Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemetaan geologi dan analisis batupasir gampingan di Kecamatan Lembah Seulawah dan sekitarnya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Fahmi, Teuku Meurah; Adrian, Fahri; Putra*, Hidayat Syah
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v4i1.48778

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh dengan luas wilayah sekitar 24 km. Tujuan penelitian adalah untuk memetakan kondisi geologi permukaan serta menganalisis karakteristik batupasir gampingan yang terdapat di daerah penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan secara langsung yang meliputi pengamatan geomorfologi, stratigrafi, dan pengambilan sampel batuan untuk analisis petrografi. Hasil pengamatan geomorfologi menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas dua bentang alam utama, yaitu bentang alam denudasional dan bentang alam fluvial. Dari bentang alam tersebut kemudian diidentifikasi lima satuan geomorfik berupa perbukitan denudasional lemah, perbukitan denudasional sedang, dataran denudasional, tubuh sungai, serta dataran banjir. Stratigrafi daerah penelitian tersusun oleh enam satuan batuan yang berurutan dari tua ke muda, yaitu satuan batupasir karbonatan, satuan konglomerat, satuan batupasir tufaan, satuan aglomerat, satuan endapan lahar, dan satuan endapan aluvium. Analisis petrografi dilakukan terhadap dua sampel batuan yang diambil di lokasi penelitian. Sampel STA 4 menunjukkan kandungan skeletal sebesar 45%, dolomit 35%, kuarsa 11%, feldspar 4%, dan lumpur karbonat 4%. Komposisi ini mengindikasikan bahwa STA 4 tergolong batupasir gampingan. Sementara itu, sampel STA 22 memiliki komposisi skeletal 78%, dolomit 11%, litik 4%, dan kuarsa 3% yang menunjukkan karakteristik sebagai batugamping. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa batupasir gampingan di daerah penelitian memiliki variasi komposisi mineral yang mencerminkan lingkungan pengendapan karbonatan dengan pengaruh material klastik. Kajian ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan mengenai karakteristik geologi daerah Lembah Seulawah dan menjadi acuan bagi penelitian geologi selanjutnya di wilayah Aceh Besar.
POTENSI DAN TANTANGAN PRODUKSI GARAM NASIONAL Akbar, Muhammad Arief; Adrian, Fahri; Rahmatillah, Lia Fitria
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v1i12.1085

Abstract

Indonesia, dengan kebutuhan garam nasional yang mencapai lebih dari 4 juta ton pada tahun 2022, menghadapi tantangan signifikan dalam memenuhi pasokan domestiknya. Ketergantungan pada impor garam yang besar, dikarenakan produksi dalam negeri belum mencukupi, menjadi salah satu masalah utama. Kualitas garam lokal yang belum memenuhi standar nasional (SNI) turut menjadi hambatan dalam industri garam Indonesia. Penelitian yang menggunakan metode kualitatif komparatif bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab rendahnya produksi garam di dalam negeri. Temuan utama menunjukkan bahwa produksi garam nasional masih bergantung pada metode tradisional yang sangat rentan terhadap fluktuasi kondisi cuaca. Hal ini berdampak pada ketidakpastian dalam pasokan garam setiap tahunnya dan kualitas garam yang belum memadai untuk kebutuhan industri. Solusi yang diajukan untuk meningkatkan produksi garam nasional melibatkan penerapan metode produksi modern. Metode seperti penyemprotan (spray) dan penggunaan geomembran terbukti mampu mempercepat proses kristalisasi garam, memungkinkan waktu produksi yang lebih singkat antara 5 hingga 15 hari. Namun, kendati memberikan kemajuan signifikan, kedua metode tersebut belum sepenuhnya menjamin bahwa produksi garam akan sesuai dengan standar SNI untuk industri. Oleh karena itu, diperlukan upaya tambahan dengan memanfaatkan alat hidroekstraktor. Alat ini berperan dalam meningkatkan kandungan NaCl hingga 99,73%, memastikan bahwa garam yang dihasilkan sesuai dengan standar nasional untuk kebutuhan industri. Melalui inovasi metode produksi yang lebih modern serta penggunaan alat-alat yang dapat meningkatkan kualitas, Indonesia berharap dapat meningkatkan produksi garam nasional dengan standar yang memenuhi persyaratan industri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan mendukung pertumbuhan ekonomi sektor garam di dalam negeri.
Hydrocarbon Source Rock Potential and Thermal Maturity of Baong, Peutu, and Bampo Formations in the North Sumatra Basin, Indonesia Adrian, Fahri; Syah Putra, Hidayat; Sartika, Dewi; Rifqan; Fajrin, Haffiza
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 1 (2026): JGEET Vol 11 No 01 : March (2026)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2026.11.1.24519

Abstract

This study investigates the hydrocarbon source rock potential and thermal maturity of shale and mudstone outcrop samples from the Baong, Peutu, and Bampo Formations in the North Sumatra Basin, Indonesia. These fine-grained, calcareous, organic-rich, and low-permeability rocks are widely recognized as potential hydrocarbon source rocks. Source rocks generate hydrocarbons through thermal maturation processes, and their effectiveness is primarily controlled by organic richness, kerogen type, and thermal maturity. A total of six (6) outcrop samples were collected and analyzed using Rock-Eval Pyrolysis and Vitrinite Reflectance methods to evaluate their geochemical characteristics. The Baong Formation samples show very good organic richness, with Total Organic Carbon (TOC) values ranging from 2.2 to 2.5%, and are dominated by Type II/III kerogen, indicating potential for mixed oil and gas generation. Tmax values of 428–429°C suggest that these samples are thermally immature. The Peutu Formation samples exhibit very good source rock potential, with TOC values of 3.3–3.8% and predominantly Type II/III kerogen, suitable for mixed oil and gas generation. Tmax values indicate thermal immaturity to early maturity. In contrast, the Bampo Formation samples are thermally mature but display poor organic richness (TOC < 0.5%) and low Hydrogen Index values, suggesting limited hydrocarbon generation potential dominated by Type III kerogen. Although interpretations are based on outcrop samples, the results provide important implications for evaluating the petroleum system of the North Sumatra Basin, particularly in understanding source rock distribution, quality, and maturity trends.