Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Diagnostic Accuracy of the Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) Against MINI-ICD-10: A Cross-Sectional Study Among Pregnant Women in Primary Care Settings, Indonesia Suyuti, Sartika; Karuniawati, Nia; Magfirah, Andi; Sani, Andi
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 6 No 2 (2026): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v6i2.2485

Abstract

Anxiety disorders during pregnancy are prevalent mental health concerns that can affect both maternal and fetal outcomes. Valid and reliable screening tools are essential for early detection and intervention. This study aimed to evaluate the diagnostic performance of the Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) compared to MINI-ICD 10 as the gold standard in detecting anxiety disorders among pregnant women. A cross-sectional diagnostic accuracy study was conducted at Kaluku Bodoa Community Health Center, Makassar City, from October to November 2025. Eighty pregnant women attending antenatal care were recruited using purposive sampling. Data were collected through structured interviews using PASS and MINI-ICD 10 questionnaires. Diagnostic accuracy measures including sensitivity, specificity, positive predictive value (PPV), negative predictive value (NPV), and overall accuracy were calculated. The prevalence of anxiety disorders was 36.25% (n=29) based on MINI-ICD 10 and 53.8% (n=43) based on PASS. The majority of participants were aged 21-35 years (80%), had completed senior high school education (53.8%), and were housewives (77.5%). Most were in their third trimester (67.5%) and nulliparous (43.8%). PASS demonstrated good diagnostic performance with sensitivity of 86.21%, specificity of 64.71%, PPV of 58.14%, NPV of 89.19%, and overall accuracy of 72.5%. PASS showed acceptable diagnostic performance as a screening tool for anxiety disorders in pregnant women, with high sensitivity making it suitable for initial screening in primary healthcare settings. However, the moderate specificity suggests that positive screening results should be confirmed with gold standard diagnostic interviews.
PEMBERDAYAAN KESEHATAN REMAJA KARANG TARUNA DESA KAPITA MELALUI PELATIHAN PIJAT ENDORPHINE ATASI DISMENORHEA REMAJA DI DESA KAPITA KEC. BANGKALA KAB. JENEPONTO Karuniawati, Nia; Hadriyanti Hamang, Sitti; Nurhayati, Nurhayati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1229-1233

Abstract

Salah satu tanda keremajaan wanita secara biologis dimulianya remaja mengalami menstruasi. Menstruasi dimulai saat pubertas dan kemampuan seorang wanita untuk mengandug anak atu masa reproduksi. Ketika menstruasi tiba, ada kalanya terdapat kelainan atau gangguan yang ada hubungannya dengan menstruasi diantaranya premenstrual tension ( ketegangan sebelum haid), mastodinia, mittelschmerz (rasa nyeri saat ovulasi) dan dismenorhea yaitu rasa yang nyeri pada saat menstruasi. Dismenorhea merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri yang ditandai dengan nyeri perut bagian bawah dan dapat disertai dengan gejala lain. Sebahagian besar besar nyeri haid terjadi saat usia remaja dan dapat menimbulkan dampak konflik emosional, ketegangan dan kegelisahan. Akibat dismenore mereka bahkan tidak dapat pergi kesekolah, aktivitas belajar dalam pembelajaran terganggu, konsentrasi menjadi menurun bahkan tidak ada dalam pembelajaran terganggu, konsentrasi menjadi menurun bahkan tidak ada sehingga materi yang diberikan selama pembelajaran yang berlangsung tidak bisa ditangkap oleh remaja yang sedang mengalami dismenorea. Salah satu cara untuk mengatasi dismenorea yaitu dengan manajemen sentuhan yaitu pijat endorphine. Pijat endorphine merupakan sebuah terapi pijatan ringan yang cukup penting diberikan pada wanita yang mengalami nyeri. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk pemberdayaan Kesehatan Remaja Putri Karang Taruna Desa Kapita melalui Pijat Endorphine.Melalui pemberdayaan Kesehatan Remaja Putri Karang Taruna  maka sangat menjadi peluang besar sebagai pusat informasi remaja putri di Desa Kapita sehingga manfaatnya lebih dekat karena informasi bisa mereka dapat langsung melalui peran para remaja yang terlibat dalam Karang Taruna.