Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU NON SUISIDAL SELF INJURY (NSSI) PADA REMAJA DI DESA SUMBERREJO TRUCUK BOJONEGORO Julianto, Errix Kristian; Ardianti, Ikha; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.309

Abstract

ABSTRAK Fenomena saat ini, masalah kesehatan jiwa yang banyak jumpai pada remaja adalah ansietas, depresi, dan risiko bunuh diri. Remaja yang mengalami masalah psikososial seperti depresi, cemas, stres, gangguan tidur, traumatic dan sedih berkepanjangan akan tetapi tidak tau apa yang harus mereka lakukan sehingga cenderung melampiaskan kearah perilaku negatif dan destruktif seperti penyalahgunaan napza, kekerasan, kriminalitas, putus sekolah, hingga kondisi paling jauh yaitu memiliki pemikiran terhadap bunuh diri. Kurangnya upaya deteksi dini melalui screening dan minimnya informasi kesehatan khususnya kesehatan jiwa, baik pencegahan maupun penatalaksanaanya akan meningkatkan resiko remaja mengalami putus asa bahkan berpikiran bunuh diri atau yang sering disebut dengan istilah Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) (Ramadia,A et.al (2023).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa sumberrejo trucuk bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah remaja usia 12-17 tahun sebanyak 45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga lebih dari sebagian adalah kategori cukup yaitu 26 responden (57,8%) dan perilaku NSSI mayoritas kategori tidak pernah yaitu 38 responden (84,4%). Serta nilai hasil uji analisis kendall’s tau yaitu dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,358 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,015. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa Sumberrejo Trucuk Bojonegoro.
ANTI STRESS BRAIN GYM THERAPY Al Faqih, Mohamad Roni; Ardianti, Ikha; Julianto, Errix Kristian; Nurfitriani, Yuzita
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dan isu kesehatan mental hingga saat ini masih menjadi suatu hal yang menakutkan bagi masyarakat. Padahal kesehatan mental merupakan bagian terpenting untuk kondisi kesehatan seseorang. Masa remaja merupakan masa yang unik dan formatif. World Health Organization menyatakan bahwa secara global, diperkirakan 1 dari 7 (14%) anak usia 10–19 tahun mengalami kondisi kesehatan mental. Faktor risiko bunuh diri mempunyai banyak aspek, termasuk penggunaan alkohol yang berbahaya, pelecehan di masa kanak-kanak, stigma terhadap pencarian bantuan, hambatan dalam mengakses layanan kesehatan dan akses terhadap sarana untuk bunuh diri. Kasus bunuh diri dari sejumlah remaja yang terjadi sepanjang tahun 2023 ini meningkat. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari kunjungan pertama melaksanakan pengkajian terkait status keluarga dan mengisi kuisioner tentang Mental Health Screening (Skrining Kesehatan Jiwa). Hal tersebut merupakan salah satu upaya tim PkM dalam membantu meminimalisir tingkat stress pada remaja atau sasaran program. Pertemuan ke-lima yaitu mengimplementasikan hasil pengkajian Kesehatan Jiwa yaitu dengan kegiatan Brain Gym untuk meminimalisir tingkat stress remaja. Pertemuan terakhir yaitu mengevaluasi kegiatan secara keseluruhan terkait keberhasilan kegiatan. Pelaksanaan pendampingan keluarga ini untuk mengetahui sejauh mana keluarga dalam menangani permasalahan kesehatan yang ada. Dalam hal ini salah satu masalah yang dimaksud adalah terkait dengan kondisi psikologi pada remaja. Sehingga tim PkM memberikan intervensi berupa Brain Gym Therapy untuk membantu mengatasi tingkat stress.
Create A Safe Environment by First Aid Demonstrating Based On Family Health In Banjarsari Village, Trucuk District, Bojonegoro Regency Abidin, Ahmad Zainal; Julianto, Errix Kristian
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health in society is a vital need in the development and development of the nation's health, so it is very important to be able to create and foster healthy lifestyles in society. Health is not limited to aspects of disease threat conditions alone, but also environmental threat conditions and also other aspects that can affect health. Some things that often have an influence on health conditions are human error conditions (such as choking and so on), cardiac arrest, trauma/accidents, bite attacks from wild and venomous animals. This is also an aspect of health that must be well known by every community, both in terms of knowledge, causes, prevention and at least knowing how to deal with it, so that with adequate community capacity in responding to problems that occur in the surrounding environment, there will be a great opportunity to be able to create environmental conditions. safe, healthy and prosperous based on individual, family and community awareness. The aim of implementing this community service is to improve the level of community health: creating a safe, healthy and prosperous environment by providing assistance to families. Assistance for assisted families is carried out in Banjarsari village, Bojonegoro subdistrict, Bojonegoro district. The families who will be accompanied are 11 assisted families. The implementation of mentoring for assisted families will be carried out based on the POA (Planning Of Action) that has been created. Lecturers and students will visit the target families according to the previously agreed time contract. The results of this research were that the status of the assisted families before being given the program had an average PHBS of 73.8% in the pre-healthy category with an average independence of 75.33% in the independent category. Meanwhile, after being given the health program, the average PHBS was 79.98% in the pre-healthy category with an average independence of 82.17% in the very independent category and as a result of this service the knowledge possessed by the family before being given the first aid program was average. -The average is 58.7%, the majority is in the poor category, while the results after being given the program are knowledge acceptance, namely 76.18% in the medium category. We are making this effort to foster community health by stimulating families as the pillars of health so that they are able to create a safe environment together and be more aware of health, safety and security together. So that a more effective and productive environment will develop in carrying out all forms of activities and work.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU NON SUISIDAL SELF INJURY (NSSI) PADA REMAJA DI DESA SUMBERREJO TRUCUK BOJONEGORO Julianto, Errix Kristian; Ardianti, Ikha; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.309

Abstract

Fenomena saat ini, masalah kesehatan jiwa yang banyak jumpai pada remaja adalah ansietas, depresi, dan risiko bunuh diri.  Remaja yang mengalami masalah psikososial seperti depresi, cemas, stres, gangguan tidur, traumatic dan sedih berkepanjangan akan tetapi tidak tau apa yang harus mereka lakukan sehingga cenderung melampiaskan kearah perilaku negatif dan destruktif seperti penyalahgunaan napza, kekerasan, kriminalitas, putus sekolah, hingga kondisi paling jauh yaitu memiliki pemikiran terhadap bunuh diri. Kurangnya upaya deteksi dini melalui screening dan minimnya informasi kesehatan khususnya kesehatan jiwa, baik pencegahan maupun penatalaksanaanya akan meningkatkan resiko remaja mengalami putus asa bahkan berpikiran bunuh diri atau yang sering disebut dengan istilah Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) (Ramadia,A et.al (2023).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa sumberrejo trucuk bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah remaja usia 12-17 tahun sebanyak 45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga lebih dari sebagian adalah kategori cukup yaitu 26 responden (57,8%) dan perilaku NSSI mayoritas kategori tidak pernah yaitu 38 responden (84,4%). Serta nilai hasil uji analisis kendall’s tau yaitu dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,358 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,015. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa Sumberrejo Trucuk Bojonegoro.
PENGARUH EXPRESSIVE WRITING THERAPY TERHADAP REGULASI EMOSI PADA REMAJA DENGAN SELF-HARM DI SMAN MODEL TERPADU BOJONEGORO Nurfitriani, Yuzita; Julianto, Errix Kristian; Faizah, Alma Nurfitria
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/ha9pn746

Abstract

Remaja dengan self-harm cenderung sulit untuk mengungkapkan emosinya secara lisan. Salah satu upaya meningkatkan regulasi emosi remaja dengan pemberian expressive writing therapy sebagai cara menyalurkan perasaan atau emosi melalui tulisan tangan yang tidak mampu diucapkan oleh lisan. Tujuan penelitian untuk mengetahui adakah Pengaruh Expressive Writing Therapy Terhadap Regulasi Emosi Pada Remaja Dengan Self-Harm Kelas 10 Di SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan pada bulan November 2024 hingga bulan januari 2025. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperiment dengan design pretest-posttest with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 10 di SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro dan sampel penelitian ini adalah 54 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan screening yang masuk dalam kategori self- harm. Hasil penelitian ini menunjukkan untuk kelompok kontrol sebanyak 216 responden dan kelompok intervensi sebanyak 54 responden. Uji hipotesis dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai Pvalue <0,0000 < 0,0005. Hasil menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh positif dan siginifikan antara expressive writing therapy terhadap regulasi emosi pada remaja dengan self-harm. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh expressive writing therapy terhadap regulasi emosi pada remaja di SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Kesehatan Mental Mahasiswa Dalam Penyusunan Skripsi Di Fakultas Kesehatan Istek Icsada Bojonegoro Nurfitriani, Yuzita; Julianto, Errix Kristian; Rofi'ah, Luluk Faizatur
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/p6dz8272

Abstract

Undang-undang nomor 18 tahun 2014 tentang kesehatan mental atau menjelaskan kesehatan mental atau jiwa merupakan kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mau memberikn konstribusi untuk komunitasnya (Pemerintah pusat, 2014). Tujuan umum pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kesehatan mental mahasiswa di ISTeK ICsada Bojonegoro. Sejumlah penelitian menyoroti peran protektif dukungan sosial dalam kesehatan mental. Pada penelitian ini adalah penelitian menggunakan metode kuantitatif, penelitian yang menggunakan penekanan statistika, salah satu fungsinya menyederhanakan data penelitian yang berjumlah sangat besar menjaddi informasi lebih sederhana ((Nursalam, 2015). Dukungan sosial untuk mencegah dampak negative pada meningkatnya kesehatan mental yaitu seperti dukungan sosial dapat membantu mengurangi stress, kecemasan, dan depresi. Dan meningkatkan kualitas hidup yang meliputi dukungan sosia yang dapat membantu eningkatkan kualitas hidup dengan memberikan rasa aman, nyaman dan di dukung. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik yaitu meliputi kesehatan mental memiliki dampak yang sama besar pada kualitas hidup seperti kesehatan fisik, terdapat hubungan negatif antara Dukungan Sosial dengan kesehatan mental pada mahasiswa akhir di Fakultas Kesehatan ISTeK ICsada Bojonegoro yaitu nilai p-value sebesar 0.050 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.047 dengan makna korelasi sedang diantara nilai 0,50- 0,47.
Hubungan Tipe Kepribadian Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja Di SMA Negeri 1 Rengel Julianto, Errix Kristian; Ardianti, Ikha; Febriana, Mifta Gebby
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/ekpjsy84

Abstract

Pada masa remaja ini membuat remaja memiliki perilaku yang masih sangat rentan terhadap tindakan-tindakan yang membahayakan dirinya sendiri dan sering sekali terjadi kasus kekerasan atau bullying. Bullying merupakan bentuk perilaku agresif dimana seseorang dengan sengaja berulang kali menyebabkan orang lain cedera dan merasa tidak nyaman . Faktor yang mempengaruhi bullying pada remaja salah satunya tipe kepribadian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara tipe kepribadian dengan perilaku bullying pada remaja di SMA Negeri 1 Rengel. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Mei 2024. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di SMA Negeri 1 Rengel sejumlah 303 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 75 Responden. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar responden memilik tipe kepribadian ekstrovert sebanyak 39 orang (52%) dan tipe kepribadian introvert sebanyak 36 orang (48%). Perilaku bullying tinggi sebanyak 40 orang (53,3%) dan rendah sebanyak 35 orang (46,7%). Berdasarkan uji analisis Chi Square didapatkan hasil p value sebesar 0,000 yang berarti nilai signifikannya adalah 0,05 maka hipotesis nol (HO) ditolak serta ditemukan nilai likedlihood ratio sebesar 34.684. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan tipe kepribadian dengan perilaku bullying pada remaja di SMA Negeri 1 Rengel. Diharapkan untuk pihak sekolah bisa menerapkan program kusus melalui pengabdian masyarakat disekolah yang berisi kegiatan pendidikan kesehatan mengenai aspek perilaku remaja.
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Di SMK Negeri 1 Kanor Julianto, Errix Kristian; Nurfitriani, Yuzita; Nurhayati, Titik
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/ky9n9b30

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi antara kanak-kanak dan dewasa yang mana akan mengalami perkembangan fisik, kognitif, maupun psikososial yang cepat. Hal ini dapat mempengaruhi mereka berpikir, membuat keputusan, dan berinterkasi dengan lingkungan di sekitarnya. Sehingga masalah kesehatan mental paling banyak dialami oleh remaja. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental remaja adalah pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kesehatan mental pada remaja di SMK Negeri 1 Kanor. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendengkatan cross sectional. Populasi terdiri dari kelas X di SMK Negeri 1 Kanor berjumlah 234 siswa. Sampel pada penelitian ini diambil dengan cara simple random sampling 47 responden. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian berdasarkan uji chi-square didapatkan ?-value 0,031 yang mana ? value < ? 0,05. Artinya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kesehatan mental pada remaja di SMK Negeri 1 Kanor. Dan diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan kemungkinan terjadi secara kebetulan relatif rendah, yaitu > 5%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semakin baik pola asuh orang tua, maka semakin baik juga kesehatan mental pada remaja, begitu sebaliknya.