Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Effect Of Meditation On Improving The Academic Achievement Of Grade XI Students Acep, Lauw; Putra, Pratama Eka
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 4 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i4.1386

Abstract

This study evaluates the effect of meditation on the academic performance of Grade XI students at SMAN 1 Tanjung Lombok Utara who were experiencing concentration decline due to academic stress. Using a quantitative quasi-experimental design, two classes were purposively selected: an experimental class (n = 32) received a 10-minute daily meditation session before lessons for six weeks, while a control class (n = 32) followed regular instruction. Academic performance was measured by mid-term exam scores, whereas concentration and stress were assessed with a concentration scale and the DASS-21 before and after the intervention. Mixed-ANOVA revealed that the mean score gain in the experimental class (Δ = 8.7 points) was significantly higher than in the control class (Δ = 2.1 points), F(1,62) = 42.3, p < 0.001, η² = 0.41. Stress scores dropped by 23 % and concentration index rose by 18 % in the experimental class; no significant changes occurred in the control class. It is concluded that brief school-based meditation effectively improves academic achievement, reduces stress, and enhances students’ focus. The intervention can serve as a low-cost strategy to support mental-academic balance in senior high schools
Analisis Dampak Meditasi Metta Terhadap Mikrobioma Usus dan Kesehatan Mental Juliani, Evi; Acep, Lauw
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 4 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i4.1387

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Meditasi-Analisi praktek terhadap Mikrohioma Usus dan Kesehatan Mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari praktik Meditasi Metta (Cinta Kasih) terhadap komposisi mikrobioma usus dan dampaknya pada kesehatan mental, khususnya gejala kecemasan dan depresi. Meditasi Metta, yang merupakan bentuk meditasi loving-kindness, dikenal efektif dalam meningkatkan emosi positif dan mengurangi psikopatologi. Desain penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan pendekatan pra-pasca intervensi. Sebanyak 8 partisipan dengan tingkat kecemasan ringan hingga sedang dibagi menjadi kelompok intervensi Meditasi Metta dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi menjalani program Meditasi Metta selama delapan minggu. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi meliputi: 1) Analisis komposisi mikrobioma usus melalui sekuensing 16S rRNA pada sampel feses; dan 2) Pengukuran kesehatan mental menggunakan kuesioner standar (misalnya DASS-21). Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada genus bakteri yang dikaitkan dengan efek anti-inflamasi dan produksi asam lemak rantai pendek (misalnya, peningkatan Faecalibacterium dan Megamonas) pada kelompok intervensi, serta penurunan signifikan pada skor kecemasan dan depresi. Korelasi positif ditemukan antara perubahan komposisi mikrobiota dan perbaikan gejala mental. Ada beberapa keuntungan atau manfaat yang dapat di peroleh dari berlatih meditassi setiap hari, diantaranya dapat mengatsi Stres, Depresi dan rasa cemas, Membantu dalam mengontrol Emosi, Menjaga Kesehatan jantung, Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan Mengurangi rasa sakit. Temuan ini mencerminkan efek positif yang dapat diandalkan dari meditasi dalam mengatasi tantangan psikologis yang umum di masyarakat. Dalam konteks implikasi klinis, meta-analisis memberikan dasar yang kuat untuk mempertimbangkan meditasi sebagai komponen yang berharga dalam intervensi terapi mental
Studi Komparatif: Efektivitas Teknik Meditasi Buddhis Dalam Penurunan Gejala Depresi Pada Remaja Surya, Evi; Acep, Lauw
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i1.1413

Abstract

Depresi menjadi masalah kesehatan mental utama di kalangan remaja kontemporer. Sebagai intervensi komplementer, meditasi Buddha menunjukkan potensi dalam menurunkan gejala depresi. Studi ini mengkaji secara komparatif empat teknik meditasi utama,Satipaṭṭhāna (Vipassanā), Mettā Bhāvanā, Samatha, dan Ānāpānasati dalam menurunkan gejala depresi. Dilakukan tinjauan sistematis atas literatur ilmiah dan teks Buddhis, serta studi empiris dari PubMed, PsycINFO, dan Google Scholar (2013–2023). Hasil menunjukkan bahwa Vipassanā efektif menurunkan lamunan negatif, Mettā meningkatkan afek positif dan welas asih diri, Samatha meredakan kecemasan komorbid, sementara Ānāpānasati memperbaiki regulasi emosi melalui stabilisasi perhatian. Kombinasi teknik yang disesuaikan dengan profil individu memberikan hasil terbaik. Implikasi studi ini mendukung integrasi meditasi Buddha ke dalam kurikulum pendidikan agama dan program layanan kesehatan mental sekolah
Meditasi Sebagai Strategi Pengelolaan Kecemasan Pada Pasien Vertigo: Suatu Studi Literatur Subono, Bambang; Acep, Lauw; Alfian, R.M.
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i1.1414

Abstract

Tujuan dari penulisan jurnal ini untuk menilai efektivitas meditasi sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan kecemasan pada pasien vertigo.Metode yang dipakai dalam penulisan jurnal ini adalah studi literatur sistematis dengan pencarian artikel di PubMed, Google Scholar, dan SINTA menggunakan kata kunci “meditasi”, “kecemasan”, dan “vertigo”.Setelah dilakukan penyaringan ditemukan delapan studi (n = 426) memenuhi kriteria inklusi. Meditasi 10–30 menit/hari selama 4–8 minggu secara signifikan menurunkan skor kecemasan (HADS-A −4,8 ± 1,7; p < 0,01) dan meningkatkan skor keseimbangan emosional (DHI-Emosional −6,2 ± 2,1; p < 0,01) dibanding kontrol. Efek terbesar terjadi pada pasien dengan vertigo persisten perifer.Kesimpulannya meditasi terbukti aman dan efektif menurunkan kecemasan pada vertigo; dapat dijadikan terapi komplementer bersama vestibular rehabilitasi.
Meditasi dan Kualitas Tidur: Eksplorasi Fenomenologis Terhadap Pengalaman Subjektif Praktisi Jangka Panjang di Vihara Girinaga Makassar Meilianti, Meilianti; Acep, Lauw; Priono, Edi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1487

Abstract

Studi ini dirancang untuk mengeksplorasi secara mendalam dinamika pengaruh meditasi terhadap kualitas tidur melalui lensa kualitatif. Secara spesifik, penelitian ini menelisik pengalaman fenomenologis individu dalam mempraktikkan meditasi dan bagaimana rutinitas tersebut berimplikasi pada pola istirahat mereka. Menggunakan metode wawancara mendalam sebagai instrumen utama, data dikumpulkan dari dua belas partisipan yang telah konsisten bermeditasi selama minimal satu tahun. Melalui analisis tematik yang ketat terhadap rekaman wawancara, ditemukan pola bahwa meditasi memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur. Para subjek melaporkan adanya percepatan waktu permulaan tidur (sleep onset), perpanjangan durasi tidur, serta perbaikan kualitas tidur secara komprehensif. Lebih jauh, praktik ini terbukti berkorelasi dengan reduksi tingkat kecemasan dan stres, yang bertindak sebagai mediator dalam perbaikan kualitas tidur tersebut. Kesimpulan studi ini menegaskan potensi meditasi sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif, khususnya bagi individu yang bergulat dengan gangguan tidur kronis, sehingga layak direkomendasikan dalam program kesehatan mental terpadu. Kendati demikian, riset lanjutan dengan sampel yang lebih heterogen dan penggunaan parameter objektif sangat disarankan untuk memvalidasi temuan ini
The Role of Anapanasati Meditation in Enhancing Mental and Emotional Health Oktavani, Sucipta Erlingga; Lauw Acep
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1489

Abstract

Students’ mental health has increasingly declined due to the pressures of modern education, necessitating mindfulness-based interventions such as Anapanasati from the Buddhist tradition. This study aims to explore the role of Anapanasati in enhancing mental and emotional well-being. Employing a descriptive phenomenological qualitative approach, the population consisted of Anapanasati practitioners at Institut Nalanda, with three key informants selected through purposive sampling (Ko Maja, Ko Hendri, and Bu Metta). Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using Moustakas’ phenomenological procedures, including epoche, horizontalization, and thematic analysis. The findings revealed four major themes: managing life stress, developing personal potential, improving academic and professional performance, and fostering social contribution. Anapanasati practice was found to cultivate self-awareness and enhance emotional regulation. The study concludes that Anapanasati is an effective holistic intervention within Buddhist religious education and is recommended for integration into school programs to promote students’ well-being.
Samatha Bhāvanā sebagai Praktik Meditatif untuk Meningkatkan Kesadaran dalam Kehidupan Sehari-hari Wijono, Tonny; Acep, Lauw; Priyono, Edi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1520

Abstract

Kehidupan modern yang serba cepat sering membuat individu berjalan dalam “mode otomatis” sehingga pikiran dan perasaan batin kurang disadari. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana praktik meditasi Samatha Bhāvanā dapat meningkatkan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari pada umat Buddha perkotaan di Surabaya serta keterkaitannya dengan nilai budaya lokal. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 praktisi yang telah berlatih Samatha minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan catatan harian pribadi, kemudian dianalisis secara tematik dengan dukungan statistik deskriptif sederhana. Analisis menghasilkan lima tema utama: peningkatan konsentrasi, pengendalian emosi yang lebih baik, kesadaran dalam aktivitas harian, reduksi distraksi mental, dan penguatan empati sosial. Secara kuantitatif, latihan rutin berkaitan dengan penurunan mind-wandering dari 42% menjadi 19% serta peningkatan skor mindfulness harian sebesar 29%. Temuan ini menunjukkan bahwa Samatha Bhāvanā bukan hanya praktik spiritual, tetapi juga keterampilan hidup yang berakar pada budaya lokal dan relevan untuk membantu individu menghadapi tantangan modern.
TECHNIQUES FOR OVERCOMING THE FEAR OF DEATH ACCORDING TO BUDDHISM Lauw Acep; Ida Bagus Gde Yudha Triguna; I Gusti Bagus Wirawan; Sutrisno
Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/vidyottama.v9i2.4854

Abstract

The fear of death is a fundamental existential issue that has been widely discussed in psychology, philosophy, and religious studies. This dissertation explores the phenomenon of death anxiety from the perspective of Buddhism, which offers a unique approach to understanding and overcoming the fear of death. Using a qualitative methodology, data was collected through in-depth interviews with 108 students from Nalanda Institute who study textual analysis of Buddhist scriptures, including the Sutta Pitaka, Abhidhamma, and Visuddhimagga. The research findings indicate that the fear of death in Buddhism is primarily rooted in attachment (tanha) and ignorance (avijja), which lead to suffering (dukkha). However, through practices such as mindfulness (sati), insight meditation (vipassana), and the cultivation of wisdom (panna), individuals can gain a deeper understanding of impermanence (anicca), thereby reducing their anxiety about death. Additionally, Buddhist concepts such as death, karma, and their implications in overcoming the fear of death play a crucial role in shaping attitudes toward mortality. This study contributes to a deeper understanding of meditation practices, the application of the Noble Eightfold Path found in the Sutta Pitaka, as well as an understanding of the nature of the mind as explained in the Abhidhamma and the path of purification (Visuddhimagga). With consistent practice, one can attain a state of inner peace in facing death.
Parental Participation in the Learning Process of Sunday School at Cetya Sangha Ratana Gianyar Kartini, Ni Ketut; Acep, Lauw; Priyono , Edi
Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Studi Agama-Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/arj.v6i1.34616

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of declining participation and attendance rates of children at the Cetya Sangha Ratana Gianyar Buddhist Sunday School (SMB), where the average attendance is only 10–15 children out of 25–30 enrolled. The purpose of this study is to determine the involvement of parents as pubbacariya (first teachers) in supporting the sustainability of children's Dhamma learning through the Cetya Sangha Ratana Gianyar Buddhist Sunday School. This study uses a descriptive phenomenological qualitative approach to explore parents' subjective experiences. Data were collected through in-depth interviews with 7 parents as key informants, as well as observation and documentation. The results show that parents understand the role of pubbacariya as a moral and spiritual responsibility in shaping children's character, but their implementation is still dominated by passive involvement, such as limited to dropping off and picking up children. The main inhibiting factors for active involvement are time constraints due to uncertain work hours and schedule conflicts with socio-religious obligations in the community. The discussion reveals that parental involvement is influenced by the individual's construction of meaning towards Dhamma education and the availability of social support from the family. The study's conclusions confirm that the sustainability of children's Dhamma learning is highly dependent on the synergy between the family and the SMB institution. Strengthening parents' awareness of their spiritual role is key to addressing the decline in children's participation in religious education
RELEVANSI PRAKTIK MEDITASI TERHADAP STRES DAN KECEMASAN: KAJIAN BERDASARKAN SATIPAṬṬHĀNA SUTTA DAN ĀNĀPĀNASATI SUTTA Fabiyanti, Neni; Acep, Lauw
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14037

Abstract

This study is motivated by the rising prevalence of stress and anxiety in modern life and the need for a deeper conceptual approach drawn from Buddhist textual sources. The objective is to explain the relevance of meditation practice to stress and anxiety based on a textual study of the Satipaṭṭhāna Sutta (MN 10) and the Ānāpānasati Sutta (MN 118). The method employs qualitative library research using synchronic, diachronic, and hermeneutic analyses. The findings indicate that the meditative structure centered on sati, observation of vedanā, and observation of citta functions as a systematic mechanism for reducing mental reactivity underlying stress and anxiety, and corresponds to modern psychological concepts such as mindfulness, emotion regulation, and decentering. In conclusion, sutta-based meditation represents a transformative mental process with preventive and curative relevance for modern life and contributes to contemporary mental health literature.