Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analysis Of Profile and Competence of U19 Football Coaches in Pemalang Regency Adnan, Naufal; Nilawati, Ika; Herdinata, Guntur Ratih Prestifa; Aristiyanto, Aristiyanto; Amin, Nur; Nasri, Nasri; Setiawan, Fredy Eko; Wicaksono, Maulana Tegar
Journal of International Conference Proceedings Vol 8, No 1 (2025): 2025 ICPM Malaysia Proceeding
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jicp.v8i1.4135

Abstract

Football in Indonesia continues to grow rapidly, as reflected in the increasing number of clubs across various regions, including Pemalang Regency. However, the presence of many clubs has not translated into improved achievements due to the absence of a structured development system. Key issues include limited communication with stakeholders, unstructured training programs, and the lack of qualified coaches capable of designing and evaluating effective training. This study employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The subjects consisted of 48 respondents: 16 administrators, 16 coaches, and 16 players. Data validity was ensured using source triangulation, while analysis was conducted through data reduction and presentation. The findings indicate that coaches generally demonstrate good attitudes during training and matches, but most lack coaching licenses and the ability to design structured programs. Of 16 U19 clubs, only 3 coaches held official licenses and 1 had a youth assistant license. Overall, the results highlight that although coaches show positive behavior, the absence of licensing and structured training knowledge hinders the development of U19 football in Pemalang Regency. 
Pelatihan Penaganan dan Pencegahan Cedera Ankle Cabor Sepak Takraw Putri PPLOP Jawa Tengah Zekha, Novita; Kurnia Wardani, Atika; Nilawati, Ika; Amin, Nur
PADIMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Padimas (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : PADIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/padimas.v2i02.2255

Abstract

ABSTRAK Sepak Takraw adalah olahraga jenis olahraga keterampilan akrobatik dan memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam memainkannya menjadi dasar selama proses pelatihan dan pertandingan akan memiliki risiko cedera yang tinggi. Sepak takraw merupakan salah satu cabang olahraga binaan Balai PPLOP Jawa Tengah. Balai PPLOP merupakan tempat pembinaan dan pelatihan atlet yang memiliki bakat dalam olahraga dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi atlet berprestasi. BPPLOP yang berpusat di Jatidiri Semarang membina cabang olahraga sebanayak 25 cabang olahraga, salah satunya adalah cabang olahraga sepak takraw putri yang terdiri dari 9 atlet. Menurut analisis situasi dapat diketahui bahwa permasalahan yang dialami atlet adalah Sebagian besar atlet belum mengetahui penanganan dan penvegahan cedera ankle dikarenakannya belum adanya pematerian dan sosialisasi tentang penanganan dan perawatan cedera ankle di sekolah maupun di BPPLOP Jawa Tengah. Target yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan atlet terkait tentang penanganan dan pencegahan cedera ankle khususnya pada Atlet Cabang Olahraga Sepak Takraw BPPLOP Jawa Tengah. Sasaran untuk penelitian ini merupakan atlet sepak takraw putri yang berjumlah 9 atlet dengan metode yang digunakapan meliputi 2 tahap, yaitu: Tahap pertama adalah pra pelaksanaan yang meliputi koordinasi pelaksanaan, survai lokasi, perizinan, persiapan sarana dan prasarana. Tahap kedua adalah pelaksanaan kegiatan yang meliputi pemaparan materi dan pelatihan penanganan dan perawatan cedera ankle. Penelitian ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan dengan adanya peningkatan pemahaman pada atlet sepak takraw PPLOP Jawa Tengah tentang PPC utamanya pada cedera Ankle yang dapat dibuktikan dari tabel yang didapatkan oleh peneliti yaitu tingkat pengetahuan sebelum adanya sosialisasi dan setelah terlaksanakannya kegiatan sosialisasi yaitu 14,3 % dan 71,4 %.   Kata kunci: Cedera Ankle, Sepak Takraw
PELATIHAN PENGENDALIAN ORGANISASI PENGELOLAAN KLUB RENANG TIRTA GEMILANG SEMARANG Nilawati, Ika; Amin, Nur; Tantra, Arda Raditya; Kristiningrum, Wahyu
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.1873

Abstract

Manajemen merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam sebuah organisasi termasuk organisasi olahraga atau sering dikenal sebagai klub. Dalam setiap kegiatan didalam klub, harus dikelola dengan baik sesuai dengan fungsi dan peran agar setiap rencana dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai sebuah klub olahraga. Peranan manajemen olahraga dan pengelolaannya sangatlah penting dalam meningkatkan kualitas kegiatan pelatihan keolahragaan. Eksistensi dan kualitas sebuah klub dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah pelatih, sarana prasarana pendukung kegiatan olahraga, tujuan dan motivasi klub, cara melatih, pendanaan, partisipasi personel dalam memahami tugas dan kewajibannya, serta dukungan dari berbagai pihak. Hal tersebut mendorong perlunya manajemen dan pemilihan strategi pembinaan dalam klub olahraga untuk melihat dan mengevaluasi perkembangan sebuah klub. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan pengurus tentang pengendalian organisasi, pengeloaan klub, manajemen kepelatihan, penganggaran penggunaan dan pelaporan aset klub olahraga. Target yang ingin dicapai dalam Pengabdian kepada Masyrakat ini adalah meningkatnya pengetahuan pengerus organisasi dalam mengelola dan mengendalikan dan memanjemen sebuah klub renang. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini meliputi tiga tahap, yaitu: pelaksanaan kegiatan yang meliputi pelatihan pengendalian organisasi, pengeloaan klub, manajemen kepelatihan, penganggaran penggunaan dan pelaporan aset klub olahraga. Hasil Kegiatan adalah terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan oleh pengurus dan pelatih tetang pengendalian organisasi pengelolaan klub renang, meliputi Manajemen Organisasi, Manajmen Kepelatihan dan Manajemen Penggunaan Aset.  
STATUS GIZI BERHUBUNGAN DENGAN KECEPATAN LARI MAHASISWA DI UKM FUTSAL UNIVERSITAS NGUDI WALUYO Putra Setyawan, Dandi; Amin, Nur; Nilawati, Ika; Aristiyanto, Aristiyanto
Sports Collaboration Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Sports Collaboration Journal: Desember 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v1i2.2757

Abstract

Futsal players are known to be players who need a lot of energy. With good nutrition, futsal players have optimum physical condition. The aim of this research was to determine the correlation between nutritional status and running speed of UKM Futsal players at Ngudi Waluyo University. This research is a correlation study with a cross sectional design on 24 athletes using a total sampling technique. Then univariate and bivariate analysis was carried out using the Spearman's Correlation statistical test. The research results showed that body mass index was significantly related to the running speed of Ngudi Waluyo University Futsal UKM Athletes, this was shown by p-value = 0.01. The conclusion shows that nutritional status is related to the running speed of students at the Futsal UKM, Ngudi Waluyo University. ABSTRAK Pemain futsal diketahui merupakan pemain yang membutuhkan banyak energi dengan terpenuhinya gizi yang baik maka pemain futsal memiliki kualitas kondisi fisik yang optimum. Tujuan dalam penelitian ini guna mengetahui korelasi antara status gizi dengan kecepatan lari pemain Futsal UKM Universitas Ngudi Waluyo. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan rancangan cross sectional pada 24 atlet dengan teknik total sampling. Kemudian dilakukan analisis univariate dan bivariate menggunakan uji statistik Spearman’s Correlation. Hasil penelitian diketahui bahwa indeks massa tubuh berhubungan signifikan dengan kecepatan lari Atlet UKM Futsal Universitas Ngudi Waluyo, hal itu ditunjukan dengan p-value = 0,01. Kesimpulan menunjukkan bahwa status gizi berkaitan dengan kecepatan lari mahasiswa di UKM Futsal Universitas Ngudi Waluyo.
PANJANG TUNGKAI BERHUBUNGAN DENGAN KECEPATAN BERLARI SPRINT 60 METER SISWA KELAS V - VI di SDN KEBONAGUNG 01 Bani Adam, Farid; Nilawati, Ika; Aristiyanto, Aristiyanto; Amin, Nur
Sports Collaboration Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Sports Collaboration Journal: Desember 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v1i2.2768

Abstract

Short distance sprinting is a race where athletes use full speed over distances of 60 meters, 80 meters, 100 meters, 200 meters and 400 meters. A runner must know the basics of sprinting techniques so that the runner can get maximum results. The aim of this research was to determine the relationship between leg length and 60 meter sprint running speed for students in classes V-VI at SDN Kebonagung 01. This research used a survey method with a total sampling technique of 20 students. The data collected for the leg length variable used a meter, sprint speed used a stopwatch and a meter. Data analysis used the Spearman's Test correlation test. The results of this research included the 60 meter sprint for class V-VI students at SDN Kebonagung 01, which resulted in the speed of 14 students in the men's category (70%), the speed of the women's category in 6 students (30%). Based on the correlation test, the results showed that there was a relationship between leg length and running with a p-value of 0.02. The conclusion of this research is that there is a relationship between leg length and running in students at SDN class V-VI Kebonagung 01. ABSTRAK Lari sprint jarak pendek adalah suatu perlombaan dengan atlet yang menggunakan kecepataan penuh dengan jarak 60 meter, 80 meter, 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Seorang pelari wajib pengetahui dasar-dasar teknik lari sprint supaya pelari tersebut mendepatkan hasil yang maksimal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengatahui hubungan panjang tungkai dengan kecepatan lari sprint 60 meter siswa kelas V-VI SDN Kebonagung 01. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik total sampling pada 20 siswa. Pengambilan data yang digunakan pada variabel panjang tungkai menggunakan meteran, kecepatan lari sprint menggunakan stopwatch dan meteran. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Test. Haisl Penelitian ini antara lain lari sprint 60 meter siswa kelas V–VI SDN Kebonagung 01 mendapatkan hasil kecepatan kategori Putra 14 siswa (70%), kecepatan kategori Putri 6 siswi (30%). Berdasarkan uji korelasi didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara panjang tungkai dengang berlari dengan nilai p-value 0.02. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara panjng tungkai dan berlari siswa SDN kelas V-VI Kebonagung 01
Latihan Brain Gym Mendukung Kecerdasan Kinestetik pada Anak Prasekolah Oktarina, Natalia Devi; Wijayanti, Fiki; Nilawati, Ika
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i2.14

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kecerdasan kinesteik bayi dan balita adalah dengan brain gym/senam otak. Brain Gym merupakan salah satu stimulasi motorik dan sensorik yang dapat merangsang perkembangan otak anak. Brain Gym dapat membantu optimalisasi fungsi dari otak manusia. Brain Gym mampu memperlancar oksigenasi ke otak sehingga mampu meningkatkan ingatan, konsentrasi, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi (Pramita, 2020). Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan kepala sekolah TK Islam Nurul Izzah, didapatkan hasil beberapa anak masih belum bisa duduk diam disaat jam Pelajaran, sehingga mengganggu konsentrasi belajar teman-temannya. Sasaran program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu anak usia prasekolah di TK Islam Nurul Izzah. Pelaksanaan program Pengabdian Masyarakat dilakukan pada tanggal 19 Maret 2024 di TK Islam Nurul Izzah Candirejo. Pelaksanaan pengabdian dilakukan mulai dari pemberian edukasi kecerdasan kinestetik dan terapi bermain, serta melakukan latihan brain gym untuk mendukung kecerdasan kinestetik. Hasil dari program pengabdian ini yaitu anak-anak dapat melakukan latihan brain gym, sehingga disarankan bagi sekolah dapat meneruskan latihan brain gym untuk mendukung kecerdasan kinestetik pada anak.
LATIHAN ABC RUNNING BERPENGARUH TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI ATLET KARATE INKANAS KABUPATEN JEPARA Wawan Agus Budiawan; Amin, Nur; Aristiyanto; Nilawati, Ika
Sports Collaboration Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Sports Collaboration Journal: Desember 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v3i2.3805

Abstract

Self-defense is a form of one's self-defense or a way for someone to defend themselves from anything that they feel threatens one's personal safety. With the development of the times, self-defense itself has developed into an activity that can make the body healthy, namely karate self-defense, one of which is found in Inkanas, Jepara Regency. The aim of this research was to find out whether ABC running training had an effect on the leg muscle power of Inkanas karate athletes in Jepara district. The research used a total sample of 15 people with the sampling technique being total sampling. The research uses quantitative methods with a quasi-experimental design. The instruments in this research consist of scale boards, chalk, paper, whistles, cones and markers with the collection of information obtained by researchers in the form of pre-test, treatment, and post-test. The results of the research showed that the leg muscle power of Jepara Regency Inkanas Karate Athletes during the pre-test had an average leg muscle power result of 43.93. After being given treatment in the form of ABC Running exercises, the post-test showed an increase with an average of 62.46, and there was an increase in leg muscle power by 42.1%. This conclusion is supported by the results of the T - test which shows the Sig value. (2-tailed) of .000 < 0.05. This shows that there is a significant influence, so that H0 is rejected, and H1 is accepted at the 95% confidence level.   Abstrak Bela diri merupakan salah satu bentuk pertahanan diri seseorang atau sebagai cara seseorang untuk mempertahankan diri dari segala sesuatu yang dirasa mengancam keselamatan diri seseorang. Dengan perkembangan zaman, bela diri sendiri berkembang menjadi sebuah aktivitas yang dapat menyehatkan tubuh yaitu bela diri karate yang salah satunya terdapat di Inkanas Kabupaten Jepara. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah latihan abc running berpengaruh terhadap power otot tungkai atlet karate inkanas kabupaten jepara, Dalam penelitian menggunakan total sampel berjumlah 15 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Penelitian meggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi exsperimental design), instrumen dalam penelitian ini terdiri dari papan skala, kapur, kertas, peluit, cone dan marker dengan pengumpulan informasi yang diperoleh peneliti berupa pree - test, treatment, danpPost - test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa power otot tungkai Atlet Karate Inkanas Kabupaten Jepara pada saat pree - test memiliki hasil power otot tungkai dengan rata - rata 43.93. Setelah diberikan perlakuan berupa latihan ABC Running, post - test menunjukkan peningkatan dengan rata - rata 62.46, dan terjadi peningkatan power otot tungkai sebesar 42,1%. Kesimpulan ini didukung oleh hasil Uji T - test yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar .000 < 0.05. hal ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan, sehingga H0 ditolak, dan H1 diterima pada tingkat kepercayaan 95%.  
STATUS GIZI TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN KEKUATAN OTOT LENGAN ATLET WUSHU SASANA SATRIA PANDANARAN SEMARANG Assidqi, Affan; Amin, Nur; Nilawati, Ika; Aristiyanto
Sports Collaboration Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Sports Collaboration Journal: Desember 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v3i2.3890

Abstract

Wushu is a competitive martial art originating from China. Good physical condition is crucial for athletes' performance in competitions. Athletes need to be in good and prime physical condition to face a competition so they can achieve success in championships. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and arm muscle strength of wushu athletes at the Satria Pandanaran University in Semarang. This study was a quantitative descriptive study. It was a descriptive correlational study with a cross-sectional approach. The sample in this study was eight wushu athletes at the Satria Pandanaran University in Semarang, using a total sampling technique. The instruments used were a scale to determine body weight, a microtoice to measure height, and a handgrip dynamometer to measure arm muscle strength. The results showed no significant relationship between nutritional status and arm muscle strength. The results showed that the right arm muscle strength (p=0.710) and the left arm muscle strength (p=0.308) were stronger. The conclusion of this study is that nutritional status is not related to the arm muscle strength of wushu athletes.   Abstrak Wushu adalah olahraga beladiri prestasi yang berasal dari cina Kondisi fisik yang baik merupakan penunjang prestasi bagi atlet dalam bertanding. Atlet memerlukan kondisi fisik yang baik dan prima dalam menghadapi suatu pertandingan sehingga dapat meraih prestasi ketika mengikuti kejuaraan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kekuatan otot lengan atlet wushu Sasana Satria Pandanaran Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian merupakan penelitian descriptive correlational dengan pendekatan cross-secsional. Sampel dalam penelitian ini adalah 8 atlet wushu Sasana Satria Pandanaran Semarang dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah timbangan untuk mengetahui berat badan, microtoice untuk mengukur tinggi badan dan handgrip dynamometer untuk mengukur kekuatan otot lengan. hasil penelitian menunjukkan  tidak adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kekuatan otot lengan hasil menunjukkan bahwa otot lengan kanan (p=0,710), otot lengan kiri (p=0,308). Kesimpulan dalam penelitian ini status gizi tidak berhubungan dengan kekuatan otot lengan atlet wushu.