Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Agribios

ANALISA DAMPAK BERDIRINYA PERKEBUNAN MANGGA PT. TRIGATRA RAJASA TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMIMASYARAKAT SEKITAR (Studi Kasus Di Desa Ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo) Mohammad Hanafi; Sulistyaningsih Sulistyaningsih; Gema IA Yekti
AGRIBIOS Vol 16 No 01 (2018): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perubahan sosial dan ekonomi terhadap masyarakat di Desa Ketowan sebelum dan sesudah pendirian perkebunan mangga PT. Trigatra Rajasa dan untuk mengetahui pengaruh pendirian perkebunan mangga PT. Trigatra Rajasa menuju kondisi sosial dan ekonomi kepada masyarakat. Analisis statistik adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, kemudian diperoleh sampel sebanyak 37 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendirian perkebunan mangga PT. Trigatra Rajasa memiliki dampak positif terhadapkondisi sosial dan ekonomi masyarakat, yang meningkatkan variabel interaksi sosial, perubahan sosial, budaya, pendidikan keluarga, kesehatan keluarga, pendapatan keluarga, jumlah keluarga yang bekerja, kondisi perumahan dan fasilitas publik dengan indeks persentase 9%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi adalah pendapatan dan jumlah keluarga yang bekerja.
ANALISA KELAYAKAN USAHATANI SEMANGKA NON BIJI DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN SITUBONDO Lukman Lukman; Gema Iftitah Anugerah Yekti
AGRIBIOS Vol 18 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i2.896

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besar pendapatan usahatani semangka non biji di Desa Sumberejo, mengetahui tingkat efisiensi usahatani semangka non biji di Desa Sumberejo dan mengetahui tingkat kelayakan usahatani semangka non biji di Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani semangka non biji di di Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih yang berjumlah 28 orang, penarikan sampel menggunakan teknik sampel secara sensus atau sampling jenuh, yaitu pengambilan populasi untuk dijadikan sampel sehingga sampel yang diteliti adalah sebanyak 28 petani semangka non biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata usahatani semangka non biji menguntungkan, dimana pendapatan rata-rata mencapai Rp. 56.727.128,-. Efisiensi usahatani semangka non biji rata-rata efisien mencapai 3,93. Kelayakan untuk usahatani semangka non biji rata-rata layak untuk dikembangkan mencapai 3,93. Saran dari peneliti adalah petani harus berusaha mempertahankan bahkan meningkatkan usahatani semangka non biji karena memiliki prospek yang baik dan menguntungkan selama ini, menambah informasi mengenai teknis budidaya yang lebih modern, dan lebih memperhatikan manajemen budidaya semangka non biji
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN PADA PRODUK OLAHAN RENGGINANG (STUDI PADA UD. SARWANI DESA GELUNG KECACAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO) Muhammad Hendra Priyono; Gema Iftitah Anugerah Yekti
AGRIBIOS Vol 19 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v19i1.1007

Abstract

Kepuasan konsumen merupakan faktor yang sangat penting bagi keberadaan, kelangsungan, dan perkembangan perusahaan. Saat ini banyak perusahaan yang semakin memahami arti penting dari kepuasan konsumen, dan menjalankan strategi guna memberikan kepuasan bagi konsumennya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dan untuk menguji pengaruh kualitas produk, harga, service quality, emotional factor, dan biaya terhadap kepuasan konsumen pada produk olahan rengginang UD. Sarwani. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode teknik aksidental sehingga diperoleh sampel penelitian sebanyak 50 responden. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kualitas produk, harga, service quality, emotional factor, dan biaya berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada produk olahan rengginang UD. Sarwani di Kabupaten Situbondo. Variabel yang dominan yaitu harga. pengujian statistik dengan menggunakan metode uji F, diketahui nilai Fhitung 11,474 > Ftabel 2,430 dengan tingkat signifikan yang diperoleh 0,000< 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kepuasan konsumen pada produk olahan rengginang UD. Sarwani di Desa Gelung Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.
Hubungan Peran Anggota Kelompok Tani Dengan Tingkat Pendapatan Usahatani Tembakau (Studi Kasus Di Desa Pategalan Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo) Abdul Jalil; Gema IA Yekti
AGRIBIOS Vol 16 No 2 (2018): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran anggota kelompok tani dalam usahatani tembakau pada kelompok tani Bunga Desa di Desa Pategalan, mengetahui besarnya pendapatan usahatani tembakau pada kelompok tani Bunga Desa di Desa Pategalan, mengetahui hubungan antara peran anggota kelompok tani dengan pendapatan usahatani tembakau pada kelompok tani Bunga Desa di Desa Pategalan Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo. Populasi anggota kelompok tani Bunga Desa yang melakukan usahatani tembakau di Desa Pategalan Kecamatan Jatibanteng berjumlah 49 petani, sehingga semua populasi dijadikan sampel dalam penelitian ini karena dilihat jumlah populasi cukup sedikit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran anggota kelompok tani Bunga Desa di Desa Pategalan Kecamatan Jatibanteng memiliki interval 35–42 dengan frekuensi responden terbanyak, yakni sejumlah 32 responden dengan persentase sebesar 65,31 %, sehingga peran anggota kelompok tani Bunga Desa berada pada kategori tinggi. Pendapatan usahatani tembakau di Desa Pategalan Kecamatan Jatibanteng selama satu musim menguntungkan, dimana hasil penghitungan jumlah pendapatan rata-rata sebesar Rp. 26.044.546,-. Hal ini dikarena jumlah penerimaan rata-rata sebesar Rp. 44.854.041,- dan jumlah biaya rata-rata sebesar Rp. 18.811.352,-. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perolehan nilai sig lebih besar dari 0,05. Nilai sig > 0,05 (0,220 > 0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Maka koefisien korelasi peran anggota kelompok tani dengan pendapatan petani tembakau sebesar 0,179 berarti sangat lemah. Ho berbunyi: tidak ada hubungan positif dan signifikan antara minat peran anggota kelompok tani dengan pendapatan petani tembakau di Desa Pategalan Kecamatan Jatibanteng. Saran dari peneliti adalah sebaiknya petani tembakau lebih antusias untuk mengikuti kegiatan penyuluhan pertanian, membentuk koperasi petani tembakau, melakukan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pengembangan usahatani tembakau.
Koperasi, Solusi Pengentasan Kemiskinan Gema Iftitah Anugerah Yekti
AGRIBIOS Vol 14 No 1 (2016): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab dan solusi kemiskinan, serta menjelaskan langkah koperasi dalam mengentaskan kemiskinan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dan studi pustaka yang berusaha untuk memberikan jalan keluar bagi masalah kemiskinan di Indonesia melalui pemberdayaan koperasi.Berdasarkan hasil studi pustaka, terdapat tiga faktor penyebab kemiskinan, antara lain ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya, perbedaan akses dalam modal, dan perbedaan dalam kualitas manusia. Ketiga faktor tersebut dapat diatasi secara langsung dengan pendirian suatu koperasi yang memiliki asas kekeluargaan. Langkah nyata koperasi dalam mengentaskan kemiskinan dapat dilakukan dengan 2 cara. Pertama, pemberdayaan Koperasi Unit Desa (KUD) yang fokus terhadap masalah pertanian.Kedua, pemberdayaan ibu rumah tangga melalui koperasi wanita.
PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA UKM JAGUNG MARNING SARI BAGUS KECAMATAN ARJASA KABUPATEN SITUBONDO Gema Iftitah Anugerah Yekti; Supatra Supatra
AGRIBIOS Vol 20 No 1 (2022): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i1.1695

Abstract

Tingkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap keamanan pangan menjadikan tantangan tersendiri bagi para produsen pangan untuk menerapkannya agar produk yang mereka hasilkan laku di pasaran. Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkannya, salah satunya melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), tidak terkecuali pada industri rumah tangga pangan olahan, termasuk UKM Jagung Marning Sari Bagus. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisa penerapan GMP di UKM Sari Bagus. Analisa data menggunakan analisa deskriptif dengan batuan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GMP di UKM Sari Bagus berada pada kriteria rendah dengan skor rata-rata 1,19. Aspek GMP yang terendah adalah aspek pengemasan dan labelling, dengan skor rata-rata 1,33.
STRATEGI PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN USAHA KOPI ARABIKA RAKYAT DI DESA KAYUMAS KECAMATAN ARJASA KABUPATEN SITUBONDO Mohammad Ramli; Gema IA Yekti
AGRIBIOS Vol 13 No 2 (2015): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify and analyze the marketing strategy and business development of the people in the village arabica coffee Kayumas Arjasa District of Situbondo. The analysis used is using the marketing mix and SWOT analysis are presented in descriptive quantitative.Elaboration of the marketing mix is ​​done by using the 4P covering Product, Price, Place and Promotion, that illustrates clearly how the state of the arabica coffee farming in accordance with 4P elements. Arabica coffee farming development of the people described in detail using SWOT analysis. The first stage is to analyze the facts about the state of farming in the village Kayumas based on internal factors and external factors then scoring. Scoring results are then analyzed to the next stage of using the Matrix Competitive Position based on total scoring results of internal factors and external factors. Then proceed to the second stage is to use Matrix Grand Strategy based on the results of scoring of each variable on the internal and external factors including the strengths, weaknesses, opportunities and threats. The last stage is to analyze each element on each variable internal and external factors which will then generate alternative strategies and subsequently formulated into a strategic plan to do in the short term and long term. Based on the SWOT analysis used in this study, suggest that the arabica coffee farming people in the village are in a position Kayumas White Areas which are potentially powerful position which means arabica coffee farm in the village of prospective Kayumas have the opportunity and competence to continue these efforts.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK SAPI POTONG PADA KELOMPOK PEMUDA BERKARYA II (STUDI KASUS DI DESA KENDIT, KECAMATAN KENDIT, KABUPATEN SITUBONDO) Achmad Muhammad; Gema Iftitah Anugerah Yekti
AGRIBIOS Vol 17 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v17i2.616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan efisiensi usaha ternak sapi potong pada kelompok Pemuda Berkarya II. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja yang dilaksanakan di Desa Kendit Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara sensus. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Pendapatan dan Analisis B/C Ratio. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usaha ternak sapi potong Kelompok Pemuda Berkarya II yang diperoleh dari selisih antara hasil penerimaan dengan total biaya produksi adalah sebesar Rp 133.254.843,00 selama 1 tahun (periode januari 2016 – januari 2017). Dari hasil analisis pendapatan tersebut menunjukkan bahwa usaha ternak sapi potong Kelompok Pemuda Berkarya II secara finansial menguntungkan. Dari analisis sebelumnya telah diketahui bahwa pendapatan usaha ternak Kelompok Pemuda Berkarya II sebesar Rp 133.254.843. Dengan total biaya produksi sebesar Rp 720.825.157, maka akan didapatkan Net B/C Ratio sebesar : 0,19. Dari hasil analisis B/C Ratio di atas yang mana hasilnya 0,19 < 1, menunjukkan bahwa usaha ternak sapi potong Kelompok Pemuda Berkarya II tidak efisien dan tidak layak untuk dikembangkan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI CABAI RAWIT DI DESA PASIR PUTIH KECAMATAN BUNGATAN KABUPATEN SITUBONDO Ervando, Mohammad; Suhesti, Endang; Yekti, Gema Iftitah Anugerah
AGRIBIOS Vol 23 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i1.6046

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang artinya negara yang mengandalkan sektor pertanian sebagai pilar pembangunan. Cabai rawit merupakan komoditas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Desa Pasir Putih merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Situbondo penghasil tanaman cabai rawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi cabai rawit di Desa Pasir Putih Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo. Penelitian dilakukan pada petani yang tergabung dalam kelompok tani Adil dengan populasi 40 petani. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden yang ditentukan dengan teknik stratified random sampling berdasarkan luas lahan. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara berupa angket. Dengan menganalisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi secara parsial dipengaruhi oleh variabel pupuk phonska dan pestisida. Sedangkan variabel luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk cair dan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap produksi cabai rawit. Namun secara simultan semua variabel meliputi luas lahan, bibit, pupuk urea, pupuk phonska, pupuk cair, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi cabai rawit di Desa Pasir Putih Kecamatan Bungatan.
PENGARUH KONSUMSI ROKOK TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA KEDUNGDOWO KECAMATAN ARJASA KABUPATEN SITUBONDO Nurur Rahman, Lula Daihuda; Anugerah Yekti, Gema Iftitah; Untari, Wiwik Sri
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.5947

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia merupakan isu penting yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi rumah tangga dengan pendapatan rendah. Salah satu faktor yang dapat memperburuk ketahanan pangan adalah kebiasaan konsumsi rokok, yang sering kali mengalihkan anggaran rumah tangga dari kebutuhan pangan ke konsumsi rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi rokok terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Sampel penelitian terdiri dari 30 orang petani yang merokok, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara (in-depth interview) dengan menggunakan kuisioner food recall untuk memperoleh data terkait pola konsumsi pangan dan pengeluaran rumah tangga Analisis ketahanan pangan meliputi tiga indikator utama, yaitu: (1) proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total rumah tangga, (2) angka kecukupan gizi yang mencakup total asupan rumah tangga dibandingkan dengan rekomendasi kecukupan energi, dan (3) tingkat kecukupan energi dalam konsumsi pangan rumah tangga. Berdasarkan analisis ini, ditemukan bahwa sebagian besar rumah tangga petani di Desa Kedungdowo mengalami kerawanan pangan. Hasil analisis ketahanan pangan menunjukkan bahwa 26,7% rumah tangga petani dalam kondisi tahan pangan, 46,6% rumah tangga petani berada dalam kondisi krisis pangan dan 26,7% rumah tangga petani berada dalam kondisi rentan pangan. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa konsumsi rokok berpengaruh positif terhadap proporsi pengeluaran pangan rumah tangga. Temuan ini mengindikasikan bahwa setiap kenaikan pengeluaran untuk konsumsi rokok sebesar Rp 1 akan mengurangi proporsi pengeluaran pangan sebesar Rp 2.461.