Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ADVERSITY QUOTIENT DAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA PENDIDIKAN MIPA FKIP UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN AKADEMIK 2015/2016 Bakri M; Sudarman Bennu; Muh. Hasbi
Aksioma Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i3.763

Abstract

Ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa di perguruan tinggi yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar diri mahasiswa. Satu diantara faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa adalah adversity quotient yang disingkat AQ. Adversity quotient merupakan bentuk kecerdasan yang membuat seseorang dapat mengubah hambatan atau kesulitan menjadi sebuah peluang. Peneliti ingin mengetahui tingkat Adversity Quotient dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako tahun akademik 2015/2016. Penelitian menggunakan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako yang terdaftar pada tahun akademik 2015/2016 yang sudah memiliki IPK. Sampel pada penelitian sebanyak 478 orang menggunakan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket yang disebut ARP dan Angket Indeks Prestasi Mahasiswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa berada pada rentang nilai 1,71 – 3,96 skala 0 - 4. IPK tertinggi dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Fisika, dan IPK terendah dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika. IPK rata-rata mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako adalah 3,11. Adversity Quotient (AQ) mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako berada pada rentang skor 88 – 176. AQ tertinggi dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Biologi, dan AQ terendah dicapai oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika. Tetapi secara umum rata-rata AQ mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako adalah 124,37. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara indeks prestasi mahasiswa dengan Adversity Quotient mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako.
PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MTs AL-FALAH LIMBOTO BARAT Nurmala F. Rahman; Muh. Hasbi; Firman Sidik
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penerapan Pemberian Reward (Penghargaan) dan Punishment (Hukuman) oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MTs Al-Falah Limboto Barat. Kinerja guru yang optimal merupakan faktor kunci dalam mencapai tujuan pendidikan, dan peran kepala sekolah sebagai manajer sangat vital dalam memotivasi dan mendisiplinkan staf pengajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Madrasah, serta beberapa guru, dan studi dokumentasi terkait kebijakan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTs Al-Falah Limboto Barat telah menerapkan sistem reward dan punishment sebagai bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia untuk memelihara dan meningkatkan kinerja guru. Pemberian Reward diimplementasikan dalam bentuk non-materi, seperti pujian lisan, pemberian sertifikat, rekomendasi untuk pelatihan, dan apresiasi dalam forum resmi, yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa dihargai dan meningkatkan motivasi internal. Sementara itu, Pemberian Punishment diterapkan secara bertahap dan konstruktif, mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, hingga pengurangan wewenang atau sanksi administratif, yang diberikan sebagai respons terhadap pelanggaran disiplin atau kinerja yang tidak memenuhi standar. Secara keseluruhan, penerapan kebijakan reward dan punishment ini terbukti signifikan dalam meningkatkan disiplin dan profesionalisme kerja guru. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi pentingnya konsistensi, keadilan, dan transparansi dalam implementasi kebijakan agar sistem ini benar-benar efektif dan dapat mendorong peningkatan kinerja guru secara berkelanjutan di MTs Al-Falah Limboto Barat