Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Konsep Riba dalam Al-Qur’an dan Hadis: Tinjauan Asbabun Nuzul, Tafsir, Hadis, dan Pandangan Ulama serta Hukum yang Dapat Ditarik Pakpahan, Elpianti; Elviana, Selsa; Amelia, Dina; Zhahrani, Citra
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riba merupakan salah satu konsep utama dalam ekonomi Islam yang secara jelas dilarang karena mengandung unsur ketidakadilan serta eksploitasi dalam aktivitas keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian riba, macam-macamnya, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber literatur, baik klasik maupun modern, yang berkaitan dengan hukum riba dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riba terbagi ke dalam beberapa jenis, seperti riba fadhl dan riba nasi’ah, yang keduanya memiliki dampak negatif terhadap keadilan dalam distribusi ekonomi. Larangan riba tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga memiliki tujuan untuk menjaga keseimbangan dan keadilan dalam sistem ekonomi. Selain itu, praktik riba dapat menyebabkan kesenjangan sosial, memperburuk kondisi ekonomi golongan lemah, serta menghambat terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan. Sebagai solusi, Islam menawarkan sistem keuangan berbasis bagi hasil, seperti mudharabah dan musyarakah, yang lebih menekankan prinsip keadilan dan kerja sama. Dengan demikian, penerapan sistem ekonomi Islam yang bebas dari riba diharapkan mampu mewujudkan sistem ekonomi yang lebih stabil, inklusif, serta berorientasi pada kesejahteraan bersama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang ekonomi Islam serta menjadi referensi bagi kalangan akademisi dan praktisi.
A Hybrid AI–SEMPLS Model for Digital Visualization Acceptance in Blue Tourism: Evidence from Lampung Province Debby Alita; Khoirin Nisa; Styawati; Dina Amelia
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 2 (2026): February-April
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i2.2909

Abstract

Blue tourism destinations often lack advanced digital tools capable of providing real-time, AI-driven visualization and user-centered information services. This study addresses this gap by developing JELAMBU, an AI-enabled digital visualization platform, and by evaluating user acceptance through a hybrid SEMPLS models. The research aims to: (i) design and implement an AI-based system that combines chatbot interaction, realtime sentiment analytics, and digital visualization; and (ii) examine the determinants of tourists’ intention to adopt AI-enabled e-tourism technologies. A structured questionnaire was administered to 467 visitors of destinations, and 16 hypotheses were tested. The results show that platform design, facilitating conditions, AI technology, perceived ease of use, perceived usefulness, social influence, service quality, trust, and risk perception significantly shape intention to use, whereas information quality, perceived benefits, and performance expectancy do not show significant effects. The model demonstrates substantial predictive power (R² = 0.703), strong effect sizes (f² > 0.225), and acceptable fit (SRMR = 0.084). These findings highlight the pivotal role of design and system conditions in AI-driven tourism platforms and provide practical guidance for developers and policymakers in strengthening digital visualization, personalization features, and sustainable blue tourism management. Future studies may extend this framework to multi-regional settings or longitudinal adoption scenarios.