Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengabdian kepada Masyarakat melalui Optimalisasi Detail Engineering Design (DED) Struktur Masjid Berbasis Standar Konstruksi Nasional Nur Fithriani Fatma Cholida; Thalita Zhafira; Iryan Dwi Handayani; Trias Widorini
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v4i3.6118

Abstract

The mosque is the center of religious and social activities of the community. Its construction requires careful technical planning. This will ensure that the building is safe, efficient, and in accordance with Standar Nasional Indonesia (SNI). The purpose of this community service activity is to provide technical assistance during the process of preparing the Detail Engineering Design (DED) of the Assafi Qolbu Mosque building located in Mranggen District, Demak Regency. Using an expert-driven design approach, the assistance was carried out by a team of Civil Engineering lecturers at Semarang University. Site surveys, needs analysis, technical working drawings, and selection of structural materials according to standards were all work carried out. The activity resulted in a one-story building structure technical document (DED) that included the planning of strip and footplate foundations, sloofs, columns, beams, floor slabs, and light reinforced roof structures. A well-designed DED ensures that the durability of the building is guaranteed to meet the aspects of structural safety and material efficiency. This activity not only creates design documents, but also increases partners' understanding of the importance of involving experts in the construction of mosques, especially their structures. It is expected that this assistance will serve as an implementative model for the construction of worship facilities based on Indonesian National Standards.
Pelatihan Merakit Tulangan Tie Beam Pada Siswa SMK Widyarini, Galih; Rahmawati, Diah; Widorini, Trias
Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/sitechmas.v6i2.6219

Abstract

Struktur bangunan gedung terdiri dari struktur atas dan struktur bawah. Struktur atas bagian gedung yang berada di atas tanah meliputi plat, balok dan kolom. Struktur bawah bagian gedung yang berada di bawah tanah meliputi pondasi dan tie beam. Tie beam adalah bangunan di atas pondasi yang berfungsi mendistribusikan beban ke pondasi. Tie beam diperlukan untuk menahan perbedaan penurunan (differensial settlement) dan pengaku pada kolom (Sugianto, 2018). Tujuan dari kegaitan ini adalah meningkatkan kemampuan hardskill pada Siswa SMK Negeri 3 Semarang dalam perakitan atau pemasangan tulangan baja tie beam. Di SMK Negeri 3 belum memiliki mata pelajaran mengenai perakitan tulangan tie beam, sehingga perlu adanya pelatihan terkait hal tersebut. Kegiatan terdiri dari pre test, pelatihan merakit, post test. Hasil pre test menunjukan 100% peserta tidak mengetahui cara merakit tulangan tie beam, berbanding dengan hasil post test 100% peserta mengetahui cara merakit tulangan tersebut.  Dari kegiatan pelatihan ini didapatkan adanya peningkatan kemampuan merakit tulangan tie beam pada peserta.
The STRUCTURAL ANALYSIS BASED ON SNI 1726:2019 ON THE DORMITORY BUILDING IN PEDURUNGAN SEMARANG Ahmad Agus Shofyan Muzani; Zhafira, Talitha; Trias Widorini; Bagas Setiawan
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i02.4432

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang letaknya di wilayah rawan gempa, khususnya di Kecamatan Pedurungan yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup pesat. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan pembangunan hunian vertikal yang aman dan tahan terhadap bencana. Penelitian ini bertujuan untuk merancang struktur gedung asrama 6 lantai yang mampu menahan beban vertikal dan beban gempa. Selain itu, hasil perencanaan ini diharapkan menjadi acuan teknis dalam pengembangan infrastruktur bangunan bertingkat yang memenuhi kriteria kekuatan, stabilitas, serta kenyamanan penghuni. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan berbasis standar nasional (SNI) dan pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak ETABS. Data diperoleh dari studi literatur, penyelidikan tanah, serta simulasi struktur. Analisis dilakukan pada elemen pelat, balok, kolom, dan dinding geser, serta sistem pondasi tiang pancang menggunakan metode Meyerhof. Hasil menunjukkan bahwa semua elemen struktur memenuhi persyaratan. Simpangan maksimum antar lantai sebesar 41,76 mm masih di bawah batas izin 53,846 mm. Partisipasi massa melampaui 99%, dan daya dukung pondasi sebesar 2552,183 kN lebih besar dari beban rencana 2517,542 kN. Struktur dinyatakan aman dan layak dibangun. dibangun.
Analysis of Column and Beam Minimum Reinforcement Requirements on the Building Structure of the Faculty of Psychology, University of Semarang Widorini, Trias; Crista, Ngudi Hari; Anggraini, Lila
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v2i1.8418

Abstract

In formulating the seismic design criteria for a building at ground level or determining the amplification of the peak earthquake acceleration from the bedrock to the ground for a site, the site must be classified first. Site class assignment must be carried out through field and laboratory soil investigations. Site Class consists of SA (hard rock), SB (rock), SC (medium soil), SE (soft soil) and SF (special soil). SNI 1726: 2019 with various classes of SB, SC, SD and SE sites. From the analysis results, it is found that the variation of soil site classes has an effect on the area of minimum reinforcement requirements, except for the logitudinal reinforcement requirements of the lower support beam for site class variations, the value is fixed. The variation of soil site classes has a significant effect on the area requirements of the longitudinal reinforcement in the column. The largest requirement for column longitudinal reinforcement is Soft Soil Site Class (E) and the smallest requirement is Rock Site Class (B).
The PERENCANAAN ULANG GEDUNG PASAR JOHAR MENGGUNAKAN STRUKTUR FLAT SLAB: Johar Market Building Redesign Using a Flat Slab Structure Zhafira, Talitha; Aishah, Aina Firdha; Firdaus, Berlianna Adhistya; Widorini, Trias
Spektrum Sipil Vol 9 No 2 (2022): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v9i2.263

Abstract

Gedung Pasar Johar Selatan Semarang merupakan proyek pembangunan gedung empat lantai di daerah Purwodinatan Kota Semarang. Semula Gedung Pasar Johar direncanakan menggunakan metode struktur portal biasa (kolom, balok, dan pelat). Penelitian ini memodifikasi menggunakan struktur flat slab. Redesign menggunakan flat slab diharapkan mampu menahan beban gempa dan tetap aman strukturnya. Analisa perhitungan struktur menggunakan program ETABS v.18.1.1. Hasil penelitian menggunakan desain baru menggunakan tebal flat slab atau pelat 250 mm, tinggi drop panel sebesar 150 mm, dengan ukuran kolom 800x800 mm. Nilai displacement menggunakan flat slab masih aman dengan nilai terbesar 30 mm. Simpangan antar lantai arah x dan y masih dibawah nilai ijin sebesar 58,462 mm artinya redesain pasar johar memenuhi syarat. Kestabilan dari efek P-delta struktur masih dalam keadaan stabil karena nilainya dibawah batas stabilitas struktur 0,0909. Torsi tidak terjadi karena nilai story drift inelastic dibagi dengan simpangan antar lantai dibawah 1,2 dan 1,4.
ANALISIS PERENCANAAN PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN MATARAM 11 LANTAI DI SEMARANG: Development Planning Analysis of Mataram Flats 11 Floors in Semarang Daffa Adi Pangestu, Muhammad; Zhafira, Talitha; Hartono, Naufal Fitriansah; Widorini, Trias
Spektrum Sipil Vol 10 No 2 (2023): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v10i2.324

Abstract

Kota Semarang adalah ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki luas wilayah sebesar 373,70 km2. Luas kawasan permukiman eksisting di Kota Semarang telah mencapai 16.027,49 Ha dari rencana kawasan permukiman sebesar 20.832,94 Ha. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya memaksimalkan fungsi tata guna lahan, khususnya sebagai sarana dan prasarana tempat tinggal di kota Semarang. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data primer berupa data tanah dan data sekunder berupa data gempa serta gambar struktur bangunan yang kemudian di analisis dengan bantuan software ETABS V.20. Hasil penelitian ini adalah nilai simpangan antar lantai tertinggi ditinjau dari arah x sebesar 27,758 mm dan arah y sebesar 22,825 mm memiliki nilai di bawah simpangan ijin yaitu 70 mm. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa simpangan antar lantai pada struktur gedung ini memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh SNI-1726-2019 sehingga gedung rumah susun ini aman dari beban gempa. Nilai torsi ratio memiliki hasil di bawah 1,2 dan 1,4 sehingga berdasarkan SNI-1726-2019 struktur gedung rumah susun ini tidak memiliki ketidakberaturan torsi.
STUDI ANALISIS TULANGAN SENGKANG ULIR PADA GEDUNG T UNIVERSITAS SEMARANG DENGAN MEMBANDINGKAN PERATURAN SNI GEMPA 2012 DENGAN SNI GEMPA 2019 Crista, Ngudi Hari; Widorini, Trias; Anggraini, Lila
Bangun Rekaprima Vol. 7 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.93 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v7i1.2585

Abstract

Karena adanya peraturan gempa yang mengalami revisi dan perilaku gempa setiap zona selalu mengalami perubahan hampir setiap tahun dikarenakan adanya pergeseran lempeng dan bebatuan serta akibat aktivitas vulkanik, maka suatu peraturan gempa terbaru muncul dan diberlakukan, dengan adanya peraturan terbaru menyebabkan perlunya revisi atau peninjauan ulang bangunan-bangunan yang sudah berdiri untuk dikaji ulang menggunakan peraturan tersebut. Dari adanya gempa menyebabkan banyak terjadi kerusakan pada struktur bangunan. Setelah dilakukan kajian yang mendalam tentang hal ini, bahwa gempa besar yang terjadi ternyata karena percepatan batuan dasar lebih besar daripada percepatan batuan dasar yang telah ditetapkan dalam peta gempa SNI 03-1726-2012. Berdasarkan penemuan tersebut menyebabkan peta gempa SNI 03-1726-2012 dinilai sudah tidak sesuai lagi di-aplikasikan sebagai pedoman perencanaan struktur tahan gempa. Dengan adanya peraturan terbaru (RSNI 03-1726-2019) maka semua bangunan yang direncanakan dengan peraturan lama (SNI 03-1726-2012) perlu adanya evaluasi perhitungan pengaruh gempa bangunan lama terhadap peraturan terbaru.Pada penelitian ini analisis dilakukan dengan menggunakan tulangan Ulir baik untuk tulangan Pokok maupun tulangan geser. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan menganalisa prilaku struktur antara kedua peraturan tersebut pada bangunan gedung perkuliahan gedung T Universitas Semarang didapat Jumlah tulangan longitudinal ulir mengalami kenaikan sebesar 7 % dan kebutuhan tulangan Sengkang ulir mengalami kenaikan 12% , Sedangkan jumlah kebutuhan tulangan longitudinal ulir mengalami kenaikan pada tulangan lapangan sebesar 33 % , serta tulangan Sengkang ulir mengalami kenaikan 40 % .sehingga berdasarkan hasil tersebut bahwa gaya geser mengalami peningkatan yang cukup tinggi, sehingga evaluasi terhadap bangunan gedung ”“ gedung lama perlu adanya pengkajian ulang.
Evaluasi Mutu Beton dengan Metode Non-Destructive Test pada Kolom Gedung Parkir Menara USM Prasetya, Bagas; Zhafira, Talitha; Sagara, Nandhika Jihan; Widorini, Trias; Sitorus, Mentari S.
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2024.V1101.040-45

Abstract

Semarang adalah salah satu kota dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Hal ini membuat lahan di kota Semarang menjadi sempit sehingga pembangunan gedung parkir dan basement menjadi salah satu solusi yang bisa ditawarkan oleh masyarakat modern di zaman sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui nilai mutu beton pada gedung parkir dan basement Menara Universitas Semarang apakah sudah sesuai dengan perencanaan. Nilai mutu beton kolom suatu gedung dapat diketahui dengan melakukan uji kualitas fisik bangunan dengan cara tidak merusak beton (non-destructive) atau metode NDT, yaitu dapat menggunakan metode dan peralatan pengujian rebound number (Schimidt Hammer Test). Menara Universitas Semarang merupakan salah satu gedung termuda di Universitas Semarang yang dibangun pada tahun 2019 dan saat ini telah berusia ±4 tahun. Gedung Menara Universitas Semarang sendiri memiliki 10 lantai dengan kolam renang pada lantai paling atasnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder, di mana data primer yang didapat adalah dengan cara melakukan survey atau uji tes non-destructive secara langsung pada kolom gedung parkir dan basement menara Universitas Semarang. Sedangkan data sekunder didapatkan dengan cara meminta data kepada instansi  terkait. Penelitian ini dilakukan pada 20 titik, di mana setiap titik diberikan pemukulan sekitar 10 pukulan. Dari perencanaan gedung parkir dan basement menara Universitas Semarang menggunakan mutu kolom beton K-375 atau setara dengan fc’ 31,125 MPa. Hasil penelitian ini mendapatkan nilai kuat tekan beton yang sudah sesuai dengan perencanaan.
Modulus Elastisitas Beton Geopolimer Berbasis Fly ash PLTU Tanjungjati B Jepara Kustirini, Anik; Susilo, Edy; Widorini, Trias; Purnijanto, Bambang
Teknika Vol. 19 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i1.8748

Abstract

Beton geopolimer adalah beton yang dibuat tanpa menggunakan semen. Sebaliknya, fly ash—bahan sisa pembakaran batu bara di pembangkit listrik tenaga uap—dimanfaatkan (PLTU). Pada penelitian ini fly ash dari PLTU Tanjungjati B Jepara digunakan untuk menguji modulus elastisitas beton geopolimer sehingga diperoleh pemahaman yang jelas mengenai sifat-sifatnya. Tiga benda uji silinder 15/30 digunakan untuk menguji modulus elastisitas beton. Rata-rata modulus elastisitas beton geopolimer umur 28 hari sebesar 20.560,797 MPa. Model modulus elastisitas dan kuat tekan beton geopolimer dengan persamaan Ec = 12761 (f’c) 0,4657 diperoleh dari hasil regresi daya. Validasi dilakukan dengan korelasi, angka R2 = 0,9944 mendekati satu, artinya hubungan kuat tekan dengan modulus elastisitas sangat kuat atau valid. Nilai modulus elastisitas hasil laboratorium berbeda 0,338% dengan nilai modulus elastisitas SNI dan selisih nilai modulus elastisitas Hukum Hookes sebesar 0,018%. Grafik hasil laboratorium dan Hooke berimpit