Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Perhatian Orang Tua dengan Prokrastinasi Akademik Peserta Didik Kelas XI Fase F SMAN 1 Akabiluru Melinda, Diana; Dianto, Mori; Adison, Joni
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.925

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya peserta didik yang mengalami prokrastinasi yang terjadi pada kalangan peserta didik. Masih banyak peserta didik yang kesulitan dalam menyelesaikan tugas, sehingga diantaranya banyak yang mengalami keterlambatan dan gagal menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang seharusnya atau bisa disebut dengan prokrastinasi. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Gambaran perhatian orang tua di SMA 1 Akabiluru 2). Gambaran prokrastinasi siswa di SMA 1 Akabiluru 3). Hubungan perhatian orang tua dengan prokrastinasi akademik di SMA 1 Akabiluru. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1) Gambaran ketercapaian perhatian orang tua di SMA 1 Akabiluru. 2) Gambaran ketercapaian prokrastinasi siswa di SMA 1 Akabiluru. 3) Hubungan perhatian orang tua dengan prokrastinasi akademik di SMA 1 Akabiluru dinyatakan efektif.
Workshop Regulasi Emosi Remaja di SMP N 2 Koto XI Tarusan Suryadi, Suryadi; Adison, Joni
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025): In Process
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1557

Abstract

Setiap manusia pernah merasakan sensasi emosi dalam kehidupannya. Perasaan itu adakala berupa ekspresi emosi positif dan negatif misalnya; tertawa, menangis, menari-nari, berlari-lari, mencubit, ndomblong, terbelalak matanya dan lain sebagainya. Semua itu sesuai dengan lingkungan kebudayaan masyarakatnya. Bahkan emosi yang kuat dan tidak terkendali dapat menimbulkan perbuatan-perbuatan yang merusak. Misalnya emosi marah, orang yang sedang marah sekali maka dapat merusak barang apa yang ada di dekatnya, misalnya piring dibanting dilantai, gelas dipecah, meja digebrak dan sebagainya. Tetapi sebaliknya, dengan perasaanperasaan dan emosi luhur, terarah, dan terkendalikan dapat melahirkan karyakarya besar. Regulasi emosi merupakan proses individu dalam mengelola emosinya. Regulasi emosi adalah strategi yang dilalukan secara sadar dan di bawah alam sadar untuk meningkatkan dan mempertahankan,atau mengurangi satu atau lebih komponen dari respon emosi. Permasalahan yang muncul pada peserta didik di SMP N 2 Koto XI Tarusan ini adalah masih ada peserta didik yang menyindir temannya yang bermasalah, Peserta didik marah tanpa sebab yang pasti, Peserta didik yang menjauhi teman tanpa alasan yang masuk akal. Adanya peserta didik yang menghina temannya. Menyimpan dendam pada temannya, Adanya peserta didik yang mudah mengamuk, adanya peserta didik yang mudah tersinggung, adanya peserta didik yang tidak menyapa temannya yang bermasalah, adanya peserta didik yang langsung melampiaskan kemarahanya dengan teman yang bermasalah, adanya peserta didik yang membalas teman yang menghinanya dan adanya peserta didik yang marahnya meluap-luap.
KOLABORASI GURU BK DAN GURU MATA PELAJARAN DALAM MEMFASILITASI PENYESUIAN DIRI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (STUDI KUALITATIF PADA PESERTA DIDIK DI SMAN 6 SOLOK SELATAN) Pransiska, Meta; Nita, Rahma Wira; Adison, Joni
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6906

Abstract

This study aims to describe the collaboration between Guidance and Counseling (BK) teachers and subject teachers in facilitating the adjustment of children with special needs, particularly children with intellectual disabilities. The study used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including interviews and observations, and data analysis through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that children with intellectual disabilities experience various obstacles in the learning process, such as difficulty maintaining concentration, being easily distracted, and requiring intensive guidance. In writing skills, children are unable to write neatly and organized, characterized by inconsistent letterforms and slow writing. Children also show hesitation in answering questions and delays in understanding teacher instructions. From a social perspective, children with intellectual disabilities experience obstacles in communication and interaction, although they still show a desire to socialize and participate in activities with their peers. Collaboration between BK teachers and subject teachers is carried out through services such as praise, educational games, and decision-making guidance. This collaboration has been proven to help increase children's independence, self-confidence, self-acceptance, and involvement in learning and social activities at school. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi antara guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan guru mata pelajaran dalam memfasilitasi penyesuaian diri anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunagrahita. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi, serta analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita mengalami berbagai hambatan dalam proses pembelajaran, seperti kesulitan mempertahankan konsentrasi, mudah terdistraksi, dan membutuhkan pendampingan intensif. Dalam keterampilan menulis, anak belum mampu menulis secara rapi dan terorganisasi, ditandai oleh bentuk huruf yang tidak konsisten dan proses menulis yang lambat. Anak juga menunjukkan keraguan dalam menjawab pertanyaan serta keterlambatan memahami instruksi guru. Dari aspek sosial, anak tunagrahita mengalami hambatan dalam berkomunikasi dan berinteraksi, meskipun masih menunjukkan keinginan untuk bersosialisasi dan mengikuti kegiatan bersama teman sebaya. Kolaborasi antara guru BK dan guru mata pelajaran dilakukan melalui layanan berupa pemberian pujian, permainan edukatif, dan bimbingan pengambilan keputusan. Kolaborasi ini terbukti membantu meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, penerimaan diri, serta keterlibatan anak dalam kegiatan belajar dan sosial di sekolah.
Kolaborasi Guru BK dan Guru Mata Pelajaran dalam Membangun Karakter Peserta Didik(Studi Kualitatif di SMPN 3 Lubuk Sikaping) Oktaria, Missi; Wira Nita, Rahma; Adison, Joni
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2299

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurang optimalnya kolaborasi antara guru bimbingan dan konseling (BK) dan guru mata pelajaran dalam membangun karakter peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kolaborasi antara guru BK dan guru mata pelajaran dalam membentuk karakter peserta didik, ditinjau dari: 1) bentuk kolaborasi, 2) tantangan, dan 3) efek dari kolaborasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data deskriptif. Informan kunci adalah guru BK (Bapak APD) dan guru mata pelajaran (Ibu FR), serta tiga informan tambahan yaitu wali kelas (Bapak WAG), wakil kesiswaan (Bapak RA), dan peserta didik (SR). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi, sedangkan analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi guru BK dan guru mata pelajaran terjalin melalui saling bertukar informasi tentang peserta didik, diskusi kasus, dan pembiasaan perilaku positif. Tantangan yang dihadapi meliputi perbedaan pandangan, kurangnya komunikasi, dan keterbatasan waktu. Namun, kolaborasi ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab peserta didik. Kolaborasi juga berdampak pada peningkatan profesionalisme guru dan kualitas lingkungan belajar. Guru BK diharapkan menjalin komunikasi aktif dan menjadi penggerak kolaborasi. Guru mata pelajaran diharapkan proaktif berkoordinasi dan mengintegrasikan nilai karakter dalam pembelajaran. Pihak sekolah diharapkan mendukung dengan fasilitas dan pelatihan, serta peserta didik aktif dalam kegiatan pembentukan karakter.
Pengaruh Komunikasi Keluarga Terhadap Empati Peserta Didik Di SMA N 4 Solok Selatan Desrean Putri, Azrah; Rahma Mulyani, Rila; Adison, Joni
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2311

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya peserta didik yang tidak peduli dengan perasaantemannya yaitu sering mengejek, mengolok-olok teman-temannya tanpa merasa bersalah, adanya peserta didik yang mengobrol dengan teman saat guru sedang menjelaskan materi atauteman sedang menyampaikan pendapat, adanya peserta didik tidak mendengarkan orangtuanyaketika marah, adanya peserta didik tidak peduli ketika orang tua sedang sedih dan kecewa. Tujuan penelitian ini menggambarkan: 1) Komunikasi keluarga, 2) Empati peserta didik, 3) Pengaruh antara komunikasi keluarga dengan empati. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah 156 orang peserta didik sedangkan sampelpenelitian sebanyak 112 orang dipilih berdasarkan teknik propotional random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket sedangkan analisis data yang digunakan adalahstatistik deskriptif dengan analisis regresi linier sederhana, hasil pengolahan data denganinterval skor. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Komunikasi keluarga peserta didik di SMA N 4 Solok Selatan berada pada kategori cukup baik. 2) Empati peserta didikdi SMA N 4 Solok Selatan berada pada kategori cukup tinggi . 3) Adanya pengaruh komunikasi keluarga terhadap empati peserta didik di SMA N 4 Solok Selatan sebesar 31%. Berdasarkan hasil penelitian ini , sangat direkomendasikan kepada orangtua diharapkan dapat mengembangkan kualitas komunikasi dalam lingkungan keluarga . Selain itu , peserta didik juga disarankan untuk dapat mengembangkan rasa empati yang lebih mendalam , sehingga akan lebih mampu memahami perasaan dan kebutuhan orang lain, serta dapat menjalin hubungan sosial yang lebih positif .
Kesehatan Mental Anak Keluarga Broken Home (Studi Kasus Peserta Didik Kelas XI Fase F7 di SMA N 5 Bukittinggi) Novita, Anjela Asra; Adison, Joni; Putri, Besti Nora Dwi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1993

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi untuk menggambarkan kesehatan mental anak-anak dari keluarga broken home di SMA Negeri 5 Bukittinggi, khususnya pada peserta didik kelas XI Fase F7. Fokus penelitian ini mencakup empat dimensi kesehatan mental: (1) fisik, (2) psikis, (3) sosial, dan (4) moral religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan informan kunci GSR dan GDP, serta informan tambahan M, DKT, AS, dan VW. Instrumen yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumentasi. Reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peserta didik yang berasal dari keluarga broken home sering sakit-sakitan karena pola makan dan tidur yang tidak teratur. (2) Secara psikis, mereka mengalami perasaan sedih, ce mas, dan tertekan yang memengaruhi kesejahteraan emosional. (3) Secara sosial, setelah perceraian, anak cenderung menyendiri dan kurang mendapat dukungan dari keluarga atau teman. (4) Secara moral dan religius, sebagian anak tetap menjaga ibadah sebagai upaya mendekatkan diri kepada Tuhan dan mencari ketenangan batin. Rekomendasi untuk peserta didik yang berasal dari keluarga broken home adalah menjaga kesehatan fisik dengan pola makan dan tidur yang teratur, mencari dukungan sosial, dan memperkuat hubungan spiritual untuk ketenangan batin.
Hubungan Tipe Kepribadian dengan Pemilihan Karir Peserta Didik di Fase F SMA Negeri 2 Kota Solok Amalya, Mughni; Putri, Besti Nora Dwi; Adison, Joni
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2253

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya peserta didik yang bingung memilih karir masa depannya karena peserta didik terhambat oleh ekonomi keluarga, serta peserta didik belum mengenal karakter dirinya yang cocok dengan karir atau pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 260 orang peserta didik. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket.Hasil penelitian tentang hubungan tipe kepribadian dengan pemilihan karir peserta didik fase F SMA Negeri 2 Kota Solok mengungkapkan bahwa: 1) Profil tipe kepribadian peserta didik berada pada kategori sedang. 2) Profil pemilihan karir peserta didik berada pada kategori rendah. 3) Terdapat hubungan tipe kepribadian dengan pemilihan karir peserta didik dengan korelasi sangat lemah. Penelitian ini direkomendasikan kepada guru BK agar peserta didik dapat memilah pekerjaan atau karir yang akan diambilnya serta peserta didik nantinya dapat memiliki masa depan yang jelas.
Penerapan Layanan Klasikal Terhadap Kemandirian dalam Perencanaan Memilih Karir Peserta Didik Sari, Silvia Mayang; Adison, Joni; Suryadi, Suryadi
Journal of Education Research Vol. 2 No. 4 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v2i4.63

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi masih ada peserta didik yang belum memahami tentang karir, masih ada peserta didik yang belum peduli dengan karir, masih ada peserta didik yang belum bisa memilih karir, masih ada peserta didik yang belum mengetahui potensinya. Mendeskripsikan pemilihan karir berdasarkan kepercayaan diri, mendeskripsikan pemilihan karir berdasarkan tanggung jawab. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak seratus dua yang dipilih dengan teknik cluster random sampling sebanyak lima puluh satu sampel peserta didik. Instrumen yang digunakan yaitu angket. Sedangkan untuk analisis  data menggunakan interval skor. Hasil penelitian tentang penerapan layanan klasikal terhadap kemandirian dalam perencanaan memilih karir di SMAN empat Pariaman yaitu secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, indikator percaya diri berada pada kategori tinggi, indikator tanggung jawab berada pada kategori tinggi, indikator mengarahkan dan mengembangkan diri berada pada kategori tinggi, pada indikator tekun, inisiatif dan kreatif berada pada kategori tinggi, indikator berkeinginan mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang lain berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat direkomendasikan kepada peserta didik agar dapat lebih meningkatkan kemandirian dalam perencanaan memilih karir untuk masa depan.
Kontribusi Kegiatan Mentoring dalam Pembinaan Karakter Jujur Peserta Didik Iqbal, Muhammad; Yulastri, Weni; Adison, Joni
Journal of Education Research Vol. 2 No. 4 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v2i4.68

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta didik yang rendahnya nilai kejujuran dalam belajar. Adanya peserta didik yang kurang bertanggung jawab atas tugas yang diberikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk :Mendeskripsikan kegiatan mentoring peserta didik kelas VIII di SMPIT Adzkia Padang, Mendeskripsikan karakter jujur peserta didik. Menguji seberapa besar kontribusi kegiatan mentoring terhadap pembentukan karakter jujur peserta didik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik dikelas VIII berjumlah seratus dua puluh delapan orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan propotional random sampling yaitu sebanyak lima puluh enam orang. Data penelitian diperoleh melalui angket dan diolah menggunakan teknik persentase dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan  kegiatan mentoring peserta didik kelas VIII di SMPIT Adzkia Padang berada pada kategori cukup baik. karakter jujur peserta didik kelas VIII di SMPIT Adzkia Padang berada pada kategori tinggi. Besarnya kontribusi dalam pembentukan karakter jujur peserta didik sebesar tiga puluh delapan persen. Artinya enam puluh dua persen dipengaruhi oleh faktor lain. Untuk itu direkomendasikan kepada mentor untuk melakukan inovasi terhadap teknik atau metode dalam mengevaluasi program mentoring sehingga peserta didik mampu mengaplikasikan karakter jujur dalam kehidupan sehari-hari.
RANCANGAN MODEL LAYANAN RESPONSIF PADA PESERTA DIDIK DENGAN KEPERCAYAAN DIRI YANG RENDAH (FASE F DI SMA PGRI 2 PADANG) Salsabilla, Mutiara; Nita, Rahma Wira; Adison, Joni
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34313

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya peserta didik yang memiliki kepercayaan diri yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mendeskripsikan gambaran kondisi kepercayaan diri yang rendah pada peserta didik Fase F di SMA PGRI 2 Padang. 2) Merancang model layanan responsif pada peserta didik dengan kepercayaan diri yang rendah Fase F di SMA PGRI 2 Padang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian research and development (R&D). Populasi dari penelitian ini merupakan peserta didik Fase F di SMA PGRI 2 Padang dengan jumlah sebanyak 44 orang peserta didik. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 44 orang peserta didik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling, dan instrument yang digunakan adalah angket. Berdasarkan hasil penelitian ini, mengungkapkan bahwa: 1) Mendeskripsikan gambaran kondisi kepercayaan diri yang rendah pada peserta didik Fase F di SMA PGRI 2 Padang berada pada kategori cukup tinggi. 2) Model rancangan layanan responsif dengan kepercayaan diri yang rendah pada peserta didik yang telah divalidasi oleh pakar teoritis, berada pada kategori ”Sangat Diterima” dan layak digunakan. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada guru bimbingan dan konseling agar dapat menerapkan rancangan model layanan responsif untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.