Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The Effect of I-CARE Learning Model on the Students' Metacognition Mamik Suendarti; Hawa Liberna
JME (Journal of Mathematics Education) Vol 3, No 2 (2018): JME
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v3i2.439

Abstract

The general objective of this study was to find and analyze empirically the effect of the I Care learning model on the students' metacognition. The method used in this research was the experimental method. The affordable population in this study was grade X students of SMK Assyafiah which is located at Jalan Bukit Duri No.29, South Jakarta 2016/2017 academic year. The sample of the study was 60 students obtained through random sampling method that the researcher mixed in the population so that all subjects were considered the same. Data collection was done by documentation techniques (learning model variables) and test techniques (student metacognition variables). The collected data was then analyzed using the t-test. Before the data was analyzed, first descriptive statistical analysis and data requirements test (normality test, homogeneity test) were carried out. The results of the study showed that there was an influence of the I Care learning model on the students' metacognition. In other words, students' metacognition who used the I Care learning model was higher than the students' metacognition who used constructivism learning model.
ANALYSIS OF PERSON'S PROBLEM-SOLVING SKILLS Munali, Munali; Liberna, Hawa; Mutakin, Tatan Zenal
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2024): PRIMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v8i2.11304

Abstract

This research is part of the development of an essay item instrument for problem-solving skills in the Basic Mathematics Course. Measuring the ability of Mathematics problem-solving skills was carried out on 298 students of the Information Systems Study Program at Indraprastha University PGRI Jakarta, Odd Semester, Academic Year 2023-2024. This research aims to analyze the person's ability to solve problems in the Basic Mathematics Subject with 15 questions. The dimensions of problem-solving skills include two dimensions, namely: 1) observation skills and 2) critical thinking skills. This research uses a quantitative research methodology with an analysis of a person's abilities using the Rasch Model. The results of the research are: 1) there are 271 valid people out of 298 people, 2) person number 109 is the person with the highest ability, namely 0.23 logit, and person number 14 is the person with the lowest ability, namely -4.21 logit, 3) Cronbach's Alpha (KR-20) person reliability score is 0.77, meaning that the person reliability coefficient score can holistically be categorized as good and acceptable, 3) person reliability score is 0.85, meaning that person reliability can be categorized as good and acceptable. , 4) the mean person measure score is -1.16 logit < 0.00 logit indicating the student's ability is less than the level of difficulty of the item, and 5) the accuracy of the person's ability to respond to problem-solving skills is 22% in the low category. Based on the results of this research, it can be concluded that: students' problem-solving skills are in the low category. To improve people's abilities by getting students used to solving mathematical problems related to everyday life.Keywords:21st Century Learning, Problem Solving Skills, Rasch Model
PERKEMBANGAN MINAT PESERTA DIDIK TERHADAP MATA PELAJARAN MATEMATIKA SEPTEMBRIANI, PUTRI; LIBERNA, HAWA
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v1i3.269

Abstract

Matematika adalah ilmu tentang logika, mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan lainnya. Eksistensinya di dunia sangat dibutuhkan dan kehidupannya terus berkembang sejalan dengan tuntutan kebutuhan umat manusia, karena tidak ada kegiatan/tingkah laku manusia yang terlepas dari matematika. Beralasan sifat matematika yang abstrak, tidak sedikit peserta didik yang masih menganggap matematika itu sulit. Penelitian ini menggunakan metode pembelajaran game based learning dan dilaksanakan dalam siklus dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan tahap refleksi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa terhadap pembelajaran Matematika, pada siklus I, persentase keberhasilan menunjukkan 45% tergolong kurang aktif, pada siklus II meningkat menjadi 85% tergolong aktif. Metode game based learning yang telah dilaksanakan dapat membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan dapat menegurangi kejenuhan terhadap informasi atau materi yang disampaikan, serta membuat siswa lebih aktif. Piaget meyakini bahwa anak-anak secara alami memiliki ketertarikan terhadap dunia dan secara aktif mencari informasi yang dapat membantu mereka memahami dunia tersebut. Melibatkan elemen-elemen dalam desain game-based learning dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika dengan memanfaatkan prinsip-prinsip dari teori perkembangan kognitif Piaget.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI SELF CONCEPT DAN LINGKUNGAN BELAJAR Liberna, Hawa; Lestari, Witri
JURNAL LEMMA Vol 10, No 2 (2024): Lemma: Letters of Mathematics Education
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jl.2024.v10i2.8137

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep matematika adalah salah satu kemampuan yang penting dalam kegiatan pembelajaran matematika, dalam usaha meningkatkan pemahaman konsep matematika dapat dipengaruhi oleh self concept dan lingkungan belajar yang mendukung. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei pada siswa SMPN kelas IX tahun ajaran 2022/2023, sampel penelitian ini adalah 110 peserta didik yang diambil dari 2 sekolah yaitu SMP Negeri 1 Banjarsari dan SMP Negeri 1 Rangkasbitung. Data diambil dengan instrument test uraian dan angket yang telah divalidasi. Selanjutnya data yang diperoleh dilakukan perhitungan distribusi frekuensi, uji analisis data dan uji hipotesis menggunakan analisis regresi ganda. Hasil penelitian adalah : (1) Terdapat pengaruh yang signifikan self concept dan lingkungan belajar secara bersama-sama terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan self concept terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa; (3) Terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan belajar terhadap pemahaman konsep matematis siswa.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF Fahri Saputra; Hawa Liberna
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v2i1.3706

Abstract

Problem Based Learning is a teaching approach that emphasizes the role of students by connecting mathematical concepts to issues in everyday life to encourage the learning process. The purpose of this study was to evaluate the effect of the problem based learning (PBL) learning model on creative thinking skills using a systematic literature review method. By collecting and reviewing research results from various scientific journals, this article evaluates how effective PBL is in improving creative thinking skills in various educational settings. Based on the results of the review, the Problem Based Learning Model has been shown to have a significant impact on students' thinking skills through teaching that is oriented to problems that are often encountered in everyday life. This article can be used as a reference for teachers to integrate PBL into the curriculum to improve student creativity.
Miskonsepsi Peserta Didik pada Pembelajaran dalam Mengkonstruksi Pengetahuan Lestari, Indah; Suendarti, Mamik; Liberna, Hawa
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v8i2.18980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai penyebab terjadinya miskonsepsi yang dialami oleh peserta didik pada pembelajaran Matematika dan IPA dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Dalam dunia pendidikan para pendidik sering kali menemukan peserta didik yang memiliki konsep yang berbeda dengan konsep yang diterima oleh pendidik ataupun dari sumber referensi lainnya. Secara umum, penyebab miskonsepsi berasal dari peserta didik sendiri, guru yang mengajar, buku teks, konteks pembelajaran, dan metode pengajar. Hal ini tentu saja berdampak pada pemahaman yang salah akibat dari pengalaman peserta didik dalam mengkonstruksi pengetahuannya dengan konsep yang tidak tepat. Miskonsepsi merupakan hal yang wajar dalam proses pembentukan pengetahuan oleh seseorang yang sedang belajar. Dengan demikian, tidak mudah untuk sungguh-sungguh mengerti penyebab miskonsepsi yang dialami setiap peserta didik dan juga tidak mudah untuk membantu setiap peserta didik secara tepat dalam mengatasi miskonsepsi. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran, sebaiknya para pendidik dapat memilih bahan pelajaran dan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan cara berpikir peserta didik, mencari atau mengungkap miskonsepsi yang dilakukan peserta didik, mencoba menemukan penyebab miskonsepsi tersebut, dan mencari perlakuan yang sesuai untuk mengatasi kesalahpahaman.
Workshop Guru Penyusunan Penilaian Holistik Witri Lestari; Hawa Liberna; Lin Mas Eva
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/tnp5aw83

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) diadakan di SMP Negeri 210 Jakarta sebagai mitra dalam pelaksanaan PKM. Peserta dari kegiatan ini adalah seluruh guru di SMP Negeri 210. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk: a) memperoleh wawasan dan teknik yang relevan untuk diterapkan oleh guru di kelas; b) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menyusun penyusunan penilaian holistik.  Beberapa masalah yang dihadapi oleh mitra antara lain: (a) Kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan konsep penilaian ini;  b) Kurangnya pelatihan yang memadai mengenai penilaian holistik. c) Keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran juga menjadi kendala dalam penyusunan penilaian holistik.. Metode yang diterapkan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi antara tim pelaksana dan mitra, serta diadakan workshop tentang penyusunan penilaian holistik. Metode ini dilaksanakan kepada kelompok mitra yang terdiri dari 40 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: 1) 85% guru merasa lebih percaya diri dalam menerapkan metode penilaian holistik setelah mengikuti kegiatan ini. 2) 90% peserta mengungkapkan bahwa mereka akan menerapkan teknik yang dipelajari dalam praktik pembelajaran sehari-hari mereka. Hal ini menunjukkan bahwa workshop tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memotivasi guru untuk mengimplementasikan perubahan dalam cara mereka menilai siswa.  
Pembelajaran efektif matematika pada jenjang sekolah dasar Firdaus, Ridwan Awalian; Lestari, Witri; Liberna, Hawa; Eva, Lin Mas; Hikmah, Nurul
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i1.21546

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini mengenalkan pembelajaran matematika efektif kepada guru SD. Hal ini dilatarbelakangi banyak strategi, model dan metode pembelajaran matematika tetapi kondisi di kelas guru menggunakan metode pembelajaran matematika yang seadanya dan dilakukan berulang sehingga belum mengenai tujuan pembelajaran. sehingga menimbulkan ketidakefektifan dalam proses pembelajaran matematika. Minimnya metode pembelajaran yang dikuasai guru menyebabkan strategi pembelajaran terkesan monoton pada ujungnya akan menimbulkan kebosanan pada siswa. Guru SD diharapkan dapat menguasai lebih dari satu strategi maupun metode pembelajaran sehingga efektif dapat digunakan sesuai kondisi kelas. Selain itu masih banyak ditemukan miskonsepsi di kalangan guru SD pada matematika sehingga jika tidak dilakukan pemahaman konsep yang benar maka pembelajaran tidak akan efektif. Konsep matematika yang benar sangat penting saat SD karena berkesinambungan sampai perguruan tinggi. Kegiatan ini berupa seminar dan pelatihan dengan mitra SDN Situkaum Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti para guru SDN Situkaum dan SD sekitar dalam gugus yang sama. Adapun tim pelaksana bertindak sebagai pembicara dan pelatih dengan materi yaitu pembelajaran efektif, model dan strategi pembelajaran efektif pada matematika, dan solusi miskonsepsi matematika di jenjang SD. Kegiatan ini bermanfaat karena membuka wawasan baru tentang pembelajaran di kelas. Selain itu guru mendapat pencerahan baru dalam memahami konsep dasar matematika.
Items Analysis of Midterm Exam Test on Difficulty Level and Discrimination Index Based on Bloom Taxonomy: A Case of Junior High School Mathematics Problems Kholifah, Nur; Suhendarti, Mamik; Liberna, Hawa
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to find out how the level of difficulty on the Middle Semester Assessment of Mathematics class VII SMP Negeri 5 Cibitung for the 2021/2022 academic year was based on Bloom's taxonomy. This research was conducted at SMP Negeri 5 Cibitung. The type of research is descriptive research with a quantitative approach. The data collection technique used is the documentation method, while the data analysis technique uses Microsoft Excel with formulas to test validity, reliability, difficulty level, discriminatory power, and calculate the percentage level of difficulty of questions based on Bloom's taxonomy. Based on the results of the analysis, it can be concluded that there are 18 items (90%) which are declared valid, and the items are declared reliable with a reliability coefficient of 0.83. The results of the analysis of questions based on Bloom's taxonomy, obtained questions belonging to the ability to understand (C2) as many as 5 items (25%), belonging to the ability to apply (C3) as many as 10 items (50%), and belonging to the ability to analyze (C4) as many as 5 items (25%). There are no questions belonging to the ability to remember (C1), evaluate (C5), and create (C6), then the questions are classified based on the students' thinking criteria, and the questions that are classified as Higher Order Thinking Skills (HOTS) are 5 items (25%) and questions that are classified as Medium Order Thinking Skills (MOTS) as many as 15 items (75%). Keywords: difficulty level, mid-semester assessment, Bloom's taxonomy. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v23i2.pp486-495
Penulisan Butir Soal Dengan Artificial intellegence (AI) Munali, Munali; Liberna, Hawa; Syukriyansyah, Syukriyansyah; Aziiz, Esa Nur
MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Mei - Agustus
Publisher : Yayasan Miftahul Ulum Sangatta Kutai Timur (KEP. MENKUMHAM RI No. AHU-0014779.AH.01.04.Tahun 2018) bekerjasama dengan Jurusan Tarbiyah STAI Sangatta Kab. Kutai Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71382/mayara.jurn.peng.masy..v2i2.139

Abstract

Technological developments in 4.0 require people to use the latest technology. The latest technological systems require skilled human resources. The current technological development is artificial intelligence which can do work like humans do. Artificial Intelligence can be used in writing questions. The aim of Community Service is: to assist teachers in writing questions using Artificial Intelligence via the ChatGPT platform. The qualitative research method involves asking several teachers during the activity. Community Service Results, namely: 1) teachers do not understand writing questions using the revised Bloom's Taxonomy at cognitive levels C4, C5, and C6; and 2) teachers can use the question item writing platform with ChatGPT. Based on these results, teachers are given an in-depth understanding of the theory of writing questions at cognitive levels C4, C5, and C6. Through this understanding, teachers are expected to be able to write questions correctly which are supported by ChatGPT. This is because ChatGPT is not completely correct regarding writing question items.