Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Survei Pengetahuan Orang Tua melalui Kegiatan Sekolah Keluarga Balita (SKB) dengan Online Learning: Parental Knowledge Survey through Toddler Family School Activities (SKB) with Online Learning Susanti, Ari Indra; Ferdian, Dani; Annisa, Eka Noyan Nur; Calista, Raya Faiha
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 2 No. 3 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v2i3.91

Abstract

Health education in the digital era requires one social media, namely WhatsApp as an information media that is considered effective and efficient. Thus, parents get health education through WhatsApp in the Sekolah Keluarga Balita (SKB) online learning activities with the agreed time. This study aims to determine the knowledge of parents about the First 1000 Days of Life (HPK) through the SKB online learning that used WhatsApp. The research method used description with a cross-sectional approach. This research was conducted in March 2020 among parents of toddlers living in the fostered villages of Kampung Bestari Astra (KBA) as many as 150 people. The sampling technique was used accidental sampling. This questionnaire was given to the respondent in the form of bit.ly/ (google form). This questionnaire was filled out by respondents before being given a health education video. Data analysis using univariate have presented in the form of a frequency distribution table. The results showed that most participants in the Joint Decree were 135 people, with the age of 20-35 years as many as 60 people, and 78 parents were unfavorable knowledge. The conclusion in this study that some parents aged 20-35 years have less knowledge about the First 1000 Days of Life (HPK) so that health education is needed in a Toddler Family School (SKB) online using WhatsApp.
Gambaran Faktor Risiko Covid-19 di Wilayah Komunitas UT Group Siaga Covid-19 Ferdian, Dani; Annisa, Eka Novan Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i3.45636

Abstract

ABSTRAK Pandemi COVID-19 telah menjadi suatu ancaman dan tantangan yang nyata bagi seluruh masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan, bahkan sebarannya semakin meluas ke hampir semua wilayah dan lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran faktor risiko COVID-19 pada kelompok masyarakat binaan dan sekolah binaan PT. United Tractors, Tbk yang tergabung dalam Komunitas UT Group Siaga COVID-19. Jenis penelitian ini menggunakan studi deskriptif kuantitatif pada 700 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan September 2020 melalui pengisian google form. Hasil penelitian didapatkan 70,6% masyarakat memiliki kategori dengan faktor risiko rendah. Potensi penularan COVID-19 dapat terjadi di luar maupun di dalam rumah dan bergantung pada sistem imunitas. Perilaku di luar rumah yang berpotensi terjadi penularan adalah menyentuh benda/ uang yang disentuh orang lain (74,9%) dan tidak menjaga jarak 1,5 meter ketika melakukan aktivitas di luar rumah (31,4%). Sedangkan di dalam rumah, risiko penularan paling banyak terjadi karena tidak segera merendam baju dan celana yang dipakai saat keluar rumah (45,6%) dan tidak memasang handsanitizer di depan pintu masuk rumah (43,1%). Pada kategori daya tahan tubuh (imunitas), tidak jalan kaki/ berolahraga minimal 30 menit setiap hari (34,0%) dan jarang mengonsumsi vitamin C dan E, serta kurang tidur (29,0%) menjadi faktor risiko terbanyak yang terjadi pada msyarakat. Pemberian edukasi terkait penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan protokol kesehatan perlu terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat. Selain itu, sosialisasi checklist penilaian faktor risiko juga dapat dilakukan agar masyarakat lebih mengetahui dan meminimalisir perilaku berisiko penularan COVID-19. ABSTRACT The COVID-19 pandemic has become a real threat and challenge for entire world community, including Indonesia. The number of positive cases of COVID-19 in Indonesia continues to increase, even the spread is increasingly widespread to almost all regoins and levels society. This study aims to obtain an overview of the risk factors for COVID-19 in community and schools groups that are assisted by PT. United Tractors Tbk. which is part of the UT Group COVID-19 Community. This type of research uses a quantitative descriptive study on 700 respondents. Data collection was carried out in September 2020 by filling in the google form. The result showed that 70.6% of the people have a category with low risk factors. The potential for COVID-19 transmission can occur outside or inside the home and depends on the immune system.Behaviors outside the home that have the potential for transmission are touching objects or money that are touched by other people (74.9%) and not maintaining a distance of 1.5 meters when doing activities outside the home (31.4%). Meanwhile, in the house, the most risk of transmission occurs because they don’t immediately immerse the clothes and pants that are used when leaving the house (45.6%) and don’t install a handsanitizer at the front door of the house (43.1%). In the category of immunity system, not walking or exercising at least 30 minutes every day (34.0%) and rarely consuming vitamins C and E, and lack of sleep (29.0%) are the most common risk factors that occur in society. Providing education related to the application of Healthy Lifestyle and health protocols needs to be carried out in order to increase public awareness. In addition, socialization of the risk factor assessment checklist can also be carried out so the public is more aware and minimizes risky behavior of COVID-19 transmission.
Gambaran Faktor Risiko Covid-19 di Wilayah Komunitas UT Group Siaga Covid-19 Ferdian, Dani; Annisa, Eka Novan Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i3.45636

Abstract

ABSTRAK Pandemi COVID-19 telah menjadi suatu ancaman dan tantangan yang nyata bagi seluruh masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan, bahkan sebarannya semakin meluas ke hampir semua wilayah dan lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran faktor risiko COVID-19 pada kelompok masyarakat binaan dan sekolah binaan PT. United Tractors, Tbk yang tergabung dalam Komunitas UT Group Siaga COVID-19. Jenis penelitian ini menggunakan studi deskriptif kuantitatif pada 700 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan September 2020 melalui pengisian google form. Hasil penelitian didapatkan 70,6% masyarakat memiliki kategori dengan faktor risiko rendah. Potensi penularan COVID-19 dapat terjadi di luar maupun di dalam rumah dan bergantung pada sistem imunitas. Perilaku di luar rumah yang berpotensi terjadi penularan adalah menyentuh benda/ uang yang disentuh orang lain (74,9%) dan tidak menjaga jarak 1,5 meter ketika melakukan aktivitas di luar rumah (31,4%). Sedangkan di dalam rumah, risiko penularan paling banyak terjadi karena tidak segera merendam baju dan celana yang dipakai saat keluar rumah (45,6%) dan tidak memasang handsanitizer di depan pintu masuk rumah (43,1%). Pada kategori daya tahan tubuh (imunitas), tidak jalan kaki/ berolahraga minimal 30 menit setiap hari (34,0%) dan jarang mengonsumsi vitamin C dan E, serta kurang tidur (29,0%) menjadi faktor risiko terbanyak yang terjadi pada msyarakat. Pemberian edukasi terkait penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan protokol kesehatan perlu terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat. Selain itu, sosialisasi checklist penilaian faktor risiko juga dapat dilakukan agar masyarakat lebih mengetahui dan meminimalisir perilaku berisiko penularan COVID-19. ABSTRACT The COVID-19 pandemic has become a real threat and challenge for entire world community, including Indonesia. The number of positive cases of COVID-19 in Indonesia continues to increase, even the spread is increasingly widespread to almost all regoins and levels society. This study aims to obtain an overview of the risk factors for COVID-19 in community and schools groups that are assisted by PT. United Tractors Tbk. which is part of the UT Group COVID-19 Community. This type of research uses a quantitative descriptive study on 700 respondents. Data collection was carried out in September 2020 by filling in the google form. The result showed that 70.6% of the people have a category with low risk factors. The potential for COVID-19 transmission can occur outside or inside the home and depends on the immune system.Behaviors outside the home that have the potential for transmission are touching objects or money that are touched by other people (74.9%) and not maintaining a distance of 1.5 meters when doing activities outside the home (31.4%). Meanwhile, in the house, the most risk of transmission occurs because they don’t immediately immerse the clothes and pants that are used when leaving the house (45.6%) and don’t install a handsanitizer at the front door of the house (43.1%). In the category of immunity system, not walking or exercising at least 30 minutes every day (34.0%) and rarely consuming vitamins C and E, and lack of sleep (29.0%) are the most common risk factors that occur in society. Providing education related to the application of Healthy Lifestyle and health protocols needs to be carried out in order to increase public awareness. In addition, socialization of the risk factor assessment checklist can also be carried out so the public is more aware and minimizes risky behavior of COVID-19 transmission.
Analisis Waktu Tunggu Dan Waktu Pelayanan Pendaftaran Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung Tursini, Weni; Pudji Setiawati, Elsa; Ferdian, Dani; Gondodiputro, Sharon; Wiwaha, Guswan; K. Sunjaya, Deni
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i1.287

Abstract

Kepuasan pasien merupakan sarana penting untuk mengukur kualitas pelayanan kesehatan suatu penyedia pelayanan kesehatan. Waktu menunggu untuk sebuah pelayanan dianggap sebagai masalah serius dalam banyak sistem perawatan kesehatan karena merupakan hambatan untuk menciptakan pelayanan kepada pasien secara efektif dan efisien. Waktu pelayanan merupakan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan pada pasien di rumah sakit.. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran waktu pelayanan dan waktu tunggu pendaftaran dan mengeksplorasi pelayanan pendaftaran di RSUD Kota Bandung melalui pendekatan aspek input dan aspek proses menggunakan teori Donabedian dan untuk mengetahui waktu mana yang berpotensi menyebabkan ketidakpuasan pada pasien serta menganalisis faktor penyebab ketidakpuasan terhadap waktu tunggu dan waktu pelayanan di pendaftaran di RSUD Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian mixed methode dengan stategi embedded concurrent. Hasil penelitian menunjukkan waktu yang berpotensi menyebabkan ketidakpuasan pasien adalah waktu tunggu. Faktor penyebab lamanya waktu tunggu pelayanan adalah sosialisasi yang belum menyeluruh. Dari segi SDM untuk petugas masih kurang, baik di loket pendaftaran ataupun petugas SIM RS, sikap petugas masih kurang komunikatif, pemanfaatan teknologi berupa koneksi internet masih belum optimal.
The Effect of Health Webinars to Increase Parents' Knowledge about Fulfilling Children's Nutrition Ferdian, Dani; Hikmat, Rohman; Noviana, Mikha; Ma’ruf, Tisa Layalia Hanifah; Sadjugo, Ito Purwanto
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.3065

Abstract

The fulfillment of children's nutrition is an important aspect in supporting children's optimal growth and development. Parents play a crucial role in providing healthy and nutritious food for their children. However, parents' knowledge about child nutrition may not always be adequate, which can impact children's health and well-being. Objective: This study aims to determine the effect of webinars as a health education method on parents' knowledge about fulfilling children's nutrition at TK Hati Nurani. Methods: This study used a quantitative design with a quasi-experimental approach. The sampling technique uses total sampling. The study sample consisted of 15 parents at TK Hati Nurani. Data were collected through organizing webinars and distributing online questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics and t-test. Results: the results showed that although webinars as a health education method were conducted, there was no significant change in parents' knowledge about child nutrition. The results highlight the possibility of factors such as unfamiliarity with technology and limited access to or understanding of technology affecting the effectiveness of webinars in improving parental knowledge. Conclusion: There is a need for in-depth evaluation of the design and implementation of webinars as a health education method. Nonetheless, the importance of health education as an effort to increase parents' knowledge and awareness about fulfilling children's nutrition is still emphasized.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG ASUPAN GIZI YANG BAIK UT YOUTH MOVEMENT: PELAJAR SEHAT SIAGA COVID-19 Luftimas, Dimas Erlangga; Ferdian, Dani
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i1.45809

Abstract

Remaja merupakan kelompok sasaran edukasi kesehatan yang memiliki potensi untuk mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat, salah satunya melalui pola makan yang sehat. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui kolaborasi antara akademisi, dunia usaha dan pengelola komunitas untuk memberikan pengetahuan pada siswa tingkat SMA/SMK sederajat. Pemberian materi dilakukan secara daring dengan evaluasi yang dilakukan dengan metode pre-test dan post-test. Rerata nilai pre-test dan post-test pada peserta secara berurutan adalah 62,5 dan 75,18. Kategorisasi penilaian pengetahuan peserta berubah secara signifikan antara pre- dan post-test, pada kelompok “baik” dari 11 menjadi 30 orang dan kelompok “kurang” dari 19 menjadi 3 orang. Pemberian pengetahuan pada remaja memberikan perubahan yang signifikan pada pengetahuan dan diharapkan dapat mengubah sikap dan perilaku sehingga memberikan dampak yang baik di masyarakat.  
Strengthening the Role of Cadres with Digital Literacy in iPosyandu Application-Based Recording and Reporting Susanti, Ari Indra; Nuraini, Annisa; Ferdian, Dani; Nurparidah, Rani; Jayanti, Evi Dwi
Media Karya Kesehatan Vol 6, No 2 (2023): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v6i2.46410

Abstract

Posyandu is part of the Community-Sourced Health Efforts (UKBM), a health information system in maternal and child health services. Currently, health recording and reporting are still in paper form. Therefore, an iPosyandu application facilitates and accelerates cadres in recording and reporting. This activity was carried out in March 2023 to 145 cadres in Pagedangan District, Tangerang Regency, Banten. The method used was training on recording and reporting based on the iPosyandu application, where cadres were given a questionnaire on the use of the iPosyandu application. The results of this activity showed that most of the cadres had the characteristics of age 31-40 years (41.4%), the last education was high school (55.2%), the occupation was taking care of the household (97.9%), and the experience of being a cadre for 1-5 years (51%), and most of the cadres serving in the posyandu had middle strata (41%). Most cadres agreed to use the iPosyandu application because it can make reports quickly (83.7%), and cadres felt that the iPosyandu application had all the functions based on cadres' abilities (87.1%). In addition, there is a relationship between the last education of cadres and the use of iPosyandu applications (p-value < 0.005; r value > 1). This community service activity concludes that cadres have good digital literacy in using the iPosyandu application, so the system for recording and reporting the results of posyandu activities can run well. Keywords: iPosyandu, cadres, digital literacy, recording, reporting.
GAMBARAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA PENERIMA BEASISWA TUNAS UNGGUL Ferdian, Dani; Hikmat, Rohman; Ma’ruf, Tisa Layalia Hanifah; Hanif, Azizah; Lasril, Yogi; Anshor, Abdullah; Triyanto, Triyanto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.18323

Abstract

Fenomena masalah kesehatan mental semakin meningkat setiap tahunnya di kalangan mahasiswa. Mahasiswa penerima beasiswa Tunas Unggul merasakan cemas karena harus menyesuaikan dengan metode pembelajaran dan tugas sebagai penerima beasiswa. Terlebih di kondisi pandemi covid-19 yang menyebabkan mahasiswa kurang bersosialisasi dengan guru dan temannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi kesehatan mental mahasiswa penerima Beasiswa Tunas Unggul. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 42 responden. Pengumpulan data menggunakan Self Reporting Questionnaire-29 secara online melalui google form. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak berisiko terjadi gangguan mental emosional yaitu sebanyak 42 responden (68.86%), sedangkan sbagian kecil responden berisiko mengalami gangguan mental emosional sebanyak 19 responden (31.14%). Data tersebut menjadi perhatian bersama bahwa lebih dari seperempat siswa yang berisiko mengalami gangguan kesehatan mental dan perlu dianalisis lebih dalam untuk mengetahui masalah kesehatan mental mahasiswa. Sebagian kecil mahasiswa yang berisiko gangguan mental emosional disebabkan oleh perubahan metode pembelajaran, tekanan pembelajaran, beban dan tugas, serta latar belakang siswa. masalah kesehatan mental yang dialami oleh mahasiswa perlu ditindaklanjuti oleh pihak beasiswa dan pihak universitas untuk meningkatkan kualitas kesehatan mahasiswa. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang menyebabkan gangguan kesehatan mental mahasiswa.
EDUKASI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Ferdian, Dani; Hikmat, Rohman; Zuqriefa, Arida Bitanajsha; Ma’ruf, Tisa Layalia Hanifah; Hanif, Azizah; Noviana, Mikha; Harahap, Saidina Malik Ibrahim; Sutanto, Himawan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.19429

Abstract

Masalah reproduksi menyebabkan berbagai dampak negatif seperti masalah fisik dan psikologis. Remaja yang memiliki pengetahuan yang kurang tentang kesehatan reproduksi rentan mengalami masalah reproduksi. Remaja memerlukan pemahaman tentang kesehatan reproduksi untuk meningkatkan kualitas kesehatannya. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen terhadap 40 kader sekolah sehat di Sekolah Menengah Kejuruan di Jakarta. Teknik sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner knowledge of reproductive health berbentuk google form tentang pengetahuan kesehatan reproduksi remaja yang dibuat oleh penulis. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui efek edukasi kesehatan kepada remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai pre-test dan post-test terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Adapun rata-rata nilai pre-test peserta adalah 70 dan rata-rata nilai post-test adalah 95. Hal tersebut menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebanyak 25 poin. Hasil uji wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja (p-value=0.002). Sehingga edukasi merupakan hal penting untuk diimplementasikan di sekolah. Edukasi kesehatan reproduksi merupakan hal penting untuk pembiasaan di sekolah. Pengetahuan peserta terhadap kesehatan reproduksi sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa sehingga dapat menjaga kesehatan reproduksinya. Kemudian, program dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja ini perlu dioptimalkan melalui program promosi kesehatan di sekolah.
Overview of Nutritional Status Among Female Students Ferdian, Dani; Hikmat, Rohman; Anshor, Abdullah; Irwan, Irwan; Triyanto, Triyanto
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.2943

Abstract

The problem of nutritional imbalance in adolescent girls. Factors such as an unbalanced diet, low awareness of the importance of nutrition, and a sedentary lifestyle contribute to this nutritional problem. Poor nutritional status negatively impacts physical growth and development and mental health. Objective: to explore the nutritional status of students at SMA Plus Kopi Colol. Methods: The research method used was descriptive quantitative involving 51 female students as respondents. Data were collected through measurements of height, weight, abdominal circumference, and upper arm circumference. Data analysis was performed using descriptive statistics. Results: The results showed that all respondents were female. A small proportion of respondents had undernutrition as well as chronic energy deficiency. This shows that it is necessary to handle nutritional problems in female students at SMA Plus Kopi Colol. The participation of health workers and schools is needed to overcome nutritional problems in female students. Conclusion: More specific and targeted health intervention program planning related to nutritional status is needed to improve the health and well-being of SMA Plus Kopi Colol students.