Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

DFT-Based Study of Phenolic-Derived From Nutmeg (Myristica fragrans): Promising Bioreductants for Green Synthesis Silver Nanoparticles Nabila, Siti; Abdjan, Muhammad Ikhlas; Rakhman, Khusna Arif; Annisa, Dira Ayu; Mauraji, Ilham SW; Umar, Sudir
Molekul Vol 20 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.3.16203

Abstract

ABSTRACT. The manufacture of silver nanoparticles (AgNPs) can be synthesized by reducing silver ions Ag+ to Ag0 by a reductant. Nutmeg (Myristica fragrans) fruit extract has the potential as a natural reductant (bioreductant) that can donate electrons to reduce Ag+ as a ligand and capping agent. This study aims to identify the potential of the bioactive compounds in Myristica fragrans (Mf) extract for the green synthesis of AgNPs using several parameters, including total energy, HOMO-LUMO, Fukui function, molecular electrostatic potential (MEP), global reactivity, and UV/Vis theoretical spectral analysis. The method used is Density Functional Theory (DFT) with Becke-3-parameter Lee-Yang-Parr (B3LYP) hybrid functionals, using the 6-31G (d,p) basis set for hydrogen (H), carbon (C), oxygen (O) atoms, and the LanL2Dz for the silver (Ag) atom. The results of the study indicate that single bioactive compounds eugenol, chalcone, carvacrol, and terpineol, as well as eugenol-Ag, chalcone-Ag, carvacrol-Ag, and terpineol-Ag complexes, are good reducing agents in the process of reducing Ag+ ions to Ag0 as AgNPs. In addition, these phen-Ag complexes show electron excitation at UV/Vis spectrophotometric simulation in the 454-473 nm wavelength range. This study provides a theoretical understanding of Ag+ reduction by bioactive compounds in Mf extract for green synthesis of AgNPs, thereby providing a scientific basis for developing green methods for eco-friendly, sustainable AgNP synthesis. Keyword: Bioreductant, DFT, green synthesis, Myristica fragrans, silver nanoparticles. .
Dinamika Perubahan Hubungan Sosial Siswa Terisolir Melalui Layanan Konseling Individu: Kajian Kualitatif Hardianti, Sari; Junaidi; Mahyatun, Baiq; Ariyanti, Azzahra Tshani; Aulia, Hartati; Azizah, Silvia Nur; Nabila, Siti; Fatini, Laila
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nx8z1351

Abstract

Hubungan sosial yang kurang harmonis di lingkungan sekolah dapat menyebabkan siswa mengalami keterasingan sosial atau menjadi siswa terisolir. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi sosial, kesulitan berkomunikasi, serta menurunnya kepercayaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika perubahan hubungan sosial siswa terisolir setelah mendapatkan layanan konseling individu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa sekolah menengah (RP, AAZ, dan LYS) yang teridentifikasi mengalami keterasingan sosial berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan rekomendasi guru bimbingan dan konseling, serta diperkuat dengan instrumen sosiometri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu memberikan perubahan positif terhadap hubungan sosial siswa terisolir. Perubahan tersebut ditandai dengan meningkatnya kemampuan komunikasi interpersonal, keberanian berinteraksi dengan teman sebaya, keterlibatan dalam kegiatan kelompok, serta peningkatan rasa percaya diri. Dinamika perubahan berlangsung secara bertahap melalui empat fase utama, yaitu: (1) kesadaran diri, (2) pengembangan kepercayaan diri, (3) adaptasi sosial, dan (4) integrasi sosial. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa layanan konseling individu efektif membantu siswa terisolir membangun hubungan sosial yang lebih adaptif di lingkungan sekolah. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi guru bimbingan dan konseling dalam merancang intervensi individual yang terstruktur serta bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.