Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Determinasi Efisiensi Pajak dengan Dewan Komisaris sebagai Pemoderasi pada Perusahaan Konstruksi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018 Habibie Habibie; Darmansyah Darmansyah; M. Ardiansyah Syam
Jurnal Ranah Publik Indonesia Kontemporer (Rapik) Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.823 KB) | DOI: 10.47134/rapik.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komite audit, hutang, ukuran perusahaan, dan profitabilitas terhadap efisiensi pajak dengan dewan komisaris sebagai moderasi. Objek pada penelitian ini adalah perusahaan yang masuk dalam sektor konstruksi bangunan yang terdaftar pada bursa efek Indonesia selama tahun 2014-2018, dengan jumlah 9 perusahaan. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan tehnik analisis deskriptif dan analisis statistik, dengan menggunakan program WarpPLS 5.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite audit, hutang dan profitabilitas berpengaruh terhadap efisiensi pajak, sedangkan ukuran perusahaan tidak. Dewan komisaris ditemukan sebagai quasi moderator untuk pengaruh hutang terhadap efisiensi pajak. Dewan komisaris ditemukan sebagai variabel homologiser moderator untuk pengaruh ukuran perusahaan terhadap efisiensi pajak, dan sebagai predictor moderator untuk pengaruh profitabilitas terhadap efisiensi pajak. Disarankan untuk penelitian selanjutnya meningkatkan jumlah sampel penelitian, rentan waktu penelitian, dan indikator masing-masing variabel.
Determinan Audit Report Lag dan Peran Auditor Spesialisasi Industri Sebagai Pemoderasi Pada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara Yudhi Prasetiyo Yudhi; Nurmala Ahmar; M. Ardiansyah Syam
Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP) Vol 7 No 01 (2020)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.941 KB) | DOI: 10.35838/jrap.2020.007.01.11

Abstract

ABSTRACT This study aimed to examine the effect of KAP size, profitability, company size, audit tenure, and investment opportunity set on audit report lag with auditor industry specialization as a moderating variable. This research uses a quantitative method with a descriptive approach. The population in this study is the BUMN Go Public Company listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2014-2018. The sampling technique uses purposive sampling method. The sample in this study were only companies that passed the sample criteria of 100 companies. The data were analyzed uses moderate regression analysis (MRA). The results of this study found that audit tenure had a positive and significant effect on audit report lag, profitability and firm size had a negative effect and significant on audit report lag, and the size of KAP and investment opportunity set had no effect on audit report lag. Then the moderation regression analysis results of this study found that industrial specialization auditors moderate positive toward profitability and firm size against to audit report lag, industrial specialization auditors moderate toward negative audit tenure to audit report lag. Where as industry specialization auditors don’t moderate the KAP size and investment opportunity set of audit report lag. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran KAP, profitabilitas, ukuran perusahaan, audit tenur, dan investment opportunity set terhadap audit report lag dengan auditor spesialisasi industri sebagai variabel moderating. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan BUMN Go Public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel di dalam penelitian ini adalah hanya perusahaan-perusahaan yang lolos mengikuti kriteria sampel sebanyak 100 perusahaan. Analisis data menggunakan moderate regression analys (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit tenur berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit report lag, profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh negative dan siginifikan terhadap audit report lag serta ukuran KAP dan investment opportunity set tidak berpengaruh terhadap audit report lag. Kemudian hasil regresi moderasi analisis menunjukan bahwa auditor spesialisasi industri memodersi semu kearah positif profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap audit report lag, auditor spesialisasi industri memodersi semu kearah negative audit tenur terhadap audit report lag Sedangkan auditor spesialisasi industri tidak memodersi ukuran KAP dan investment opportunity set terhadap audit report lag. JEL Classification: M42, D21
Model Prediksi Financial Distress Grup Perusahaan Keluarga Di Indonesia Dengan Model Beneish Ratio Index Nurina Prawinin Tyas; Nurmala Ahmar; M. Ardiansyah Syam
Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP) Vol 7 No 02 (2020)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.606 KB) | DOI: 10.35838/jrap.2020.007.02.20

Abstract

ABSTRACT This study aims to test and prove the empirical evidence of the Financial Distress Prediction Model of Family Companies in Indonesia with the Beneish Ratio Index. The sample used in this study is a group of family companies in Indonesia which are listed on the Indonesia Stock Exchange with an observation period of 31 December 2014 to 2018. The research method used is a quantitative method with a survey approach for secondary data. The Days Sales in Receivable Index (DSRI), Sales Growth Index (SGI), Sales General and Administrative Index (SGAI), and Leverage Index (LVGI) variables do not differ in the treatment of the Beneish Model components based on the Financial Distress status of the Family Group Company. Variable Gross Margin Index (GMI), Asset Quality Index (AQI), Depreciation Index (DEPI), and Total Accruals to Total Assets Index (TATA) differ in the treatment of the Beneish Model component based on the Financial Distress status of the Family Company Group. This research contributes to the parties concerned with the prediction of financial distress, such as auditors and the government in assessing the potential for financial distress in the company. ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan bukti empiris Model Prediksi Financial Distress Grup Perusahaan Keluarga Di Indonesia Dengan Beneish Ratio Index. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Grup perusahaan keluarga di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamatan 31 Desember 2014 hingga 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey untuk data sekunder. Variabel Days Sales in Receivable Index (DSRI), Sales Growth Index (SGI), Sales General and Administrative Index (SGAI), dan Leverage Index (LVGI) tidak ada perbedaan perlakuan komponen Beneish Model berdasarkan status Financial Distress pada Grup Perusahaan Keluarga. Variabel Gross Margin Index (GMI), Asset Quality Index (AQI), Depreciation Index (DEPI), dan Total Accruals to Total Assets Index (TATA) ada perbedaan perlakuan komponen Beneish Model berdasarkan status financial distress pada Grup Perusahaan Keluarga. Riset ini memberikan panduan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap memprediksi financial distress yang akan terjadi dalam perusahaan ataupun industri, pihak yang berkepentingan seperti Auditor dan Pemerintahan. JEL Classification : G32, M41
Determinasi Kemampuan Deteksi Kecurangan di Bidang Tindak Pidana Korupsi dengan Akuntansi Forensik sebagai Pemoderasi Muhammad Nor Prayoga; M.Ardiansyah Syam
JRAP (Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan) Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35838/jrap.2021.008.01.11

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study were examine and analyze the effect of competence, professional skepticism, and experience on the ability of investigators in fraud detection with forensic accounting expertise as a moderating. The sampling method used was purposive sampling. The method of data analysis in this study was Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS) using the WarpPLS 5.0 program. The results of this study are that competence has a significant effect, professional skepticism has no significant effect, and experience has a significant effect on the ability of investigators to detect fraud. Forensic accounting expertise weakens the influence of professional skepticism on firm performance, while forensic accounting expertise does not moderate the effect of competence and experience on investigators' ability to detect fraud. The contribution of this research strengthens the theory and previous research. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menguji dan menganalisis pengaruh kompetensi, skeptisme profesional, dan pengalaman terhadap kemampuan penyidik dalam deteksi kecurangan dengan keahlian akuntansi forensik sebagai pemoderasi. Objek penelitian ini adalah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sebanyak 58 orang. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode analisis data pada penelitian ini adalah Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan program WarpPLS 5.0. Hasil penelitian ini adalah kompetensi berpengaruh signifikan, skeptisme profesional tidak berpengaruh signifikan, dan pengalaman berpengaruh signifikan terhadap kemampuan penyidik dalam deteksi kecurangan. Keahlian Akuntansi Forensik memperlemah pengaruh skeptisme profesional terhadap terhadap kinerja perusahaan, sedangkan keahlian akuntansi forensik tidak memoderasi pengaruh kompetensi dan pengalaman terhadap kemampuan penyidik dalam deteksi kecurangan. Kontribusi penelitian ini memperkuat teori dan penelitian sebelumnya.
Kick Off Peningkatan Potensi Ekonomi Kreatif Masyarakat Melalui Koperasi, Bumdes dan UKM Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Soppeng M. Ardiansyah Syam; Syahril Djaddang; Fachrudin Salim; Widarto Rachbini
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.191 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.01.1

Abstract

Abstrak Ekonomi Kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan baru ekonomi nasional yang berkelanjutan, dan menekankan pada penambahan nilai barang melalui daya pikir serta kreatifitas manusia. Pada tahun 2019, ekonomi kreatif Indonesia tumbuh sebesar 6.25% melampai pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk menumbuhkan dan meningkatkan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, pelatihan dasar kewirausahaan dan dasar-dasar akuntansi bagi pengurus dan anggota koperasi, bumdes dan UKM merupakan hal yang sangat diperlukan. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Usaha kecil dan Menengah (UKM) adalah akses permodalan baik dari bank maupun lembaga keuangan lainnya yang disebabkan oleh ketidakmampuan pemilik Usaha Kecil dan Menengah untuk menyajikan laporan keuangan usahanya dengan benar. Tujuan dari pelatihan dasar kewirausahaan dan dasar-dasar akuntasi ini adalah untuk menginisiasi anggota masyarakat untuk menjadi wirausahawan yang memahami pentingnya pencatatan dan pelaporan keuangan berdasarkan disiplin akuntansi. Berdasarkan data dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sulawesi Selatan memiliki 188.547 unit ekonomi kreatif, dan 181.048 atau 96.02% belum memiliki badan usaha. Di Kabupaten Soppeng tercatat hanya 1.2 % pelaku usaha ekonomi kreatif. Untuk itu pelatihan dasar kewirausahaan dan dasar-dasar akuntansi merupakan salah satu solusi awal untuk menginisiasi dan membina pelaku ekonomi kreatif. Sebagai rekomendasi, pelatihan mengenai pentingnya badan usaha dari aspek hukum dan legalitas perlu dilakukan sebagai tindak lanjut dari pelatihan dasar kewirausahaan dan dasar-dasar akuntansi. Abstract The Creative Economy is one of the sectors that is expected to be a new strength of the national economy that is sustainable, and emphasizes the addition of value through the power of thought and human creativity. In 2019, Indonesia's creative economy grow by 6.25% beyond national economic growth. To foster and enhance the potential of the creative economy based on local wisdom, entrepreneurship basic training and accounting basics for management and members of cooperatives, community service and SMEs is very necessary. One of the problems faced by Small and Medium Enterprises (SMEs) is access to capital from both banks and other financial institutions caused by the inability of Small and Medium Business owners to present their business financial statements correctly. The aim of this basic entrepreneurship training and the fundamentals of accounting is to initiate community members to become entrepreneurs who understand the importance of financial recording and reporting based on accounting discipline. Based on data from the Indonesian Creative Economy Agency, South Sulawesi has 188,547 creative economy units, and 181,048 or 96.02% do not have business entities. In Soppeng Regency, there are only 1.2% of creative economy entrepreneurs. To that end, basic entrepreneurship training and fundamentals of accounting is one of the initial solutions for initiating and fostering creative economic actors. As a recommendation, training on the importance of business entities from legal and legal aspects needs to be done as a follow-up to basic entrepreneurship training and fundamentals of accounting.
Teknik Audit PerAkun(an) Desa: Menuju Tata kelola Desa yang Transparan dan Akuntabel M. Ardiansyah Syam; Suratno Suratno; Syahril Djaddang
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.163 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.01.4

Abstract

Abstrak Pengauditan pada organisasi sektor publik menjadi isu penting guna mewujudkan good governance. Pemeriksaan tersebut merupakan investigasi independen terhadap beberapa kegiatan tertentu, dalam hal ini lebih difokuskan pada tata kelola keuangan desa dan akuntansi. Mekanisme audit merupakan mekanisme yang dapat menggerakkan makna akuntabilitas dalam pengelolaan sektor publik dalam hal ini lembaga pengelola kekayaan negara termasuk pemerintah desa dan pengelolaan dan pemerintahan keuangan desa. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, membawa konsekuensi bahwa desa diberi kesempatan yang besar untuk mengurus sendiri pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Selain itu, pemerintah desa diharapkan lebih mandiri dalam mengelola pemerintahan dan berbagai sumber daya alam yang dimilikinya, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan aset desa. Besar dan vitalnya peran yang diterima desa tentunya harus dibarengi dengan tanggung jawab dan akuntabilitas yang besar pula. Oleh karena itu, pemerintahan desa harus mampu menerapkan asas akuntabilitas dalam penyelenggaraannya, dimana semua kegiatan akhir pemerintahan desa harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat desa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kata Kunci: Audit Sektor Publik, Akuntansi & Tata Kelola Desa, Transparansi dan Akuntabilitas. Abstract Auditing for public sector organizations has become an important issue in order to realize good governance. The audit is an independent investigation of several specific activities, in this case it is more focused on village financial governance and accounting. Audit mechanism is a mechanism that can move the meaning of accountability in the management of the public sector in this case the state asset management institutions including the village government and village finance management and governance. The enactment of Law No. 6 of 2014 concerning Villages, has the consequence that villages are given a great opportunity to take care of their own governance and implementation of development to improve the welfare and quality of life of rural communities. In addition, the village government is expected to be more independent in managing the government and various natural resources they have, including the management of village finances and assets. The large and vital role that accepted by the village, of course,must accompanied by great responsibility and accountabilityas well. Therefore, the village government must be able to apply the principle of accountability in its governance, where all the end activities of village governance must be accountable to the village community in accordance with applicable laws and regulations. Keywords: public sector auditing, village accounting & governance, transparency and accountability.
Literasi Tatakelola BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) M. Ardiansyah Syam; Suratno Suratno; Syahril Djaddang
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.397 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.02.06

Abstract

Abstrak Badan Usaha Milik Desa adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan membangun kemasyarakatan masyarakat yang dibentuk berdasarkan kebutuhan masyarakat desa. Sebagai badan usaha milik umum (milik desa), tata kelola dan akuntabilitas publik juga melekat pada BUMDes. Literasi tata kelola BUMDes tidak hanya bermanfaat bagi pengelola atau pengawas BUMDes, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat desa terkait penggunaan aset desa yang dipisahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa dan memberikan layanan berkualitas kepada masyarakat desa. Melalui tata kelola yang baik, BUMDes diharapkan dapat dikelola secara profesional, mandiri, dan memiliki jaringan yang baik dengan berbagai pihak sehingga dapat terkonsolidasi dan menjadi kekuatan ekonomi pedesaan menuju desa yang mandiri dan mandiri. Kata Kunci: audit sektor publik, akuntansi & tata kelola desa, transparansi dan akuntabilitas. Abstract Village-owned enterprises are village business institutions that are managed by the community and village government in an effort to strengthen the village economy and build social communities that are formed based on the needs of the village community. As a publicly owned (village-owned) enterprise, public governance and accountability are also inherent in BUMDes. BUMDes governance literacy is not only beneficial for BUMDes managers or supervisors, but also benefits village communities related to the use of separated village assets to meet the needs of village communities and provide quality services to village communities. Through good governance, BUMDes are expected to be managed professionally, independently, and have good networks with various parties so that they can be consolidated and become a rural economic power towards an independent and autonomous village. Keywords: village owned enterprises, governance, community empowerment, literacy.
Tatakelola Keuangan UMKM Berbasis ETAP dan Android Untuk Meningkatkan Efisiensi Kinerja Usaha pada Era Covid-19 Normal Baru Sailendra Sailendra; Syahril Djaddang; M. Ardiansyah Syam; Susilawati Susilawati; Nungki P
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.137 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.02.10

Abstract

Abstrak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi, merupakan salah satu pilar serta tulang punggung perekonomian bangsa, yang menyerap banyak tenaga kerja dan kesempatan berusaha pada sektor informal. Pandemi Covid-19 dan disrupsi industri 4.0 telah merubah tatanan sosial-ekonomi, turut mempengaruhi jenis industri ini. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM dan Koperasi saat ini, masih rendahnya literasi akuntansi dan tatakelola keuangan, ditambah dengan transformasi tatanan sosial-ekonomi dari sistem konvensional ke sistem digital. Salah satu solusi untuk meningkatkan pengetahuan UMKM dan Koperasi terhadap dunia digital yang berhubungan dengan literasi akuntansi dan tatakelola keuangan yaitu melalui pelatihan, pendampingan dan penelitian. Pelatihan, pendampingan dan penelitian terhadap para pelaku UMKM dan Koperasi ini dilakukan dengan metode berinteraksi langsung melalui tatap muka dan observasi lapangan. Implikasi dari hasil pelatihan, pendampingan dan penelitian, merekomendasikan agar pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh akademisi bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM, perlu terus dilakukan secara berkesinambungan. Karena, dengan pelatihan dan pendampingan yang berkesinambungan, literasi dan keterampilan akuntansi berbasis SAK ETAP dan tatakelola keuangan berbasis teknologi digital Android UMKM dapat ditingkatkan. Sehingga efisiensi dan kinerja usaha dapat tercapai. Terutama pada era pandemi Covid-19 dan normal baru, agar pelaku usaha UMKM tetap dapat eksis dan mampu berkompetisi dalam menghadapi persaingan usaha. Kata Kunci: umkm dan koperasi, efisiensi dan kinerja usaha, akuntansi berbasis android, digitalisasi takakelola keuangan, covid-19, normal baru. Abstract Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs) and Cooperatives are one of the pillars and backbone of the nation's economy, which absorbs a lot of labor and business opportunities in the informal sector. The Covid-19 pandemic and industrial disruption 4.0 have changed the socio-economic order; it also affects this type of industry. One of the challenges faced by MSMEs and Cooperatives today is the low accounting literacy and financial governance, coupled with the transformation of the socio-economic order from conventional to digital systems. One solution to increase the skill and knowledge of MSMEs and Cooperatives to the digital system related to accounting literacy and financial governance is through training, mentoring, and research. Pieces of training, mentoring, and research on MSMEs and Cooperative members are conducted by interacting directly through face-to-face and field observation. The implications of the results of this training, mentoring and study, recommend that the training and mentoring undertaken by academics in synergy with Cooperatives and MSMEs Government need to continue to be carried out on an ongoing basis. With continuous training and mentoring, literacy, and accounting skills based on SAK ETAP and financial governance based on Android, MSMEs can be improved to achieve the business's efficiency and performance. Especially in the era of the Covid-19 pandemic and the new normal, MSMEs are still available to exist and compete in the business competition. Keywords: msmes and cooperative, efficiency and business performance, android-based accounting, digitization of financial governance, covid-19, new normal.
Literasi Penyusunan Pelaporan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Pelaku Usaha Kecil UMKM Kota/Kabupaten Sukabumi Susilawati; Syahril Djaddang; Zulkifli; Mombang Sihite; Findita; Nurmala Ahmar; M. Ardiansyah Syam
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 03 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.819 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.03.13

Abstract

ABSTRAK Pajak merupakan kontribusi wajib rakyat kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi kemakmuran rakyat. Saat ini, pertumbuhan UMKM berkembang dengan pesat, hal ini tidak terlepas dari pembebanan pajak yang harus disetorkan oleh pelaku UMKM dan besarnya setoran tersebut berdasarkan ketentuan yang sudah dijelaskan dalam PP Nomor 46 tahun 2013 dengan tarif 1 % dan turunkan menjadi 0,5% berdasarkan PP Nomor 23 tahun 2018. Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila bekerjasama dengan Universitas Muhamadyah Sukabumi bersama Sukabumi Enterpreneur Association (SEA) memberikan pelatihan penyusunan pelaporan Pajak Penghasilan Orang Pribadi yang melakukan usaha tertentu. Pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan agar UMKM bisa memahami tentang PPh Orang Pribadi yang melakukan usaha, kemudian bisa menghitung, menyusun serta melaporkan PPh Orang Pribadi setiap periodenya baik secara periode bulanan atau masa dan periode tahunan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara pemberian materi perpajakan, pajak penghasilan (PPh) OP, dan mengisi e-spt. Peserta UMKM di Kota dan Kabupaten Sukabumi memiliki kemampuan dalam menghitung dan menyusun pelaporan pajak usahanya. ABSTRACT Tax is an obligatory payment of the people to the state that is owing by individuals or entities that are coercive in nature based on the law and are utilized for the state's purposes for the prosperity of the people without receiving direct recompense. The rapid growth of MSMEs cannot be separated from the imposition of taxes that must be submitted by MSME actors, and the amount of the deposit is based on the conditions outlined in PP No. 46 of 2013 at a rate of 1%, which was decreased to 0.5 percent by PP No. 23 of 2018. Pancasila University's Graduate School, in partnership with the University of Muhamadyah Sukabumi and the Sukabumi Entrepreneur Association (SEA), offers instruction in the preparation of income tax returns for persons who operate particular enterprises. The program is designed to help MSMEs understand how personal income tax affects their firm and how to calculate, assemble, and report personal income tax on a monthly or annual basis. This type of community service implementation entails submitting tax materials, income tax (PPh) OP, and completing the e-SPT. The ability to calculate and produce business tax reports is available to MSME participants in the City and District of Sukabumi.
Study Action Research: Literasi Akuntansi UMKM Berbasis ETAP dan Android Pada Era Covid-19 Normal Baru Syahril Djaddang Djaddang; Sailendra S; M. Ardiansyah Syam; Susilawati Susilawati; Nunky P
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.159 KB) | DOI: 10.35814/abdi.v1i1.2054

Abstract

Abstract The purpose of implementing community service and research (action research) is to accelerate the process of developing an entrepreneurial culture; to increase the knowledge of MSMEs and Cooperatives in the digital world related to ETAP and Android-based accounting literacy through training, mentoring and research on MSME and cooperative actors in Bogor City. The Covid-19 pandemic and industrial disruption 4.0 have changed the socio-economic order; it also affects this type of industry. One of the challenges faced by MSMEs and Cooperatives today is the low accounting literacy and financial governance, coupled with the transformation of the socio-economic order from conventional to digital systems. One solution to increase the skill and knowledge of MSMEs and Cooperatives to the digital system related to accounting literacy and financial governance is through training, mentoring, and research. Pieces of training, mentoring, and research on MSMEs and Cooperative members are conducted by interacting directly through face-to-face and field observation. The implications of the results of this training, mentoring and study, recommend that the training and mentoring undertaken by academics in synergy with Cooperatives and MSMEs Government need to continue to be carried out on an ongoing basis. With continuous training and mentoring, literacy, and accounting skills based on SAK ETAP and financial governance based on Android, MSMEs can be improved to achieve the business's efficiency and performance. Especially in the era of the Covid-19 pandemic and the new normal, MSMEs are still available to exist and compete in the business competition.