Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH

HUBUNGAN HASIL BELAJAR MICROTEACHING DENGAN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA PLP PRODI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI Hasibuan, Risman Saputra; Wahyudi, Sri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4262

Abstract

Abstract: One of the strategic efforts in preparing professional teachers is through the implementation of learning programs that focus on teaching practice skills, such as microteaching and School Field Practice (PraktikLapanganPersekolahan or PLP). This study aims to determine the extent of the relationship between students' learning outcomes in the Microteaching course and their teaching ability during PLP at the Information Technology Education Study Program, Faculty of Education, Universitas Rokania. This research employs a quantitative approach with a correlational research design. Data were obtained through documentation of final grades in the Microteaching course and observations of students’ teaching performance during PLP. The results of the Pearson correlation analysis revealed an r value of 0.93, indicatinga very strong and positive relationship between the two variables. These findings suggest that students who achieve good results in Microteaching tend to demonstrate more optimal teaching abilities in the field. Therefore, this study emphasizes the critical role of Microteaching in preparing the pedagogical readiness and competence of future teachers. The findings also provide input for curriculum development to ensure that Microteaching learning becomes more applicable, contextual, and aligned with field needs. Keyword:Microteaching, TeachingAbility, PLP, Correlation, Information Technology  Education Abstrak:Salah satu upaya strategis dalam menyiapkan guru yang profesional adalah melalui penyelenggaraan program pembelajaran yang menitikberatkan pada keterampilan praktik mengajar, seperti microteaching dan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara capaian pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah Microteaching dengan kemampuan mengajarnya pada saat PLP di Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Rokania. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Data diperoleh melalui dokumentasi nilai akhir mata kuliah Microteaching dan observasi kinerja mengajar mahasiswa pada saat PLP. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan nilai r sebesar 0,93 yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan positif antara kedua variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang memperoleh hasil baik pada Microteaching cenderung menunjukkan kemampuan mengajar yang lebih optimal di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya peran Microteaching dalam mempersiapkan kesiapan dan kompetensi pedagogik calon guru. Temuan ini juga memberikan masukan bagi pengembangan kurikulum agar pembelajaran Microteaching menjadi lebih aplikatif, kontekstual, dan selaras dengan kebutuhan lapangan. Kata kunci:Microteaching, Teaching Ability, PLP, Correlation, Information Technology  Education 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SD NEGERI 018 RAMBAH SAMO Alfaro, Fhardlon; Wahyudi, Sri; Chandra, Detri Amelia; Muslim, Muslim
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4294

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of the Active Learning model in improving mathematics learning outcomes among elementary school students. The research is motivated by the low levels of student participation and academic achievement, particularly in mathematics, which remains below the minimum competency threshold. A quantitative approach was employed using a pre-experimental design of the One-Group Pretest-Posttest Design type, involving 23 fourth-grade students at SD Negeri 018 Rambah Samo as research subjects. Data collection instruments included mathematics learning outcome tests, student activity observation sheets, and implementation observation sheets for the Active Learning model. The findings revealed that the average pre-test score was 61.087, which increased to 77.608 in the post-test. The calculated normalized gain (N-gain) score of 0.425 falls into the moderate category, indicating that the Active Learning model is fairly effective in enhancing students’ mathematics achievement. Moreover, the percentage of students achieving mastery rose from 17.39% to 65.22% after the implementation of the model. Observational data also indicated a significant increase in student engagement during lessons, and teachers were able to implement each stage of the learning model in a structured and consistent manner. Therefore, the Active Learning model is considered a viable instructional strategy to improve mathematics learning outcomes in elementary education. Keyword: Active Learning, Learning Outcomes, N-gain Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Active Learning dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi aktif dan capaian belajar siswa yang masih di bawah standar ketuntasan minimal, khususnya pada mata pelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen tipe One-Group Pretest-Posttest Design, melibatkan 23 siswa kelas IV SD Negeri 018 Rambah Samo sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi tes hasil belajar matematika, lembar observasi keaktifan siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test siswa adalah 61,087 dan meningkat menjadi 77,608 pada post-test. Nilai normalized gain (N-gain) yang dihitung berdasarkan rerata skor sebesar 0,425 tergolong dalam kategori sedang, yang menunjukkan bahwa model Active Learning cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Persentase ketuntasan siswa juga meningkat dari 17,39% menjadi 65,22% setelah diterapkannya model pembelajaran ini. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan guru mampu melaksanakan tahapan pembelajaran secara terstruktur. Dengan demikian, model pembelajaran Active Learning layak untuk diterapkan sebagai strategi alternatif dalam pembelajaran matematika di jenjang sekolah dasar. Kata kunci: Active Learning, hasil belajar, N-gain