Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Exploring Stroke Therapy in Non-Urban Area: A Qualitative Descriptive Study Purdani, Kartika Setia; Rungreangkulkij, Somporn
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3846

Abstract

Someone who survives a stroke attack with live change is called a stroke survivor. Several limitations both of physics and psycho as an impact from stroke attack need attention, with no expectation in a non-urban area. The most common intervention for it is complementary therapy, which combines conventional medicine and non-conventional treatments. Sociodemographics, beliefs, values, and culture are considered for use. This study aims to explore stroke therapy in non-urban areas—methods: A qualitative descriptive study supported by 17 participants. Participants’ observations and in-depth interviews are collecting data methods. Content analysis is used to analyze data for this research. The setting area for this research is Samarinda, East Kalimantan, Indonesia. The study results are three themes that represent the participants interviewed. These were 1)preventing joint stiffness and muscle weakness, 2)cooking, and 3)seeking spiritual support. Stroke disease has the golden period for acute care and rehabilitation training times; when optimizing this time, the loss of body function is controlled. Long-term care for stroke survivors needs several supports, including complementary therapy. Instruction, instructor, and right, safe guidance are necessary for continued recovery in a community setting.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan P3K Lalu Lintas Terhadap Tingkat Keterampilan Anggota PMR di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda Herdianti; Elvina, Rodiana; Azizah, Regina Nur; Purdani, Kartika Setia; Kurniawati, Rinda
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v8i2.45852

Abstract

Kejadian gawat darurat seperti kecelakaan lalu lintas sering terjadi tiba-tiba dan dapat menyebabkan cedera berat hingga kematian, sehingga diperlukan pertolongan pertama yang cepat dan tepat. Namun, kemampuan pertolongan pertama masyarakat, termasuk anggota Palang Merah Remaja (PMR), masih terbatas terutama dalam penanganan trauma muskuloskeletal seperti fraktur yang membutuhkan tindakan balut bidai untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan menelaah dampak penyuluhan kesehatan P3K lalu lintas pada tingkat keterampilan anggota Palang Merah Remaja (PMR) di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda. Metode penelitian yang diterapkan ialah pra-eksperimen pada susunan one group pretest-posttest yang mengaitkan 19 partisipan, ditetapkan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui cara observasi pada tahap pretest dan posttest setelah peserta menerima penyuluhan melalui media PowerPoint, leaflet, demonstrasi, serta simulasi terarah. Analisa data memakai uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Temuan studi memperlihatkan sebelum kegiatan tersebut, sebagian besar responden berada pada tingkat cukup terampil (68,4%), sedangkan sesudahnya meningkat menjadi kategori terampil (73,7%). Hasil uji statistik mengindikasikan terdapat peningkatan dalam keterampilan sesudah diberikan penyuluhan, pada skor p sejumlah 0,000 (<0,05). Perolehan ini memperkuat bahwasannya penyuluhan kesehatan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas serta praktik balut bidai memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan anggota palam merah remaja di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda.
Literature Review : Psikoedukasi pada Keluarga dengan Anggota Keluarga Mengidap Skizofernia Sephia, Reylah; Fauziah, Nia; Kamila, Rurun; Fitriani, Cahya Indah; Abdillah, Rifky Adhitya; Tankeke, Tankeke; Raudina, Diandra Dita; Purdani, Kartika Setia; Safrudin, Bachtiar
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1413

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang berdampak multidimensional, tidak hanya pada individu yang mengalaminya tetapi juga pada keluarga sebagai sistem pendukung utama dalam proses perawatan dan pemulihan. Peran keluarga yang krusial sering kali dihadapkan pada keterbatasan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan emosional dalam merawat anggota keluarga dengan skizofrenia. Psikoedukasi keluarga merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologis yang bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga tentang penyakit, mengembangkan strategi koping adaptif, serta memperkuat keterampilan perawatan dan dukungan emosional. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa psikoedukasi keluarga secara konsisten berkontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga, pengurangan beban psikososial, serta penurunan angka kekambuhan pasien skizofrenia. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi psikoedukasi keluarga dalam praktik keperawatan jiwa secara komprehensif dan berkelanjutan.
Literature Review : Psikoedukasi pada Keluarga dengan Anggota Keluarga Mengidap Skizofernia Sephia, Reylah; Fauziah, Nia; Kamila, Rurun; Fitriani, Cahya Indah; Abdillah, Rifky Adhitya; Tankeke, Tankeke; Raudina, Diandra Dita; Purdani, Kartika Setia; Safrudin, Bachtiar
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1413

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang berdampak multidimensional, tidak hanya pada individu yang mengalaminya tetapi juga pada keluarga sebagai sistem pendukung utama dalam proses perawatan dan pemulihan. Peran keluarga yang krusial sering kali dihadapkan pada keterbatasan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan emosional dalam merawat anggota keluarga dengan skizofrenia. Psikoedukasi keluarga merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologis yang bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga tentang penyakit, mengembangkan strategi koping adaptif, serta memperkuat keterampilan perawatan dan dukungan emosional. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa psikoedukasi keluarga secara konsisten berkontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga, pengurangan beban psikososial, serta penurunan angka kekambuhan pasien skizofrenia. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi psikoedukasi keluarga dalam praktik keperawatan jiwa secara komprehensif dan berkelanjutan.