Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MATHEMATIC EDUCATION AND APLICATION JOURNAL (META)

EKSPLORASI FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT SISWA KELAS IX DALAM MEMAHAMI ALJABAR Rustam Effendy Simamora; Helmi Khairullah; Suryanti Suryanti
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v4i2.3354

Abstract

Algebra is a fundamental concept in the study of mathematics. However, many junior high school students, such as grade 9 students, the unit of analysis in this study, have difficulty with this topic. Exploration of the issues will be beneficial in understanding the problem and improving the effectiveness and efficiency of remedial learning or intervention for learning improvement. This qualitative study took case studies approach to investigate barriers to learning algebra. We collected data by observation, interviews, and documentation and then analyzed it using the Creswell and Creswell (2018) qualitative data analysis model. The findings revealed that the students’ barriers in learning algebra were due to these factors: interest in mathematics, self-efficacy, fundamental skills and knowledge, social skills, and teaching-learning development was lack.Keywords:  algebra, barriers to learning mathematics, case study, mathematical thinking, school mathematics
MEMPERSIAPKAN SISWA MERAIH PRESTASI DALAM KOMPETISI MATEMATIKA: APA YANG DILAKUKAN GURU? Rustam Effendy Simamora; Zainuddin Suardi; Eka Widyawati
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i1.3676

Abstract

This research aimed to describe the role undertaken by teachers at SMP Negeri 1 Tarakan, one of the public junior high schools in Tarakan, Indonesia, in preparing their students to succeed in mathematics competitions. This qualitative research employed a case study approach. The data collection techniques included interviews, documentation, and observation. The data analysis consisted of several interactive steps: preparing the collected data, reading it repeatedly to comprehend it, coding, identifying and testing themes through triangulation and member checking, describing the established themes, interpreting the themes and descriptions, and drawing conclusions. We also conducted peer debriefing during coding and writing research reports. Based on the data analysis, the findings regarding the role of teachers in preparing students for participation in mathematics competitions in the school consisted of two categories: students selection and coaching. Mathematics teachers select students through two main steps: set criteria and analyze students’ mathematical abilities. While coaching students to prepare for competition participation, teachers employed a personalized approach, facilitated student learning, motivated students, and utilized resources and facilities.Keywords: case study, mathematics competition, mathematics in junior high school, teacher roles. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hal yang dilakukan oleh guru di SMP Negeri 1 Tarakan dalam mempersiapkan siswanya untuk meraih prestasi dalam kompetisi Matematika. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data yang dilakukan terdiri dari beberapa langkah interaktif: mempersiapkan data yang telah terkumpul, membaca berulang-ulang untuk memahami semua data, melakukan pengkodean, menentukan tema dan mengujinya melalui triangulasi dan memeriksa anggota, mendeskripsikan tema yang sudah ditetapkan, menginterpretasi tema dan deskripsi tersebut, dan menarik kesimpulan. Sepanjang melakukan pengkodean dan penulisan laporan penelitian, kami juga melakukan peer debriefing. Berdasarkan hasil analisis data, temuan tentang bagaimana peran guru dalam mempersiapkan siswa untuk mengikuti kompetisi Matematika  di sekolah tersebut terdiri dari dua kategori: memilih siswa dan melakukan pembinaan. Guru Matematika memilih siswa dengan dua langkah utama, yaitu menetapkan syarat dan menganalisis kemampuan Matematika siswa. Selama membina siswa untuk mempersiapkan mereka mengikuti kompetisi, guru melakukan pendekatan personal, memfasilitasi siswa dalam belajar, memotivasi siswa, dan memanfaatkan sarana dan prasarana.Kata kunci: kompetisi Matematika, Matematika SMP, peran guru, studi kasus. 
EKSPLORASI FAKTOR PENGHAMBAT BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MENENGAH PERTAMA Jean Gloria Kamara; Rustam Effendy Simamora; Setia Widia Rahayu
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i1.4070

Abstract

AbstractMathematical Creative Thinking Ability (MCTA) is a crucial skill for students in their mathematics learning. However, limited research exists on the inhibiting factors of Mathematical Creative Thinking (MCT), specifically among junior high school students. Therefore, this study aims to explore these inhibiting factors among junior high school students using a qualitative method with a case study approach. Data were collected through assignment tasks, observations, and interviews, wherein the tasks were designed as open-ended questions. The study identified themes generated from the data analysis, revealing several factors inhibiting students’ MCT. These factors include negative perceptions towards mathematics and its learning, intrinsic motivation, inadequate understanding of basic concepts, the experience of learning loss, low self-efficacy towards open-ended questions, low procedural understanding of open-ended questions, and insufficient teacher competence.Keywords: Mathematical creative thinking, school mathematics, open-ended problem, case study.AbstrakKemampuan berpikir kreatif matematis (KBKM) adalah kemampuan esensial yang harus dimiliki siswa pada pembelajaran Matematika. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang membahas faktor penghambat berpikir kreatif matematis (BKM) siswa menengah pertama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor penghambat BKM siswa menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui pemberian tugas, melakukan pengamatan, dan melakukan wawancara. Tugas yang dikerjakan oleh partisipan adalah tipe soal open-ended. Temuan pada penelitian ini merupakan tema-tema yang dihasilkan dari analisis data. Berdasarkan temuan yang diperoleh, faktor-faktor yang menghambat BKM siswa adalah memiliki persepsi negatif terhadap Matematika dan pembelajarannya, motivasi intrinsik, pemahaman konsep dasar yang rendah, mengalami learning loss, efikasi diri yang rendah terhadap soal open-ended, pemahaman prosedural yang rendah terhadap soal open-ended, dan kompetensi guru yang kurang memadai.Kata kunci: Berpikir kreatif matematis, Matematika sekolah, soal open-ended, studi kasus.
EKSPLORASI PROSES PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS 8 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Luthfiyah, Indah; Simamora, Rustam Effendy; Rahayu, Setia Widia
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v6i1.5427

Abstract

Mathematics researchers and educators promoted problem-solving as an essential process and skill for every student, as it was closely related to the development of students’ mathematical abilities and necessary for solving problems they encountered, both at that time and in the future. Several studies indicated that Indonesian students’ mathematical problem-solving skills remained low. This study focused on 8th-grade students at a public middle school in Tarakan, North Kalimantan, who were struggling with mathematical problem-solving. The study aimed to describe the mathematical problem-solving process carried out by the students in the 8th-grade class. Using a case study qualitative strategy, the researcher collected data through assignments, observation, document analysis, and interviews. Data analysis followed the model by Miles et al. (2014), which included data condensation, data display, and drawing conclusions and verification. The findings revealed that students’ mathematical problem-solving processes involved three main themes: understanding the problem, problem-solving strategies, and answer verification. Additionally, two supplementary themes were identified: students’ attention while facing problems and their perceptions of the mathematical problem and the provided solution. These findings highlighted the importance of educational practices that strengthened problem-solving through instruction and enhanced their self-regulation when dealing with mathematical problems.Keywords: mathematics, problem-solving, Polya, word problems. AbstrakPeneliti dan pendidik matematika mempromosikan pemecahan masalah sebagai proses dan keterampilan esensial bagi setiap siswa karena berkaitan erat dengan perkembangan kemampuan matematis siswa tersebut, dan dibutuhkan untuk memecahkan masalah matematis yang dihadapi, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Sejumlah studi menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di Indonesia masih belum memuaskan. Penelitian ini berfokus pada siswa kelas 8 di sebuah sekolah menengah pertama negeri di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pemecahan masalah yang dilakukan siswa di kelas tersebut. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, peneliti mengumpulkan data melalui pemberian tugas, observasi, analisis dokumen, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan mengikuti model Miles et al. (2014), yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pemecahan masalah matematika siswa mencakup tiga tema utama: pemahaman masalah, strategi penyelesaian, dan verifikasi jawaban. Selain itu, ditemukan dua tema tambahan, yaitu perhatian siswa saat menghadapi masalah dan persepsi mereka terhadap masalah serta solusinya. Temuan ini menegaskan pentingnya praktik pendidikan yang memperkuat pemecahan masalah melalui pembelajaran, serta meningkatkan pengaturan diri siswa ketika menghadapi masalah matematis.Kata kunci: matematika, pemecahan masalah, Polya, soal cerita.