Claim Missing Document
Check
Articles

Merawat Keberagaman di Kota Medan: Konstruksi Relasi Agama dan Budaya Lokal Siregar, Paisal; Katimin, Katimin; Wirman, Wirman
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v10i1.12698

Abstract

Indonesia is widely recognized as a multicultural society in which religious and cultural diversity shapes everyday social relations. Medan City, a major urban center in North Sumatra, provides a concrete context for examining how diversity is nurtured and maintained through local cultural practices. This article analyzes the construction of relations between religion and local culture in Medan, focusing on how these relations contribute to social harmony in a plural urban setting. The study employs a qualitative descriptive-analytical method based on literature review, policy documents, and relevant previous studies. The findings indicate that religious diversity—encompassing Islam, Protestantism, Catholicism, Hinduism, Buddhism, and Confucianism—intersects with ethnic plurality in daily social practices such as communal celebrations, traditional rituals, and economic cooperation. These interactions demonstrate that local culture functions as a practical mechanism for fostering tolerance, mutual respect, national commitment, and non-violence. Despite ongoing challenges related to identity politics and disputes over houses of worship, the article argues that local cultural practices play a mediating role in sustaining interreligious harmony. This study contributes to urban pluralism scholarship by emphasizing diversity as a lived and negotiated process rooted in local cultural dynamics.
Pengaruh Persepsi Masyarakat Mengenai Kesyariahan Perbankan Syariah Terhadap Preferensi Menjadi Nasabah Bank Syariah Fahnizar, Andika; Wirman, Wirman
Jurnal Ekuilnomi Vol. 8 No. 1 (2026): Ekuilnomi Vol 8(1), Feb 2026
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3hwt8610

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana persepsi masyarakat terhadap prinsip kesyariahan dalam perbankan syariah serta pengaruhnya terhadap minat menjadi nasabah bank syariah. Data dikumpulkan melalui metode non-probability sampling dengan responden mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang menggunakan instrumen kuesioner. Teknik analisis menggunakan regresi linear. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa persepsi masyarakat mengenai kesesuaian prinsip syariah pada perbankan syariah mempunyai pengaruh yang positif serta signifikan terhadap preferensi untuk menjadi nasabah bank syariah. Dilihat dari persepsi, sebagian mayoritas mahasiswa telah menerima bahwa keberadaan bank syariah didasarkan pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bunga bank sebagai praktik yang haram karena termasuk riba, sehingga bank syariah dipandang sebagai alternatif yang lebih sesuai untuk menghindari sistem riba dalam perbankan konvensional. Meskipun demikian, dari sisi preferensi, masyarakat belum sepenuhnya menjadikan bank syariah sebagai pilihan utama. Temuan ini mengindikasikan bahwa walaupun secara umum masyarakat telah mengakui peran perbankan syariah sebagai solusi untuk menghindari riba, pengakuan tersebut belum secara langsung mendorong keputusan untuk menjadi nasabah bank syariah
Semiotic construction of Islamic meaning in the lyrics of “Islamic World” by Kagamine Rin Lubis, Muhammad Nasar; Wirman, Wirman
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 10 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v10i1.43938

Abstract

This study investigates the semiotic construction of Islamic meaning in the lyrics of “Islamic World” performed by Kagamine Rin within the context of Japanese digital popular culture. As Islamic historical and religious symbols increasingly circulate in transnational media environments, their meanings are no longer transmitted solely through theological institutions but through aesthetic mediation. This research aims to examine how Islamic civilizational narratives are symbolically reconstructed in the song and how these representations function within contemporary digital culture. Employing a qualitative semiotic textual analysis supported by library research, the study integrates Stuart Hall’s theory of representation, Charles Sanders Peirce’s triadic model of the sign, and Roland Barthes’s framework of denotation and connotation. The corpus consists of the official lyrics analyzed through systematic coding of Islamic signifiers, including historical figures, theological terminology, civilizational references, and metaphorical clusters such as light, journey, leadership, and unity. The findings reveal that Islamic meaning is constructed through symbolic condensation and narrative recombination, transforming prophetic figures and historical references into ethical archetypes accessible within database-style digital aesthetics. Denotatively, the lyrics refer to Islamic history; connotatively, they construct Islam as a dynamic moral civilization characterized by knowledge, justice, expansion, and spiritual perseverance. Rather than reducing theology, the song performs symbolic relocation, recontextualizing Islamic civilizational memory within a globalized pop-cultural soundscape. The study concludes that religious symbolism in digital media can preserve moral substance while undergoing aesthetic reconfiguration, demonstrating that Islam in this context functions as a culturally adaptive ethical narrative rather than doctrinal exposition.   Penelitian ini mengkaji konstruksi semiotik makna Islam dalam lirik lagu “Islamic World” yang dibawakan oleh Kagamine Rin dalam konteks budaya populer digital Jepang. Seiring dengan semakin luasnya sirkulasi simbol-simbol historis dan religius Islam dalam lingkungan media transnasional, maknanya tidak lagi ditransmisikan semata-mata melalui institusi teologis, melainkan dimediasi secara estetis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana narasi peradaban Islam direkonstruksi secara simbolik dalam lagu tersebut serta bagaimana representasi tersebut berfungsi dalam budaya digital kontemporer. Penelitian ini menggunakan analisis tekstual semiotik kualitatif yang didukung oleh studi kepustakaan dengan mengintegrasikan teori representasi Stuart Hall, model triadik tanda Charles Sanders Peirce, serta kerangka denotasi dan konotasi Roland Barthes. Korpus penelitian berupa lirik resmi lagu yang dianalisis melalui proses pengodean sistematis terhadap penanda-penanda Islam, meliputi tokoh sejarah, terminologi teologis, referensi peradaban, serta klaster metaforis seperti cahaya, perjalanan, kepemimpinan, dan persatuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna Islam dikonstruksi melalui kondensasi simbolik dan rekombinasi naratif yang mentransformasikan figur-figur kenabian dan referensi historis menjadi arketipe etis yang dapat diakses dalam estetika digital bergaya database. Secara denotatif, lirik merujuk pada sejarah Islam; secara konotatif, lirik tersebut membangun Islam sebagai peradaban moral yang dinamis yang ditandai oleh pengetahuan, keadilan, ekspansi, dan keteguhan spiritual. Lagu ini tidak mereduksi teologi, melainkan melakukan relokasi simbolik dengan merekontekstualisasikan memori peradaban Islam dalam lanskap budaya pop global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa simbolisme religius dalam media digital dapat mempertahankan substansi moral sekaligus mengalami rekonfigurasi estetis, sehingga Islam dalam konteks ini berfungsi sebagai narasi etis yang adaptif secara kultural, bukan sekadar eksposisi doktrinal.