Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN PERAJANG DAN MESIN PENGERING ATC (Alkali Treteated Cottonii) DI UD KARANG BARU KABUPATEN SUMENEP – MADURA Ma’luf, M. Alifil; Agustin, Titiek Indhira; Prayogi, Urip
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i1.6

Abstract

UD Karang Baru di Kabupaten Sumenep-Madura merupakan salah satu UKM yang mengolah rumputlaut menjadi ATC (Alkali Treteated Cottonii), pada saat ini konsumen lebih menyukai ATC chips.Pengeringan ATC hanya mengandalkan sinar matahari sehingga pada saat musm hujan tidak bisamelakukan proses pengeringan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian rancang bangun mesinperajang rumput laut untuk menghasilkan ATC chips dan mesin pengering berbahan bakar gas LPG.Rancang bangun mesin perajang rumput laut menjadi ATC chips berhasil dilakukan dibengkel sidoarjodan dioperasikan di UD karang baru dengan mesin pengerak diesel bertenaga 8 pk dan berkapasitas 180kg/jam. Rancang bangun mesin pengering rumput laut berbahan bakar gas LPG berhasil dilakukandibengkel sidoarjo dan dioperasikan di UD Karang Baru dengan kapasitas 30 kg ATC chips dan 15 kgATC utuh dengan 4 rak dan lama waktu pengeringan selama 3 jam setelah itu diangin-anginkan. KualitasATC chips yang dihasilkan rendemen karaginan terbesar di peroleh dari perlakuan ATC chips rajangsinar matahari yaitu 48,39 %, dengan kadar air 16,03 % dan kadar abu 17,49 %. Analisa usaha di UDKarang Baru Kabupaten Sumenep Madura dalam pengunaan mesin perajang dan mesin pengering rumputlaut menjadi ATC menguntungkan karena mampu menghasilkan Rp.10.220.000/bulan, sebelummenggunakan mesin perajang dan mesin pengering UD Karang Baru hanya mampu menghasilkan Rp.3.500.000/bulan
ANALISA KELAYAKAN USAHA EKSPOR PERIKANAN DI PT. STARFOOD INTERNATIONAL, LAMONGAN, JAWA TIMUR Amalina, Nur Fajri; Sulestiani, Aniek; Agustin, Titiek Indhira
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i1.11

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha jangka pendek di PT. Starfood International.Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel. Analisis data padapenelitian ini menggunakan beberapa rumus diantaranya adalah biaya produksi, keuntungan, RC Ratiodan BEP (Break Event Point). Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli 2018 hingga Desember2018. Data yang diambil adalah data keuangan 5 tahun terakhir, dari tahun 2013 sampai dengan 2017.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : a). keuntungan yang didapatkan PT. Starfood Internationalpaling rendah berada pada tahun 2013 sebesar Rp. 21.012.874.019 dan keuntungan paling tinggididapatkan pada tahun 2017 sebesar Rp. 27.088.623.829. b) Hasil perhitungan R/C Ratio yangdidapatkan oleh PT. Starfood International selama 5 tahun memiliki nilai lebih dari 1. c) Penerimaan yangdiperoleh lebih besar dari nilai BEP (Break Event Point). Hal ini menunjukkan bahwa usaha PT. StarfoodInternational mengalami keuntungan dan layak untuk di usahakan Dengan demikian ekspor perikananmemiliki potensi untuk dijadikan sebuah usaha.
PENGARUH PENAMBAHAN SURIMI BANDENG (CHANOS CHANOS) TERHADAP KUALITAS TOPPOKI Wardani, Sukma Mutiara; Agustin, Titiek Indhira; Rosana, Nurul
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i2.94

Abstract

Ikan bandeng adalah ikan konsumsi yang sudah sangat populer di Asia Tenggara yang memiliki kandungan gizi dan protein yang sangat tinggi. Namun, ikan bandeng juga mempunyai kelemahan yaitu banyaknya duri yang tersebar di seluruh bagian daging ikan bandeng yang membuat masyarakat enggan mengkonsumsinya, sehingga perlu adanya inovasi guna meningkatkan minat konsumsi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kualitas toppoki dengan menambahkan surimi bandeng. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari penambahan surimi bandeng 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil uji organoleptik di analisa dengan statistik non parametrik yaitu uji frieadman test, dan uji mann-whitney. Hasil organoleptik tertinggi dilanjut dengan uji kadar protein dan uji tekstur fisik toppoki. Hasil menunjukkan bahwa Toppoki yang memiliki nilai organoleptik yang paling tinggi pada perlakuan 50% surimi bandeng dengan nilai score organoleptik 4 yang menyatakan disukai oleh panelis, dengan kadar protein toppoki sebesar 7,39% dengan karakteristik tekstur fisik toppoki hardness 3845,336 g, springiness 0,751 mm, cohesiviness 0,377 m/dtk, dan chewiness 779,636 mm/g.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pelatihan Pembuatan Abon Ikan Patin di Kelurahan Semolowaru Kecamatan Sukolilo Umiyat, Sri; Muhartono, Djoko Siswanto; Agustin, Titiek Indhira; Setyowarni, Sri Hartati
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 3 (2024): June
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12105652

Abstract

Latar belakang, Program pelatihan pembuatan abon Ikan Patin di Kecamatan Sukolilo merupakan inisiatif yang  sangat baik untuk memberdayakan masyarakat, dimana program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pemberdayaan ekonomi di Kecamatan Sukolilo melalui diversifikasi pendapatan dan peningkatan keterampilan. Salah satu  komoditi itu ada pada ikan patin, ternyata tidak hanya bisa diolah menjadi sajian sedap seperti digoreng atau masakan berkuah dengan bumbu pedas. Di tangan kreatif daging Ikan Patin bisa disulap menjadi abon Ikan Patin dengan nilai ekonomi yang sangat menggiurkan. Bahkan, saat ini abon Ikan Patin hasil telah mampu menembus pasar sampai ke luar pulau. Budidaya ikan Ikan Patin yang semakin banyak di masyarakat, menjadikan Ikan Patin sebagai salah satu ikan favorit untuk     dikonsumsi. Ikan Ikan Patin bisa diolah menjadi abon dan citarasa abon Ikan Patin tidak kalah enak dengan abon sapi. Banyak orang yang menyukai produk ikan Ikan Patin ini, dan ini menjadi suatu produk yang sangat pantas untuk dikembangkan serta menjadi alternative untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama para ibu rumah tangga guna membantu perekonomian keluarga. Metode : Pelatihan, praktek serta pendampingan dan monev dalam membuat olahan ikan Ikan Patin yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan bisa dijual secara kemasan. Dan merupakan produk yang bisa dikonsumsi sehari-hari dengan nilai gizi tinggi. Hasil kegiatan (1) Memiliki keterampilan dalam pengolahan abon Ikan Patin. (2). Produk abon Ikan Patin yang bervariasi rasa serta kemasan yang menarik, (3) Dokumen manajemen usaha berbasis syariah dan mampu mendapat modal pengembangan usaha, (4) Publikasi di Jurnal Pengabdian pada masyarakat (5). Melibatkan Mahasiswa dalam MBKM sebanyak 2 mahasiswa, setara dengan 3 SKS mata Kuliah Kewirausahaan.