Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Overview of Hemoglobin Levels in Pregnant Women in the Working Area of Delitua Community Health Center in 2024 Grace Hanshella; Sinurat, Samfriati; Siallagan, Ance
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i1.2601

Abstract

Anemia during pregnancy remains a significant maternal health problem because it can increase the risk of complications for both mother and fetus. Operationally, anemia in pregnancy is defined as hemoglobin (Hb) levels below 11 g% in the first and third trimesters and below 10.5 g% in the second trimester. Local data are needed to describe the magnitude of the problem and to support strengthening screening and education services at primary healthcare facilities. Objective: This study aimed to determine the profile of hemoglobin levels among pregnant women in the working area of the Delitua Community Health Center in 2024. Methods: This study employed a descriptive quantitative design. The population consisted of 245 pregnant women based on Delitua Community Health Center data as of July 2024. A total of 31 respondents were selected using non-probability sampling, specifically convenience sampling. Data were collected using observation sheets and hemoglobin measurements with the EasyTouch GCHb device, and analyzed descriptively using frequency and percentage distributions. Results: Most respondents were in the late adulthood age group (48.4%), the majority were in the third trimester (77.4%), and most were multigravida (77.4%). The distribution of hemoglobin levels showed that 64.5% of pregnant women were classified as anemic. Implications: These findings highlight the need to strengthen routine Hb screening during pregnancy, improve adherence to iron (Fe) tablet consumption, enhance nutritional intake, and intensify structured education and counseling through Posyandu and antenatal care services to reduce anemia prevalence among pregnant women. Originality/Value: This study provides a localized profile of hemoglobin levels among pregnant women in the Delitua primary healthcare setting in 2024, offering context-specific evidence to support program planning, risk mapping, and evaluation of anemia prevention interventions at the primary care level.
Konseling Spiritual Kristiani Pada Pasien NAPZA Siallagan, Ance; Derang, Imelda; Ginting, Friska
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i1.4224

Abstract

Kecanduan narkoba merupakan permasalahan serius yang berdampak luas terhadap individu, keluarga, dan masyarakat, serta mengancam kualitas sumber daya manusia. Penyalahgunaan NAPZA bersifat kronis dan kambuhan, ditandai dengan dorongan kompulsif serta hilangnya kontrol diri, sehingga memerlukan penanganan yang komprehensif. Berbagai upaya medis dan hukum telah dilakukan, termasuk rehabilitasi dan penegakan hukum, namun angka kekambuhan masih tinggi. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan tambahan yang menyentuh aspek spiritual dalam proses pemulihan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kontrol diri, dan pemahaman tentang bahaya NAPZA melalui pendekatan spiritual dan edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah renungan ibadah singkat dan edukasi dampak penyalahgunaan NAPZA yang dilaksanakan pada tanggal 05 Desember 2025 di RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan. Peserta kegiatan berjumlah 8 orang pasien ODGJ berisiko penggunaan NAPZA dengan kriteria tertentu. Kegiatan berlangsung selama 50 menit dengan pendampingan fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif, ditandai dengan peningkatan ketenangan batin, fokus, pengetahuan tentang NAPZA, serta kemampuan mengontrol emosi dan dorongan perilaku adiktif. Berdasarkan observasi dan evaluasi mengacu pada SDKI dan SLKI, terdapat peningkatan kontrol diri, kestabilan emosi, dan motivasi pemulihan. Kesimpulannya, kombinasi ibadah singkat dan edukasi kesehatan dapat menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif sebagai pendukung rehabilitasi NAPZA, khususnya dalam memperkuat aspek spiritual dan komitmen pasien untuk menghindari kekambuhan.