Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Partisipasi Pria dalam Program Keluarga Berencana di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Rahnayanti, Novika; Abubakar, Muhammad Bin; Akmal, M.
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 1, No 1 (2020): Karakter Bangsa dalam Era Revolusi Industri 4.0
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v1i1.3022

Abstract

Participation rate of men in the use of contraceptionon in Banda Sakti district Kota Lhokseumawe is still very low, at only 0,005%, it’s under the national target of 5%. The purpose of this study was to determine the factors associated with men's participation in family planning in the working area of Banda Sakti District. This type of research was observational with a cross-sectional approach in 20 juli 2020 - 8 Agustus 2020, using a questionnaire on 66 respondents.This research was using simple random sampling technic.The result showed that there were 27,3% of respondents who participated in family planning (25,8% condoms and 1,5% vasectomy) and 72,7% of respondents not participated in family planning. Based on the result of this research, there was significant correlation between quality of service (p value = 0,003, OR = 11,200), knowledge (p value = 0,009, OR =14,385) and social culture (p = 0,000, RO= 13,300) with male participation in family planning. there was no correlation between Sosio Demografi (Education, Income and Number Children ) and  Access to Family Planning services with male participation in family planning.It is recommended for managers of family planning program in district Banda Sakti to able to provide more intensive counseling, increasing socialization of equality, so the participation of men in the Family Planning Program is no longer considered something which is taboo or embarrassing and improving cooperation across sector.ABSTRAKPartisipasi pria dalam program keluarga berencana khususnya penggunaan kontrasepsi di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe masih sangat rendah yaitu 0,005%, hal ini masih jauh dari target nasional sebesar 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pria dalam mengikuti Keluarga Berencana (akseptor kondom dan MOP) di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Jenis penelitian ini berupa observasional dengan metode pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan tanggal 20 juli 2020 sampai 8 Agustus 2020, menggunakan kuesioner pada 66 responden, dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa ada 27,3% responden yang ikutserta dalam keluarga Berencana dimana 25,8% menggunakan kontrasepsi kondom dan 1,5% menggunakan kontrasepsi vasektomi/MOP, sedangkan responden yang tidak menggunakan kontrasepsi sebanyak 72,7%, serta adanya hubungan yang bermakna antara faktor kualitas pelayanan (p value = 0,003, OR = 11,200), pengetahuan (p value = 0,009, OR =14,385) dan budaya (p = 0,000, RO= 13,300) dengan keikutsertaan pria dalam keluarga berencana. Tidak ada hubungan bermakna antara sosio demografi (pendidikan, pendapatan dan jumlah anak ) dan akses pelayanan dengan keikutsertaan pria dalam ber-KB di Kecamatan Banda Sakti Kota lhokseumawe.Disarankan untuk pengelola KB di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe untuk memberikan penyuluhan yang lebih intensif, meningkatkan sosialisasi tentang kesetaraan, sehingga keikutsertaan laki-laki dalam Program KB  tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang tabu atau memalukan dan meningkatkan kerjasama lintas sektor
KONTESTASI POLITIK PADA MASYARAKAT DESA (Studi Kasus pada Pemilu Legislatif 2019 di Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan) Amin, Khairul; Nazaruddin, M; Akmal, M.
JWP (Jurnal Wacana Politik) Vol 5, No 2 (2020): JWP (Jurnal Wacana Politik) Oktober
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jwp.v5i2.29784

Abstract

Pada momentum pemilu tahun 2019, tidak satu pun calon anggota legislatif yang berasal dari Desa Rias berhasil terpilih padahal Desa Rias memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang besar. Pada Pemilu 2019 DPT Desa Rias berjumlah 5.493 jiwa dan yang menggunakan hak pilih sebesar 4.807 jiwa, namun 4 calon legislatif dari Desa Rias menuai kegagalan. Oleh karena itu penelitian ini  bertujuan untuk memahami dinamika sosial politik masyarakat Desa Rias terkait kontestasi politik pemilihan legislatif tahun 2019, khususnya faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan Calon Legislatif dari Desa Rias. Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif model deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitasi data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode triangulasi sumber dan triangulasi teknik yang merujuk pada analisis interaktif model Mills dan Huberman. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat beberapa hal dan kondisi yang saling berkaitan yang melatarbelakangi kegagalan calon legislatif dari Desa Rias, yaitu;  (1) Konstelasi politik masyarakat.  (2) Perilaku politik masyarakat yang bersikap kritis kepada caleg dari dalam desa tetapi tidak kritis terhadap caleg dari luar desa. (3) Figur caleg dari dalam desa yang mendapatkan stigma negatif ketika mendekati pemilihan. (4) Tim sukses/relawan caleg yang tidak solid, tidak berpengalaman, hanya memanfaatkan uang para caleg dan tidak fokus memenangkan caleg dari dalam desa, dan terakhir (5) Biaya atau cost politik caleg yang kecil.
Implementasi Kebijakan Minapolitan di Kabupaten Aceh Timur Yulinar, Nanda; Akmal, M.; Zulkarnaen, Iskandar; Abubakar, Muhammad Bin; Zulhilmi, Zulhilmi
Jurnal Transparansi Publik (JTP) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Transparansi Publik (JTP) - November 2023
Publisher : Program Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtp.v3i2.15192

Abstract

Studi ini mengkaji pengembangan Kawasan Minapolitan Aceh Timur, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah menyusun 2 (dua) dokumen pendukung yaitu RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Pengembangan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil) dan Master Plan Minapolitan Aceh Timur (Peraturan Bupati Aceh Timur Nomor 9 Tahun 2022). Kebijakan Minapolitan merupakan salah satu intervensi yang dilakukan Pemerintah dalam meningkatkan produktifitas kelautan dan perikanan melalui program Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif yaitu pendekatan yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Hasil penelitian menyampaikan bahwa kelembagaan kawasan minapolitan di dalam kolaborasi bahwa Dinas Perikanan dan Kelautan sebagai leading sektor, sebagai pendukung BPBAP dalam melaksanakan riset, sebagai anggota kolaborasi dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), serta dukungan masyarakat Desa Matang Rayeuk berada di lingkungan kawasan minapolitan belum berjalan dengan baik. Diantara 7 Kecamatan yang mempunyai tambak terintegrasi Hanya di kawasan Desa Matang Rayeuk yang sudah melakukan pengembangan klaster tambak udang vaname seharusnya sesuai dengan ketetapan yang berlaku kawasan minapolitan yang taerintegrasi tambak bias dikembangkan menjadi klaster tambak berkelanjutan namun anggaran belum memadai. Pemerintah harus lebih banyak mensosialisasikan tentang program klaster ini kepada masyarakat setempat agar masyarakat lebih yakin untuk memberikan surat tanah dan memenuhi kebutuhan lahan tambak untuk program klaster ini, dan bias memenuhi sarana dan prasaran yang dibutuhkan seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tandon air.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PULAU BAGUK KECAMATAN PULAU BANYAK Syukri, Syukri; Fithra, Herman; Akmal, M.
Jurnal Transparansi Publik (JTP) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Transparansi Publik (JTP) - May 2022
Publisher : Program Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtp.v2i1.7720

Abstract

Pantai Pulau Baguk merupakan salah satu destinasi bahari yang cukup tua  di Kecamatan Pulau Banyak di Kabupaten Aceh Singkil yang merupakan salah satu unggulan yang arus di kelola dengan baik. Akan tetapi masih banyak permasalahan yang arus di selesaikan oleh Pemerintah Daerah seperti kuranganya faasilitas yang bisa membuat para wisatawan lokal dan wisatawan asing kurang menikmati suasanya disaat berada dilokasi pantai. Dari penelilitian ini dilakukan untuk menganalisis Implementasi Kebijakan Pemda Kabupaten Aceh Singkil dalam pengembangan fasillitas objek wisata di Pantai Pulau Baguk Kecamatan Pulau Banyak di Kabupaten Aceh Singkil penelitian ini menggunakan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan observasi, wawncara dan dekomentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan model analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Pengembangan Pariwisata di Pantai Pulau Baguk Kecamatan Pulau Banyak di Kabupaten Aceh Singkil masih banyak pariwisata di Pantai Pulau Baguk kekurang dana untuk melakukan pengembangan pariwisata dan juga sumber daya manusia yang terbatas dalam melakukan pengembangan pariwisata kemudian pihak dari pemerintah setempat kurang merespon keluhan dan masukan yang diberikan oleh dari pihak pengurus pariwisata di Pantai Pulau Baguk. Oleh karena itu pengembangan yang dilakukan oleh dari Pantai Pulau Baguk hanya memanfaatkan Dana Desa sebagai proses pengembangan pariwisata di Pantai Pulau Baguk Kecamaan Pulau Banyak. Untuk menjadikan wisata Pulau Baguk sebagai wisata yang maju dan terfavorit bagi para pengunjung baik itu pengunjung lokal maupun pengunjung luar pemerintah setempat harus mendukung penuh dan memberikan masukkan serta dana atau anggaran ke Pantai Pulau Baguk supaya proses pengembangannya lebih cepat dan baik serta fasilitas dan sarana prasana di panti itu akan lebih baik dan lebih manarik sehingga membuat para pengunjung lebih nyaaman dan tenang di saat melakukan liburan ke Pantai Pulau Baguk  kemudian Pantai Pulau Baguk lebih indan dan lebih mempersona.
PENYULUHAN PENGELOLAAN SAMPAH GUNA MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BERSIH DAN NYAMAN DI KECAMATAN BAYONGBONG Purnamasari, Ismi; Mubarok, Gian Ikhsanul; Sari, Wanda; Praharja, Yoga; Febriansyah, Arif Sani; Nasihin, Muhammad; Yusup, Cahya Purnama; Akmal, M.; Permana, Dimas Satia; Kirani, Garnis; Dewi, Erika Puspa; Yasin, Yasin; Kustiana, Ruli M; Sidqi, Muhammad Affan Al; Humaira, Asma Rani Rosalba; Ajis, Alus; Maulana, Haris; Nafisa, Delia Yulianti; Fadhilah, Muhamad Yassin Al; Supriadi, Ari
Jurnal PkM MIFTEK Vol 4 No 2 (2023): Jurnal PkM MIFTEK
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/miftek/v.4-2.1465

Abstract

An environment that is clean from rubbish is an environment that everyone hopes for. The amount of waste produced by humans will increase in proportion to the increase in population, type of activity and level of population consumption of goods. Mekarjaya Village is a village in Bayongbong sub-district, Garut Regency which has a population of 1187 people. With this population, it is very likely that waste will accumulate if it is not managed properly. At the Garut Institute of Technology's Thematic KKN activities in 2023, it was identified that there was a buildup of rubbish in a location that had not been organized. Therefore, one of the community service activities will be activities that focus on environmental cleanliness. This is done with the aim of creating a more organized environment and a cleaner and healthier environment. To achieve this goal, joint environmental cleaning activities were carried out, providing rubbish bins and waste sorting education to educate residents about the importance of waste management to achieve environmental cleanliness.
PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR GAMPONG KEUDE JRAT MANYANG KECAMATAN TANAH PASIR KABUPATEN ACEH UTARA Rahman, Bobby; Akmal, M.; Muzaffarsyah, Teuku; Zulhilmi, Zulhilmi; Hidayat, Bimby; Irfan, Irfan
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol. 4 No. 1 (2023): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/icomse.v4i1.8463

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur gampong di Gampong Keude Jrat Manyang. Manfaat kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kapasitas aparatur dalam menjalankan tugas dan fungsinya melayani masyarakat juga untuk meningkatkan kualitas layanan yang dihasilkan oleh aparatur serta memberikan pemahaman akan pentingnya peningkatan kapasitas dalam menyahuti tuntutan pelayanan yang berkualitas oleh masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan tiga tahapan, diantaranya observasi/survey awal lapangan, pelaksanaan kegiatan pelatihan dengan cara ceramah dan paparan langsung kepada peserta serta tahapan evaluasi hasil pelatihan dengan cara diskusi dan responsive. Hasil kegiatan menggambarkan bahwa sebelum pelatihan dilakukan kinerja aparatur Gampong kurang optimal dalam pelayanan bagi masyarakat. Setelah pelatihan terlaksana dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat memunculkan konsep efektifitas, efesiensi dan akuntabilitas dalam peningkatan aparatur Gampong di Keude Jrat Manyang. Dampak yang paling penting adalah meningkatkan potensi sumber daya manusia yang handal dalam menjalankan roda pemerintahan Gampong. Kesimpulannya Pelatihan peningkatan kapasitas aparatur gampong dapat membawa dampak yang sangat baik sehingga aparatur pemerintah gampong dalam memberikan pelayanan menjadi optimal. Kata kunci: Pelatihan, Kapasitas, Aparatur, gampong.
Analysis of pre-match anxiety levels in U-14 players in SSAPJ Ampah football Akmal, M.; Nurdiansyah, Nurdiansyah; Arifin, Ramadhan
Jurnal Maenpo : Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Vol 15, No 1 (2025): VOLUME 15 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jm.v15i1.5507

Abstract

Kecemasan menjelang pertandingan merupakan tantangan psikologis yang signifikan bagi atlet muda, terutama pada usia 14 tahun yang berada dalam fase perkembangan emosional dan kognitif. Kecemasan yang tidak terkelola dapat berdampak negatif pada performa, motivasi, dan kesejahteraan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecemasan menjelang pertandingan pada pemain sepak bola U-14 di SSAPJ Ampah dan mengidentifikasi kontribusi faktor intrinsik dan ekstrinsik yang memengaruhi kondisi psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan instrumen berupa kuesioner skala likert sebanyak 42 item yang mencerminkan dua dimensi utama penyebab kecemasan. Subjek penelitian adalah 17 pemain aktif, yang dipilih melalui teknik total sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pemain mengalami kecemasan pada kategori sedang (41,18%) dan tinggi (23,53%), dengan skor rata-rata keseluruhan sebesar 81,06. Faktor ekstrinsik seperti tekanan dari pelatih, penonton, dan kondisi pertandingan cenderung lebih dominan memengaruhi kecemasan dibandingkan faktor intrinsik seperti pikiran negatif dan pengalaman pertandingan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kecemasan sebelum pertandingan merupakan masalah nyata yang perlu ditangani melalui pendekatan pelatihan yang komprehensif, meliputi aspek teknis, psikologis, dan sosial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelatih, orang tua, dan pengelola pembinaan atlet muda untuk mengembangkan strategi intervensi yang efektif yang berorientasi pada keseimbangan antara performa dan kesehatan mental atlet muda.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGOLAH PEMASAR KEPULAUAN SERIBU DALAM PENGOLAHAN LIMBAH TULANG IKAN MENJADI PRODUK PANGAN BERNILAI Dewi, Rike Tri Kumala; Noviyanti, Anastasia Ary; Budiman, Arief; Akmal, M.; Regita, Nira C.
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol. 6 No. 2 (2025): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/icomse.v6i2.14658

Abstract

Kepulauan Seribu memiliki lautan yang luas sehingga ikannya berlimpah. Keberlimpahan ikan di Kepulauan Seribu menyebabkan angka limbah tulang ikan ikut berlimpah. Perlu adanya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola limbah tulang ikan menjadi produk pangan bernilai. Tujuan dari kegiatan pemberdayaan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasar) Kepulauan Seribu mengenai pengolahan tulang ikan menjadi produk pangan bernilai, pengemasan produk, hingga pemasaran strategis menggunakan aplikasi digital. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24-25 Oktober 2024 di Gedung Sekaya Maritim, Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu, Jakarta dan dihadiri oleh 12 poklahsar dibawah bimbingan Suku dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP). Kegiatan meliputi pelatihan pembuatan tepung tulang ikan dan sup krim instan; pengemasan produk pangan yang aman, menarik, dan sesuai regulasi menggunakan aplikasi Canva; serta pemasaran strategis untuk produk sup krim instan berbahan tulang ikan menggunakan aplikasi TikTok. Indikator keberhasilan kegiatan dilakukan dengan mengevaluasi kemampuan kognitif melalui pre- dan post-test, dan kemampuan psikomotor melalui kompetisi dalam mendesain kemasan dan video TikTok terbaik. Secara koginitif, 75% peserta pelatihan mendapatkan nilai test di atas 70 untuk materi pengolahan tulang ikan, 25% untuk materi pengemasan produk, dan 25% untuk pemasaran. Secara psikomotor, peserta pelatihan dapat membuat produk, mendesain kemasan, dan membuat video TikTok.