Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS PERHITUNGAN EMISI KARBON PADA PONDASI BORED PILE MENGGUNAKAN UNDERPINNING Muwris Ikhramullah; Ryan Faza Prasetyo; Feby Kartika Sari
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v3i1.22664

Abstract

Pesatnya perkembangan industri konstruksi menjadi salah satu kontributor utama pembangunan ekonomi nasional, kegiatan konstruksi mengkonsumsi energi yang cukup besar dan memberikan konstribusi yang signifikan terhadap kenaikan jejak karbon di lingkungan, bangunan gedung kurang lebih menggunakan 40% dari total energi global, dan menghasilkan emisi pada tahap konstruksi dan operasi. Pembangunan rumah atau konstruksi berperan penting terhadap kerusakan lingkungan. Indikasi lain dari kerusakan lingkungan yaitu terjadinya fenomena yang disebabkan oleh efek pemanasan global dan meningkatnya karbon. Berdasarkan penelitian, semen dan baja merupakan material yang sangat signifikan sebagai sumber emisi karbon. Langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan adalah dengan perhitungan emisi karbon pada pondasi bored pile menggunakan underpinning. Dengan menggunakan metode ini, kita dapat memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, mengurangi kebutuhan material baru, dan meminimalkan limbah konstruksi. Pendekatan ini sering kali lebih ekonomis dan cepat, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan proyek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya emisi karbon yang dihasilkan dari pekerjaan pondasi bored pile menggunakan metode underpinning melalui analisis perhitungan emisi karbon pada setiap tahapan pekerjaan. Kata kunci: Emisi Karbon, Pondasi Tiang Bor, Underpinning
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE UNCERTAINTY NETWORK METHODE (UNM) STUDI KASUS: GEDUNG INATEWS BMKG Ahmad Rafi Resmawan; Ryan Faza Prasetyo; Feby Kartika Sari
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v3i1.22857

Abstract

Perkembangan industri konstruksi di Indonesia telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga memerlukan manajemen risiko yang dapat membangun hubungan antar risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Uncertainty Network Method (UNM) dalam manajemen risiko proyek konstruksi, dengan studi kasus pada pembangunan Gedung InaTEWS BMKG. Metode ini digunakan sebagai alternatif dari metode matriks risiko, dengan pendekatan pemodelan jaringan yang terpusat dan saling terhubung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNM mampu memvisualisasikan keterkaitan antar risiko dan meningkatkan pengambilan keputusan dalam manajemen proyek konstruksi.
The Influence Of Risk Management Culture On Project Time Control In Construction Projects: A Random Forest Approach Kartika Sari, Feby; Nugroho , M. Sapto; Prasetyo, Ryan Faza; Faisal, Ulfa Fatmasari; Wijaya, M. G. Wisnu; Bonastria, Citra Mira Dewi
Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 1 (2026): Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2026.020.01.5

Abstract

Managing time is crucial in construction projects, as schedule deviations caused by complexity and external risks often lead to costly delays. This study aims to analyze how risk management culture influences time control in high-rise building construction projects. A mixed-methods approach was employed: first, risk management culture variables were qualitatively identified through in-depth interviews; then, a quantitative analysis was conducted using questionnaires distributed to project managers, construction managers, and financial managers. The data were analyzed with the Random Forest algorithm, chosen for its predictive accuracy. Risk management culture variables (X1–X23) were adapted from ISO 31000:2018, while project time control was measured using the Schedule Performance Index (SPI). The results indicate that a risk management culture has a significant and positive impact on project time control. The most influential factors were the documentation of the risk register (X23), the integration of risk evaluation into decision-making (X16), and continuous monitoring and review (X20). Conversely, formal aspects, such as risk management policies (X2) and training programs (X11), showed a relatively lower influence. These findings suggest that active implementation of risk management culture in daily operations contributes more directly to improving schedule performance. The study highlights the importance of accurate risk documentation, risk-informed decision-making, and adaptive monitoring as priorities for achieving effective time control in construction projects.