Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN Sinaga, Ruth Dearani; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Wiboworini, Budiyanti; Wahidah, Nurul Jannatul; Sari, Atriany Nilam
Jurnal LINK Vol 18 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v18i2.8931

Abstract

Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Kejadian stunting terbesar di Kota Surakarta terdapat di wilayah Puskesmas Sangkrah yaitu 17,4% dan jumlah anak dengan stunting terbanyak terdapat di Kelurahan Semanggi yaitu 39,1%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-fakor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Kelurahan Semanggi Kota Surakarta. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Didapatkan sebanyak 82 ibu yang mempunyai anak usia 12-59 bulan dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan memakai lembar kuesioner, kemudian dianalisis dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting sebesar 26,8% dan tidak stunting sebesar 73,2%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif (p<0,05). Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, riwayat imunisasi, dan riwayat infeksi (p>0,05). Simpulan penelitian ini faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif.
“ITU PILIHAN TERBAIK!”: MEMAHAMI PERSEPSI WANITA TERHADAP TUBEKTOMI Fatmawati, Riswi Alinda; Sari, Atriany Nilam; Argaheni, Niken Bayu; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i2.11914

Abstract

Background: The participation of women as tubectomy acceptors in Indonesia is only 4.2%. Various factors play a role in decision making, this is also influenced by each woman's perception regarding tubectomy. Objective: To explore women's perceptions of tubectomy and their relationship to factors that influence decision making regarding tubectomy selection. Method: Qualitative research, phenomenological study using in-depth interviews with 8 informants at the Colomadu I Community Health Center. Informants were recruited using a linear snowball sampling technique. The findings were processed using NVivo version 12 Plus software inductively with analysis techniques according to Miles, et al. Results: Informants gave various statements regarding perceptions of tubectomy, including tubectomy as a contraceptive solution, permanent, effective in terminating pregnancy, permitted in Islam, economical, safe, easy to use and comfortable. The reasons behind the informants' desire to use tubectomy were varied, such as parity, husband's role, obstetric history, and age. Conclusion: All informants have a positive perception of tubectomy from the perspective of procedure, law, costs, and advantages of tubectomy. People closest to you, such as husbands and friends, are important when considering decision making. Health workers as the front guard have an equally important role in forming positive perceptions of tubectomy.
Hubungan Tingkat Dismenorea Primer dengan Aktivitas Belajar Mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret Candra, Afit; Nurinasari, Hafi; Nugraheni, Angesti; Sari, Atriany Nilam; Wahidah, Nurul Jannatul
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.76523

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif yang diterapkan pada setiap universitas di masa pandemi covid-19. Kesehatan fisik dan konsentrasi yang baik sangat diperlukan agar pembelajaran jarak jauh tetap efektif. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami mahasiswi dan dapat mengganggu efektivitas proses belajar adalah dismenorea primer. Kondisi ini menimbulkan nyeri menstruasi yang dapat menurunkan konsentrasi, aktivitas belajar, serta produktivitas mahasiswi.Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat dismenorea primer dengan aktivitas belajar mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret.Metode: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret dengan jumlah sampel 53 mahasiswi yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman.Hasil dan Pembahasan: Hasil uji Spearman didapatkan hasil ρ-value signifikan (ρ < 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,616. Semakin tinggi tingkat dismenorea primer maka semakin menurun aktivitas belajar.Kesimpulan:  Terdapat hubungan antara tingkat dismenorea primer terhadap aktivitas belajar.
PENGARUH ELANA (EDUKASI LAKTASI ANTENATAL) TERHADAP PENGETAHUAN DAN EFIKASI DIRI MENYUSUI IBU HAMIL Maulida, Luluk Fajria; Nurhidayati, Siti; Maulina, Rufidah; Novika, Revi Gama Hatta; Sari, Atriany Nilam; Wahidah, Nurul Jannatul
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i2.6531

Abstract

Latar Belakang : Memberikan ASI bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga perjalanan emosional yang membutuhkan keyakinan diri serta pemahaman yang baik sejak masa kehamilan. Beberapa ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif karena merasa ragu dan kurang memahami cara menyusui dengan benar. Untuk itu, memberikan informasi tentang menyusui selama kehamilan bisa membantu ibu mempersiapkan diri menghadapi proses ini. Tujuan: untuk menilai pengaruh ELANA (Edukasi Laktasi Antenatal) terhadap pengetahuan dan efikasi diri ibu dalam menyusui. Metode : Quasi-Experimental Design: One-Group Pretest–Posttest yaitu satu kelompok mengikuti ELANA. Penilaian dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah intervensi (post-test) dengan kuesioner yang menilai pengetahuan menyusui dan juga untuk mengukur seberapa percaya diri ibu bisa menyusui (BSES-SF). Responden sejumlah 50 ibu hamil di wilayah Sidomukti, yang sehat dan bersedia mengikuti edukasi ini. Uji analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan ibu setelah intervensi, dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Selain itu, efikasi diri juga mengalami peningkatan bermakna, dengan p-value = 0,006 (p < 0,05). Hasil ini menerangkan adanya perbedaan signifikan antara skor pengetahuan dan efikasi diri pada pretest dan posttest. Kesimpulan: ada pengaruh ELANA (Edukasi Laktasi Antenatal) terhadap Pengetahuan dan Efikasi Diri Menyusui Ibu Hamil.
PENGARUH EMOTIONAL DEMONSTRATION PENGGUNAAN BAHAN PANGAN LOKAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYUSUNAN MP-ASI SEIMBANG Sari, Meida Riza Ayu Fatika; Kusmawati, Iffah Indri; Sari, Amelya Augusthina Ayu; Sari, Atriany Nilam; Novika, Revi Gama Hatta
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Vol 11, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/mj.v11i1.37092

Abstract

Abstract: Complementary feeding (MP-ASI) is essential for children aged 6–24 months; however, maternal knowledge regarding the preparation of balanced complementary foods remains limited. A preliminary study in Tempurharjo Village identified misconceptions about MP-ASI composition and low utilization of local food sources. This study aimed to assess the effect of the Emotional Demonstration method on improving maternal knowledge. Using a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 69 mothers, Wilcoxon analysis yielded a p-value of 0.000, indicating a significant effect. This method proved effective in enhancing maternal understanding and has the potential for broader application to improve complementary feeding practices and support stunting prevention efforts.Abstrak: Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) penting bagi anak usia 6–24 bulan, namun pengetahuan ibu mengenai penyusunan MP-ASI seimbang masih terbatas. Studi pendahuluan di Desa Tempurharjo menemukan adanya miskonsepsi tentang komposisi MP-ASI serta rendahnya pemanfaatan bahan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh metode Emotional Demonstration terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Dengan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest pada 69 ibu, analisis Wilcoxon menunjukkan p = 0,000, menandakan pengaruh signifikan. Metode ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman ibu dan berpotensi diterapkan lebih luas untuk memperbaiki praktik pemberian MP-ASI serta mendukung pencegahan stunting.