Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Farmaka

REVIEW JURNAL: FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN GRANUL BAHAN ALAM Asherlia, Dwita; Lian, Kevin Efraim; Kiik, Rosa Virginia; Kasihtheisya, Naida; Pahlevi, Muhamad Reza; Pratama, Reza
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.56226

Abstract

Bahan alam merupakan bahan dari alam baik yang mengalami proses pengolahan ataupun tidak dengan untuk tujuan kesehatan, sumber alam yang digunakan bisa didapatkan dari tumbuhan, hewan, maupun mineral. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh WHO diketahui bahwa sebesar 88% bahan alam digunakan sebagai obat. Sedangkan, di Indonesia menurut survey data Riskesdas, bahan alam yang digunakan sebagai obat pada tahun 2018 sebesar 48%. Bahan alam yang digunakan biasanya diolah menjadi produk granul. Review jurnal dilakukan dengan mengumpulkan beberapa sumber data primer yaitu artikel jurnal pada situs resmi PubMed dan Sinta. Formulasi yang banyak digunakan untuk membuat granul yaitu granulasi basah dan granulasi kering yang diformulasikan dengan penambahan bahan eksipien berupa pengisi, pemanis, pengikat, penghancur, pelicin (glidant, lubrikan dan antiadherent). Evaluasi yang dilakukan diantaranya uji kelembaban, organoleptik, laju alir, sudut istirahat, densitas dan kompresibilitas, distribusi ukuran partikel, uji disolusi, uji pH, uji volume tuang, uji volume guncang, uji waktu dispersi, uji kerapuhan, uji porositas, uji waktu larut, uji susut pengeringan granul, indeks kompresibilitas dan rasio Hausner.
DISPERSI PADAT SEBAGAI PENDEKATAN INOVATIF UNTUK STABILITAS API: MENJAWAB TANTANGAN FARMASI MODERN Syarfa, Ahmad; Nurfadillah, Rizal; Wijaya, Teguh Pradinata; Pahlevi, Muhamad Reza; Jafar, Garnadi; Sagita, Novaliana Devianti
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.60905

Abstract

Dispersi padat merupakan pendekatan inovatif yang digunakan untuk meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas bahan aktif farmasi (API) yang sukar larut dalam air. Teknologi ini memanfaatkan sifat amorf API, yang memiliki kelarutan lebih tinggi dibandingkan bentuk kristalnya, meskipun rentan terhadap rekristalisasi. Untuk mengatasi tantangan ini, matriks polimer seperti PVP atau HPMC digunakan untuk mencegah rekristalisasi dan menjaga stabilitas API. Berbagai teknik produksi seperti ekstrusi leleh, pengeringan semprot, dan ko-presipitasi telah dikembangkan untuk menghasilkan formulasi ini. Selain itu, penambahan surfaktan dan polimer multifungsi berperan dalam meningkatkan kelarutan, mencegah supersaturasi, dan mempertahankan API dalam bentuk amorf. Meskipun teknologi ini telah digunakan dalam berbagai produk farmasi, terdapat tantangan signifikan seperti ketidakstabilan fisikokimia, pemisahan fase, dan kendala dalam meningkatkan skala produksi. Dispersi padat memberikan banyak manfaat, termasuk peningkatan kelarutan, laju disolusi, dan memungkinkan pelepasan obat yang terkendali. Hal ini memberikan keuntungan klinis seperti peningkatan kepatuhan pasien dan pengurangan frekuensi dosis. Dalam upaya meningkatkan efisiensi, inovasi terus dilakukan, seperti penggunaan kombinasi polimer dan surfaktan generasi baru, integrasi teknologi nanopartikel, dan pengembangan sistem pelepasan obat terkendali untuk pengobatan penyakit kronis. Teknologi ini telah diaplikasikan dalam berbagai produk farmasi komersial dengan hasil yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi formulasi farmasi. Dengan berbagai inovasi dan potensi besar yang ditawarkan, teknologi dispersi padat diharapkan mampu terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan formulasi farmasi modern dan menjadi solusi utama dalam pengembangan obat di masa depan.