Dwi Tamara, Metha
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Paket "Avil-PMS" terhadap Pengetahuan Remaja Putri di SMA "X" Kota Bandung Clara Yolanda; R. Nety Rustikayanti; Metha Dwi Tamara
Sehat MasadaJurnal Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v12i2.64

Abstract

About 7 until 10 days before the onset of menstruation, a young women will have a symptoms of physical or emotional changes known as Pre-menstrual Syndrome (PMS). Knowledge of Pre-menstrual Syndrome should already be known by young women. Giving knowledge can be done with health education by using Audiovisual leaflet pre-menstrual syndrom (AViL-PMS) as a media. This media is more interesting and effective because it involves two senses that is vision and hearing, so it can maximize the acceptance of information. This study aims to determine the influence of AViL-PMS health education about Pre-menstrual Syndrome (PMS) toward the knowledge of young women. This research is quantitative with quasi experimental study design. Sampling using purposive sampling with 42 respondents. Data collection using questionnaires, and data analysis technique using dependent T-test. The results indicate there is an influence of AViL-PMS toward the knowledge (p-value 0,000 < α = 0,005). Suggestions in this study for teachers and health workers to cooperate in providing health education on the importance of reproductive health, especially for young women.
Fenomena Proses Pengambilan Keputusan Menjadi Lesbi Di Kiaracondong Bandung Metha Dwi Tamara
Sehat MasadaJurnal Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v13i2.104

Abstract

Indonesia is a country that still holds the principle of heterosexual relations even though many countries have legalized same-sex marriage. In West Java, there are many lesbian groups. Social institutions indicate that there are at least 185 lesbians in Bandung who are members of 14 small groups of 10-20 people. This research is a descriptive ethnographic study using qualitative data. To obtain qualitative data, researchers prioritize data collection techniques in the form of in-depth interviews, to dig deep information from informants. Family and environmental factors greatly influence an individual's sexual orientation. Conflicts that occur in the family that involve disappointment with the figure of a father coupled with disappointment with the opposite sex become an amplifier for individuals to change their sexual orientation into lesbians. The role of the family and surrounding environment that needs to be improved in paying attention to their children's relationships
Determinan Pemeriksaan Payudara pada Mahasiswa STIKes Dharma Husada Bandung Tuti Surtimanah; Irfan Nafis Sjamsuddin; Metha Dwi Tamara
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.134

Abstract

Background: In 2018 global data showed 24.2% new cases of breast cancer in women with 15% died, while in Indonesia 58,256 new cases of breast cancer with 22,692 died. Breast cancer at a young age has a unique clinical and biological picture is more aggressive with an unfavorable prognosis, so the breast examination at a young age is very important. Institute of health students are young people as prospective health workers need to give examples in breast examination, where it didn’t known how the breast examination is done so far. Objective: To determined the determinant factors and practiced of breast examination.. Methods: A cross-sectional study design with data collection through filled out questionnaires about breast examination, breast cancer literacy, individual characteristics. Data were analyzed univariate, bivariate, and multivariate. Results: As much 55.6% students had a high level of literacy about breast cancer. Literacy and gender are determinants of breast self-examination, literacy and family cancer history are determinants of clinical breast examination, age is a determinant of breast ultrasound practiced. Path analysis shows the direct effect of literacy on breast examination at the intermediate level. Research results are expected to be useful in compiling messages to increase breast cancer literacy as a determinant that can be sought to change
Persepsi Mahasiswa Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat Stikes Dharma Husada Bandung Terhadap Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru Di Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2021 Gugum Pamungkas; Metha Dwi Tamara; Intan Puspita Sari
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i1.280

Abstract

Persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan atau objek oleh individu. Persepsi yang muncul dari dalam individu ini kemudian menggerakkan masing-masing individu untuk dapat mengatur dan mengelola dirinya dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru yang diberlakukan di beberapa tatanan pada masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa kesehatan terhadap AKB pada masa pandemi COVID-19. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir non regular dan mahasiswa tingkat dua regular, jumlah keseluruhan sampel berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi kepada mahasiswa kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan Pesepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di kampus, terdapat mahasiswa yang berpersepsi bahwa protokol kesehatan yang sudah diberlakukan di kampus masih kurang efektif. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di tempat ibadah, hampir semua mahasiswa berpersepsi penerapan AKB di tempat ibadah sudah efektif. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di transportasi umum, hampir semua berpersepsi bahwa penerapan protokol kesehatan yang sudah di terapkan pada transportasi umum online seperti Gojek dan Grab sudah cukup baik. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di tempat umum, sebagian mahasiswa berpersepsi bahwa penerapan AKB tersebut masih kurang efektif dan kondusif. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap rencana tindak lanjut sebagai mahasiswa kesehatan dalam menghadapi AKB adalah dengan melakukan promosi kesehatan.
Eksplorasi Tahapan Adopsi Spa Bayi dan Intervensi Bagi Ibu Hamil dan Ibu Bayi Menurut Precaution Adoption Process Model Tuti Surtimanah; Irfan Nafis Sjamsuddin; Metha Dwi Tamara; Leti Tina Agustiani
Jurnal Kesehatan Global Vol 5, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v5i2.5138

Abstract

Spa bayi menstimulasi motorik dan sensorik, memperlancar peredaran darah dan pernafasan, mendorong bayi nyaman tidur dan menyusu atau makan dengan lahap. Sebagian ibu menganggap spa bayi layanan baru. Tujuan penelitian mengeksplorasi tahapan adopsi spa bayi, mengembangkan intervensi dan mengetahui pengaruh intervensi terhadap tahapan adopsi ibu untuk akses ke spa bayi. Disain penelitian adalah penelitian pengembangan, mixed methods explorative. Diawali penelitian kualitatif fenomenologi, kemudian penelitian kuantitatif pre-experimental pre-test dan post-test one group design. Populasi penelitian ibu hamil dan ibu bayi 47 orang, sampel total. Eksplorasi kualitatif tahapan adopsi spa bayi dengan wawancara mendalam seorang bidan kelurahan, menjadi basis pengembangan intervensi. Pre-test dan post-test berupa kuesioner mengacu Precaution Adoption Process Model. Hasil eksplorasi awal, adopsi spa bayi di tahap bimbang belum memutuskan akan atau tidak akan melakukan spa bayi. Intervensi penyuluhan dikemas dalam Google form berisi pre-test dan post-test, disisipi video dan infografis spa bayi, disebar via WhatsApp. Ada perubahan signifikan tahapan adopsi spa bayi sebelum dan sesudah melihat video serta sesudah melihat infografis. Penyuluhan melalui video dan infografis efektifitasnya sedang (N Gain of average 0,489). Tidak beda signifikan perubahan tahapan adopsi pada responden ibu hamil, dan ibu bayi serta menurut pendidikan. Perubahan tahap adopsi menjadi arah duga akses ibu terhadap layanan spa bayi.
KAJIAN NARATIF: HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA REMAJA Indah Pratiwi; Metha Dwi Tamara
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang meningkat. Penderita hipertensi didominasi oleh orang dewasa, namun saat ini tidak sedikit remaja yang menderita hipertensi. Prevalensi hipertensi pada remaja di Indonesia meningkat pada tahun 2013 menjadi 10,7% untuk mengatasinya salah satu caranya dengan memperketat aturan merokok khususnya pada remaja. Tujuan: Tujuan penulisan kajian ini untuk membuktikan dari penelitian-penelitian sebelumnya apakah ada hubungan merokok dengan kejadian hipertensi. Metode: Pencarian literatur menggunakan databse Google Scholar, Pubmed, Science Direct rentang tahun 5 tahun terakhir dengan kata kunci “Merokok” dan “Hipertensi” dan “Remaja” dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Diskusi: Rokok mengandung 4000 bahan kimia yang dapat menyebabkan berbagai penyakit penyakit salah satunya hipertensi, selain zat kimia dalam rokok pola hidup yang buruk dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi pada remaja. Kesimpulan: Bedasarkan Literature Review ini dapat disimpulkan, tidak hanya perokok aktif yang berisiko terkena hipertensi, perokok pasif juga dapat terkena hipertensi, selain perilaku merokok terdapat hal lain yang dapat menyebabkan hipertensi pada remaja seperti obesitas, dan kurangnya aktifitas fisik. Demikian pula diharapkan pemerintah perlu menegaskan kembali tentang undang-undang dilarangnya merokok khususnya untuk anak dibawah 18 tahun dan perketatnya pelaksanaan KTR.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT (LITERATURE REVIEW) Anisa Sabrina; Weni Tusrini; Metha Dwi Tamara
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i2.364

Abstract

Tingginya jumlah perawat yang mengalami burnout karena kecenderungan memiliki resiko tinggi dialami oleh seseorang yang bekerja pada pekerjaan yang berorientasi melayani orang lain, seperti bidang pelayanan kesehatan. Burnout dapat diartikan sebagai kondisi tubuh yang benar-benar lelah baik fisik maupun mental. Hasil penelitian burnout menunjukkan bahwa profesi kesehatan menempati urutan pertama dengan burnout terbanyak yaitu sekitar 43%. Di antara profesi di bidang kesehatan, perawat memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout pada perawat di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout pada perawat di rumah sakit terbagi menjadi dua yaitu faktor internal meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status perkawinan, masa kerja dan kepribadian serta faktor eksternal meliputi beban kerja, kepemimpinan. gaya dan stres kerja. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
KAJIAN NARATIF: HUBUNGAN DURASI MEDIA SOSIAL DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA REMAJA Latifah Novithasari Effendi; Metha Dwi Tamara
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i2.367

Abstract

Latar Belakang: Insomnia sering dijumpai pada kalangan remaja yang mengakses media sosial yang menyebabkan remaja mengalami kualitas dan kuantitas tidur yang buruk. Ketidakmampuan remaja dalam memanajemen waktu penggunaan media sosial akan berdampak pada ketidakaturan pola tidur sehingga terjadinya insomnia. Penggunaan internet mencapai 80% pada remaja berusia 15-19 tahun dan sebagian besar kualitas tidur pada remaja kurang terpenuhi sebanyak 63%. Tujuan: Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia remaja. Metode: Pencarian artikel menggunakan database online yaitu Google Scholar dan Pubmed dengan kata kunci “(“Durasi Media Sosial” dan “Insomnia Remaja”) dan (“Social Media” and “Adolescent Insomnia”)” terbit dalam lima tahun terakhir. Diskusi: Terdapat hubungan antara durasi penggunaan media sosial terhadap kejadian insomnia. Pengkategorian lama durasi penggunaan media sosial secara rasional yaitu 7jam/hari kategori sangat lama, 5-6jam/hari kategori lama, 3-4jam/hari kategori sedang, dan 1-2jam/hari kategori singkat. Kualitas tidur dikategorikan baik atau buruk. Kecanduan media sosial terjadi karena peningkatan hormon dopamin pada saat menggunakan media sosial, sehingga menciptakan tingkat kesenangan yang sama secara berulang. Penggunaan media sosial sebelum tidur bisa menyebabkan terganggunya pengaturan hormon melatonin sehingga mempengaruhi kualitas tidur. Kesimpulan: Frekuensi penggunaan media sosial pada remaja paling tinggi di Indonesia yaitu 3-9 jam/hari sedangkan di Luar Negeri 2-6jam/hari. Insomnia akibat penggunaan media sosial sudah sampai tingkat sedang dan berat. Disarankan untuk bisa dilakukan perbandingan antar dua kelompok remaja dengan dewasa, untuk melihat tingkat perbedaan durasi penggunaan media sosial lebih intens terhadap kejadian insomnia.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Burnout pada Perawat di Rumah Sakit (Literature Review) Anisa Sabrina; Weni Tusrini; Metha Dwi Tamara
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 1 (2023): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.409

Abstract

Banyaknya perawat yang mengalami burnout karena kecenderungan memiliki resiko tinggi dialami oleh seseorang yang bekerja pada pekerjaan yang berorientasi melayani orang lain, seperti sektor pelayanan kesehatan. Burnout dapat diartikan sebagai kondisi tubuh yang benar-benar lelah baik fisik maupun mental. Hasil penelitian tentang burnout menunjukkan bahwa profesi kesehatan menempati urutan pertama dengan burnout terbanyak yaitu sekitar 43%. Di antara profesi di bidang kesehatan, perawat memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout pada perawat di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout pada perawat di rumah sakit terbagi menjadi dua yaitu faktor internal yang meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status perkawinan, masa kerja dan kepribadian serta faktor eksternal yang meliputi beban kerja, kepemimpinan. gaya dan stres kerja. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
IMPLEMENTASI PROTOKOL KESEHATAN PADA PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI SEKOLAH DASAR NEGERI DAN SWASTA Indah Pratiwi; Tuti Surtimanah; Metha Dwi Tamara
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.343

Abstract

Pandemi COVID-19 telah melanda Indonesia, mempengaruhi berbagai bidang kehidupan termasuk pendidikan. Sekolah online menjadi alternatif untuk mencegah penyebaran COVID-19, walaupun memiliki keterbatasan dalam proses belajar mengajar. Seiring menurunnya kasus COVID-19, mulai dilakukan sekolah tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan penerapan protokol kesehatan di SD Negeri dan Swasta. Metode penelitian mix methode dengan explanatory sequential research design. Populasi adalah siswa dari satu Sekolah Dasar Negeri dan satu Sekolah dasar Swasta di Kota Bandung, dengan sampel 86 orang dipilih secara purposif. Pengumpulan data kuantitatif menggunakan angket yang disebar ke siwa untuk diisi. Pengumpulan data kualitatif dilakukan ke informan masing-masing seorang guru dari SD Negeri dan Swasta, dengan metode wawancara mendalam serta observasi. Analisis data kuantitatif menggunakan distribusi frekuensi dan uji beda U Mann Whitney. Analisis data kualitatif melalui proses deskripsi, reduksi, koneksi, kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan dua per-tiga siswa memiliki pengetahuan baik tentang COVID-19, sebanyak tiga dari lima siswa menyatakan sarana protokol kesehatan di sekolah masih kurang,   separuh siswa menyatakan guru dan staf memberi teladan baik, sebanyak tiga dari lima menyatakan sosialisasi sudah dilakukan baik dan hanya satu dari tiga siswa yang melakukan praktik baik protokol kesehatan.  Tidak terdapat perbedaan signifikan pengetahuan COVID-19, keteladanan guru, dan praktek protokol kesehatan antara Sekolah Dasar Negeri dan Swasta. Secara keseluruhan implementasi protokol kesehatan di Sekolah Dasar Negeri dan Swasta sama. Semua sekolah diharapkan mengimplementasikan protokol kesehatan secara berkesinambungan.Kata kunci: protokol; kesehatan; sekolah; tatap mukaAbstractThe COVID-19 pandemic hit Indonesia, affecting various fields of life including education. Online schools are an alternative to prevent the spread of COVID-19, even though they have limitations in the teaching and learning process. As COVID-19 cases has decreased, face-to-face schools begun with the implementation of health protocols. The study purpose determined the differences in the implementation of health protocols in public and private elementary schools. The research method is mix method with explanatory sequential research design. The population of students from one public and one private elementary school in Bandung City, with a sample of 86 people selected purposively. Quantitative data collection uses questionnaires distributed to students to fill out. Qualitative data collection was carried out to each informant, a teacher from a public and private elementary school, using in-depth interviews and observation methods. Quantitative data analysis used the frequency distribution and U Mann Whitney differenence test. Qualitative data analysis through the process of description, reduction, connection, conclusion. The results showed that two-thirds of the students had good knowledge of COVID-19, as three fifths stated that the health protocol facilities were lacking, half of the students stated that the teachers set good examples, as three fifths stated that the socialization carried out well and only one-thirds students practiced good health protocols. There are significant differences in socialization and provision of health protocols facilities between public and private schools. There isn’t significant difference in knowledge, the example of the teacher, and practice of health protocols. Overall the implementation of the health protocol in public and private elementary schools is the same. All schools are expected to implement health protocols on an ongoing basis. Keywords: protocol; health; school; face to face