi menjadi dua yaitu faktor internal yang meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status perkawinan, masa kerja dan kepribadian serta faktor eksternal yang meliputi beban kerja, kepemimpinan. gaya dan stres kerja. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
RESPONSIBILITAS PELAYANAN KEGIATAN PEKAN IMUNISASI NASIONAL DI PUSKESMAS CILENGKRANG DALAM PERSPEKTIF GOOD GOVERNANCE SEBAGAI UPAYA ERADIKASI POLIO Metha Dwi Tamara
Jurnal Sehat Masada Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i2.438

Abstract

Pekan Imuniasai Nasional (PIN) ini dilakukan dikarenakan kasus Polio yang kembali muncul di Indonesia yaitu di Aceh dan Purwakarta. Berdasarkan laporan cakupan imunisasi rutin, dua provinsi yang sangat berisiko tinggi dilihat dari cakupan vaksinasi Oral dibawah 60% pada tahun 2020. Sementara ada 13 provinsi yang warnanya merah ini adalah yang beresiko tinggi dimana cakupannya hanya berkisar 60-79%. Jika dilihat berdasarkan kabupaten kota, dari 514 kabupaten kota kita masih punya 60 yang sangat beresiko yang cakupannya dibawah 60%, kemudian ada 132 kabupaten kota yang resikonya tinggi antara 60 sampai 79% cakupannya kemudian yang resiko sedang ada 166, dan yang resiko rendah itu ada 154 kabupaten kota. Tentunya pelaksanakaan PIN perlu di dukung oleh peran Tenaga Kesehatan. Responsibiltas disini merupakan respon dan sikap proaktif tenaga kesehatan terhadap kegiatan PIN, sedangkan Perspektif Good Goverment yang dimaksud disini merupakan sikap profesional yang bertanggung jawab terhadap tugasnya. Untuk mengetahui Responsibilitas Pelayanan Kegiatan Pekan Imunisasi Nasional di Puskesmas Cilengkrang dalam Perspektif Good Governance sebagai upaya Eradikasi Polio. Untuk mengetahui Responsibilitas Pelayanan Kegiatan Pekan Imunisasi Nasional di Puskesmas Cilengkrang dalam Perspektif Good Governance sebagai upaya Eradikasi Polio. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan 8 informant. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Penanggung jawab imunisasi yang diberikan kepada seorang Bidan yang kompoten, Memiliki kebijakan pengelolaan SDM (sumber daya manusia) yang baik dan Memiliki kebijakan pengelolaan sarana dan prasarana sudah memadai.