Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Strategi Implementasi Prinsip Berkelanjutan dalam Manajemen Pengelolaan Sampah Hotel (Studi Kasus: Hotel Bintang 5 di Labuan Bajo) Umul, Dewi Sartika; Ine Dae, Yohana Etheldreda; Sufitrianingsih, I’in; Berybe, Gregorius Antariksa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.18112

Abstract

Sampah atau limbah adalah dampak operasional hotel. Hotel bertanggung jawab dalam mengelola sampah hasil operasional sebagai prinsip berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip berkelanjutan dalam manajemen pengelolaan sampah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus hotel Sudamala Komodo Labuan Bajo. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi berupa prosedur maupun kebijakan hotel terkait manajemen pengelolaan sampah. Responden penelitian merupakan pihak manajemen hotel. Data dianalisis dengan tahapan data collection, reduction, Display data verification. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kriteria (11) terkait pengolahan sampah hotel telah diterapkan, walaupun masih ada indikator dari kriteria yang belum maksimal diterapkan seperti: penyimpanan limbah berbahaya, memastikan limbah dipisah, pengukuran dan Pencatatan hasil maupun jenis serta konsistensi program green team. Pihak hotel diharapkan memaksimalakan indikator-indikatro yang masih kurang sehingga prinsip berkelanjutan yang diterapkan lebih maksimal (meningkat) sebagai bentuk tanggung jawab sektor industri dalam prinsip pariwisata berkelanjutan.
PENINGKATAN SOFT SKILL SISWA SMK NEGERI 3 KOMODO SEBAGAI PERSIAPAN MAGANG INDUSTRI Berybe, Gregorius A.; Wellalangi, Maria B.R.; Hanggu, Elisabeth Oktaviani; MD, Novita Masi Dari Tani; Umul, Dewi Sartika; Lumenta, Daniel FX.; Nanung, Fatima; Febrianti, Marta Lince; Firman, Ignasius; Gantur, Virgilius Andiapama
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27341

Abstract

SMKN 3 Komodo merupakan salah satu sekolah kejuruan yang tidak memiliki program studi perhotelan, namun memiliki demand siswa untuk bekerja di industri perhotelan yang tinggi. Hal ini ditunjukan dari tingginya keterlibatan DW maupun pemilihan PKL pada industri tersebut. Tujuan dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah menyediakan kesempatan pembekalan yang membantu siswa SMKN 3 Komodo memahami pentingnya soft skill dalam sektor pariwisata perhotelan serta menerapkan dalam aktivitas saat praktik kerja industri atau bekerja, serta mempersiapkan diri lebih baik sebelum mengikuti praktik kerja industri tahun 2024. Metode yang digunakan adalah tatap muka dengan siswa SMKN 3 Komodo. Berdasarkan hasil observasi praresearch baik dari pihak Industri Perhotelan maupun Pendidikan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan yang meninjau dari hasil Praktik Kerja Lapangan, masih banyak siswa yang perlu ditingkatkan kemampuannya, khususnya soft skill sebagai pekerja di Industri hospitality. Kegiatan PKM ini menghadirkan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan soft skill seperti komunikasi, etika profesi, personal grooming dan hygine, kerja sama serta layanan prima.
Inovasi Pengembangan Kuliner Lokal Desa Wisata Coal Kabupaten Manggarai Barat Berybe, Gregorius Antariksa; Hanggu, Elizabeth Oktaviani; Wellalangi, Maria; Tani, Novita Masi Dari; Mala, Claudia Yulita
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13557

Abstract

Kemampuan masyarakat dalam layanan makan minum sebagai indikator layanan prima. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan panganan lokal di Desa Wisata Coal, Kec Kuwuws, Kabupaten Manggarai Barat. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pelatihan pengolahan panganan lokal dengan materi pendampingan yang terbagi menjadi: (1) Variasi menu olahan telur untuk breakfast. (2) Inovasi olahan ayam sebagai bahan dasar main course. (3) Inovasi olahan panganan lokal yang sudah ada seperti kompiang dan serabe menjadi varian baru. (4) Food Presentation. Peserta kegiatan merupakan warga Desa Wisata Coal dari kelompok Homestay, Home Industry dan Komunitas Milenial Bukit Porong yang tergabung dalam Desa Wisata Coal. Hasil kegiatan menunjukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman akan variasi produk yang bisa dikembangkan serta kemampuan mengolah menu breakfast seperti Omelete, Scrambel dan egg benedict, Menu Main Course seperti Chicken Drum Stick, Thai Chicken Curry dan Chicken Steak serta inovasi pengembangan produk lokal kompiang dan serabe menjadi kompiang burger dan pancake serabe yang siap saji dan ditawarkan kepada tamu sebagai bagian dari kearifan kuliner lokal Desa Wisata Coal.
ANALYSIS OF TEACHING FACTORY IMPLEMENTATION IN VOCATIONAL SCHOOL CASE STUDY: PUBLIC VOCATIONAL HIGH SCHOOL 1 LABUAN BAJO Gregorius Antariksa Berybe; Maksimus Diamat; Yohanes Paulus Hanny Wadhi
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 7 No. 3 (2023): May
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v7i3.9180

Abstract

Teaching Factory is a learning model at Vocational School based on production/services that refer to standards and procedures applied in the industry. The implementation of the Teaching Factory requires industry involvement. Parameters to measure the achievement of the Teaching Factory implementation are management, facilities, learning patterns, marketing-promotions, products-service, human resources, and industrial relations. The purpose of the research in this paper is to find out the implementation of the Teaching Factory in the Hospitality Program at Public Vocational High School 1 Labuan Bajo. The research uses the qualitative descriptive method. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by reducing, displaying, and verifying data. The results indicate that the achievement of the implementation of the Teaching Factory in the Hospitality Program at Public Vocational High School 1 Labuan Bajo, based on several achievement measurement parameters, there are still some shortcomings in terms of Management, Marketing-promotion, Human Resources, and learning patterns. The need for commitment to the implementation and evaluation of Teaching Factory must be applied to improve the quality of learning to produce graduates who are competent for industry needs.
Motivation And Capacity in Entrepreneurship: Are They Enough? (An Insight from Entrepreneur-Self-Test for Student at Politeknik eLBajo Commodus) Marius Yosef Seran; Andy Iwan Iswanto; Fitri Ciptosari; Gregorius Antariksa Berybe
JURNAL AKADEMISI VOKASI Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Akademisi Vokasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/javok.v4i1.167

Abstract

This study explores the relationship between motivation and capacity, based on entrepreneurial self-test, as predictors of entrepreneurial potential among vocational students at Politeknik eLBajo Commodus. With the growing emphasis on entrepreneurship education in Indonesia, this research investigates whether motivation as an internal drive and capacity as a enabling factors are sufficient to foster entrepreneurial readiness. Using a quantitative explanatory design, data were collected through an Entrepreneur-Self-Test consisting of 27 indicators, and analyzed using JASP for descriptive statistics, reliability, correlation, and regression analysis. The findings reveal that while both motivation and capacity significantly influence entrepreneurial potential, capacity exhibits a stronger predictive power. The study concludes that motivation and capacity are necessary but not entirely sufficient for predicting entrepreneurial potential. Therefore, entrepreneurship education must integrate contextual skills and experiential learning to bridge mindset and execution. These insights contribute to the ongoing refinement of entrepreneurship class and curriculum, for broader inclusion of environmental and structural factors in student development strategies.