Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU NON SUISIDAL SELF INJURY (NSSI) PADA REMAJA DI DESA SUMBERREJO TRUCUK BOJONEGORO Julianto, Errix Kristian; Ardianti, Ikha; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.309

Abstract

ABSTRAK Fenomena saat ini, masalah kesehatan jiwa yang banyak jumpai pada remaja adalah ansietas, depresi, dan risiko bunuh diri. Remaja yang mengalami masalah psikososial seperti depresi, cemas, stres, gangguan tidur, traumatic dan sedih berkepanjangan akan tetapi tidak tau apa yang harus mereka lakukan sehingga cenderung melampiaskan kearah perilaku negatif dan destruktif seperti penyalahgunaan napza, kekerasan, kriminalitas, putus sekolah, hingga kondisi paling jauh yaitu memiliki pemikiran terhadap bunuh diri. Kurangnya upaya deteksi dini melalui screening dan minimnya informasi kesehatan khususnya kesehatan jiwa, baik pencegahan maupun penatalaksanaanya akan meningkatkan resiko remaja mengalami putus asa bahkan berpikiran bunuh diri atau yang sering disebut dengan istilah Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) (Ramadia,A et.al (2023).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa sumberrejo trucuk bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah remaja usia 12-17 tahun sebanyak 45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga lebih dari sebagian adalah kategori cukup yaitu 26 responden (57,8%) dan perilaku NSSI mayoritas kategori tidak pernah yaitu 38 responden (84,4%). Serta nilai hasil uji analisis kendall’s tau yaitu dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,358 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,015. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa Sumberrejo Trucuk Bojonegoro.
ANTI STRESS BRAIN GYM THERAPY Al Faqih, Mohamad Roni; Ardianti, Ikha; Julianto, Errix Kristian; Nurfitriani, Yuzita
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dan isu kesehatan mental hingga saat ini masih menjadi suatu hal yang menakutkan bagi masyarakat. Padahal kesehatan mental merupakan bagian terpenting untuk kondisi kesehatan seseorang. Masa remaja merupakan masa yang unik dan formatif. World Health Organization menyatakan bahwa secara global, diperkirakan 1 dari 7 (14%) anak usia 10–19 tahun mengalami kondisi kesehatan mental. Faktor risiko bunuh diri mempunyai banyak aspek, termasuk penggunaan alkohol yang berbahaya, pelecehan di masa kanak-kanak, stigma terhadap pencarian bantuan, hambatan dalam mengakses layanan kesehatan dan akses terhadap sarana untuk bunuh diri. Kasus bunuh diri dari sejumlah remaja yang terjadi sepanjang tahun 2023 ini meningkat. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari kunjungan pertama melaksanakan pengkajian terkait status keluarga dan mengisi kuisioner tentang Mental Health Screening (Skrining Kesehatan Jiwa). Hal tersebut merupakan salah satu upaya tim PkM dalam membantu meminimalisir tingkat stress pada remaja atau sasaran program. Pertemuan ke-lima yaitu mengimplementasikan hasil pengkajian Kesehatan Jiwa yaitu dengan kegiatan Brain Gym untuk meminimalisir tingkat stress remaja. Pertemuan terakhir yaitu mengevaluasi kegiatan secara keseluruhan terkait keberhasilan kegiatan. Pelaksanaan pendampingan keluarga ini untuk mengetahui sejauh mana keluarga dalam menangani permasalahan kesehatan yang ada. Dalam hal ini salah satu masalah yang dimaksud adalah terkait dengan kondisi psikologi pada remaja. Sehingga tim PkM memberikan intervensi berupa Brain Gym Therapy untuk membantu mengatasi tingkat stress.
Create A Safe Environment by First Aid Demonstrating Based On Family Health In Banjarsari Village, Trucuk District, Bojonegoro Regency Abidin, Ahmad Zainal; Julianto, Errix Kristian
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health in society is a vital need in the development and development of the nation's health, so it is very important to be able to create and foster healthy lifestyles in society. Health is not limited to aspects of disease threat conditions alone, but also environmental threat conditions and also other aspects that can affect health. Some things that often have an influence on health conditions are human error conditions (such as choking and so on), cardiac arrest, trauma/accidents, bite attacks from wild and venomous animals. This is also an aspect of health that must be well known by every community, both in terms of knowledge, causes, prevention and at least knowing how to deal with it, so that with adequate community capacity in responding to problems that occur in the surrounding environment, there will be a great opportunity to be able to create environmental conditions. safe, healthy and prosperous based on individual, family and community awareness. The aim of implementing this community service is to improve the level of community health: creating a safe, healthy and prosperous environment by providing assistance to families. Assistance for assisted families is carried out in Banjarsari village, Bojonegoro subdistrict, Bojonegoro district. The families who will be accompanied are 11 assisted families. The implementation of mentoring for assisted families will be carried out based on the POA (Planning Of Action) that has been created. Lecturers and students will visit the target families according to the previously agreed time contract. The results of this research were that the status of the assisted families before being given the program had an average PHBS of 73.8% in the pre-healthy category with an average independence of 75.33% in the independent category. Meanwhile, after being given the health program, the average PHBS was 79.98% in the pre-healthy category with an average independence of 82.17% in the very independent category and as a result of this service the knowledge possessed by the family before being given the first aid program was average. -The average is 58.7%, the majority is in the poor category, while the results after being given the program are knowledge acceptance, namely 76.18% in the medium category. We are making this effort to foster community health by stimulating families as the pillars of health so that they are able to create a safe environment together and be more aware of health, safety and security together. So that a more effective and productive environment will develop in carrying out all forms of activities and work.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU NON SUISIDAL SELF INJURY (NSSI) PADA REMAJA DI DESA SUMBERREJO TRUCUK BOJONEGORO Julianto, Errix Kristian; Ardianti, Ikha; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.309

Abstract

Fenomena saat ini, masalah kesehatan jiwa yang banyak jumpai pada remaja adalah ansietas, depresi, dan risiko bunuh diri.  Remaja yang mengalami masalah psikososial seperti depresi, cemas, stres, gangguan tidur, traumatic dan sedih berkepanjangan akan tetapi tidak tau apa yang harus mereka lakukan sehingga cenderung melampiaskan kearah perilaku negatif dan destruktif seperti penyalahgunaan napza, kekerasan, kriminalitas, putus sekolah, hingga kondisi paling jauh yaitu memiliki pemikiran terhadap bunuh diri. Kurangnya upaya deteksi dini melalui screening dan minimnya informasi kesehatan khususnya kesehatan jiwa, baik pencegahan maupun penatalaksanaanya akan meningkatkan resiko remaja mengalami putus asa bahkan berpikiran bunuh diri atau yang sering disebut dengan istilah Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) (Ramadia,A et.al (2023).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa sumberrejo trucuk bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah remaja usia 12-17 tahun sebanyak 45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga lebih dari sebagian adalah kategori cukup yaitu 26 responden (57,8%) dan perilaku NSSI mayoritas kategori tidak pernah yaitu 38 responden (84,4%). Serta nilai hasil uji analisis kendall’s tau yaitu dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,358 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,015. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa Sumberrejo Trucuk Bojonegoro.