Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Konsep Guru dalam Perspektif Ibnu Sina Safiti, Nopira; Alwizar, Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23046

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru sebagai pembimbing moral, spiritual, dan intelektual dalam membentuk karakter siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep guru menurut Ibnu Sina, seorang filsuf dan cendekiawan Islam terkemuka. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka, dengan metode analisis literatur terkait yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ibnu Sina, guru ideal tidak hanya mengajarkan teori tetapi juga melatih keterampilan praktis, membentuk akhlak, dan menumbuhkan kebebasan berpikir siswa. Guru juga harus memahami karakteristik unik setiap siswa untuk membantu mereka mengembangkan potensi sesuai dengan minat dan bakatnya, sehingga tujuan pendidikan holistik dapat tercapai.
The Comparative Perspectives Of Muhammad Naquib Al-Attas and Ismail Raji Al-Faruqi On The Islamization Of Science Alamanda, Frisca; Alwizar, Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23051

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan pemikiran Islamisasi Sains perspektif Muhammad Naquib al-Attas dan Ismail Raji al-Faruqi, dua tokoh besar yang menawarkan pendekatan berbeda untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan gagasan kedua tokoh dalam aspek pendekatan, proses islamisasi, konsep pendidikan, serta relevansi dalam konteks kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode Kajian Pustaka dengan menganalisis karya-karya utama dan literatur pendukung dari kedua pemikir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Attas menekankan pentingnya integrasi sains dengan wahyu dan moralitas berbasis tauhid, sementara al-Faruqi menawarkan langkah-langkah sistematis untuk merekonstruksi ilmu pengetahuan sesuai pandangan dunia Islam. Tulisan ini relevan untuk memahami bagaimana Islamisasi sains dapat menjawab tantangan modernitas dan sekularisme.
Paradigma Syekh Sulaiman Ar-Rasuli Dan Kh. Imam Zarkasyi Terhadap Pembaharuan Pendidikan Di Pesantren Nugroho, Arya Ficky; Hulawa, Djeprin E.; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23161

Abstract

Artikel ini membahas paradigma pembaharuan pendidikan pesantren yang diusung oleh dua tokoh terkemuka, Syekh Sulaiman Ar-Rasuli dan KH. Imam Zarkasyi. Mengkaji berbagai aspek dari pendekatan kedua tokoh tersebut, termasuk metodologi pengajaran, kurikulum, dan dampak jangka panjang dari reformasi yang mereka lakukan terhadap sistem pendidikan pesantren di Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah library research atau penelitian pustaka dengan mengumpulkan data melalui literatur-literatur bidang keilmuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi yang diperkenalkan oleh kedua tokoh ini tidak hanya memperkaya khasanah pendidikan pesantren, tetapi juga memperkuat peran pesantren dalam membentuk karakter dan kompetensi generasi muda Muslim di Indonesia. Syekh Sulaiman Ar-Rasuli melalui pendekatannya, menekankan pentingnya memadukan ilmu agama dengan pengetahuan umum untuk mencetak santri yang tidak hanya paham agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia modern. Sementara itu, KH. Imam Zarkasyi pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, memperkenalkan sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan modern, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman yang kuat.
Konsep Integrasi Ilmu Agama Dan Ilmu Umum Perspektif Azyumardi Azra Athiyah, Ummu; Hulawa, Djeprin E.; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23324

Abstract

Azyumardi Azra, seorang tokoh intelektual Muslim Indonesia, dikenal dengan kontribusinya dalam mempertemukan ilmu agama dengan ilmu umum. Pemikirannya mengajak umat untuk membuka wawasan baru dalam mengembangkan integrasi ilmu agama dengan ilmu umum, yang dalam pandangannya merupakan bagian dari kemajuan peradaban Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Azyumardi Azra dalam menjembatani kesenjangan antara ilmu agama dan ilmu umum, serta dampaknya terhadap dunia akademik dan praktik keagamaan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, dengan menggali berbagai literatur yang relevan mengenai pemikiran Azra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Azra telah berhasil memberikan pemikiran yang mendalam mengenai hubungan ilmu agama dengan sains modern, yang dapat menjadi pijakan bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.
Relevansi Konsep Merdeka Belajar Terhadap Paradigma Pendidikan Al-Zarnuji Dan Ki Hajar Dewantara Fadila, Nurul; Hulawa, Djeprin E.; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23326

Abstract

Penelitian ini membahas relevansi konsep Merdeka Belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim, dengan paradigma pendidikan Al-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara. Dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan konseptual antara gagasan Merdeka Belajar dengan nilai-nilai pendidikan yang telah diperkenalkan oleh kedua tokoh tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsep Merdeka Belajar, yang menekankan kebebasan, inovasi, dan kenyamanan dalam proses pembelajaran, sejalan dengan paradigma pendidikan Al-Zarnuji, khususnya terkait niat, akhlakul karimah, dan pemenuhan rasa ingin tahu. Selain itu, konsep ini juga relevan dengan gagasan Ki Hajar Dewantara tentang kebahagiaan lahir batin, pendidikan karakter, dan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep Merdeka Belajar yang digagas oleh Nadiem Makarim sesungguhnya gagasannya telah telah ditemukan pada pemikiran Al-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara, di mana konsep tersebut dapat memperkaya sistem Pendidikan Nasional melalui integrasi nilai-nilai tradisional dan kemodernan dalam rangka mewujudkan generasi yang kompeten dan berkarakter.
Perbandingan Konsep Pendidikan Akhlaq Menurut Ibnu Miskawaih dan Ibnu Sahnun Luthfiyani, Putri Wahidah; Alwizar, Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.285

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan komponen penting dalam pembentukan karakter individu yang berkualitas dalam masyarakat Islam. Perkembangan zaman yang semakin kompleks menghadirkan tantangan tersendiri dalam mempertahankan nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan akhlak dari dua tokoh pemikir Islam, Ibnu Miskawaih dan Ibnu Sahnun, serta membandingkan pendekatan mereka dalam mengajarkan moralitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan untuk mengumpulkan data dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Miskawaih menekankan keseimbangan jiwa melalui pengendalian diri dan penanaman kebiasaan baik secara filosofis, sementara Ibnu Sahnun lebih fokus pada nilai-nilai agama dan disiplin praktis dalam pendidikan akhlak. Kedua tokoh ini memberikan kontribusi signifikan yang relevan bagi pengembangan pendidikan akhlak di era modern, dimana pendekatan normatif dan filosofis saling melengkapi dalam membentuk karakter yang berakhlak mulia.
Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Perspektif Al-Qur’an Wati, Linda; Hulawa, Djeprin E.; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.308

Abstract

Studi ini mengeksplorasi topik pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) berdasarkan perspektif Islam, khususnya ajaran yang termuat dalam Al-Qur'an. Dalam pandangan Islam, setiap manusia dihormati dan diperlakukan setara, tanpa memperhatikan kondisi fisik, mental, atau emosional mereka. Makalah ini menekankan pentingnya hak pendidikan bagi ABK sebagai bagian dari prinsip keadilan dan kasih sayang dalam Islam. Pembahasan mencakup pemahaman teologis mengenai hak dan martabat ABK, serta bagaimana model pendidikan yang sesuai dapat membantu mereka berpartisipasi aktif di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bagaimana perlakuan adil terhadap ABK dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan yang inklusif, berbasis pada nilai-nilai Islami.