Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Buddhist Ecology and Environmental Ethics: A Multiple-Case Study in Indonesia Acep, Lauw
Jounal Nyanadassana Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : STAB Kertarajasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59291/jnd.v4i2.104

Abstract

This study aims to understand how Buddhist ecological ethics contribute to sustainable living in four Indonesian communities. Employing a multi-case qualitative study approach, the research collected data through 28 semi-structured interviews, 40 hours of participant observation, and document analysis between 2022 and 2024. Thematic analysis revealed three key themes: (1) Ritualized reforestation as spiritual practice, where forest greening activities are not only ecological initiatives but also integrated into spiritual practices in line with Buddhist principles of interdependence and non-harming; (2) Integration of agroforestry and livelihood security, which shows that agroforestry practices are an integral part of the community's livelihood, enhancing food security and promoting biodiversity and soil health; and (3) Mindfulness-based environmental education, which explores how Buddhist principles are integrated into environmental education programs to strengthen a deeper connection with nature and encourage sustainable behavior. The findings of this study highlight the role of Buddhist ethics in shaping local environmental stewardship and offer important implications for community-based sustainability policies.
Keterkaitan Sīla, Meditasi, Dan Paññā: Tinjauan Literatur Tentang Tiga Pilar Pencerahan Handra Andreas; Lauw Acep
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 6 No. 2 (2025): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v6i2.2198

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan kajian pustaka naratif yang mensintesis bukti tekstual dan empiris mengenai keterkaitan sīla (kesusilaan), samādhi (konsentrasi meditasi), dan paññā (kebijaksanaan) sebagai tiga pilar pencerahan. Dengan menelaah literatur berbahasa Inggris dan Indonesia terbitan 2000–2025, studi ini memetakan mekanisme di mana disiplin moral membentuk kondisi psikososial yang kondusif bagi pengembangan atensi, bagaimana praktik konsentrasi memperkuat regulasi atensi dan emosi, serta bagaimana wawasan pengalaman muncul dari observasi kontinu yang difasilitasi oleh konsentrasi dan diarahkan oleh orientasi etis. Analisis tematik mengidentifikasi pola sirkular: sīla menyiapkan landasan, samādhi mengolah pengalaman batin, dan paññā mengubah motivasi sehingga memperkokoh praktik etis. Hasil menunjukkan bahwa intervensi terpadu yang menggabungkan modul etika, latihan stabilisasi atensi, dan refleksi wawasan lebih efektif dalam menghasilkan perubahan perilaku dan indikator neurokognitif dibandingkan pendekatan fragmentaris. Studi ini merekomendasikan pengembangan instrumen pengukuran konstruk baru, desain penelitian longitudinal kuasi‑eksperimental, serta penerapan modul pelatihan yang sensitif konteks untuk menguji generalisasi dan mekanisme mediasi. Temuan menegaskan pentingnya memandang ketiga pilar sebagai satu sistem pedagogis dan terapeutik yang saling menguatkan. Kata Kunci : Sīla; Samādhi; Paññā, Agama Buddha, Moral
The Effect Of Meditation On Improving The Academic Achievement Of Grade XI Students Acep, Lauw; Putra, Pratama Eka
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 4 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i4.1386

Abstract

This study evaluates the effect of meditation on the academic performance of Grade XI students at SMAN 1 Tanjung Lombok Utara who were experiencing concentration decline due to academic stress. Using a quantitative quasi-experimental design, two classes were purposively selected: an experimental class (n = 32) received a 10-minute daily meditation session before lessons for six weeks, while a control class (n = 32) followed regular instruction. Academic performance was measured by mid-term exam scores, whereas concentration and stress were assessed with a concentration scale and the DASS-21 before and after the intervention. Mixed-ANOVA revealed that the mean score gain in the experimental class (Δ = 8.7 points) was significantly higher than in the control class (Δ = 2.1 points), F(1,62) = 42.3, p < 0.001, η² = 0.41. Stress scores dropped by 23 % and concentration index rose by 18 % in the experimental class; no significant changes occurred in the control class. It is concluded that brief school-based meditation effectively improves academic achievement, reduces stress, and enhances students’ focus. The intervention can serve as a low-cost strategy to support mental-academic balance in senior high schools
Analisis Dampak Meditasi Metta Terhadap Mikrobioma Usus dan Kesehatan Mental Juliani, Evi; Acep, Lauw
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 4 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i4.1387

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Meditasi-Analisi praktek terhadap Mikrohioma Usus dan Kesehatan Mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari praktik Meditasi Metta (Cinta Kasih) terhadap komposisi mikrobioma usus dan dampaknya pada kesehatan mental, khususnya gejala kecemasan dan depresi. Meditasi Metta, yang merupakan bentuk meditasi loving-kindness, dikenal efektif dalam meningkatkan emosi positif dan mengurangi psikopatologi. Desain penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan pendekatan pra-pasca intervensi. Sebanyak 8 partisipan dengan tingkat kecemasan ringan hingga sedang dibagi menjadi kelompok intervensi Meditasi Metta dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi menjalani program Meditasi Metta selama delapan minggu. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi meliputi: 1) Analisis komposisi mikrobioma usus melalui sekuensing 16S rRNA pada sampel feses; dan 2) Pengukuran kesehatan mental menggunakan kuesioner standar (misalnya DASS-21). Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada genus bakteri yang dikaitkan dengan efek anti-inflamasi dan produksi asam lemak rantai pendek (misalnya, peningkatan Faecalibacterium dan Megamonas) pada kelompok intervensi, serta penurunan signifikan pada skor kecemasan dan depresi. Korelasi positif ditemukan antara perubahan komposisi mikrobiota dan perbaikan gejala mental. Ada beberapa keuntungan atau manfaat yang dapat di peroleh dari berlatih meditassi setiap hari, diantaranya dapat mengatsi Stres, Depresi dan rasa cemas, Membantu dalam mengontrol Emosi, Menjaga Kesehatan jantung, Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan Mengurangi rasa sakit. Temuan ini mencerminkan efek positif yang dapat diandalkan dari meditasi dalam mengatasi tantangan psikologis yang umum di masyarakat. Dalam konteks implikasi klinis, meta-analisis memberikan dasar yang kuat untuk mempertimbangkan meditasi sebagai komponen yang berharga dalam intervensi terapi mental
Studi Komparatif: Efektivitas Teknik Meditasi Buddhis Dalam Penurunan Gejala Depresi Pada Remaja Surya, Evi; Acep, Lauw
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i1.1413

Abstract

Depresi menjadi masalah kesehatan mental utama di kalangan remaja kontemporer. Sebagai intervensi komplementer, meditasi Buddha menunjukkan potensi dalam menurunkan gejala depresi. Studi ini mengkaji secara komparatif empat teknik meditasi utama,Satipaṭṭhāna (Vipassanā), Mettā Bhāvanā, Samatha, dan Ānāpānasati dalam menurunkan gejala depresi. Dilakukan tinjauan sistematis atas literatur ilmiah dan teks Buddhis, serta studi empiris dari PubMed, PsycINFO, dan Google Scholar (2013–2023). Hasil menunjukkan bahwa Vipassanā efektif menurunkan lamunan negatif, Mettā meningkatkan afek positif dan welas asih diri, Samatha meredakan kecemasan komorbid, sementara Ānāpānasati memperbaiki regulasi emosi melalui stabilisasi perhatian. Kombinasi teknik yang disesuaikan dengan profil individu memberikan hasil terbaik. Implikasi studi ini mendukung integrasi meditasi Buddha ke dalam kurikulum pendidikan agama dan program layanan kesehatan mental sekolah
Meditasi Sebagai Strategi Pengelolaan Kecemasan Pada Pasien Vertigo: Suatu Studi Literatur Subono, Bambang; Acep, Lauw; Alfian, R.M.
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i1.1414

Abstract

Tujuan dari penulisan jurnal ini untuk menilai efektivitas meditasi sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan kecemasan pada pasien vertigo.Metode yang dipakai dalam penulisan jurnal ini adalah studi literatur sistematis dengan pencarian artikel di PubMed, Google Scholar, dan SINTA menggunakan kata kunci “meditasi”, “kecemasan”, dan “vertigo”.Setelah dilakukan penyaringan ditemukan delapan studi (n = 426) memenuhi kriteria inklusi. Meditasi 10–30 menit/hari selama 4–8 minggu secara signifikan menurunkan skor kecemasan (HADS-A −4,8 ± 1,7; p < 0,01) dan meningkatkan skor keseimbangan emosional (DHI-Emosional −6,2 ± 2,1; p < 0,01) dibanding kontrol. Efek terbesar terjadi pada pasien dengan vertigo persisten perifer.Kesimpulannya meditasi terbukti aman dan efektif menurunkan kecemasan pada vertigo; dapat dijadikan terapi komplementer bersama vestibular rehabilitasi.
Meditasi dan Kualitas Tidur: Eksplorasi Fenomenologis Terhadap Pengalaman Subjektif Praktisi Jangka Panjang di Vihara Girinaga Makassar Meilianti, Meilianti; Acep, Lauw; Priono, Edi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1487

Abstract

Studi ini dirancang untuk mengeksplorasi secara mendalam dinamika pengaruh meditasi terhadap kualitas tidur melalui lensa kualitatif. Secara spesifik, penelitian ini menelisik pengalaman fenomenologis individu dalam mempraktikkan meditasi dan bagaimana rutinitas tersebut berimplikasi pada pola istirahat mereka. Menggunakan metode wawancara mendalam sebagai instrumen utama, data dikumpulkan dari dua belas partisipan yang telah konsisten bermeditasi selama minimal satu tahun. Melalui analisis tematik yang ketat terhadap rekaman wawancara, ditemukan pola bahwa meditasi memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur. Para subjek melaporkan adanya percepatan waktu permulaan tidur (sleep onset), perpanjangan durasi tidur, serta perbaikan kualitas tidur secara komprehensif. Lebih jauh, praktik ini terbukti berkorelasi dengan reduksi tingkat kecemasan dan stres, yang bertindak sebagai mediator dalam perbaikan kualitas tidur tersebut. Kesimpulan studi ini menegaskan potensi meditasi sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif, khususnya bagi individu yang bergulat dengan gangguan tidur kronis, sehingga layak direkomendasikan dalam program kesehatan mental terpadu. Kendati demikian, riset lanjutan dengan sampel yang lebih heterogen dan penggunaan parameter objektif sangat disarankan untuk memvalidasi temuan ini
The Role of Anapanasati Meditation in Enhancing Mental and Emotional Health Oktavani, Sucipta Erlingga; Lauw Acep
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026): #2 IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1489

Abstract

Students’ mental health has increasingly declined due to the pressures of modern education, necessitating mindfulness-based interventions such as Anapanasati from the Buddhist tradition. This study aims to explore the role of Anapanasati in enhancing mental and emotional well-being. Employing a descriptive phenomenological qualitative approach, the population consisted of Anapanasati practitioners at Institut Nalanda, with three key informants selected through purposive sampling (Ko Maja, Ko Hendri, and Bu Metta). Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using Moustakas’ phenomenological procedures, including epoche, horizontalization, and thematic analysis. The findings revealed four major themes: managing life stress, developing personal potential, improving academic and professional performance, and fostering social contribution. Anapanasati practice was found to cultivate self-awareness and enhance emotional regulation. The study concludes that Anapanasati is an effective holistic intervention within Buddhist religious education and is recommended for integration into school programs to promote students’ well-being.
Peran Meditasi dalam Menghadapi Tekanan dan Tantangan Kesehatan Mental di Era Modern Li Cu, Lie; Acep, Lauw; Priyono , Edi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2156

Abstract

Kesehatan mental menjadi isu krusial di era modern yang ditandai oleh tekanan pekerjaan, tuntutan akademik, dan kecanduan teknologi. Meditasi telah terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis, namun sebagian besar penelitian menekankan aspek medis-psikologis dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan pemahaman mendalam tentang peran meditasi dalam menghadapi tantangan khas generasi muda Indonesia masih terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi peran meditasi dalam mengelola tekanan mental melalui studi kasus kualitatif pada umat Buddha di Vihara Dhamma Citta Mempawah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil menunjukkan bahwa meditasi efektif menurunkan stres, meningkatkan kesadaran diri, fokus, serta ketahanan mental. Kendala utama mencakup konsistensi praktik, distraksi teknologi, dan keterbatasan waktu. Implikasi penelitian menekankan pengembangan program meditasi yang adaptif terhadap kebutuhan generasi modern, baik dalam konteks pendidikan maupun komunitas keagamaan.