Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Tinjauan Yuridis Normatif Perlindungan Anak dalam Perspektif Konsep Hadhanah dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014: Normative Juridical Review of Child Protection in the Perspective of Hadhanah’s Concept and Law Number 35 of 2014 Niken Sylvia Puspitasari; Muhammad Giri Herlambang; Alwan Abidin; Riyanmar Fayat Zabihullah
BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol. 5 No. 2 (2024): BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bustanul.v5i2.1377

Abstract

This study aims to explain the concept of Islamic law through the concept of hadhanah in the effort to protect Indonesian children. In Law No. 35 of 2014, which has been ratified by the government, it is emphasized that the protection of Indonesian children from all forms of discrimination and violence is a priority. Since the majority of people in Indonesia are Muslim, Islamic values and standards certainly influence the upbringing and education of children. Child neglect is one form of maltreatment and violence experienced by children and constitutes a violation of children's human rights, whether intentional or unintentional. A normative juridical research method, which is based on library research, is used as the research methodology. Based on the research findings, Islamic law itself teaches how to protect children, and the government, society, and parents have a very important role in establishing policies that benefit children and uphold human rights. The results of this study indicate that Law No. 35 of 2014 has fulfilled the concept of hadhanah in Islamic jurisprudence and has involved all parties in protecting children. This law also explains child protection in the fields of religion, health, education, and social matters.
Pengabdian kepada Masyarakat dalam Digitalisasi Pemasaran: Implementasi Website untuk Meningkatkan Digital Branding Triana Harmini; Niken Sylvia Puspitasari; Lathiefa Rusli; Muhammad Diaz Supandi; M.Bili Syaputra; Dwiki Kurniawan
Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika Vol. 5 No. 2 (2025): November - Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/abdiformatika.v5i2.277

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan utama untuk meningkatkan digital branding di komunitas Eduagrowisata Caru, Desa Bajang, Ponorogo, melalui digitalisasi. Permasalahan mendasar yang dihadapi mitra adalah keterbatasan jangkauan dan rendahnya visibilitas merek digital akibat masih dominannya pemasaran konvensional dan belum optimalnya pemanfaatan media digital. Untuk mengatasi hal tersebut, solusi yang diimplementasikan adalah pengembangan website yang berfungsi sebagai etalase pemasaran digital sekaligus platform utama untuk membangun digital branding. Solusi ini didukung dengan pelatihan intensif mengenai pengelolaan konten digital dan pendampingan berkelanjutan dalam pemanfaatan teknologi. Metode pelaksanaan mencakup survei kebutuhan pengurus, pengumpulan materi produk, pengembangan website, serta pelatihan pembuatan dan pengelolaan konten. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif, hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapabilitas anggota Eduagrowisata Caru dalam mengoperasikan teknologi digital. Dampak langsung dari implementasi website ini adalah peningkatan visibilitas produk secara daring, perluasan jangkauan pasar, dan secara kolektif, peningkatan yang nyata pada digital branding dan promosi produk serta layanan lokal.
Pengembangan Kawasan Budidaya Anggur Impor Caru melalui Pemberdayaan Desa Binaan Niken Sylvia Puspitasari; Use Etica; Latiefa Rusli
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1038

Abstract

Program Pengembangan Kawasan Budidaya Anggur Impor Caru melalui Pemberdayaan Desa Binaan dilaksanakan di Dusun Caru, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, sejak November 2023. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam budidaya anggur impor serta mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi, seperti minimnya peralatan budidaya, kerusakan tanaman akibat musim hujan, dan keterbatasan pupuk. Solusi yang diberikan meliputi pemberian bibit anggur, bantuan peralatan budidaya, pemasangan plastik UV untuk melindungi tanaman dari hujan, serta pelatihan pembuatan pupuk organik dan jaddam sulfur. Selain itu, dilakukan pendampingan secara berkala serta pengembangan tiga demplot sebagai titik utama budidaya. Hasil program ini menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam pembuatan pupuk organik dan jaddam sulfur hingga 70%, berdasarkan hasil pretest dan posttest. Selain itu, terdapat peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan peralatan yang lebih memadai, seperti gunting panen dan plastik UV. Keberhasilan program ini juga tercermin dari meningkatnya jumlah masyarakat yang terlibat dalam budidaya anggur, serta berkembangnya kawasan budidaya anggur sebagai sektor potensial dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
A Conceptual Study of Al-Qur’an and Islamic Psychology for Cryptocurrency Scams Johnderose, Ahmad Qolbi Zidan; Puspitasari, Niken Sylvia; Madany, Averosian Sophia
Mauriduna : Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2026): Mauriduna : Journal of Islamic Studies, February 2026
Publisher : Institut Muslim Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v7i1.157

Abstract

Fraud in cryptocurrency investment is a serious moral and economic deviation within the contemporary digital economy, which impacts the spiritual and psychological well-being of individuals. The Qur'an explicitly prohibits fraud and the unlawful acquisition of wealth (al-bāṭil). This study aimed to develop a conceptual framework by integrating Qur'anic ethical values with principles Islamic psychology to understand the dynamics of cryptocurrency scams, including the behavioural motivations of perpetrators and the psychological conditions of victims. The research used descriptive qualitative method based on a literature review, employing a Thematic Interpretation (tafsīr mauḍū‘ī) approach and Islamic psychology analysis. The results of the study showed that perpetrators of cryptocurrency scams were driven by the dominance of nafs al-ammārah bi al-sū', which is rooted in greed and materialism, while victims were vulnerable due to ignorance and weak spiritual self-control. The Qur'anic framework offers solutions through tazkiyatun nafs, muhasabah, and muraqabah as the ethical foundation for dealing with the complexities of modern digital finance, while contributing to the Islamisation of science.
Disability in the Qur'an Manifestation of Repositioning from Exclusive to Inclusive Niken Sylvia Puspitasari; Muhammad Zaidan Irfan; Muhamad Redho Al Faritzi
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Islamic Religious Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/20.2.02

Abstract

This research is motivated by the rise of ableism. This research aims to discover Disability in the Qur'an Manifestation of Repositioning from Exclusive to Inclusive. This research uses library research by making the library the primary source for obtaining data. This research uses a qualitative approach to examine the theme of disability in the Qur'an and how the sacred text can be understood in a modern context as an effort to reposition from exclusive to inclusive. The results show that the Qur'an has many words for disability, namely, a'ma/ umyun, akmah, bukmun, shummun, and a'raj. There are 38 verses spread across 26 surahs of the Quran. There are four verses in the entire Qur'an about a person that speaks directly about their attitude towards a disabled person or refers to a person with a physical disability. The Qur'an sees people with disabilities as having to be tolerant like ordinary people or behave equally towards others, especially those who are weak to discrimination, which is a manifestation of the repositioning of exclusive to inclusive.
The Concept of Tazkiyah an-Nafs Bediuzzaman Said Nursi In Risale-i Nur Yusrina Dyah Wulandari; Romlah Widyawati; Rochmad; Niken Sylvia Puspitasari
Jurnal test Vol 3 No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58363/alfahmu.v3i2.90

Abstract

This research stems from bad phenomena in the modern era, namely despicable human behaviour, which results in division and hostility caused by undirected lust. This article aims to examine a discussion to treat this despicable behaviour by doing tazkiyah an-nafs. Because the discussion contains elements of Sufism, the author will analyze the interpretation of tazkiyah an-nafs from Bediuzzaman Said Nursi’s commentary entitled Risale-i Nur. This study uses the library research method, collects library data with the theme “the concept of tazkiyah an-nafs Bediuzzaman said Nursi in Risale-i Nur” and analyzes the verses related to the theme of the commentator. The results of this study illustrate that tazkiyah an-nafs, according to Said, is purifying the soul by protecting the heart and soul from contracting harmful diseases. They are implementing various steps, including increasing faith, worshipping, taking parable from the story of the Prophet, leaving despicable deeds, and doing meritorious deeds.
PELATIHAN PENGELOLAAN USAHA EDUAGROWISATA CARU SEBAGAI PENGUATAN MANAJEMEN ORGANISASI Niken Sylvia Puspitasari; Triana Harmini; Lathiefa Rusli; Muhammad Diaz Supandi; M. Bili Syaputra; Dwiki Kurniawan
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23342

Abstract

Abstract. This community service activity was conducted to address the fundamental problems faced by Caru Eduagrowisata, managed by the Anggur Caru Club (ACC). The main issues include the absence of a formal business management structure, the lack of business plan or budget documents, unclear team task divisions which have the potential to cause conflict, and insufficient strategic planning. The objective of this training is to enhance the managerial capacity of the partners and provide a strong management foundation so that the business can become independent and develop systematically. The training method focused on developing business plans, SWOT analysis, effective team management strategies, and the basic principles of managing the Caru Eduagrowisata product. The activity, attended by 15 ACC members, yielded quantitative outputs including 1 formal organizational structure, 1 SWOT analysis document, 1 detailed task division, and 1 weekly work schedule. Evaluation results indicated that 95% of participants demonstrated increased competence in creating an organizational structure to develop Caru Eduagrowisata. Overall, this activity provides a crucial management foundation for the sustainable development of the eduagrowisata's potential.   Abstrak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan mendasar yang dihadapi Eduagrowisata Caru yang dikelola oleh Anggur Caru Club (ACC). Permasalahan utama meliputi tidak adanya struktur pengelolaan usaha formal, kurangnya dokumen perencanaan bisnis atau anggaran, pembagian tugas tim yang tidak jelas berpotensi menimbulkan konflik, serta lemahnya perencanaan strategis. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas manajerial mitra dan memberikan fondasi manajemen yang kuat agar usaha dapat mandiri dan berkembang secara sistematis. Metode pelatihan berfokus pada penyusunan rencana usaha, analisis SWOT, strategi pengelolaan tim yang efektif, dan prinsip dasar pengelolaan produk Eduagrowisata Caru. Kegiatan yang diikuti oleh 15 anggota ACC ini menghasilkan output kuantitatif berupa 1 struktur organisasi formal, 1 dokumen analisis SWOT, 1 pembagian tugas terperinci, dan 1 jadwal kerja mingguan. Hasil evaluasi menunjukkan 95% peserta mengalami peningkatan kompetensi dalam menyusun struktur organisasi untuk pengembangan Eduagrowisata Caru. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan fondasi manajemen yang krusial bagi pengembangan potensi eduagrowisata secara berkelanjutan.  
PEMBENTUKAN EDUAGROWISATA CARU BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA HILIRISASI PRODUK LOKAL DESA BAJANG KECAMATAN MLARAK Niken Sylvia Puspitasari; Muhammad Diaz Supandi; Muhamad Redho Al Faritzi; Muhammad Hafidz Syaputra Utama
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.21401

Abstract

Abstract. Bajang Village in Mlarak District possesses superior potential in grape cultivation that has not been optimally utilized due to technological limitations, traditional marketing management, and weak institutional synergy. Key challenges include low productivity caused by pest infestations, conventional cultivation techniques, and limited marketing relying solely on local networks. The lack of collaboration between the Anggur Caru Club (ACC) and the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) further hinders village development. Addressing these challenges, this community empowerment program was designed to develop EduAgroTourism Caru, a local product downstreaming model integrating grape agribusiness with educational tourism. The implementation method adopts a participatory approach through four stages: (1) problem identification using FGDs and field observations, (2) intensive training on grape cultivation, product processing, and digital marketing, (3) development of grape demonstration plots as learning laboratories, and (4) implementation of the EduAgroTourism Caru digital platform to expand market reach. The program involves strategic collaboration among ACC, POKDARWIS, village government, and Darussalam Gontor University. Results demonstrate significant community capacity improvement, reflected in a 50% income increase, value-added grape products (juice, kripik daun anggurs), and market expansion through digital marketing strategies. The key innovation lies in the green economy concept combining agricultural education, ecotourism, and information technology, creating a sustainable community-based tourism model. This success confirms that multidisciplinary empowerment approaches can effectively solve local product downstreaming challenges. To ensure sustainability, institutional strengthening, targeted village fund allocation, and model replication to similar regions are essential.   Abstrak. Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, memiliki potensi unggulan budidaya anggur yang belum termanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan teknologi, manajemen pemasaran tradisional, dan lemahnya sinergi kelembagaan. Masalah utama meliputi rendahnya produktivitas akibat serangan hama, teknik budidaya konvensional, serta pemasaran terbatas yang hanya mengandalkan jaringan lokal. Minimnya kolaborasi antara Anggur Caru Club (ACC) dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) turut menghambat pengembangan potensi desa. Berangkat dari tantangan tersebut, program pengabdian ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan Eduagrowisata Caru, sebuah model hilirisasi produk lokal yang mengintegrasikan agribisnis anggur dengan pariwisata edukatif. Metode pelaksanaan mencakup pendekatan partisipatif melalui empat tahap: (1) identifikasi masalah berbasis FGD dan observasi lapangan, (2) pelatihan intensif budidaya anggur, pengolahan produk, dan pemasaran digital, (3) pengembangan demplot anggur sebagai laboratorium pembelajaran, serta (4) implementasi platform digital Eduagrowisata Caru untuk memperluas jangkauan pemasaran. Program ini melibatkan kolaborasi strategis antara ACC, POKDARWIS, pemerintah desa, dan Universitas Darussalam Gontor. Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat yang signifikan, tercermin dari kenaikan pendapatan 50%, terciptanya produk olahan anggur bernilai tambah (jus, kripik daun anggur), dan perluasan pasar melalui strategi digital marketing. Inovasi utama terletak pada konsep green economy yang memadukan edukasi pertanian, ekowisata, dan teknologi informasi, menghasilkan model desa wisata berkelanjutan berbasis komunitas. Keberhasilan ini menegaskan bahwa pendekatan pemberdayaan multidisiplin dapat menjadi solusi efektif untuk hilirisasi produk lokal. Agar dampaknya berkelanjutan, diperlukan penguatan kelembagaan, alokasi dana desa yang tepat sasaran, serta replikasi model ke wilayah lain dengan karakteristik serupa.