Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Uji Reliabilitas dan Validitas Instrumen Literasi Kesehatan Digital untuk Mahasiswa Program Sarjana: Test the Reliability and Validity of Digital Health Literacy Instruments for Undergraduate Student Programs Irfan Nafis Sjamsuddin; Dien Anshari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2902

Abstract

Latar belakang: Pengukuran literasi kesehatan belum banyak dilakukan di Indonesia, padahal literasi sebagai penanda pendahulu praktik masyarakat dalam melakukan hidup sehat. Ada berbagai instrumen pengukuran literasi kesehatan antara lain kuesioner literasi kesehatan - Health Literacy Scale-Eropean Union (HLS-EU) dan kuesioner literasi kesehatan digital - eHealth Literacy Scale (e-HEALS). Reliabilitas dan validitas kuesioner e-HEALS belum banyak diteliti di Indonesia. Tujuan: Menguji reliabilitas dan validitas kriteria instrumen literasi kesehatan digital (e-HEALS ) untuk mahasiswa. Metode: Metode penelitian deskriptif kuantitatif, desain potong lintang. Populasi seluruh mahasiswa Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat STIKes Dharma Husada, dengan kriteria inklusi aktif di bulan September 2022 dan memiliki WhatsApp. Kriteria ekslusi adalah mahasiswa semester satu yang belum mulai kuliah. Populasi berjumlah 186 mahasiswa, dengan sampel 130 mahasiswa. Analisis data menggunakan uji Cronbach Alpha dan uji korelasi Spearman. Hasil: Kuesioner e-HEALS maupun HLS-EU reliabel. Uji reliabilitas dengan Cronbach Alpha diperoleh hasil sebesar 0,789 (e-HEALS) dan 0,758 (HLS-EU). Pembuktian validitas kriteria e-HEALS dengan uji korelasi Spearman, hasilnya ada korelasi positif literasi kesehatan digital dengan literasi kesehatan pada mahasiswa (r=0,183 ; p=0,037). Kesimpulan: Kuesioner e-HEALS maupun HLS-EU reliabel, maka kuesioner tersebut dapat digunakan khususnya pada mahasiswa. Kuesioner e-HEALS valid, ditunjukan dengan adanya korelasi positif antara hasil e-HEALS dengan hasil HLS-EU pada mahasiswa.
Evaluasi Pasca Pelatihan: Keterampilan Bidan dalam Pelayanan Kontrasepsi: Post-Training Evaluation: Midwives' Skills in Contraception Services Tuti_Surtimanah; Dean Rosmawati; Gina Zulfah; Nuraini; Yeni Mahwati; Irfan Nafis Sjamsuddin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5017

Abstract

Latar belakang: Pelayanan kontrasepsi di fasilitas kesehatan mesti dilakukan secara terstandar dan berkualitas. Telah dilakukan pelatihan pelayanan kontrasepsi bagi bidan dengan indikator hasil belajar 16 ranah keterampilan dan empat ranah pengetahuan. Tujuan: Mengetahui tingkat keterampilan bidan pasca pelatihan pelayanan kontrasepsi. Metode: Disain mixed methods, rancangan sekuensial eksplanatif. Populasi alumni pelatihan tahun 2023 dengan sampel total sebanyak 40 orang untuk penelitian kuantitatif, dan 13 informan penelitian kualitatif dipilih purposif. Pengumpulan data kuantitatif melalui penyebaran kuesioner skala penilaian diri dan pertanyaan aplikasi keterampilan pelayanan kontrasepsi berbentuk google form, kemudian dianalisis deskriptif dan uji beda skor keterampilan menurut karakteristik responden. Pengumpulan data kualitatif melalui wawancara mendalam, dianalisis menggunakan framework analysis. Hasil: Rata-rata skor keterampilan hasil skala penilaian diri sebesar 80,20 lebih tinggi dari rata-rata skor hasil pertanyaan aplikasi pelayanan kontrasepsi sebesar 49,75. Tidak ada korelasi signifikan antara skor hasil skala penilaian diri dengan skor hasil pertanyaan aplikasi pelayanan kontrasepsi (p 0,689). Tidak ada beda signifikan (p > 0,05) skor keterampilan pelayanan kontrasepsi menurut umur, instansi kerja, pendidikan, jenis tugas, asal kabupaten – kota, lama kerja. Ada 8 dari 16 keterampilan yang dijawab benar ? 50% responden pada pertanyaan aplikasi keterampilan yaitu konseling dengan ABPK, pelayanan kontrasepsi darurat dan pasca keguguran, pelayanan kontrasepsi metode suntik – pil dan kondom, melakukan kewaspadaan pencegahan pengendalian infeksi, pencatatan pelaporan pelayanan. Terjadi perubahan keyakinan diri serta motivasi melaksanakan tugas pasca pelatihan, termasuk dalam melaksanakan konseling. Kesimpulan: Sebanyak 97,5% responden memiliki keterampilan pelayanan kontrasepsi kategori baik menurut skala penilaian diri, namun hanya 45% memiliki kategori baik menurut jawaban pertanyaan aplikasi pelayanan kontrasepsi. Dukungan pimpinan, kebijakan serta penyediaan sarana prasarana kerja dibutuhkan alumni dalam mengaplikasikan keterampilan yang dipelajari selama pelatihan.
Perancangan dan Evaluasi Kinerja Smart Buoy Berbasis GPS-IoT untuk Monitoring Posisi Real-Time di Perairan Batam Caniago, Deosa Putra; Umar, Najirah; Sjamsuddin, Irfan Nafis; Purnomo, Ariana Tulus; Rafsanjani, Ali Rifqi
Jurnal Pustaka Robot Sister (Jurnal Pusat Akses Kajian Robotika, Sistem Tertanam, dan Sistem Terdistribusi) Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Pustaka Robot Sister (Pusat Akses Kajian Robotika, Sistem Tertanam, dan Si
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakarobotsister.v4i2.1831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kinerja sistem smart buoy berbasis Global Positioning System (GPS) dan Internet of Things (IoT) untuk pelacakan posisi real-time di perairan Batam. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya menggunakan integrasi multi-sensor dengan kompleksitas dan biaya implementasi yang tinggi, penelitian ini mengembangkan smart buoy sederhana berbasis GPS tunggal dan komunikasi seluler sebagai solusi monitoring perairan berbiaya rendah. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental berbasis prototipe yang meliputi perancangan sistem, implementasi perangkat keras dan perangkat lunak, serta pengujian lapangan pada kondisi nyata di perairan Batam. Sistem dikembangkan menggunakan modul GPS sebagai sensor utama, mikrokontroler sebagai unit pemrosesan, dan modul SIM808 untuk transmisi data melalui jaringan seluler. Parameter pengujian meliputi akurasi posisi, keberhasilan pengiriman data, dan kemampuan tracking posisi secara kontinu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem menghasilkan rata-rata error posisi sebesar 3.32 meter dengan tingkat keberhasilan pengiriman data mencapai 96%. Selain itu, sistem mampu merepresentasikan perubahan posisi secara real-time dengan tingkat konsistensi tracking di atas 95%. Berdasarkan hasil tersebut, sistem smart buoy yang dikembangkan dinilai layak sebagai prototipe awal untuk monitoring posisi perairan berbasis GPS-IoT dengan pendekatan sederhana dan biaya implementasi yang relatif rendah.