Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Susu Kedelai terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Post Partum di Klinik Pratama Mariana Medan Silaban, Verawaty Fitrinelda; Bidaya, Inggriani Friska; Loi, Safdamai Yana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.286 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10215

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang paling di rekomendasikan untuk bayi, karena ASI memiliki banyak manfaat. ASI diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan atau ASI esklusif .WHO dan UNICEF menyatakan bahwa untuk mencapai status kesehatan ibu dan anak yang optimal, semua ibu post partum harus dapat memberikan ASI kepada bayi berusia 0-6 bulan.Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk Menganalisis pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum di klinik permata mariana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan Eksperimen Semu (Quasi eksperiment). Penelitian ini menggunakan penelitian One Group Pre Test dan Post Test tanpa kelompok kontrol, untuk mengetahui efek dari sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Kelompok subjek di observasi sebelum dilakukan intervensi kemudian di observasi lagi setelah dilakukan intervensi satu kelompok. Pada penelitian ini pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, Hasil Uji statistik tahap pengujian hipotesis menggunakan SPSS dengan uji wilcoxon.hasil pengukuran yang menunjukan bahwa setelah diberikan susu kedelai dilakukan uji wilcoxon didaptkan nilai Z sebesar -5.916 dengan nilai  p value = 0,000, dimana p value = < a ( 0,05) maka terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian susu kedelai terjadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum diklinik pratama mariana medan . Kata Kunci: Susu Kedelai, Produksi ASI, Ibu Post Partum.  ABSTRACT Mother's milk is the most recommended food for babies, because breast milk has many benefits. Breastfeeding is given to babies aged 0-6 months or exclusive breastfeeding. WHO and UNICEF stated that in order to achieve optimal maternal and child health status, all post partum mothers must be able to provide breast milk to babies aged 0-6 months. The aim of this study was to Analyzing the effect of giving soy milk to increasing milk production in post partum mothers at Klinik Permata Mariana. The method used in this research is quantitative with quasi-experimental design. This study used the One Group Pre Test and Post Test without a control group, to determine the effect of before and after treatment. The subject group was observed before the intervention was carried out and then observed again after the intervention of one group. In this study, data was collected using a questionnaire sheet, statistical test results for the hypothesis testing stage using SPSS with the Wilcoxon test. The measurement results showed that after being given soy milk, the Wilcoxon test obtained a Z value of -5,916 with a p value = 0.000, where p value = <a (0.05) then there is an effect of giving soy milk on increasing milk production in post partum mothers. Conclusion Based on the research that has been carried out by researchers, it can be concluded that there is an effect of giving soy milk on increasing milk production in post partum mothers at Klinik pratama Mariana Medan.   Keywords: Soy Milk, Breast Milk Production, Post Partum Mothers.
Hubungan Usia Kehamilan, Jarak Kehamilan dan Komplikasi Kehamilan, Antenatal Care dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Silaban, Verawaty Fitrinelda; Masniar, Masniar; Masna, Masna; Marwani, Marwani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14497

Abstract

ABSTRACT One of the causes of newborn deaths is low birth weight (LBW) babies. LBW babies have a greater risk of experiencing morbidity and mortality than babies born with normal weight. The aim of this study was to determine the relationship between gestational age, pregnancy distance and pregnancy complications, antenatal care with the incidence of low birth weight (LBW) babies. The design used in this research is a case control study design. The population in this study was 56 mothers who had babies at the Harapan Kita Dian Center Clinic, Batam City. The sampling technique uses saturated sampling or total sampling. Research data analysis was univariate and bivariate analysis with the chi square test. The results of the study explain that there is a relationship between gestational age and the incidence of low birth weight babies (LBW) with a p-value of 0.004, there is a relationship between pregnancy distance and the incidence of low birth weight babies (LBW) with a p-value of 0.000, there is a relationship between pregnancy complications and the incidence. Low birth weight (LBW) babies with a p-value of 0.023 and there is a relationship between antenatal care and the incidence of low birth weight (LBW) babies with a p-value of 0.004. The conclusion of the research is that there is a relationship between gestational age, pregnancy distance and pregnancy complications, antenatal care with the incidence of low birth weight (LBW) babies. Keywords: Gestational Age, Pregnancy Spacing, Complications, Antenatal Care, LBW  ABSTRAK Salah satu penyebab kematian bayi baru lahir adalah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). BBLR mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami morbiditas dan mortalitas daripada bayi lahir yang memiliki berat badan normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan usia kehamilan, jarak kehamilan dan komplikasi kehamilan, antenatal care dengan kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancang bangun studi case control (kasus kontrol). Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi sebanyak 56 orang di Klinik Harapan Kita Dian Center Kota Batam. Tehnik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh atau total sampling. Analisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada hubungan Usia Kehamilan dengan Kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR) dengan nilai p-value 0,004, ada hubungan jarak kehamilan dengan Kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR) dengan nilai p-value 0,000, ada hubungan komplikasi kehamilan dengan Kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR) dengan nilai p-value 0,023 dan ada hubungan antenatal care dengan Kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR) dengan nilai p-value 0,004. Kesimpulan penelitian adalah ada Hubungan usia kehamilan, jarak kehamilan dan komplikasi kehamilan, antenatal care dengan kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR). Kata Kunci: Usia Kehamilan, Jarak Kehamilan, Komplikasi, Antenatal Care, BBLR
Hubungan Inisiasi Menyusu Dini dengan Penurunan Perdarahan Post Partum dan Proses Involusio Uteri di PMB Supiani Pasaribu, Miraria Rosalina; Silaban, Verawaty Fitrinelda; Sitorus, Ester Rosalia Lasma; Alriyanti, Alriyanti; Siregar, Dina Adelia; Purba, Agina Timanta Br
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1098

Abstract

Background: The postpartum period is a critical time for mothers. Postpartum hemorrhage and delayed uterine involution are complications that can increase maternal morbidity and mortality. Early Breastfeeding Initiation (EBI) is hypothesized to prevent these complications by stimulating the release of oxytocin, which triggers uterine contractions. Objective: This study aimed to analyze the relationship between the implementation of EBI and the reduction of postpartum hemorrhage and the acceleration of uterine involution at PMB Supiani. Methods: This research employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The sample consisted of 80 postpartum mothers selected using a purposive sampling technique. Data were collected using an observational questionnaire and analyzed using the Chi-Square statistical test to identify relationships between variables. Results: A total of 87.5% of respondents performed EBI. The analysis results showed a significant relationship between EBI and reduced postpartum hemorrhage (p-value = 0.001) and between EBI and accelerated uterine involution (p-value = 0.001). Mothers who performed EBI tended to experience normal bleeding and a faster uterine involution process. Conclusion: EBI has a significant relationship with the reduction of postpartum hemorrhage and the acceleration of uterine involution. Therefore, education and support to encourage the implementation of EBI in delivering mothers are essential to prevent postpartum complications.
Penyuluhan Kesehatan tentang Kontrasepsi pada Ibu Menyusui Paninsari, Debora; Silaban , Verawaty Fitrinelda; Harahap, Rahmaini Fitri; Artiani , Litri
Jurnal Mitra Prima Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL MITRA PRIMA
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk, khususnya bagi ibu dan anak. Melalui penggunaan metode kontrasepsi yang tepat, program KB bertujuan untuk mencegah kehamilan yang terlalu dini setelah persalinan, sehingga ibu memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan diri dan bayi dapat memperoleh nutrisi optimal, terutama melalui pemberian ASI secara eksklusif. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengetahuan ibu menyusui tentang pemilihan metode kontrasepsi yang aman dan efektif tanpa mengganggu proses laktasi. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman ibu menyusui mengenai jenis- jenis kontrasepsi hormonal dan non-hormonal, serta faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih metode kontrasepsi yang sesuai selama masa menyusui. Penyuluhan dilaksanakan di Klinik Pratama Sunggal, Medan, pada tanggal 29 Mei 2024 dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang disampaikan mencakup konsep keluarga berencana, jenis kontrasepsi, serta pemilihan kontrasepsi aman bagi ibu menyusui. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman terkait kontrasepsi, khususnya dalam membedakan jenis kontrasepsi yang sesuai untuk ibu menyusui. Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta membantu pengaturan jarak kehamilan secara aman.
Quality of Life of Hemodialysis Patients in the Sidikalang Regional General Hospital Silaban, Jojor; Hasianna, Vanesha; Silaban, Verawaty Fitrinelda
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v7i2.5273

Abstract

Patients undergoing hemodialysis have become a health problem that is becoming a trend in society, where the prevalence is increasingly high. Hemodialysis is very important as a treatment therapy but not as a therapy to cure. The impact of hemodialysis therapy is that patients are vulnerable to emotional problems such as stress related to restrictions on diet and fluid intake, physical limitations, disease conditions, drug side effects, and dependence on dialysis. This research aims to describe the quality of life of hemodialysis patients. The type of research used was a descriptive survey, carried out at Sidikalang District Hospital, Dairi Regency. The population of this study was 42 hemodialysis patients. The sampling technique includes total sampling and an accidental sampling approach. Data analysis using univariate analysis to describe the quality of life of hemodialysis patients. The results showed that the majority of hemodialysis patients' quality of life was moderate, with 34 people (80.96%); each quality of life aspect domain shows that the majority in the physical health domain is poor with 25 people (59.52%), the majority in the psychological domain is poor with 31 people (73.80%), the majority in the social relations domain is good with 20 people (47.61%), and the environmental domain has a bad majority of 20 people (47.61%). Health workers in the hemodialysis unit are expected to play a role in providing health education about maintaining the physical, and psychological health, social relationships, and environment of hemodialysis patients through leaflets or watching educational videos during the process.
Description of Complementary Feeding Under-Five Children with the Incidence of Stunting Lingga, Rugun Togianur; Sihombing, Lentina; Silaban, Jojor; Silaban, Verawaty Fitrinelda
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v7i2.5301

Abstract

The government has made various efforts to reduce the incidence of stunting in children under five, but to date, it has not shown maximum results. Stunting is a condition where a child has a shorter height than children of the same age, which means that the child's height is below the normal value. Efforts are made to reduce the prevalence of stunting, among others, by monitoring child growth and development, organizing supplementary feeding activities, or providing MP-ASI. Complementary feeding is food or drink that contains energy and nutrients given to infants or children aged 6-24 months to meet nutritional needs other than breast milk. The purpose of the study was to determine the description of complementary feeding in under-fives with the incidence of stunting. This study used descriptive quantitative research methods with a population of 43 stunted clowns using a total sampling technique. The results showed that the description of the provision of complementary foods for stunting was mostly lacking (69.7%) and the incidence of stunting showed a short category (76.7%) and very short (23.3%). Suggestions. Provide health education about complementary feeding for infants and health education about stunting to parents, especially mothers.
PENGARUH VCO (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP RUAM POPOK PADA BAYI DI PUSKESMAS TALUN KENAS KECAMATAN STM HILIR KABUPATEN DELI SERDANG Silaban, Verawaty Fitrinelda; Nasution, Siti Hardiani; Juwita, Ratna; A’yuni, Qurrotu; Fatmala, Winda
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.47-51

Abstract

Diaper Rush adalah ruam yang disebabkan oleh iritasi dari kulit bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana Pengaruh VCO (Virgin Coconut Oil) pada bayi Di Puskesmas Talun Kenas Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian dengan desain quasy eksperiment dengan one group pretest-posttest dengan teknik sampel yang digunakan Purposive Sampling berjumlah 36 bayi. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan uji wilcoxon. Hasil uji statistik diperoleh penegtahuan dan sikap p value 0,000 (p0,05) yang berarti ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan VCO (Virgin Coconut Oil) Terhadap Ruam Popok Pada Bayi. Analisis data ditemukan sebelum diberikan bayi VCO (Virgin Coconut Oil) yang mayoritas sedang sebanyak 26 bayi (72.7%), dan minoritas dengan ruam popok ringan sebanyak 10 bayi (72.2%) dan sesudah diberikan VCO (Virgin Coconut Oil) bayi yang mayoritas sedang sebanyak 26 bayi (72.7%), dan minoritas dengan ruam popok ringan sebanyak 10 bayi (72.2%). Setelah di berikan VCO terdapat penurunan ruam popok, yang di tandai dengan adanya bayi yang sembuh/ tidak ada bekas pada ruam popok, dengan kategori ruam popok pada bayi yang mayoritas tidak ada/sembuh sebanyak 19 bayi (52.7%) dan minoritas sedang sebanyak 1 bayi (2.7 %). Dari hasil diatas didapatkan pengaruh ruam popok yang sangat signifikan dalam pemeberian VCO (Virgin Coconut Oil). Saran agar orang tua lebih memperdalam dalam pengetahuan untuk mencegah dan proses penyembuhan. 
Analisis Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Usia Remaja Verawaty Fitrinelda Silaban; Dinda Surati Ningsih; Dinda Regita; Angel Viona Suryani Sianipar; Elpidianis Duha
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44045

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif merupakan modal dasar untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bagi bayi 0–6 bulan. Salah satu penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif diakibatkan karena pernikahan dini. Perempuan yang hamil diusia remaja yang kurang mendapatkan early prenatal care dan belum siap memberikan pola asuh yang baik memiliki dampak pada status gizi bayi terutama berkaitan dengan ASI eksklusif. Tujuan Penelitian: untuk menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat pemberian ASI eksklusif pada ibu usia remaja di Wilayah Tanjung Gusta. Metode Penelitian: penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 124 ibu remaja yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan. Metode pengambilan sampel menggunakan Non Probability Sampling secara Purposive Sampling yaitu sebanyak 95. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi square. Hasil: Hasi analisis bivariat menunjukan adanya hubungan signifikan antara usia ibu (p-value 0,022), sikap (p-value 0,000), komitmen (p-value 0,016), dan dukungan sosial (p-value 0,002), sebagai faktor pendukung dalam meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p-value 0,05), sedangkan yang tidak menunjukan adanya hubungan signifikan yaitu pengetahuan (p-value 0,068), cara persalinan (p-value 0,092), sosial budaya (p- value 0,078) sebagai faktor penghambat dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa variabel sikap dengan nilai p (Sig) 0,000 dengan nilai OR 26,822. Kesimpulan: yaitu yang menjadi faktor pendukung pemberian ASI eksklusif pada ibu usia remaja ialah usia ibu, sikap, komitmen, dan dukungan sosial, sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya yaitu pengetahuan, cara persalinan dan sosial budaya.
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pemberian MP-ASI Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Sheya Zoey Lirapika Manurung; Verawaty Fitrinelda Silaban; Sinar Krisdayanti Gea; Sismi Yulianti Sigalingging
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51660

Abstract

Jika bayi Anda berusia kurang dari enam bulan, Anda harus memperkenalkan mereka pada makanan pendamping ASI dini, yang sering dikenal sebagai MPASI. Obesitas, tekanan darah tinggi, aterosklerosis, alergi, dan infeksi pernapasan adalah beberapa efek samping dari memulai pengobatan MP-ASI sejak dini. Di Indonesia, banyak ibu terus menyusui bayinya di usia muda karena kepercayaan yang meluas bahwa rewel bayi yang terusmenerus setelah menyusu merupakan tanda bahwa bayi masih lapar. Bayi di Desa Paya Geli Medan, Indonesia, sejak lahir hingga berusia enam bulan, menjadi subjek penelitian ini, yang bertujuan untuk menentukan variabel apa yang memengaruhi pemberian ASI MP dini. Penelitian ini menggunakan desain Purpossive Sampling. Seratus dua puluh ibu dan anak mereka yang berusia nol hingga enam bulan menjadi populasi penelitian. Seba nya k sembila n puluh tiga , menurut teknik Purposive Sa mpling ya ng mengguna ka n rumus Slovin. Metode pengumpula n da ta mengguna ka n kuesioner da n uji chi-squa re untuk a na lisis. Untuk menga na lisis da ta , ka mi mengguna ka n metode univa ria t, biva ria t, da n multiva ria t. A na lisis biva ria t menunjukka n hubunga n ya ng signifika n a nta ra va ria bel buda ya (p=0,001), dukunga n sua mi (p=0,001), fa ktor ekonomi (p=0,001), sika p (p=0,001), pekerja a n (p=0,001), da n pengeta hua n ibu (p=0,001). Memula i pompa A SI multiguna seja k dini pa da ba yi ba ru la hir (0-6 bula n). Denga n nila i p 0,001 da n nila i OR 26.844.000, pekerja a n merupa ka n fa ktor pa ling signifika n da la m penelitia n ini. Fa ktor-fa ktor ya ng memenga ruhi pemberia n A SI eksklusif dini meliputi pengeta hua n, sika p, tena ga kerja , dukunga n sua mi, ekonomi, da n buda ya , menurut ha sil penelitia n.
Pengaruh Tummy Time Exercise Terhadap Perkembangan Motorik Kasar dan Durasi Lama Mengangkat Kepala Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Klinik Pratama Ika Medan Verawaty Fitrinelda Silaban; Riris Eka Harefa; Riska Febrianti Br Sinaga; Risvawanty Sintia Stevani Br Simamora
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i6.14846

Abstract

ABSTRACT  Babies who experience delays in gross motor development will reduce the baby's creativity in adapting and make it difficult for the baby to recognize the surrounding environment. According to Indonesian Public Health data (2020), it is reported that there are 7.5% of babies in Indonesia whose development is delayed. One preventive measure that can be taken to overcome delays in the development of a baby's gross motor skills is to carry out early stimulation. One form of stimulating gross motor development in babies is Tummy Time Exercise. Tummy Time Exercise is an exercise for babies while lying on their stomachs and resting on their stomachs. The aim of this research is to determine the effect of Tummy Time Exercise on gross motor development and duration of lifting the head in babies aged 0-6 months at the Pratama Ika Clinic in Medan in 2023. This type of research uses quantitative methods with a quasi-experimental design using a one group pre-test approach. post-test design. The population in this study were babies aged 0-6 months with a sample size of 40 people. Data were collected using the Pre- Screening Development Questionnaire (KPSP) and observation sheets. Statistical tests use the Wilcoxon Signed Rank Test. The measurement results showed that after being given Tummy Time Exercise there was an increase in gross motor development and the duration of lifting the head in babies with a p value of 0.000, meaning p0.05, namely 36 babies (90.0%) had appropriate gross motor development and 32 babies (80 .0%) long duration of lifting the head is appropriate. Keywords: Tummy Time Exercise, Gross Motor Development, Long Duration of Head Lifting, Baby  ABSTRAK Bayi yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar akan menurunkan kreativitas bayi dalam beradaptasi dan membuat bayi sulit untuk mengenali lingkungan sekitarnya. Menurut data Kesehatan Masyarakat Indonesia (2020) melaporkan bahwa ada 7,5% bayi di Indonesia yang perkembangannya mengalami keterlambatan. Salah satu tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterlambatan perkembangan motorik kasar bayi adalah denganmelakukan stimulasi dini. Bentuk stimulasi perkembangan motorik kasar pada bayi salah satunyaadalah Tummy Time Exercise. Tummy Time Exercise merupakan latihan pada bayi saat tengkurap dan bertumpu pada perutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Tummy Time Exercise terhadap Perkembangan Motorik Kasar dan Durasi Lama Mengangkat Kepala pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Klinik Pratama Ika Medan tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan design quasi experimental melalui pendekatan one group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi usia 0- 6 bulan dengan jumlah sample sebanyak 40 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dan lembar observasi. Uji statistic menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Pengukuran menunjukkan bahwa setelah diberikan Tummy Time Exercise terdapat peningkatan perkembangan motorik kasar dan durasi lama mengangkat kepalapada bayi dengan p value 0,000 artinya p0,05 yaitu sebanyak 36 bayi (90,0%) perkembangan motorik kasarnya sesuai dan 32 bayi (80,0%) durasi lama mengangkat kepalanya sesuai. Kata Kunci: Tummy Time Exercise, Perkembangan Motorik Kasar, Durasi Lama Mengangkat Kepala, Bayi
Co-Authors A’yuni, Qurrotu Afriani, Fina Alriyanti, Alriyanti Alvionita Selvia Ningsih Aminah Aminah Angel Viona Suryani Sianipar Annyda Riska Yanti Apri Gita Panjaitan Arbania Pohan Ardan, Rafika Artiani , Litri Asmita, Linda Bate’e, Siska Yanti Niscahaya Bella, Priska Bidaya, Inggriani Friska Br Kaban, Fitriana Bu’ulolo, Grace Anggreni Damayanti, Alfina Debora Paninsari Despri Noviati Dewi H Tampubolon Dewi Sartika Munthe Dewi, Lilys Ratna Dinda Regita Dinda Surati Ningsih Elfita Dwi Jayanti Ndruru Elfrida Dakhi Elis Anggeria Elpidianis Duha Ema Kurniati Fadilla, Wahyu Fatmala, Winda febri anti Feediia Mona Saragih, Elv. Fitri Harahap, Rahmaini Ginting, Lina Juwanti Ginting, Putri Lorensia Br Girsang, Wartini Purba Grace Anggreni Bu’ulolo Gustiani, Wika Handariani Harauly Lady Lusiana Manalu Hasianna, Vanesha Jayanti Ndruru, Elfita Dwi Jojor Silaban Khairani Khairani Kristina L Silalahi Kristina L Silalahi Kristina Sianipar Kurniati, Ema Kurniati, Maria Rista Dwi Lia Susanti Lidia Ayu Putri Lisu, Lisu Litunzira, Litunzira Loi, Safdamai Yana Maliana, Maliana Mariyana Mariyana Marlina Marlina Marwani Marwani, Marwani Masna Masna, Masna Masniar Masniar, Masniar Melvawaty Purba Merlin Carmila Ms, Ririn Adetia Nasution, Siti Hardiani Ndraha, Megasari Novi Hana Kezia Pasaribu Novita Lumban Tobing Nur Keumala Hasibuan Nurabidah Siregar Nurhayati Nurhayati Oktaviani Harahap Otilia Telaumbanua Pardede, Debora Yolanda Octaviani Parida Hanum Pasaribu, Miraria Rosalina Pirda Ardianita Purba, Agina Timanta Br Purnama Purnama Puspita Yuli Yanti Harahap Putri Damaiyanti Qurrotu A’yuni Rahmaini Fitri Harahap Raja GukGuk, Siti Nelly Ratna Juwita Ratna Juwita Riris Eka Harefa Risdiana Melinda Naibaho Riska Andriani Riska Ariani Riska Febrianti Br Sinaga Risvawanty Sintia Stevani Br Simamora Rita Rita RUGUN TOGIANUR LINGGA Saragih, Elv. Feedia Mona Seribunge Seribunge Sherlilistant Talunohi Sheya Zoey Lirapika Manurung Siahaan, Dame Melva M. Sihombing, Lentina Silaban, Jojor Simamora, Vitawati Simamora, Wanti Meliana Simanjuntak, Linawati Simatupang, Maimunah Simorangkir, Lusy Mariana Sinaga, Elvina Sari Sinaga, Jessica Indriani Sinaga, Lena Murniati Sinar Krisdayanti Gea Sinar Ritonga Sindy Melina Siregar, Dina Adelia Siringo-Ringo, Widya Febryanti Sismi Yulianti Sigalingging Sitanggang, Lusiana Siti Hardiani Nasution Siti nuravina Sitorus, Ester Rosalia Lasma Situmorang, Viskha Tumiar Solihuddin Harahap Surya, Monica Savitri Syahfitri, Maria Tika Sari Ginting Tobing, Vika Helsavanti Tompul, Miranda Safitri Br. Toruan, Krisnawati L Vera Juita Maniar Gulo Wahyu Ningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wanti Meliana Simamora Wartini Purba Girsang Waruwu, Rahmawati Wau, Linda Agnes Susanti Widya Febryanti Siringo-Ringo Wika Gustiani Winda Fatmala