Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : National Multidisciplinary Sciences

Efek Cekaman Salinitas Tanah Terhadap Kandungan Prolin Dan Klorofil Serta Dampak Pada Morfologis Tanaman Bawang Daun (Allium fustulosum L) Laksono, Muhammad Alief Ramadhan Putra; Tripama, Bagus; Hasbi, Hudaini
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.792

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan sayuran daun semusim dari famili Liliaceae yang populer dikonsumsi masyarakat karena aroma khas dan nilai gizinya, namun penyusutan lahan, khususnya di wilayah pesisir, mendorong ekstensifikasi ke lahan marginal seperti pasir pantai yang menghadapi tantangan utama berupa salinitas, yakni tingginya kadar garam yang menyebabkan stres tanaman melalui hambatan penyerapan air, akumulasi ion toksik seperti Na⁺, gangguan keseimbangan nutrisi serta aktivitas enzim vital seperti fotosintesis, yang pada akhirnya menurunkan kualitas daun melalui penurunan klorofil dan memicu produksi senyawa pelindung seperti prolin, sehingga penelitian ini difokuskan pada pengamatan aktivitas kandungan prolin dan klorofil. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Universitas Muhammadiyah Jember menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan lima perlakuan konsentrasi NaCl (S1: kontrol, S2: 100 mM, S3: 150 mM, S4: 200 mM, S5: 250 mM) dengan dosis 20 ml dan empat ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan salinitas dengan berbagai macam konsentrasi menghasilkan pengaruh sangat nyata pada parameter klorofil a dan klorofil b, jumlah total klorofil serta tinggi tanaman dan diameter batang pada 42 HST, hal ini diindikasi oleh penurunan ion osmotic pada tanaman yang menghambat pertumbuhan dan pembelahan sel pada tanaman. Peningkatan salinitas cenderung menurunkan kandungan klorofil karena gangguan pada proses fotosintesis, sementara kandungan prolin meningkat sebagai respons adaptif tanaman terhadap stres salin.
Evaluasi Tingkat Kesuburan Tanah Pada Dua Sistem Budidaya Di Kawasan Pertanian, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Romadhane , Firdauzy Rizqy; Tripama, Bagus; Hasbi, Hudaini
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.804

Abstract

Menurunnya kesuburan tanah dapat menjadi faktor utama yang mempengaruhi produktivitas tanah, sehingga penambahan unsur hara dalam tanah melalui proses pemupukan sangat penting dilakukan agar diperoleh produksi pertanian yang menguntungkan. Evaluasi status kesuburan tanah pada lahan pertanian di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo sangat penting dilakukan mengingat belum adanya data terbaru status kesuburan tanah di wilayah tersebut. Data yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai data dasar dan sebagai acuan dalam pengelolaan kesuburan tanah untuk budidaya tanaman pertanian agar menguntungkan dan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024-Februari 2025. Pengambilan sampel tanah dengan teknik purpossive sampling di Kawasan Pertanian Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabuten Probolinggo. Jumlah titik pengambilan sampel yakni sebanyak 8 titik. Pada setiap titik pengambilan sampel dilakukan pengambilan sampel pada kedalaman lapisan olah dengan metode grid sampling dan diulang sebanyak tiga kali. Analisis sifat-sifat tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Jember. Data dari masing-masing parameter sifat tanah pada beberapa sistem budidaya pertanian dianalisis menggunakan Uji-t (Independent) pada taraf kepercayaan 5% untuk mengetahui signifikansi antar sistem budidaya yang diterapkan. Analisis regresi dan korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara sifat-sifat tanah terhadap tingkat kesuburan tanah. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa Sistem budidaya polikultur memiliki rata-rata kadar air, kadar N, kadar P dan kadar K yang lebih tinggi dibandingkan sistem budidaya monokultur, kecuali pada kandungan bahan organik. Tidak terdapat perbedaan tingkat kesuburan tanah antara sistem budidaya polikultur dan monokultur.