Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN PERAJANG DAN MESIN PENGERING ATC (Alkali Treteated Cottonii) DI UD KARANG BARU KABUPATEN SUMENEP – MADURA Ma’luf, M. Alifil; Agustin, Titiek Indhira; Prayogi, Urip
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i1.6

Abstract

UD Karang Baru di Kabupaten Sumenep-Madura merupakan salah satu UKM yang mengolah rumputlaut menjadi ATC (Alkali Treteated Cottonii), pada saat ini konsumen lebih menyukai ATC chips.Pengeringan ATC hanya mengandalkan sinar matahari sehingga pada saat musm hujan tidak bisamelakukan proses pengeringan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian rancang bangun mesinperajang rumput laut untuk menghasilkan ATC chips dan mesin pengering berbahan bakar gas LPG.Rancang bangun mesin perajang rumput laut menjadi ATC chips berhasil dilakukan dibengkel sidoarjodan dioperasikan di UD karang baru dengan mesin pengerak diesel bertenaga 8 pk dan berkapasitas 180kg/jam. Rancang bangun mesin pengering rumput laut berbahan bakar gas LPG berhasil dilakukandibengkel sidoarjo dan dioperasikan di UD Karang Baru dengan kapasitas 30 kg ATC chips dan 15 kgATC utuh dengan 4 rak dan lama waktu pengeringan selama 3 jam setelah itu diangin-anginkan. KualitasATC chips yang dihasilkan rendemen karaginan terbesar di peroleh dari perlakuan ATC chips rajangsinar matahari yaitu 48,39 %, dengan kadar air 16,03 % dan kadar abu 17,49 %. Analisa usaha di UDKarang Baru Kabupaten Sumenep Madura dalam pengunaan mesin perajang dan mesin pengering rumputlaut menjadi ATC menguntungkan karena mampu menghasilkan Rp.10.220.000/bulan, sebelummenggunakan mesin perajang dan mesin pengering UD Karang Baru hanya mampu menghasilkan Rp.3.500.000/bulan
ANALISA KELAYAKAN USAHA EKSPOR PERIKANAN DI PT. STARFOOD INTERNATIONAL, LAMONGAN, JAWA TIMUR Amalina, Nur Fajri; Sulestiani, Aniek; Agustin, Titiek Indhira
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i1.11

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha jangka pendek di PT. Starfood International.Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel. Analisis data padapenelitian ini menggunakan beberapa rumus diantaranya adalah biaya produksi, keuntungan, RC Ratiodan BEP (Break Event Point). Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli 2018 hingga Desember2018. Data yang diambil adalah data keuangan 5 tahun terakhir, dari tahun 2013 sampai dengan 2017.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : a). keuntungan yang didapatkan PT. Starfood Internationalpaling rendah berada pada tahun 2013 sebesar Rp. 21.012.874.019 dan keuntungan paling tinggididapatkan pada tahun 2017 sebesar Rp. 27.088.623.829. b) Hasil perhitungan R/C Ratio yangdidapatkan oleh PT. Starfood International selama 5 tahun memiliki nilai lebih dari 1. c) Penerimaan yangdiperoleh lebih besar dari nilai BEP (Break Event Point). Hal ini menunjukkan bahwa usaha PT. StarfoodInternational mengalami keuntungan dan layak untuk di usahakan Dengan demikian ekspor perikananmemiliki potensi untuk dijadikan sebuah usaha.
PENGARUH PENAMBAHAN SURIMI BANDENG (CHANOS CHANOS) TERHADAP KUALITAS TOPPOKI Wardani, Sukma Mutiara; Agustin, Titiek Indhira; Rosana, Nurul
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i2.94

Abstract

Ikan bandeng adalah ikan konsumsi yang sudah sangat populer di Asia Tenggara yang memiliki kandungan gizi dan protein yang sangat tinggi. Namun, ikan bandeng juga mempunyai kelemahan yaitu banyaknya duri yang tersebar di seluruh bagian daging ikan bandeng yang membuat masyarakat enggan mengkonsumsinya, sehingga perlu adanya inovasi guna meningkatkan minat konsumsi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kualitas toppoki dengan menambahkan surimi bandeng. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari penambahan surimi bandeng 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil uji organoleptik di analisa dengan statistik non parametrik yaitu uji frieadman test, dan uji mann-whitney. Hasil organoleptik tertinggi dilanjut dengan uji kadar protein dan uji tekstur fisik toppoki. Hasil menunjukkan bahwa Toppoki yang memiliki nilai organoleptik yang paling tinggi pada perlakuan 50% surimi bandeng dengan nilai score organoleptik 4 yang menyatakan disukai oleh panelis, dengan kadar protein toppoki sebesar 7,39% dengan karakteristik tekstur fisik toppoki hardness 3845,336 g, springiness 0,751 mm, cohesiviness 0,377 m/dtk, dan chewiness 779,636 mm/g.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pelatihan Pembuatan Abon Ikan Patin di Kelurahan Semolowaru Kecamatan Sukolilo Umiyat, Sri; Muhartono, Djoko Siswanto; Agustin, Titiek Indhira; Setyowarni, Sri Hartati
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 3 (2024): June
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12105652

Abstract

Latar belakang, Program pelatihan pembuatan abon Ikan Patin di Kecamatan Sukolilo merupakan inisiatif yang  sangat baik untuk memberdayakan masyarakat, dimana program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pemberdayaan ekonomi di Kecamatan Sukolilo melalui diversifikasi pendapatan dan peningkatan keterampilan. Salah satu  komoditi itu ada pada ikan patin, ternyata tidak hanya bisa diolah menjadi sajian sedap seperti digoreng atau masakan berkuah dengan bumbu pedas. Di tangan kreatif daging Ikan Patin bisa disulap menjadi abon Ikan Patin dengan nilai ekonomi yang sangat menggiurkan. Bahkan, saat ini abon Ikan Patin hasil telah mampu menembus pasar sampai ke luar pulau. Budidaya ikan Ikan Patin yang semakin banyak di masyarakat, menjadikan Ikan Patin sebagai salah satu ikan favorit untuk     dikonsumsi. Ikan Ikan Patin bisa diolah menjadi abon dan citarasa abon Ikan Patin tidak kalah enak dengan abon sapi. Banyak orang yang menyukai produk ikan Ikan Patin ini, dan ini menjadi suatu produk yang sangat pantas untuk dikembangkan serta menjadi alternative untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama para ibu rumah tangga guna membantu perekonomian keluarga. Metode : Pelatihan, praktek serta pendampingan dan monev dalam membuat olahan ikan Ikan Patin yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan bisa dijual secara kemasan. Dan merupakan produk yang bisa dikonsumsi sehari-hari dengan nilai gizi tinggi. Hasil kegiatan (1) Memiliki keterampilan dalam pengolahan abon Ikan Patin. (2). Produk abon Ikan Patin yang bervariasi rasa serta kemasan yang menarik, (3) Dokumen manajemen usaha berbasis syariah dan mampu mendapat modal pengembangan usaha, (4) Publikasi di Jurnal Pengabdian pada masyarakat (5). Melibatkan Mahasiswa dalam MBKM sebanyak 2 mahasiswa, setara dengan 3 SKS mata Kuliah Kewirausahaan.
Analisis Kesenjangan (Gap Analysis) antara Standar dan Implementasi HACCP di Perusahaan Pengalengan Rajungan (Portunus pelagicus) Risma Sari, Diva; Rosana, Nurul; Agustin, Titiek Indhira
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i2.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) pada perusahaan pengalengan rajungan, berdasarkan Peraturan BKIPM Nomor 32 Tahun 2023. Metode yang digunakan adalah benchmarking model Standard vs. Actual Performance untuk mengidentifikasi kesenjangan antara standar dan implementasi aktual. Hasil penelitian menunjukkan kesenjangan pada deskripsi produk yang belum mencantumkan karakteristik mikrobiologi, kimia, dan fisika, serta batasan bahaya yang tidak dijelaskan secara rinci. Kelompok pengguna belum menyebutkan kelompok rentan, dan tidak terdapat label alergen pada kemasan produk. Diagram alir proses juga tidak sesuai dengan praktik di lapangan akibat kerusakan mesin pengering. Penyebab kesenjangan antara lain kebiasaan tim HACCP menggunakan dokumen lama yang dianggap masih relevan, kurangnya pemahaman teknis, serta dominasi buyer dalam desain kemasan yang menyebabkan minimnya pencantuman informasi wajib seperti label alergen. Solusi yang diusulkan meliputi pembaruan dokumen HACCP, revisi diagram alir, penyesuaian label sesuai standar, serta pelatihan rutin dan audit internal berkala untuk memperkuat penerapan HACCP di perusahaan.
PENGARUH LAMA THAWING YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS FILLET IKAN KAKAP MERAH (lutjanus sp) komala, ulfa intan; Subagio, Hari; Agustin, Titiek Indhira
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i1.109

Abstract

Ikan kakap merah (Lutjanus sp.) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi yang umumnya dipasarkan dalam bentuk beku untuk memperpanjang umur simpan. Meskipun efektif mempertahankan kesegaran, proses pembekuan dan thawing (pencairan) berpotensi menurunkan kualitas fisik dan biologis fillet, seperti perubahan tekstur, warna, kadar air, serta peningkatan cemaran mikroba. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lama waktu thawing terhadap mutu fillet ikan kakap merah pada suhu kurang dari 5°C. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan waktu thawing, yaitu 2 jam, 4 jam, dan 6 jam, masing-masing dengan lima kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kualitas sensori (warna, tekstur, dan aroma), nilai drip loss (persentase susut bobot), serta analisis lanjutan kadar air dan protein pada perlakuan terbaik. Uji kualitas biologis dilakukan menggunakan rapid test kit untuk mendeteksi Angka Lempeng Total (ALT), Salmonella, Escherichia coli, dan Coliform. Data sensori dianalisis menggunakan uji nonparametrik Kruskal–Wallis, dilanjutkan uji Mann–Whitney jika terdapat perbedaan nyata, sedangkan data mikrobiologi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama thawing berpengaruh nyata terhadap kualitas fisik dan mikrobiologis fillet. Thawing selama 2 jam pada suhu <5°C menghasilkan mutu terbaik secara sensori, dengan warna lebih cerah, tekstur lebih kompak, aroma segar, serta nilai drip loss lebih rendah dibandingkan perlakuan lainnya. Selain itu, perlakuan ini menunjukkan jumlah mikroba lebih rendah sehingga lebih aman dikonsumsi. Dengan demikian, waktu thawing 2 jam direkomendasikan sebagai perlakuan optimal untuk mempertahankan kualitas fillet ikan kakap merah beku
PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN 64 BAHARI KECAMATAN BULAK KOTA SURABAYA MELALUI INOVASI TEKNOLOGI DAN EDUKASI KELAUTAN TERPADU: EMPOWERMENT OF THE 64 BAHARI FISHERMEN'S GROUP IN THE BULAK DISTRICT OF SURABAYA CITY THROUGH TECHNOLOGICAL INNOVATION AND INTEGRATED MARINE EDUCATION Widodo, A. Basuki; Azhar, Ali; Azhar, Suryadhi; Sofijanto, M. Arief; Rosana, Nurul; Sugianto, Erik; Agustin, Titiek Indhira; Prayogi, Urip; Mu’ninim, Amirul Mu’ninim; Aditya, Bagus Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pesisir VOLUME 4 NOMOR 2
Publisher : Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpmp.v4i2.156

Abstract

The Bahari 64 fishermen group located in Bulak District, Surabaya City is one of the fishermen groups fostered by the Faculty of Engineering and Marine Sciences, Hang Tuah University. As a form of concern for the community in introducing current developments in renewable technology and a form of the Faculty of Engineering and Marine Sciences' commitment to Community Service, it is necessary to conduct socialization and technological counseling to fishermen, in this case the 64 Bahari fishermen group. Android-based technology, modern materials and knowledge related to ship stability and ship repair technology are some of the information conveyed through the Focus Group Discussion between the 64 Bahari Fishermen Group and the Faculty of Engineering and Marine Sciences. The activities carried out are expected to have a positive impact and be directly beneficial to the community, especially those who work as fishermen