Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efek Cekaman Salinitas Tanah Terhadap Kandungan Prolin Dan Klorofil Serta Dampak Pada Morfologis Tanaman Bawang Daun (Allium fustulosum L) Laksono, Muhammad Alief Ramadhan Putra; Tripama, Bagus; Hasbi, Hudaini
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.792

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan sayuran daun semusim dari famili Liliaceae yang populer dikonsumsi masyarakat karena aroma khas dan nilai gizinya, namun penyusutan lahan, khususnya di wilayah pesisir, mendorong ekstensifikasi ke lahan marginal seperti pasir pantai yang menghadapi tantangan utama berupa salinitas, yakni tingginya kadar garam yang menyebabkan stres tanaman melalui hambatan penyerapan air, akumulasi ion toksik seperti Na⁺, gangguan keseimbangan nutrisi serta aktivitas enzim vital seperti fotosintesis, yang pada akhirnya menurunkan kualitas daun melalui penurunan klorofil dan memicu produksi senyawa pelindung seperti prolin, sehingga penelitian ini difokuskan pada pengamatan aktivitas kandungan prolin dan klorofil. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Universitas Muhammadiyah Jember menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan lima perlakuan konsentrasi NaCl (S1: kontrol, S2: 100 mM, S3: 150 mM, S4: 200 mM, S5: 250 mM) dengan dosis 20 ml dan empat ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan salinitas dengan berbagai macam konsentrasi menghasilkan pengaruh sangat nyata pada parameter klorofil a dan klorofil b, jumlah total klorofil serta tinggi tanaman dan diameter batang pada 42 HST, hal ini diindikasi oleh penurunan ion osmotic pada tanaman yang menghambat pertumbuhan dan pembelahan sel pada tanaman. Peningkatan salinitas cenderung menurunkan kandungan klorofil karena gangguan pada proses fotosintesis, sementara kandungan prolin meningkat sebagai respons adaptif tanaman terhadap stres salin.
Evaluasi Tingkat Kesuburan Tanah Pada Dua Sistem Budidaya Di Kawasan Pertanian, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Romadhane , Firdauzy Rizqy; Tripama, Bagus; Hasbi, Hudaini
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.804

Abstract

Menurunnya kesuburan tanah dapat menjadi faktor utama yang mempengaruhi produktivitas tanah, sehingga penambahan unsur hara dalam tanah melalui proses pemupukan sangat penting dilakukan agar diperoleh produksi pertanian yang menguntungkan. Evaluasi status kesuburan tanah pada lahan pertanian di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo sangat penting dilakukan mengingat belum adanya data terbaru status kesuburan tanah di wilayah tersebut. Data yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai data dasar dan sebagai acuan dalam pengelolaan kesuburan tanah untuk budidaya tanaman pertanian agar menguntungkan dan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024-Februari 2025. Pengambilan sampel tanah dengan teknik purpossive sampling di Kawasan Pertanian Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabuten Probolinggo. Jumlah titik pengambilan sampel yakni sebanyak 8 titik. Pada setiap titik pengambilan sampel dilakukan pengambilan sampel pada kedalaman lapisan olah dengan metode grid sampling dan diulang sebanyak tiga kali. Analisis sifat-sifat tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Jember. Data dari masing-masing parameter sifat tanah pada beberapa sistem budidaya pertanian dianalisis menggunakan Uji-t (Independent) pada taraf kepercayaan 5% untuk mengetahui signifikansi antar sistem budidaya yang diterapkan. Analisis regresi dan korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara sifat-sifat tanah terhadap tingkat kesuburan tanah. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa Sistem budidaya polikultur memiliki rata-rata kadar air, kadar N, kadar P dan kadar K yang lebih tinggi dibandingkan sistem budidaya monokultur, kecuali pada kandungan bahan organik. Tidak terdapat perbedaan tingkat kesuburan tanah antara sistem budidaya polikultur dan monokultur.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Terhadap Frekuensi Penyiangan Gulma Dan Pemberian Pupuk Organik Cair Batang Pisang (Musa sp) Malika, Nizar Firman; Tripama, Bagus; Suroso, Bejo
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon frekuensi penyiangan gulma dan pemberian POC batang pisang terhadap tanaman bawang merah varietas Biru Lancor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) yang terdiri dari 2 faktor Frekuensi Penyiangan Gulma (S) dan POC Batang Pisang (P) dengan S0 (Tanpa penyiangan), S1 (Penyiangan 1 kali), S2 (Penyiangan 2 kali), S3 (Penyiangan 3 kali) dan P0 (Kontrol), P1 konsentrasi (300 ml/L), P2 konsentrasi (450 ml/L), P3 konsentrasi (600ml/L), P4 konsentrasi (750 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan beberapa frekuensi penyiangan gulma dan pemberian POC batang pisang pada parameter tinggi tanaman (cm), jumlah daun, panjang akar (cm), berat umbi basah (g) dan berat umbi kering (g) berbeda nyata dan sangat nyata. Kombinasi antara frekuensi penyiangan gulma dan POC batang pisang berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 42 hst, sedangkan untuk parameter lainnya tidak berbeda nyata. 
Pengaruh Konsentrasi Jakaba Dan Pemangkasan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Laksono, Rene Triaji; Tripama, Bagus; wijaya, Insan
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) adalah tanaman sayuran keluarga Cucurbitaceae yang dapat ditanam dengan ketinggian tempat 400 mdpl. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi POC jakaba (jamur keberuntungan abadi)terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman mentimun. (2) Mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman mentimun. (3) Mengetahui interaksi konsentrasi pupuk Jakaba dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di lahan persawahan desa pancoran, kecamatan bondowoso, kabupaten Bondowoso dimulai pada bulan juni hingga Agustus 2024. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua faktor, Faktor pertama adalah POC Jakaba (jamur keberuntungan abadi) yang terdiri dari 5 taraf: (J0 = 0 ml/L, J1 = 20 ml/L, J2 = 40 ml/L, J3 = 60 ml/L, J4 = 80 ml/L), Faktor kedua yaitu pemangkasan pucuk P0 (tanpa pemangkasan) P1(Pemangkasan).