Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Optimalisasi Peran Kader PKK dan Posyandu dalam Pencegahan Kegawatdaruratan Hipertensi Khotimah, Nur Intan Hayati Husnul; Darajat, Agus Mi'raj; Widyawati, Widyawati; Jayanti, Tri Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24097

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Kondisi kegawatdaruratan hipertensi kerap muncul tanpa gejala awal yang jelas, sehingga masyarakat sering kali tidak menyadari ancaman yang ada. Situasi ini menuntut adanya deteksi dini serta peningkatan kesiapsiagaan komunitas sebagai langkah preventif untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas. Tingginya prevalensi hipertensi di RW 10 Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, belum diimbangi dengan sistem penanganan darurat yang terstruktur. Kader PKK dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mendeteksi serta menangani kondisi darurat hipertensi. Metode: Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan intensif yang mencakup edukasi kesehatan, simulasi penanganan darurat, diskusi kelompok terarah, serta monitoring dan evaluasi berkala. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan kader (p = 0,000; uji Wilcoxon), dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 56 menjadi 88. Selain itu, terbentuk prosedur operasional penanganan darurat hipertensi yang aplikatif dan dapat diterapkan di tingkat komunitas. Kesimpulan: Intervensi ini menghasilkan kader yang lebih responsif dalam memberikan pertolongan pertama, sehingga berkontribusi pada penurunan risiko komplikasi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kata Kunci: Hipertensi, Kegawatdaruratan, Kader PKK Posyandu, Edukasi, Simulasi.  ABSTRACT Introduction: Hypertension is a major public health issue that can lead to serious complications if not properly managed. Hypertensive emergencies often occur without clear initial symptoms, making communities less aware of the potential risks. This situation highlights the need for early detection and improved community preparedness as preventive measures to reduce morbidity and mortality. The high prevalence of hypertension in RW 10, Binong Village, Batununggal District, has not been supported by a structured emergency response system. PKK and Posyandu cadres, as the frontline of community health services, still face limitations in knowledge and skills to detect and manage hypertensive emergencies. Methods: This community service program aimed to strengthen cadre capacity through intensive training, including health education, emergency response simulations, focused group discussions, and regular monitoring and evaluation. Results: The program demonstrated a significant improvement in cadre knowledge (p = 0.000; Wilcoxon test), with the average knowledge score increasing from 56 to 88. In addition, an applicable standard operating procedure for hypertensive emergency management was successfully developed. Conclusion: This intervention produced cadres who are more responsive in providing first aid, thereby contributing to reduced risk of complications and improved community quality of life. Keywords: Hypertension, Emergency, PKK Posyandu Cadres, Education, Simulation.
Model simulasi mitigasi bencana dan bantuan hidup dasar untuk meningkatkan resiliance Karangtaruna Rw 10 Kelurahan Binong terhadap kegawatdaruratan sehari-hari dan bencana banjir Khotimah, Nur Intan Hayati Husnul; Dirgahayu, Inggrid; Imam, Haerul
Abdimas Siliwangi Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v9i1.29947

Abstract

Kondisi kegawatdaruratan akibat bencana maupun penyakit sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun komunitas. Penanganan yang cepat dan tepat dalam situasi darurat, baik sebelum maupun sesudah bencana, merupakan bagian penting dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kecacatan dan kematian. Salah satu wilayah rawan banjir di Kota Bandung adalah daerah yang dilalui Sungai Cikapundung, yaitu RW 10 Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal. Karang Taruna sebagai kelompok pemuda memiliki potensi besar dalam menyebarluaskan informasi dan keterampilan mitigasi bencana. Namun, hasil kajian situasi menunjukkan bahwa komunitas ini belum pernah mendapatkan penyuluhan terkait kegawatdaruratan, sehingga pemahaman mereka masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan Karang Taruna dalam menghadapi bencana, khususnya banjir. Metode yang digunakan meliputi edukasi, sosialisasi, demonstrasi, dan simulasi. Tahapan kegiatan mencakup pelatihan peran Karang Taruna saat bencana, penanganan kegawatdaruratan seperti Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta simulasi evakuasi banjir. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kesiapsiagaan dan resiliensi, dengan rata-rata peningkatan kemampuan sebesar 50,75% dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000, menandakan perubahan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini menghasilkan kader siaga yang mampu menerapkan strategi mitigasi dan penanggulangan bencana, serta membentuk kemandirian komunitas dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Luaran kegiatan meliputi video pembelajaran RJP, poster mitigasi, publikasi ilmiah, media massa, dan dokumentasi video. Program ini didanai oleh hibah pengabdian kepada masyarakat dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025. Kata Kunci: Mitigasi bencana, Kegawat daruratan, Resiliensi, karang taruna