Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Cerita Rakyat Banjar: Sebuah Alternatif Pola Pendidikan Sosial Budaya Masyarakat Lahan Basah di Kalimantan Azkia, Laila; Apriati, Yuli; Widaty, Cucu; ., Alfisyah; Rizqullah, M. Yasir; ., Rudini
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2024): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v12i1.12651

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah peningkatan jumlah tontonan yang dilakukan oleh masyarakat Banjar dari berbagai kalangan melalui media online maupun offline. Hal ini menyebabkan generasi sekarang semakin tidak mengetahui cerita rakyat Banjar. Namun, cerita rakyat adalah salah satu cara terbaik untuk mengajarkan nilai-nilai sosial budaya. Cerita rakyat adalah jenis legenda lisan yang berlangsung dari generasi ke generasi. Cerita rakyat mengajarkan kita nilai-nilai budaya yang dapat kita gunakan sepanjang hidup kita. Akibatnya, cerita rakyat merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Sayangnya, cerita rakyat jarang diketahui atau didongengkan oleh masyarakat saat ini. Oleh karena itu, tujuan dari tim peneliti dalam penelitian ini adalah untuk mengumpulkan semua cerita rakyat Banjar dari aspek teks, latar belakang, makna, dan nilai yang terkandung di dalamnya. Harapan publikasi penelitian ini adalah agar cerita rakyat Banjar diperkenalkan kembali kepada masyarakat Banjar dan seluruh masyarakat Indonesia. Dalam penelitian ini, pendekatan diskriptif kualitatif digunakan. Penelitian ini akan mengumpulkan berbagai cerita rakyat yang masih diceritakan secara lisan. Nilai sosial budaya yang terkandung di dalamnya akan dipelajari kemudian.
KAJIAN MASYARAKAT BANJAR TENTANG UPACARA NGABEN AGAMA HINDU DIDESA TAJAU PECAH KECAMATAN BATU AMPAR PELAIHARI KALIMANTAN SELATAN Widaty, Cucu
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i3.3803

Abstract

Masyarakat Bali memiliki beragam tradisi dan upacara-upacara ritual, sejak dahulu masyarakat Bali terbiasa melaksanakan upacara ritual yang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Bali. Upacara yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Bali yang ada di Tajau Pecah salah satunya ialah upacara ngaben (upacara kematian). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud dan bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian semisalnya seperti motivasi, perilaku persepsi, tindakan, dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan ngaben adalah upacara pembakaran jenazah (kremasi) yang berasal dari umat hindu di Indonesia. Upacara ngaben merupakan ritual yang dilakukan untuk mengirim jenazah pada kehidupan selanjutnya. Bagi masyarakat di desa Tajau Pecah, ngaben adalah momen bahagia karena dengan melaksanakan upacara ini, orang tua atau anak-anak telah melaksanakan kewajiban sebagai anggota keluarga. Karena itu upacara ini selalu disambut dengan suka cita tanpa isak tangis, mereka percaya bahwa isak tangis justru hanya mengambat perjalanan roh mencapai Nirwana.
Moral Knowing,Feeling,Behavior Dalam Integrasi Pendidikan Karakter Di Sekolah Smpn 24 Kota Banjarmasin Nur, Rahmat; Widaty, Cucu; P, Reski; Azis, Fatimah; Nursalam, Nursalam
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v9i2.4979

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan model integrasi karakter peduli sosial pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial di sekolah menegah pertama SMPN 24 kota Banjarmasin dengan  menggunakan integratif moral knowing, moral feeling, moral Behavior. Kenyataan yang terlihat adalah siswa memiliki pehaman moral rendah sehingga penting untuk pengintregrasian nilai karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan penentuan informan mengunakan Teknik purposive sampling dengan 21 informan yangbterdiri dari guru, siswa, dan orang tua siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang mendalam, observasi dan dokumentasi, kemudian data dianalisis melalui reduksi data, data display dan verifikasi data. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan moral Lickona. Hasil penelitian model integrasi pendidikan karakter di sekolah  dengan 3 tingkatan moral yaitu moral knowing, moral feeling, behavior yang diintegrasikan dengan nilain karakter  dalam  pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di sekolah SMPN 24 kota Banjarmasin
Perilaku Imitasi Pada Youtuber: Studi Pada Siswa SMPN 3 Martapura, Kabupaten Banjar Mattiro, Syahlan; Widaty, Cucu; Renaldy, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i2.3069

Abstract

Social media affects all aspects of life, one of the most influential popular media platforms today is YouTube, which is easily accessible by teenagers. Therefore, the research objectives of this study (1) are to find the process of imitation in teenagers who watch Youtuber by students of SMP Negeri 3 Martapura. (2) Finding forms of imitation on Youtuber in the interactions that occur with students of SMPN 3 Martapura. The method in this study is a qualitative method. The data source was selected by Snowball Sampling with 8 students participating. The data collection used in the research are observation, interviews and documentation either directly or online. The results of the study show that (1) the process of imitation on Youtubers starts with easy accessibility. Like, the YouTube system itself and its social environment. Judging from the process which is divided into four stages, namely attentional, paying attention to Youtubers, retention which is storing what is watched, the formation of behavior where slowly imitation becomes behavior in the environment and is motivational, there is a motive for doing imitation behavior in the association (2) forms of communication in imitation are carried out. Copying behavior is seen from two forms of communication.The first is verbal, in the form of words either from mouth or in writing primarily (directly) or secondary (online).The second is non-verbal, namely in the form of symbols that can describe objects belonging to Youtubers in the form of physical, digital accessories or also additional gestures seen in the form of student social interaction.
Perubahan Sosial Budaya Tradisi Menginang Perempuan Dayak Widaty, Cucu; Apriati, Yuli; Amalia, Indah
Jurnal Perspektif Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v7i2.962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan tradisi menginang pada perempuan Dayak zaman dahulu dan zaman sekarang setelah terjadinya perubahan tradisi serta menemukan penyebab berubahnya tradisi menginang. Hal ini sesuai dengan teori evolusi dari Herbert Spencer bahwa menginang berubah dalam proses yang lambat dalam waktu yang cukup lama. Penelitian ini dilakukan di Desa Urup Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur pada Juli- Agustus tahun 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang dipilih yaitu purposive sampling dengan lima informan perempuan Dayak dari Desa Urup yang masih melakukan menginang dan memahami tradisi menginang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: Pertama, Perbedaan tradisi menginang pada perempuan Dayak zaman dahulu meliputi: menginang dilakukan bersama-sama pada upacara-upacara adat, dilakukan secara turun temurun, dilakukan oleh remaja sampai usia tua, dilakukan oleh laki-laki dan perempuan, serta terdapat wadah khusus untuk menginang terbuat dari kuningan. Pada saat ini, tradisi menginang dilakukan secara individual di rumah masing-masing, tanpa regenerasi, hanya dilakukan oleh orang tua lanjut usia dan hanya dilakukan oleh perempuan Dayak. Kedua, Perubahan dalam tradisi menginang disebabkan factor internal termasuk penurunan penduduk asli dan faktor masyarakat yang terbuka, dan faktor eksternal termasuk bahan menginang yang tidak efisien.
Village Farmer Community Empowerment Efforts (Study of Farmer Social Capital in the Pesantren Petani Nusantara Program, Pangandaran Regency) Widaty, Cucu
Jurnal Mamangan Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 3 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 158/E/KPT/
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v1i1.5757

Abstract

This study describes the community empowerment program for farmers through Pondok Pesantren Petani Nusantara program. This is motivated by the lives of people who are experiencing various problems, such as shifting farmers' livelihoods, the number of poor farmers, and also the low education of farmers who are not yet empowered and not independent. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach. The subjects in this study were program managers, farmers and program participants, as well as the government. The results of this study can be seen that the beginning of the establishment of the Pondok Pesantren Petani Nusantara program in 2004 was the idea and aspiration of the farmers in the village of Pangandaran who wanted to advance their potential to be more advanced and prosperous. This is proven by the three excellent programs that continue to develop until now, namely the Prosperous Farmers Group (KTS), Women's Farmer Group (KWT), and Youth Farmer Training (PATRA). In implementing programs such as the farmers' program, they are less concerned and do not support the program, farmers who have other activities cannot be carried out in the meeting program, and there are also disputes that cause a lack of farmer participation. The benefits of farmers are an increase in the economy, an increase in the number of farmers, a stronger sense of solidarity in farming, an increase in knowledge and skills, and an increase in livelihoods or urbanization. The government actively supports the program by providing various facilities and infrastructure, as well as conducting monitoring and evaluation.
SOSIALISASI PENCEGAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH BAGI ANAK-ANAK PEMULUNG DI KAWASAN PERMUKIMAN HANDIL PALUNG TEMPAT PENGELOLAAN AKHIR BASIRIH KOTA BANJARMASIN Widaty, Cucu; Apriati, Yuli
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.256-264

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak, untuk itu sangat dibutuhkan jejaring atau mitra yang saling mendukung. Akan tetapi yang terjadi pada masyarakat kita saat ini tidak sejalan dengan cita-cita yang tercantum pada undang-undang tersebut. Komitmen tentang Pendidikan untuk seluruh masyarakat Indonesia tidak dapat terpenuhi sesuai harapan banyak pihak, karena masih banyak ditemukan anak-anak putus sekolah. Faktanya di lapangan anak-anak pemulung kurang mendapatkan pendidikan yang memadai. Banyak anak-anak yang putus sekolah dan bahkan tidak pernah mengikuti pendidikan apapun. Dengan program Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan mampu memberikan wawasan, pengetahuan dan termotivasi untuk terus bersekolah khususnya bagi anak-anak pemulung. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah bentuk sosialisasi melalui ceramah, memberikan motivasi melalui video yang disukai anak-anak, pemberian paket perlengkapan sekolah dan tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan berupa sosialisasi dengan bentuk ceramah tentang apa yang telah ditayangkan di dalam video dengan memasukkan tentang sosialisasi pentingnya Pendidikan bagi masa depan mereka. Tim memaparkan, menjabarkan, dan menggambarkan tentang pentingnya pendidikan serta motivasi pendidikan bagi anak. Tim memaparkan materi pengertian pendidikan secara umum, materi hak anak dalam pendidikan, materi anak yang putus sekolah, materi penyebab anak putus sekolah, materi dampak anak putus sekolah, materi fungsi pendidikan bagi masa depan anak, materi mengenai info dan peluang beasiswa
Revitalisasi Destinasi Lokal: Program Edukasi dan Pelatihan Promosi Wisata Untuk Masyarakat Desa Sigam Kec. Pulau Laut Kabupaten Kotabaru Nur, Rahmat; Rochgiyanti, Rochgiyanti; P, Reski; Widaty, Cucu; Adyatma, Sidharta; Subroto, Wisnu; Sumiati, Sumiati
Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ajt80233

Abstract

Program edukasi dan pelatihan promosi wisata di Desa Sigam Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Kota Baru bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat lokal dalam pemasaran digital. Program ini melibatkan 20 peserta dan mencakup materi seperti penggunaan media sosial, pembuatan konten kreatif, dan strategi pemasaran wisata. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta, dengan 85% mampu mengelola akun media sosial dan 70% mampu membuat konten menarik. Hasilnya, kunjungan wisata meningkat sebesar 75% dan pendapatan ekonomi lokal meningkat sebesar 40%. Tantangan seperti resistensi terhadap teknologi dan keterbatasan akses internet berhasil diatasi melalui pendekatan adaptif dan dukungan infrastruktur. Kesimpulannya, program ini efektif dalam memberdayakan masyarakat untuk mempromosikan wisata lokal dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Syncretizing Culture and Faith: The Kurang Labih Principle in Kalimantan Apriati, Yuli; Hassan, Zainudin Bin; Nur, Rahmat; Handy, Muhammad Rezky Noor; Widaty, Cucu
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 33 No. 2 (2025): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v33i2.21113

Abstract

This article aims to identify and analyze the value of the local wisdom “Kurang Labih” in the traditional river-based trading system, specifically as a form of local wisdom among the Banjar people. Values ​​rooted in the local wisdom of the Banjar people, such as the value of “Kurang Labih,” remain the primary foundation in the governance of their social life, especially in traditional trade practices. This research employs a qualitative approach, utilizing a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation to produce a comprehensive writing on cultural phenomena. The study's results found that the culture and local wisdom in traditional trade at this floating market possess the value of “Kurang Labih,” which can make the trade process mabrur, or moral, namely a trade that prioritizes goodness, virtue, and blessings received from Allah SWT. The local wisdom of “Kurang Labih” at the Lok Baintan floating market is strongly influenced by Islamic values, considering that all traders are Muslim, and this value is passed down from generation to generation. The value “Kurang Labih” reflects the principle of caution in buying and selling, a moderate attitude, and the pursuit of blessings, thus creating acceptable trade. This value also serves as a reminder to avoid sins resulting from inaccurate weighing or defective goods, and as a means of fostering sincerity between seller and buyer. These values ​​are in line with Islamic teachings, which have deeply influenced the cultural patterns and local wisdom of the Banjar people, particularly in the traditional river-based trading system.
The Role of Mentor Teachers in Non-Academic Guidance: Case Study of Senior High School Teaching Assistance Program Ruswinarsih, Sigit; Widaty, Cucu; P, Reski; Nur, Rahmat; Hidayat Putra, Muhammad Adhitya; Arofah, Lumban; Salsabila Nadhifa , Ramadhanti; Eliza Ramadhani, Novia
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 6 No. 3 (2025): May
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v6i3.812

Abstract

Objective: This study aims to examine the role of the supervising teacher in non-academic guidance in the Teaching Assistance Program in Senior High Schools. As with technical guidance in the learning process of prospective teachers, non-academic aspects are no less important in the success of the teaching assistance program, but there are still few studies that reveal these aspects. Method: The study was conducted using a qualitative method with data collection through in-depth interviews with supervising teachers and prospective teachers. Results: The results of the study indicate that supervising teachers play a significant role in the development of interpersonal skills, professional ethics, guidance on school environment adaptation, leadership character, and stress management needed by prospective teachers. This non-academic guidance has improved the professional readiness of students, preparing them to face educational challenges. However, there are challenges in implementing this guidance, namely limited time and workload of supervising teachers. This study recommends training for supervising teachers in non-academic guidance aspects and the need for institutional support to improve the effectiveness of the teaching assistance program. Novelty: These findings emphasize the importance of a holistic approach in the education of prospective teachers, which focuses on academic aspects and the development of social and emotional skills.