Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Implementasi Nilai Pendidikan Karakter Melalui Konsep “Satu Tungku Tiga Batu” di Madrasah Ibtidaiyah Kasim, Eman Wahyudi; Mirna, Wa; Riaddin, Dinar
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i1.6989

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah Negeri Fakfak merupakan salah satu Madrasah di Kabupaten Fakfak yang  mengimplementasikan nilai pendidikan karakter dengan pendekatan kearifan lokalnya yakni melalui konsep Satu Tungku Tiga Batu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat implementasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam kearifan lokal Satu Tungku Tiga Batu di MIN 1 Fakfak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan  pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalaui observasi, wawancara dan dokumentasi kepada beberapa narasumber seperti kepala sekolah, guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan Kearifan Lokal “ Satu Tungku Tiga Batu”  memiliki nilai pendidikan karakter antara lain: nilai religius, nilai toleransi, nilai kerjasama, nilai semangat kebangsaan dan nilai cinta damai. Kelima nilai tersebut diimplementasikan dalam berbagai cara seperti kegiatan pembiasaan, bimbingan dan internalisasi nilai dari kearifan lokal tersebut. Beberapa contoh kegiatan pembiasaan  dikelas  seperti memulai pelajaran dengan membaca doa , menghafalkan asmaul husnah , kegiatan beribadah sholat duha berjamaah,  dan kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Para Guru  mengajarkan kepada peserta didik untuk saling menghargai dengan teman yang berbeda keyakinan seperti ikut kerja bakti dan membersihkan tempat ibadah yang sedang melaksanakan perayaan hari besar keaagamaan. Implementasi nilai nilai pendidikan karakter tersebut ditanamkan sejak dini sebagai  bentuk  merawat keharmonisan kehidupan beragama yang berbeda dan masyarakat yang multikultural dengan pendekatan kearifan lokalnya. Konsep ini tidak hanya menjadi landasan pembelajaran di MIN Fakfak, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun harmoni dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari mereka
Analisis Nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Cerita Pendek Senyum Karyamin dan Tawa Gadis Padang Sampah Karya Ahmad Tohari Syaidah, Syaidah; Handayani, Nanik; Mirna, Wa
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2022: SPECIAL EDITION: LALONGET III
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.7596

Abstract

The library approach is the approach used in this descriptive research. The data sources used are Two short stories by Ahmad Tohari entitled Smile Karyamin and Tawa Gadis Padang Garbage which are the data sources of this research, while the data are in the form of words, phrases, and clauses that contain PPP values through prologue, monologue, or dialogue in short stories. Reading, taking notes, and documenting are data collection techniques. To analyze the data obtained, the researchers conducted reduction, presentation, and drawing conclusions. Found 105 data containing character values which are described as follows. a) Dimensions of faith, piety to TYME, and noble character which contains 52 values consisting of religious values, honesty, fairness, humility, empathy, social care, generosity, compassion, responsibility, care for the environment, and likes to help. b) The global diversity dimension which contains five values, namely mutual respect. c) The mutual cooperation dimension contains 12 values, namely cooperation, mutual cooperation, and sharing. d) The independent dimension which contains seven values of responsibility. e) The critical reasoning dimension contains 22 values consisting of curiosity and hard work. f) Creative dimension which contains four values.
Repesentasi Tuturan Campur Kode Mahasiswa IAIN Ambon dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Merdeka Belajar: IAIN Ambon Student Code Mix Speech Representation in Indonesian Language Learning in the Free Learning Era Handayani, Nanik; Mirna, Wa; Syaidah, Syaidah; Rambe, Nana Ronawan
Kibas Cenderawasih Vol. 21 No. 1 (2024): Kibas Cenderawasih, April 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kc.v21i1.460

Abstract

This study describes how code mixing and the causes of code mixing in lecture activities at the Islamic Broadcasting Communication Study Program (KPI), Islamic Counseling Guidance Study Program (BKI) & Islamic Philosophy Akidah (AFI) at IAIN Ambon. The research uses descriptive techniques. The research data used is the language between students in the Indonesian language learning process. The research data is in the form of speech between students during the Indonesian language learning process in the classroom which contains elements of code mixing. The research data collection step begins with identifying, classifying, analyzing and concluding the findings. The results of this study indicate that the form of code mixing is in the form of words, phrases, and sentences while the triggers of code mixing in the learning process aim to provide information, explain, confirm, and to know while the factors that influence code mixing, namely the environment, everyday language , peers and topics of conversation.
Implementasi Nilai Pendidikan Karakter Melalui Konsep “Satu Tungku Tiga Batu” di Madrasah Ibtidaiyah Kasim, Eman Wahyudi; Mirna, Wa; Riaddin, Dinar
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i1.6989

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah Negeri Fakfak merupakan salah satu Madrasah di Kabupaten Fakfak yang  mengimplementasikan nilai pendidikan karakter dengan pendekatan kearifan lokalnya yakni melalui konsep Satu Tungku Tiga Batu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat implementasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam kearifan lokal Satu Tungku Tiga Batu di MIN 1 Fakfak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan  pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalaui observasi, wawancara dan dokumentasi kepada beberapa narasumber seperti kepala sekolah, guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan Kearifan Lokal “ Satu Tungku Tiga Batu”  memiliki nilai pendidikan karakter antara lain: nilai religius, nilai toleransi, nilai kerjasama, nilai semangat kebangsaan dan nilai cinta damai. Kelima nilai tersebut diimplementasikan dalam berbagai cara seperti kegiatan pembiasaan, bimbingan dan internalisasi nilai dari kearifan lokal tersebut. Beberapa contoh kegiatan pembiasaan  dikelas  seperti memulai pelajaran dengan membaca doa , menghafalkan asmaul husnah , kegiatan beribadah sholat duha berjamaah,  dan kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Para Guru  mengajarkan kepada peserta didik untuk saling menghargai dengan teman yang berbeda keyakinan seperti ikut kerja bakti dan membersihkan tempat ibadah yang sedang melaksanakan perayaan hari besar keaagamaan. Implementasi nilai nilai pendidikan karakter tersebut ditanamkan sejak dini sebagai  bentuk  merawat keharmonisan kehidupan beragama yang berbeda dan masyarakat yang multikultural dengan pendekatan kearifan lokalnya. Konsep ini tidak hanya menjadi landasan pembelajaran di MIN Fakfak, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun harmoni dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari mereka
KARAKTERISTIK BAHASA GURU DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA DI KELAS XII MIPA 2 SMAN 1 BANGIL KABUPATEN PASURUAN Mirna, Wa
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2019): Language Study and Teaching
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v1i1.1178

Abstract

Abstract The purpose of this study is to describe the language characteristics of teachers in learning activities at SMAN 1 Bangil, Pasuruan Regency. Research data in the form of teacher's speech containing the characteristics of the teacher's language in the form of repetition, simplification, question sentences, code mixing, and code switching. The results showed the characteristics of the teacher's language in the teacher's speech during learning activities. Repetition is contained in the teacher's speech at SMAN 1 Bangil in class XII MIPA 2 when explaining, asking, ordering and strengthening. Simplification is in the speech at SMAN 1 Bangil in class XII MIPA 2 when asking questions and commanding. The question sentence is contained in the teacher's speech at SMAN 1 Bangil in class XII MIPA 2 when explaining, commanding, and asking questions. The code mix is contained in the teacher's speech at SMAN 1 Bangil in class XII MIPA 2 when explaining, asking, and reinforcing. The code switching is found in the teacher's activities at SMAN 1 Bangil in class XII MIPA 2 when asking questions, commanding, and strengthening. Keywords: teacher language, teacher language characteristics, learning activities Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik bahasa guru dalam kegiatan pembelajaran di SMAN 1 Bangil Kabupaten Pasuruan. Data penelitian berupa tuturan guru yang mengandung karakteristik bahasa guru berupa repetisi, penyederhanaan, kalimat tanya, campur kode, dan alih kode. Hasil penelitian menunjukkan adanya karakteristik bahasa guru pada tuturan guru saat kegiatan pembelajaran. Repetisi terdapat dalam tuturan guru di SMAN 1 Bangil di kelas XII MIPA 2 saat menjelaskan, bertanya, memerintah dan menguatkan. Penyederhanaan terdapat dalam tuturan di SMAN 1 Bangil di kelas XII MIPA 2 saat bertanya dan memerintah. Kalimat Tanya terdapat dalam tuturan guru di SMAN 1 Bangil di kelas XII MIPA 2 saat menjelaskan, memerintah, dan bertanya. Campur kode terdapat dalam tuturan guru di SMAN 1 Bangil di kelas XII MIPA 2 saat menjelaskan, bertanya, dan menguatkan. Alih kode terdapat dalam kegiatan guru di SMAN 1 Bangil di kelas XII MIPA 2 saat bertanya, memerintah, dan menguatkan. Kata kunci: Bahasa guru, karaketeristik bahasa guru, kegiatan pembelajaran
ANALISIS NILAI –NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL “KAKI SAYA BULAT” KARYA SUHARYO WIDAGDO Mirna, Wa
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2019): Language Study and Teaching
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v1i2.1187

Abstract

Abstract This study aims (1) to describe the intrinsic elements in the novel Kaki Saya Bulat (My Rounded Feet) by Suharyo Widagdo, (2) to describe the educational value in the novel Kaki Saya Bulat by Suharyo Widagdo. The results of the analysis in this study use the informal presentation method. The results of this study are (1) intrinsic elements, such as theme, character, setting, plot, point of view and message, and (2) educational values, such as (a) religious values consist of worship, prayer, thankfulness, enthusiasm and trust, preaching, sincere, dutiful to both parents, steadfast and patient, asking forgiveness, and praying (b) moral values consist of diligent, independent, talented, clever, shared learning, self-confidence, simplicity of life, discipline, obedience, and responsibility(c) social values consist of caring, brotherhood, togetherness, mutual assistance, cooperation, caring and friendship, and (d) cultural values consist of the soul of nationalism, lifestyle, lineage, respect for the rights of others and traditions . Keywords: intrinsic elements, educational values, Novel Kaki Saya Bulat Abstrak Kajian ini bertujuan (1) mendeskripsikan unsur intrinsik dalam novel kaki saya bulat karya Suharyo Widagdo, (2) mendeskripsikan nilai pendidikan dalam novel Kaki Saya Bulat karya Suharyo Widagdo. Hasil analisis dalam kajian ini menggunakan metode penyajian informal. Hasil kajian ini berupa (1) unsur intrinsik yaitu tema, watak, latar, alur, sudut pandang dan amanat, dan (2) nilai-nilai pendidikan, yaitu (a) nilai religius terdiri atas beribadah, shalat, bersyukur, semangat dan tawakal, berdakwah, ikhlas, berbakti pada kedua orang tua, tabah dan sabar, mohon ampun, dan berdoa (b) nilai moral terdiri atas atas rajin, mandiri, berbakat, pandai, belajar bersama, percaya diri, kesederhanaan hidup, disiplin, patuh, dan tanggung jawab (c) nilai sosial terdiri atas peduli, persaudaraan, kebersamaan, saling membantu, kerjasama, kepedulian dan persahabatan, dan (d) nilai budaya terdiri atas, jiwa nasionalisme, gaya hidup, garis keturunan, penghargaan atas hak-hak orang lain dan tradisi. Kata Kunci: Unsur Intrinsik, Nilai – Nilai Pendidikan, Novel Kaki Saya Bulat
INOVASI PEMBELAJARAN MENULIS PANTUN BERDASARKAN KONTEKS KEARIFAN LOKAL MALUKU mirna, wa
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2021): Language and Literature Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v3i2.2381

Abstract

ABSTRAK Inovasi pembelajaran menulis pantun dengan konteks kearifan lokal Maluku berisi muatan nilai – nilai pendidikan karakter yang didalamnya memuat beragam nilai multikultural daerah Maluku diantaranya meliputi bahasa, budaya, adat istiadat, lagu daerah, tarian daerah, dan objek wisata. Keanekaragaman konteks kearifan lokal Maluku perlu diketahui, dipelajari, dan diterapkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari - hari. Pembelajaran menulis dengan mengintegrasikan konteks kearifan lokal Maluku sangat penting dilakukan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan agar pembelajaran di dalam kelas dapat menarik perhatian siswa, menambah pengetahuan siswa, dan membuka wawasan siswa tentang konteks kearifan lokal Maluku. Keanekaragaman konteks kearifan lokal Maluku tersebut dapat diinovasikan dan direalisasikan melalui kegiatan menulis pantun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi pembelajaran menulis pantun berdasarkan konteks kearifan lokal Maluku. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif, yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian ini berupa inovasi pembelajaran menulis pantun berdasarkan konteks kearifan lokal Maluku, yang terdiri atas (1) pemahaman konsep dasar menulis pantun, (2) menulis pantun berdasarkan ransang gubahan pantun daerah Maluku, (3) menulis pantun berdasarkan objek wisata dan budaya Maluku, dan (4) menulis pantun berdasarkan lagu daerah Maluku. Hasil penelitian ini disajikan dengan menggunakan dua teknik, yaitu teknik naratif dan teknik deskripsi. Kedua teknik tersebut digunakan untuk mendeskripsikan keempat data tersebut dengan tujuan yang berbeda.Kata Kunci : inovasi pembelajaran, pantun, kearifan lokal Maluku
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA BERITA DI MEDIA ONLINE “FACEBOOK DAN INSTAGRAM” mirna, wa; Syaidah, Syaidah
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2022): Language, Literature, and Teaching Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v4i1.3235

Abstract

ABSTRACTThis study aims to describe (1) phonological, morphological, syntactic, and semantic errors found in the Indonesian discourse on the Humanitarian Crisis and the Death of the Democratic Space under President Joko Widodo's leadership which was published by the Papuan Student Alliance-AMP on March 14, 2022 through the media. Facebook online, (2) phonological, morphological, syntactic, and semantic errors contained in the discourse "Equity and structuring the Mardika market" published by Aldis Loilatu on June 3, 2021 through Facebook online media, (3) phonological, morphological, syntax, and semantics contained in the discourse "Makassar has the potential for PSBB to return, the decision will be determined in the next two days" which was published by Makassar Info on January 29, 2021 through the online media Instagram, and (4) provided corrections and follow-up to language errors from in terms of phonology, morphology, syntax, and semantics contained in the Facebook post ok and instagram. The results of the analysis of language errors on Facebook and Instagram online media can be concluded that there are types of language errors in the fields of phonology, morphology, syntax, and semantics. The results of this study are first, the types of phonological, morphological, syntactic, and semantic errors found in the Indonesian discourse on the Humanitarian Crisis and the Death of the Democratic Space under President Joko Widodo's leadership published by the Papuan Student Alliance-AMP on March 14, 2022. , (2) the types of phonological, morphological, syntactic, and semantic errors contained in the discourse of "even distribution and arrangement of the Mardika market" published by Aldis Loilatu on June 3, 2021, and (3) types of phonological, morphological errors , syntax, and semantics on the discourse "Makassar has the potential for PSBB to return, the decision will be determined in the next two days" published by Makassar Info on January 29, 2021.   Keywords: language errors, online media, facebook, instagram
Edukasi Keterampilan Observasi dan Pengukuran bagi Para Guru Madrasah Ibtidaiyah untuk Mendukung Pembelajaran IPA Banawi, Anasufi; Mirna, Wa; Hamza, La; Rumeon, Abdul Haji; Tatisina, Asaha
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i2.6368

Abstract

Kemampuan observasi dan pengukuran perlu dimiliki oleh para guru supaya dapat berperan dalam mengembangkan keterampilan bagi peserta didik. Namun, belum semua guru memahami observasi dalam pembelajaran IPA dan terampil menggunakan alat ukur (besaran panjang) yang sesuai dalam pengukuran. Tujuan pelatihan ini, yaitu: (1) membekali pengetahuan bagi para guru madrasah ibtidaiyah tentang observasi dan pengukuran, (2) membekali keterampilan menggunakan alat ukur (besaran panjang), dan (3) mengetahui respon peserta terkait kegiatan edukasi. Metode presentasi dan praktek, dan diskusi digunakan dalam edukasi ini. Kegiatan ini dilaksanakn di MIS Cokroaminoto Ambon-Maluku dengan mengikutsertakan 12 guru, dilaksanakan sehari. Keberhasilan kegiatan diukur pada tingkat keikutsertaan, peningkatan pemahaman (pre-test dan post-test), dan kesinambungan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa semua peserta antusias dengan kegiatan yang dilaksanakan, peserta mulai paham tentang observasi dan terampil menggunakan alat ukur panjang, dan adanya respon positif terhadap kegiatan. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki pada sebuah Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) untuk pembelajaran IPA di kelas.
Narasi Ekosemiotik Kultural dalam Novel Tanjung Kemarau Karya Royyan Julian: Resistensi Budaya dan Advokasi Lingkungan di Madura Efendi, Agik Nur; Ahmadi, Anas; Indarti, Titik; Hamdiah, Magfirotul; Kusyani, Diah; Mirna, Wa; Nurjanah, Siti; Anugraheny, Rahma
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21446

Abstract

This study examines the novel Tanjung Kemarau by Royyan Julian through an ecosemiotic perspective to explore cultural resistance and environmental advocacy in Madura Island. The primary focus of this research is how cultural symbols and narratives in the novel reflect the close relationship between the local community and the environment, particularly the mangrove forests. Using a descriptive qualitative approach, this study analyzes the symbolism and meanings related to ecological and cultural issues in the novel. The findings show that mangrove forests are not only viewed as physical ecosystems but also as sacred spaces revered by the community. Mystical figures such as Nyai Rasera and the village cleansing rituals are depicted as part of the community's efforts to preserve the environment and resist commercial exploitation. The novel serves as a form of resistance against environmentally destructive modernization practices, while also acting as an advocacy tool emphasizing the importance of preserving cultural values in ecological conservation. This research enriches the discourse of ecosemiotics in Indonesian literary studies and highlights the potential of literature as a medium for culturally-based environmental advocacy.