Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

UJI AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG EKSTRAK TANAMAN GEDI Abelmoschus Manihot (L) SEBAGAI IMUNOMODULATOR Ciptanti Prakarsa; Widdhi Bodhi; Olvie Syenni Datu
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49698

Abstract

Gedi plant (Abelmoschus manihot L.) is one of the plants that contain flavonoids which have not been made into preparations for medicinal purposes. The purpose of this study was to determine the effectiveness of gedi plant extract as an immunomodulator. By looking at the activity and capacity of mouse macrophages (Rattus norvegicus) with Staphylococcus auereus bacteria in vitro. The results showed that gedi leaf extract had a significant effect on the activity and capacity of macrophages P(<0.05) which stated that gedi leaf extract had effectiveness as an immunostimulant. At a concentration of gedi plant extract of 1000 ppm, the activity and phagocytosis capacity showed the highest values, namely 87.66% and 4.23.   
PENGARUH PEMBERIAN SUBKRONIK INFUSA ROSELLA TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIK ORGAN LAMBUNG DAN HEPAR TIKUS PUTIH Lebang, Julianri Sari; Datu, Olvie Syenni; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i2.57602

Abstract

Rosella (Hibiscus sabdarifa) merupakan tanaman obat yang memiliki banyak manfaat dan perlu diteliti data keamanan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian subkronik infusa kelopak bunga rosella terhadap lambung dan hepar tikus putih. Rosella diekstraksi menggunakan metode infus dengan 3 konsentrasi berbeda. Infusa selanjutnya diberikan kepada tikus selama 28 hari. Parameter pengamatan yaitu ada tidaknya kematian hewan, penurunan berat badan, nilai indeks organ dan abnormalitas organ yang diamati secara makroskopik. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan gejala toksik dan kematian hewan, peningkatan berat badan hewan pada setiap waktu pengukuran, tidak terjadi perubahan warna dan konsistensi organ lambung dan hepar pada ketiga kelompok hewan yang diberi infusa. Tetapi nilai indeks organ hepar pada pemberian infusa konsentrasi 12,5% dan 25% menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa Pemberian subkronik infusa rosella tidak menimbulkan abnormalitas organ lambung dan hepar tikus, tetapi pada konsentrasi 12,5% dan 25% terjadi penurunan indeks organ hepar.
Pelatihan Pembuatan Minyak Gosok Berbahan Alami Jahe Dan Sereh Bagi Masyarakat Kolom 28 Dan Kolom 29 Gmim Imanuel Leilem Datu, Olvie Syenni; Siampa, Jainer Pasca; Sekeon, Crista Gretasia
The Studies of Social Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v7i1.58458

Abstract

Minyak gosok mengandung bahan-bahan alami seperti minyak esensial yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam pengobatan terutama untuk meredakan nyeri. Produk ini beraroma spesifik dan berfungsi sebagai penghangat tubuh sekaligus dapat menghilangkan rasa nyeri dan pegal linu, diminati masyarakat untuk pemeliharaan Kesehatan dan berpotensi dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan mengenai proses pembuatan minyak gosok berbahan alami kepada masyarakat. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan minyak gosok pada jemaat kolom 28 dan 29 GMIM Imanuael leilem. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan masyarakat telah memahami mengenai materi sosialisasi dan cara pembuatan minyak gosok terlihat dari sesi tanya jawab yang ada. Berdasarkan hasil yang ada menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada dalam bentuk minyak gosok
EFFECTS OF ETHANOL EXTRACT OF LEILEM LEAVES (Clerodendrum minahassae) ON BLOOD GLUCOSE LEVELS OF MALE WHITE RATS Lengkong, Cheisy Anastasya Gratia; Bodhi, Widdhi; Datu, Olvie Syenni; Fatimawali
PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49750

Abstract

Diabetes mellitus is a global chronic disease with more than 500 million patientes. Leilem leaf is an endemic plant of North Sulawesi from the genus Clerodendrum which is believed potentially antidiabetic. The purpose of this study was to determine the effect of ethanol extract of leilem leaf on blood glucose levels and body weight of male white rats. The extraction of leilem leaves using maceration method with 96% ethanol solvent. This study used the pretest posttest control group design method with 5 groups, namely group I positive control of metformin, group II negative control of 0.5% Na-CMC, group III, IV, and V were extract doses of 100, 200, and 400 mg/kgBW. All groups were induced with 120 mg/kg BW of alloxan. The results showed that leilem leaf extract had a significant effect (Asymp. Sig. (2-tailed) 0.001) on rats blood glucose levels with the best percentage in group V extract dose of 400 mg/kgBW and had no significant effect on body weight.
ANTIDIABETIC ACTIVITY TEST OF ETHANOL EXTRACT OF YELLOW PUMPKIN LEAVES (Cucurbita moschata) ON MALE WHITE RATS (Rattus norvegicus) Tamahiwu, Natasya Ester Rebeca; Bodhi, Widdhi; Datu, Olvie Syenni; Fatimawali , Fatimawali
PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49751

Abstract

Pumpkin is a plant that contains many natural phenolic compounds, making it potential as an antioxidant, antidiabetic and antihyperglycemic. The aims of this study was to determine the antidiabetic activity of ethanol extract of pumpkin leaves on blood glucose levels and body weight on male white rats induced by alloxan at a dose of 120 mg/kgBW. The type of research used in this study was an experimental laboratory using the pre test and post test with control group design methods. Rats was divided into 5 groups, each group consisting of 3 rats. Group I as the positive control was given metformin, group II as the negative control was given 0,5% CMC Na, groups III, IV and V as the treatment group were given extract doses of 150 mg/kgBW, 300 mg/kgBW, and 600 mg/kgBW. The results showed that the ethanol extract of pumpkin leaves had a significant effect on decreasing blood glucose levels of rats P(< 0,05) and had no significant effect on the body weight of rats P(> 0,05) and the dose of the extract was the best in reducing glucose levels blood of rats is a dose of 600 mg/kgBW
PEMBUATAN CUKA SALAK DAN PENGARUH PEMBERIAN CUKA SALAK TERHADAP KADAR ASAM URAT TIKUS PUTIH HIPERURISEMIA Datu, Olvie Syenni; Siampa, Jainer Pasca; Lebang, Julianri Sari
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh kelainan metabolisme purin, terutama karena peningkatan pembentukan atau penurunan ekskresi urat. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa terdapat 7,44 juta kasus hiperurisemia di seluruh dunia pada tahun 2017 dan hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas) pada tahun 2018, prevalensi penyakit sendi di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 8,35%, di atas rata-rata nasional sebesar 7,3%, selain faktor genetik makanan tinggi purin juga menjadi faktor risiko asam urat. Salak merupakan salah satu buah yang potensial untuk dikembangkan menjadi produk farmasi. Cuka adalah produk yang diperoleh dari fermentasi bahan yang mengandung gula atau pati melalui proses fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan cuka salak dan untuk menguji efek pemberian cuka salak pada tikus putih hiperurisemia yang diinduksi dengan jus hati ayam. Cuka salak diperoleh dari fermentasi buah salak dengan menggunakan bakteri Saccharomyces cereviciae dan bakteri acetobacter aceti. Data menunjukkan bahwa cuka salak memiliki aroma khas buah salak dengan pH 3,46. Aktivitas antihiperurisemia menunjukkan bahwa cuka salak memiliki potensi untuk menurunkan kadar asam urat pada tikus putih hiperurisemia.
Pembuatan Krim Pelembab Kaki dan Edukasi Perawatan Kaki Pasien Diabetes Melitus Datu, Olvie Syenni; Siampa, Jainer Pasca
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/xmfb6q41

Abstract

Diabetes Melitus merupakan adalah gangguan sekresi insulin yang banyak menyebabkan komplikasi seperti kebutaan, amputasi, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Berdasarkan data dari International Diabetes Federation terdapat 463 juta orang penderita Diabetes pada usia 20-79 Tahun. Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi DM pada laki-laki sebesar 9% dan pada perempuan 9,65%. Salah satu komplikasi DM yang banyak terjadi adalah ulkus diabetes pada kaki, dimana pada pasien DM cenderung mengalamikulit kaki yang kering dan pecah-pecah yang apabila tidak di rawat berpotensi untuk menimbulkan luka yang sulit disembuhkan bahkan beresiko mengalami amputasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi bagi masyarakat mengenai perawatan kaki untuk penderita DM ataupun bagi keluarga yang merawat pasien DM. Metode yang digunakan berupa penyuluhan berupa ceramah, diskusi dan tanya jawab terkait dengan cara membersihkan kaki dan juga cara merawat kelembaban kaki pada kegiatan ini juga dilakukan pembuatan dan pembagian krim pelembab kaki. Sebelum dan sesudah kegiatan peserta diberikan kuesioner yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang perawatan kaki sebelum dan setelah diberikan penyuluhan, hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah diberikan edukasi. Masyarakat sangat antusis mengikuti kegiatan dan terus berharap kegiatan seperti ini terus dilaksankan.
Pelatihan Pembuatan Balsem dan Minyak Aromatherapy Berbahan Dasar Minyak Cengkeh Sulawesi Utara pada Kelompok Lansia dan Kelompok Wanita Kaum Ibu GMIM Kharisma Koka Kab. Minahasa Siampa, Jainer Pasca; Datu, Olvie Syenni; Jayanto, Imam
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/wbx7ej72

Abstract

Keluhan nyeri merupakan keluhan yang banyak dialami oleh pasien di segala usia dan ditangani menggunakan obat Antiinflamasi Non Steroid (AINS) yang berefek analgetika, antipiretika dan antiinflamasi. Selain AINS, obat yang juga sangat sering digunakan masyarakat adalah obat Kortikosteroid yang berefek antiinflamasi, immunosupresan, anti proliferasi, dan efek vasokontriksi sehingga biasanya digunakan untuk mengobati penyakit seperti alergi, asma, antiemetikum dalam kemoterapi, edemaparu-paru, eksaserbasi akut pada penyakit autoimun dan penyakit paru kronik, rematik, dan lain-lain. Namun penggunaan obat-obat ini memiliki efek samping yang besar. Efek samping yang paling umum terjadi sebesar 56,7% adalah meningkatnya resiko gastritis. Pembuatan balsem dan minyak aromatherapy sebagai counterirritant (menghilangkan nyeri otot) dan menghangatkan badan. Penggunaan balsem dan minyak aromatherapy untuk tujuan relaksasi otot, mengatasi perut kembung, menghilangkan mual dan pegal linu serta sebagai pertolongan pertama pada gejala masuk angin. Mitra yang dipilih yaitu Kelompok lansia dan kelompok wanita kaum ibu GMIM Kharisma Koka karena merupakan kelompok usia yang paling sering melakukan swamedikasi dengan sediaan ini. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan balsem dan minya aromatherapy akan sangat menarik bagi anggota mitra karena selain dapat digunakan sendiri, dapat juga menjadi peluang usaha karena metode pembuatannya sangat sederhana. Produksi sediaan bisa menggunakan peralatan rumah tangga sehingga sangat memungkinkan untuk diproduksi di rumah. Hasil produk yang telah dibuat disukai oleh mitra karena memberi kehangatan dan manfaat dari bahan aktif bisa dirasakan.