Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Senam Dismenorea terhadap Nyeri Dismenorea pada Komunitas Remaja Putri di SMP IT LHI Banguntapan Daerah Istimewa Yogyakarta Murwani, Arita; Ikhsanudin, Imam; Mashunatul, Ani; A, Riza Yulina; H, Anna Nur; K, Juda Julia
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 5, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v5i2.1434

Abstract

Dismenorea adalah menstruasi yang disertai dengan rasa nyeri, hal ini terjadi karena terjadinya pelepasan prostaglandin yang berlebihan dan mengakibatkan kenaikan kontraksi uterus sehingga terjadi rasa nyeri saat menstruasi. Dismenorea terjadi dikarenakan peningkatan jumlah prostaglandin F2a berlebihan pada saat menstruasi sehingga merangsang hiperaktivitas uterus serta kejang otot uterus. Tujuan penelitian untu mengidentifikasi pengaruh senam dismenorea terhadap penurunan dismenorea pada siswi SMP IT LHI Banguntapan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Pre Eksperimen dengan desain penelitian one grup pretest posttest design yaitu penelitian eksperimen yang hanya melibatkan satu kelompok sebagai kelas eksperimen tanpa ada kelompok kontrol. Desain penelitian ini diukur dengan menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) dengan pre test dan post test sebelum dan sesudah senam. Hasil penelitian menunjukan bahwa skala nyeri sebelum senam 4,93 dan sesudah senam 2,27 dengan nilai p value= 0,00. Hal ini menunjukan adanya penurunan nyeri dismenorea antara sebelum dan sesudah senam dismenorea pada siswi SMP IT LHI Banguntapan.Dysmenorrhea refers to menstruation accompanied by pain, which occurs due to excessive release of prostaglandins that increases uterine contractions, thereby causing discomfort during menstruation. Dysmenorrhea arises from an elevated level of prostaglandin F2α during menstruation, which stimulates uterine hyperactivity and uterine muscle spasms. The aim of this study was to determine the effect of dysmenorrhea exercise on reducing dysmenorrheic symptoms among female students at SMP IT LHI Banguntapan. This study employed a pre-experimental research design with a one-group pretest–posttest approach, in which a single group served as the experimental unit without a control group. The assessment was conducted using the Numeric Rating Scale (NRS) questionnaire administered before and after the intervention. The findings indicated that the mean pain score prior to the exercise was 4.93, which decreased to 2.27 following the exercise, with a p-value of 0.00. These results demonstrate a significant reduction in dysmenorrheic pain after the implementation of dysmenorrhea exercise among the participating students.
Penerapan Terapi Relaksasi Genggam Jari pada Keluarga Lansia dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Murwani, Arita; Malahayati, Aida; Amry, Riza Yulina
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 5, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v5i2.1567

Abstract

Keluarga lanjut usia merupakan tahap perkembangan keluarga ketika pasangan suami istri telah memasuki usia ≥60 tahun. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia adalah hipertensi, yaitu kondisi peningkatan tekanan darah secara kronis yang kerap disertai keluhan nyeri kepala. Penatalaksanaan nyeri pada pasien hipertensi dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan dalam asuhan keperawatan adalah terapi relaksasi genggam jari, yang bertujuan membantu relaksasi otot dan menurunkan persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan terapi relaksasi genggam jari pada klien lansia dengan hipertensi yang mengalami nyeri akut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri atas dua keluarga lansia dengan hipertensi yang mengalami nyeri akut dengan skala ringan hingga sedang. Analisis data dilakukan secara deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi keperawatan berupa terapi relaksasi genggam jari secara rutin selama tiga hari, terjadi penurunan nyeri yang ditandai dengan berkurangnya ekspresi meringis, perbaikan kualitas tidur, serta penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 3 pada Klien I dan dari 5 menjadi 2 pada Klien II. Terapi relaksasi genggam jari efektif dalam menurunkan nyeri pada lansia dengan hipertensi.The elderly family represents a stage of family development in which married couples have entered older adulthood, defined as aged ≥60 years. One of the most common health problems experienced by the elderly is hypertension, a condition characterized by a chronic increase in blood pressure that is often accompanied by complaints of headache. Pain management in patients with hypertension can be carried out through pharmacological and non-pharmacological approaches. One non-pharmacological intervention that can be applied in nursing care is finger-grip relaxation therapy, which aims to promote muscle relaxation and reduce pain perception. This study aimed to analyze family nursing care through the application of finger-grip relaxation therapy in elderly clients with hypertension experiencing acute pain. This study employed a descriptive design with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation studies. The participants consisted of two elderly families with hypertension who experienced acute pain with mild to moderate intensity. Data analysis was conducted using a descriptive narrative approach. The results showed that after routine nursing interventions in the form of finger-grip relaxation therapy for three consecutive days, there was a reduction in pain, as indicated by decreased grimacing, improved sleep quality, and a reduction in pain scale from 6 to 3 in Client I and from 5 to 2 in Client II. Finger-grip relaxation therapy was effective in reducing pain in elderly patients with hypertension.
Penerapan Edukasi Latihan Fisik Walking Exercise dengan Masalah Pemeliharaan Kesehatan Tidak Efektif Murwani, Arita; Khalifah, Nanik Nor; Amry, Riza Yulina
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i1.1443

Abstract

Latar Belakang : Masalah keperawatan pemeliharaan kesehatan tidak efektif merupakan ketidakmampuan mengelola, dan/atau menentukan bantuan untuk mempertahankan kesehatan karena kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga. Adapun intervensi secara nonfarmakologis pada penderita diabetes mellitus terdiri dari edukasi dan latihan fisik. Edukasi kesehatan khususnya latihan fisik seperti walking exercise dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengelolaan mandiri pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas edukasi latihan fisik walking exercise dalam asuhan keperawatan keluarga dewasa pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan masalah keperawatan pemeliharaan kesehatan tidak efektif. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus terhadap satu keluarga dengan anggota yang mengalami Diabetes Melitus Tipe II. Hasil : Setelah dilakukan intervensi edukasi, keluarga menunjukkan pemahaman perilaku sehat meningkat, kemampuan menunjukkan perilaku sehat meningkat, memiliki system pendukung meningkat dan menunjukkan minat meningkatkan perilaku sehat meningkat dalam memelihara kesehatan anggota keluarga. Simpulan : Edukasi latihan fisik walking exercise terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan pasien serta keluarga dalam pemeliharaan kesehatan, serta dapat dijadikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan pada kasus serupa.