Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MAHAR DALAM PERSPEKTIF YUSUF AL-QARDHAWI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PRAKTIK SOSIAL PERNIKAHAN DI INDONESIA Makin, Makin; Hidayati, Tri Wahyu
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 6 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/usrah.v6i3.2170

Abstract

This article explores the concept of marriage dower (mahar) through the lens of Yusuf al-Qordhawi’s thought and its relevance to contemporary practices in Indonesia. In Islamic tradition, mahar is an essential component of marriage contracts, encompassing legal, symbolic, moral, and socio-economic dimensions. Al-Qordhawi advocates for simplicity and affordability in mahar, emphasizing that it should not become a burden, but rather a source of blessings and commitment in marriage. In Indonesia, the practice of mahar is often shaped by cultural traditions and social pressure, leading to economic strain and reinforcing gender inequality. The emergence of unique and unconventional forms of mahar among young people reflects a symbolic resistance to materialistic interpretations. Using a qualitative, library-based approach, this study analyzes al-Qordhawi’s works and the social context in Indonesia. The findings suggest that al-Qordhawi’s wasathiy (moderate) approach offers a viable alternative for addressing contemporary marital issues by promoting justice, simplicity, and a spiritual reinterpretation of marriage values. His thought presents a framework for reforming Islamic family law in a way that is ethical, inclusive, and socially responsive to the needs of modern Indonesian society
INTEGRASI MAQASHID SYARIAH DAN KEADILAN GENDER: STUDI ATAS METODOLOGI FATWA KUPI NO. 07 TAHUN 2022 Suadi, Ahmad; Hidayati, Tri Wahyu; Multazam, Umar
YUSTISI Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v12i3.21644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metodologi fatwa Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) No. 07 Tahun 2022 dalam melindungi perempuan dari praktik pemaksaan perkawinan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumen dan analisis isi terhadap naskah fatwa, panduan metodologi, serta literatur relevan mengenai maqashid syariah dan keadilan gender. Temuan menunjukkan bahwa KUPI mengembangkan metodologi fatwa yang inovatif dengan menggabungkan nilai-nilai dasar Islam, ilmu pengetahuan, dan pengalaman perempuan sebagai sumber epistemik. Fatwa tersebut menggunakan pendekatan kontekstual dan partisipatoris, yang mengedepankan prinsip keadilan substantif dan perlindungan terhadap kelompok rentan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan KUPI tidak hanya relevan secara normatif, tetapi juga transformatif dalam memperjuangkan keadilan sosial dan gender dalam konteks hukum Islam. Kata kunci: Maqashid syariah; keadilan gender; fatwa; perempuan; pemaksaan perkawinan.
INTEGRASI MAQASHID SYARIAH DAN KEADILAN GENDER: STUDI ATAS METODOLOGI FATWA KUPI NO. 07 TAHUN 2022 Suadi, Ahmad; Hidayati, Tri Wahyu; Multazam, Umar
YUSTISI Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v12i3.21644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metodologi fatwa Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) No. 07 Tahun 2022 dalam melindungi perempuan dari praktik pemaksaan perkawinan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumen dan analisis isi terhadap naskah fatwa, panduan metodologi, serta literatur relevan mengenai maqashid syariah dan keadilan gender. Temuan menunjukkan bahwa KUPI mengembangkan metodologi fatwa yang inovatif dengan menggabungkan nilai-nilai dasar Islam, ilmu pengetahuan, dan pengalaman perempuan sebagai sumber epistemik. Fatwa tersebut menggunakan pendekatan kontekstual dan partisipatoris, yang mengedepankan prinsip keadilan substantif dan perlindungan terhadap kelompok rentan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan KUPI tidak hanya relevan secara normatif, tetapi juga transformatif dalam memperjuangkan keadilan sosial dan gender dalam konteks hukum Islam. Kata kunci: Maqashid syariah; keadilan gender; fatwa; perempuan; pemaksaan perkawinan.
Analisis Fatwa di Indonesia tentang Kemahraman Akibat Donor ASI: Kajian terhadap Fatwa MUI, NU, dan Muhammadiyah Saifulloh; Hidayati, Tri Wahyu
Jurnal Ilmiah AL-Jauhari: Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah AL-jauhari
Publisher : Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jiaj.v8i2.3787

Abstract

Through Government Regulation No. 33 of 2012 Article 11 on Exclusive Breastfeeding, it is known that breast milk donation is a legal act according to the law. Among its provisions is that it must be implemented in accordance with religious norms, including through fatwas. The fatwa of the Indonesian Ulema Council (MUI) is widely used as a reference by the Indonesian people because of its status as a government organization, the fatwa of Nahdlatul Ulama (NU), and the fatwa of Muhammadiyah is also the same because the the two largest religious institutions in Indonesia. This article aims to discover the reality of breast milk donation in Indonesia and analyze the fatwas of the Indonesian Ulema Council (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), and Muhammadiyah on the permissibility of breast milk donation. The author uses a literature study method presented descriptively analytically of the fatwa content and istinbath used. The result of this article is that the views and fatwas issued by the Indonesian Ulema Council (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), and Muhammadiyah regarding the mahram status arising from breast milk donation, have some differences in legal istinbath and interpretations that exist in their views.