Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ADVERSITY QUOTIENT DAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA PENDIDIKAN MIPA FKIP UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN AKADEMIK 2015/2016 Bakri M; Sudarman Bennu; Muh. Hasbi
Aksioma Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i3.763

Abstract

Ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa di perguruan tinggi yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar diri mahasiswa. Satu diantara faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa adalah adversity quotient yang disingkat AQ. Adversity quotient merupakan bentuk kecerdasan yang membuat seseorang dapat mengubah hambatan atau kesulitan menjadi sebuah peluang. Peneliti ingin mengetahui tingkat Adversity Quotient dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako tahun akademik 2015/2016. Penelitian menggunakan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako yang terdaftar pada tahun akademik 2015/2016 yang sudah memiliki IPK. Sampel pada penelitian sebanyak 478 orang menggunakan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket yang disebut ARP dan Angket Indeks Prestasi Mahasiswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa berada pada rentang nilai 1,71 – 3,96 skala 0 - 4. IPK tertinggi dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Fisika, dan IPK terendah dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika. IPK rata-rata mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako adalah 3,11. Adversity Quotient (AQ) mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako berada pada rentang skor 88 – 176. AQ tertinggi dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Biologi, dan AQ terendah dicapai oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika. Tetapi secara umum rata-rata AQ mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako adalah 124,37. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara indeks prestasi mahasiswa dengan Adversity Quotient mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI UNTUK MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 BULANGO TIMUR KABUPATEN BONE BOLANGO Sri Sahrani S. Taim; Muh. Hasbi; Fatimah Djafar
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter peserta didik di SMP Negeri 1 Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango. Kompetensi kepribadian guru menjadi faktor kunci dalam mewujudkan pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter Islami seperti religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai pendidik, motivator, dan teladan dalam pembentukan karakter peserta didik. Namun, efektivitas peran ini dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti dukungan lingkungan sekolah, pelatihan berkelanjutan, dan kepribadian guru yang mantap, serta faktor penghambat seperti beban administratif, kurangnya motivasi, dan keterbatasan metode pengajaran. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi kepribadian guru PAI secara berkelanjutan untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah
PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MTs AL-FALAH LIMBOTO BARAT Nurmala F. Rahman; Muh. Hasbi; Firman Sidik
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penerapan Pemberian Reward (Penghargaan) dan Punishment (Hukuman) oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MTs Al-Falah Limboto Barat. Kinerja guru yang optimal merupakan faktor kunci dalam mencapai tujuan pendidikan, dan peran kepala sekolah sebagai manajer sangat vital dalam memotivasi dan mendisiplinkan staf pengajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Madrasah, serta beberapa guru, dan studi dokumentasi terkait kebijakan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTs Al-Falah Limboto Barat telah menerapkan sistem reward dan punishment sebagai bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia untuk memelihara dan meningkatkan kinerja guru. Pemberian Reward diimplementasikan dalam bentuk non-materi, seperti pujian lisan, pemberian sertifikat, rekomendasi untuk pelatihan, dan apresiasi dalam forum resmi, yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa dihargai dan meningkatkan motivasi internal. Sementara itu, Pemberian Punishment diterapkan secara bertahap dan konstruktif, mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, hingga pengurangan wewenang atau sanksi administratif, yang diberikan sebagai respons terhadap pelanggaran disiplin atau kinerja yang tidak memenuhi standar. Secara keseluruhan, penerapan kebijakan reward dan punishment ini terbukti signifikan dalam meningkatkan disiplin dan profesionalisme kerja guru. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi pentingnya konsistensi, keadilan, dan transparansi dalam implementasi kebijakan agar sistem ini benar-benar efektif dan dapat mendorong peningkatan kinerja guru secara berkelanjutan di MTs Al-Falah Limboto Barat
PERAN GURU PAI PADA PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN DI SMA NEGERI 1 BOLIYOHUTO KABUPATEN GORONTALO Sri Nurtantri Djabi; Muh. Hasbi; Fatimah Djafar
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an (BTQ) peserta didik di SMA Negeri 1 Boliyohuto Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAI memiliki peran yang sangat penting dan multidimensional dalam pembelajaran BTQ, yaitu sebagai pendidik, teladan (uswah hasanah), motivator, fasilitator, pembimbing, mediator, dan evaluator. Guru PAI memberikan contoh langsung dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, membimbing peserta didik sesuai tingkat kemampuannya, serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Faktor pendukung pembelajaran BTQ meliputi program pembiasaan keagamaan di sekolah, ketersediaan sarana pembelajaran, serta dukungan sebagian orang tua. Adapun faktor penghambatnya antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan awal peserta didik, dan belum optimalnya pendampingan keluarga. Dengan demikian, peran Guru PAI yang didukung oleh lingkungan sekolah dan keluarga mampu meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter religius peserta didik.