Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Willingness to pay for use of water source for domestic consumption in Rangomali Village, Wolo District, Kolaka District Alfarabi, Muh.; Razak, Rahman; Sabir
Economics and Business Journal (ECBIS) Vol. 1 No. 5 (2023): July
Publisher : PT. Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ecbis.v1i5.79

Abstract

Water is a very important natural resource for help to survive. Water perpendicularoma on providing has impacts. Unwise overuse of water resources you are horrified can jeopardize their sustainability. The objective of this study is to estimate the economic value of spring water utilization in Rangomari village. The method used is Willingness to Pay (WTP) Analysis using Conditional Valuation Method (CVM). As a result, the average I WTP is IDR 5,788.46 per month and the total IWTP is IDR 5,788.46 per month. 1,724,961.54 per month. The annual economic value of this urinary tract in Rangomali village is IDR 20,699,538.5. Governments are expected to implement payment of environmental services for water use and modernization of source management.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Tentang Macam-Macam Sujud Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Peserta Didik Kelas VII UPT SMP Negeri 6 Enrekang Sabir
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 3 No. 1 (2021): FEBRUARY
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/pekerti.v3i1.4061

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman PAI tentang macam-macam sujud pada peserta didik kelas VII UPT SMP Negeri 6 Enrekang melalui model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dalam peningkatan hasil belajar PAI tentang macam-macam sujud pada peserta didik kelas VII UPT SMP Negeri 6 Enrekang ? Apakah hasil belajar PAI tentang macam-macam sujud meningkat melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw pada peserta didik kelas VII UPT SMP Negeri 6 Enrekang? Untuk mengetahui peningkatan pemahaman belajar peserta didik kelas VIII.1 melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw di UPTD SMP Negeri 6 Enrekang. Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelas VII UPT SMP Negeri 6 Enrekang dengan jumlah peserta didik 20 orang yang terdaftar pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I yang dilaksanakan 2 kali pertemuan dan siklus II yang juga dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dalam peningkatan hasil belajar PAI tentang macam-macam sujud pada peserta didik kelas VII aktivitas guru dan peserta didik melalui observasi guru dan peserta didik mencapai kategori Tinggi. Peningkatan hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw peserta didik setelah dua kali dilaksanakan tes siklus. Dapat dilihat bahwa adanya hasil yang menampakkan peningkatan hasil belajar peserta didik setelah dua kali dilaksanakan tes siklus. Pada siklus I tingkat ketuntasan mencapai 68% berada pada kategori cukup, dan pada siklus II mencapai 92% berada pada kategori Sangat Tinggi.
Kedudukan Produk Klaster 3 Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap sebagai Produk Pendaftaran Tanah (Studi Kasus PTSL 2023 Kantor Pertanahan Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah) Nugroho, Susetyo; Imran; Siswoyo; Sabir; Mulyani, Rini; Ratode, Hartato Kurniawan; Surahman, Yogi
Jurnal Pertanahan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Pertanahan
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53686/jp.v14i1.249

Abstract

Terdapat 536 bidang tanah produk klaster 3 pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) pada Kantor Pertanahan (Kantah) Tojo Una-Una yang harus dilakukan pengulangan proses pendaftaran tanah dari awal agar dapat ditingkatkan menjadi sertipikat hak atas tanah. Harapan produk klaster 3 PTSL dengan mudah dapat ditingkatkan menjadi sertipikat hak atas tanah dikemudian hari sulit terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kedudukan produk klaster 3 PTSL sebagai produk pedaftaran tanah. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang memanfaatkan bahan hukum primer dan sekunder. Bahan hukum primer yang dimaksud yaitu peraturan perundang-undangan, petunjuk teknis mengenai PTSL sedangkan bahan hukum sekunder yaitu wawancara dan sejumlah literatur yang membahas mengenai PTSL dan pendaftaran tanah. Pendekatan yang digunakan adalah perundang-undangan, dan konseptual. Bahan yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Produk klaster 3 PTSL bukan merupkan produk pendaftaran tanah yang bertujuan utama agar dapat diterbitkan sertipikat hak atas tanah. Produk klaster 3 PTSL sebagai produk pendaftaran tanah hadir untuk menghimpun dan menyajikan informasi yang lengkap mengenai data fisik dan data yuridis pada satu desa lokasi PTSL yang bidang tanahnya secara subjek maupun objek tidak dapat dilakukan pembukuan hak. Produk klaster 3 PTSL sebagai hasil kegiatan proses pendaftaran tanah yang belum selesai dan belum melahirkan hak atas tanah menyebabkan produk K3 akan selalu dibayangi dengan potensi melahirkan fakta- fakta hukum baru, oleh hal tersebut pengulangan kegiatan pada produk klaster 3 PTSL pada saat ingin dibukukan haknya haruslah dianggap sebuah kewajaran.   There are 536 plots of complete systematic land registration(PTSL) cluster 3 product land in land office(kantah) Tojo Una Una, the land registration process must be repeated from the beginning so that it can be upgraded to a land title certificate. The hope that PTSL cluster 3 products can easily be upgraded to become land title certificates in the future will be difficult to achieve. The aim of this research is to determine the position of PTSL cluster 3 products as land registration products. This research is normative legal research which utilizes primary and secondary legal materials. The primary legal materials in question are statutory regulations, technical instructions regarding PTSL, while the secondary legal materials are interviews and a number of literature discussing PTSL and land registration. The approach used is statutory and conceptual. The collected material was analyzed descriptively qualitatively. The PTSL cluster 3 product is not a land registration product whose main aim is to issue land title certificates. The PTSL cluster 3 product as a land registration product is here to collect and present complete information regarding physical data and juridical data in a village where PTSL is located where land plots as subjects and objects cannot be recorded as rights. Cluster 3 products PTSL are the result of land registration process activities that have not been completed and have not given birth to land rights, causing K3 products to always be overshadowed by the potential to give birth to new legal facts, therefore repetition of activities in PTSL cluster 3 products when the rights are to be recorded must be considered a reasonableness.
PENGARUH PENERAPAN HYDROTHERAPY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA YANG MENGALAMI INSOMNIA DI PUSKESMAS TORUE: THE EFFECT OF HYDROTHERAPY ON IMPROVING SLEEP QUALITY AMONG OLDER ADULTS WITH INSOMNIA AT TORUE COMMUNITY HEALTH CENTER Debiana Fransiska Dewi; Sabir; Ni Nyoman Udiani
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.904

Abstract

Pendahuluan. Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh lansia dan dapat berdampak negatif terhadap keseimbangan fisik, psikologis, serta sosial mereka. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif. Upaya untuk mengatasi gangguan tidur pada lansia dapat dilakukan melalui terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah hydrotherapy. Terapi ini memanfaatkan air hangat untuk memberikan efek relaksasi, melancarkan sirkulasi darah, menurunkan ketegangan otot, serta menstimulasi sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam proses tidur. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan hydroteraphy untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia di Puskesmas Torue. Metode. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan non-equivalent control group, populasi sebanyak 35 lansia, teknik purposive sampling, dan jumlah sampel 20 responden yang terdiri dari 10 kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol dengan menggunakan uji statistik non-parametrik wilcoxon. Hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pre test 20 responden semuanya memiliki kualitas tidur buruk, dan hasil post test dari 10 responden intervensi, 3 memiliki kualitias tidur buruk dan 7 memiliki kualitas tidur baik, sedangkan 10 responden kontrol tetap memiliki kualitas tidur buruk. Hasil uji statistisk menunjukkan adanya peningkatan signifikan kualitas tidur pada kelompok intervensi setelah diberikan hydrotherapy dengan nilai uji Wilcoxon p = 0,008 (p < 0,05). Kesimpulan. Hasil ini mengindikasikan bahwa bahwa penerapan hidroterapi memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia di Puskesmas Torue.