Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan Budidaya Ikan Dalam Ember Bagi Anggota Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Banyumas Rijal, Muhammad Azharul; Pratama, Ikhsan; Susanto, Susanto; Utami, Puji
JURNAL KASTARA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian_Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Regional Leadership of Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Banyumas is an organization belonging to the Muhammadiyah organization which focuses on young women and young women. The age limit for PDNA administrators is 40 years. In Banyumas there are 27 Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Branch Leaders. This effort to transfer fish farming technology in buckets seeks to increase food security and household scale food independence efforts for Banyumas Regency PDNA administrators. Cultivation in buckets is an easy and environmentally friendly cultivation activity so it is very easy for housewives to do. This activity is carried out using direct outreach and training methods. As a result of this training, PDNA members carried out the training well and ended with a training evaluation. Harvesting of kale and catfish was carried out in the third month after training. We would like to thank LPPM UMP for providing financial assistance so that this activity successfuly.
BIOLOGY REPRODUCTION OF SNAKEHEAD FISH (Channa sp.) AT PELUS RIVER BANYUMAS REGENCY Rijal, Muhammad Azharul; Susylowati, Dewi; Pratama, Ikhsan
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1939

Abstract

Sungai Pelus merupakan satu dari beberapa Sungai yang terdapat pada Kabupaten Banyumas. Panjang Sungai Pelus Adalah 20 km dan bermuara pada Sungai Klawing pada daerah Sokaraja. Ikan Gabus adalah salah satu ikan endemic dari Asia, yang termasuk pada golongan ikan famili Channidae yang memiliki ekonomis yang tinggi. Studi biologi ikan dapat menjadi salah satu acuan dasar saat prosos domestikasi ikan. Metode penelitian ini adalah survei dengan teknik pengambilan sampling purposive random sampling. Terdapat tiga stasiun penelitian yaitu hulu, tengah, hilir. Pada stasiun penelitian ada tiga titik sampling. Hasil dari penelitian ini pada nisbah kelamin terdapat 1:1,9 yang mengindikasikan terjadi perbandingan tidak normal pada Sungai Pelus. Pada aspek biologi reproduksi ikan Nilai HSI Ikan Gabus (Channa sp.) berkisar pada nilai 0,76 – 1,04 %, nilai HSI ini masih tergolong rendah karena masih dibawah 2%. Nilai GSI Ikan Gabus (Channa sp.) berkisar pada 0,23 % hingga 0,38%. Nilai GSI ini masih dibawah standar kematangan gonad yaitu 4% bagi ikan yang siap untuk memijah. Nilai VSI Ikan Gabus (Channa sp.) berkisar 3,45% - 3,57% berarti nilai VSI ini masih dalam kondisi menuju tingkat kematangan gonad untuk pemijahan. Nilai HSI, GSI dan VSI memiliki dibawah normal ikan, hal ini dikarena kan pada saat pengambilan sampel ikan Gabus sudah selesai pada puncak pemijahan ikan. Puncak pemijahan ikan Gabus terjadi pada Bulan Desember hingga April. Kualitas air Sungai Pelus masih dalam kondisi yang baik untuk kehidupan ikan dan menuju pemijahan ikan Ikan Gabus (Channa sp.).
Pelatihan Pengolahan Pascapanen Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) untuk Meningkatkan Nilai Tambah, Penjualan, dan Strategi Pemasaran Produk Hasil Budidaya Perikanan Rusman, Ade; Purbomartono, Cahyono; Rijal, Muhammad Azharul; Pribadi, Teguh; Nabil, Imam Chaerul; Maulana, Aditya
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.24813

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Banyumas selain ikan gurami dan lele. Nila mudah dibudidayakan, kemampuan hidup tinggi, pertumbuhan cepat dengan ukuran badan besar. Nila memiliki nilai ekonomis tinggi, digemari masyarakat, rasanya khas, dagingnya padat, tidak banyak duri, mudah diolah. Nila mengandung protein 17,5%, lemak 4,7%, dan air 74,8%. Minasari merupakan salah satu kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang ada di Desa Purwosari, Baturaden, Banyumas yang membudidayakan ikan nila secara intensif, yaitu dengan penggunaan kincir dan pelet pabrikan sehingga kapasitas produksi perkolam meningkat 3-4 kali lipat atau mencapai 800-1000 kg. Jumlah produksi ini ternyata belum bisa langsung diserap oleh pasar masih sering terjadi keterlambatan panen yang menyebabkan banyak kerugian: waktu pemeliharaan jadi lebih lama, biaya pakan bertambah dan kematian ikan meningkat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota pokdakan Minasari dalam pengolahan pascapanen produk budidaya perikanan yaitu pembuatan bakso dan nugget yang sehat, enak dan bergizi tinggi. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra ini diharapkan menjadi salah satu solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan berupa pemaparan materi, diskusi dan praktik serta dilengkapi dengan pretest, post-test dan evaluasi kepuasan peserta. Berdasarkan nilai hasil pretest (78,039 ± 5,659), post-test (94,510 ± 5,393), t (18) -8,77 dan P value sebesar 1,506 x 10-10 ( 0,05) dan kepuasan peserta sebesar 88% sangat puas. Dengan demikian kegiatan pelatihan pengolahan pascapanen hasil budidaya perikanan pembuatan nugget dan bakso telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan dan peserta merasa sangat puas.
Study of the Presence of Streptococcosis in Tilapia Cultivation in Banyumas Regency Saputra, Kukuh Andre Setya; Purbomartono, Cahyono; Pratama, Ikhsan; Mulia, Dini Siswani; Rijal, Muhammad Azharul
Journal of Fish Health Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Fish Health
Publisher : Study Program of Aquaculture, Department of Fisheries and Marine Science, Faculty of Agriculture, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v6i2.9839

Abstract

Tilapia is the most widely cultivated fish in Banyumas which is susceptible to bacterial diseases caused by the increasing number of disease cases in tilapia (Oreochromis niloticus) due to high cultivation intensification. One of the diseases that often attacks is streptococcosis caused by the bacteria Streptococcus sp., which can cause mass mortality and major economic losses for farmers. The purpose of this study was to identify pathogenic bacteria in farmed tilapia in Banyumas. The method used in this study was a purposive sampling method, namely by taking samples of tilapia that have characteristics of disease symptoms such as protruding eyes, damaged fins, and red wounds on the scales from three locations, namely Beji Village, Karangsalam Village, and Pasir Wetan Village. Bacterial samples were obtained from four organs, namely the brain, kidneys, eyes, and liver, then observed the morphology of bacterial colonies and Gram KOH tests were carried out. The results showed that bacterial colonies found in most organs were round to irregular in shape, white to yellowish in color, and Gram positive, which shows the characteristics of Streptococcus sp. bacteria. Based on these results, it can be concluded that Streptococcus sp. bacteria are still the main threat in tilapia cultivation in Banyumas, so it is necessary to take preventive measures through the implementation of good biosecurity, the use of immunostimulants, and the development of vaccines to maintain the sustainability of tilapia cultivation businesses, especially in Banyumas Regency.
Studi Kemungkinan Bakteri Streptococcus sp. sebagai Agen Penyakit Mata Menonjol pada Ikan Nila Budidaya di Desa Karangsalam, Banyumas: Sebuah Studi Awal Pratama, Ikhsan; Rijal, Muhammad Azharul; Rusman, Ade; Lenterani, Febiana; Izzuddin, Hilmy; Saputra, Kukuh Andre Setya
Sainteks Vol. 23 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v23i1.30662

Abstract

Penyakit streptokokosis merupakan salah satu ancaman utama dalam budidaya ikan nila yang dapat menyebabkan mortalitas tinggi dan kerugian ekonomi signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri penyebab gejala penyakit pada ikan nila budidaya melalui pendekatan molekuler. Sampel ikan yang menunjukkan gejala klinis berupa exophthalmia diambil dari lokasi budidaya dan dilakukan isolasi bakteri dari organ mata, otak, hati, dan ginjal menggunakan metode pour plate pada media Trypticase Soy Agar (TSA). Karakterisasi awal dilakukan melalui pengamatan morfologi koloni dan uji gram KOH, sedangkan identifikasi molekuler dilakukan menggunakan analisis gen 16S rRNA melalui PCR dan sekuensing. Hasil isolasi menunjukkan bahwa seluruh organ menghasilkan koloni bakteri berbentuk coccus dengan reaksi gram positif, yang mengarah pada genus Streptococcus. Analisis filogenetik menunjukkan bahwa isolat berkelompok erat dengan Streptococcus agalactiae dengan nilai bootstrap 100, menandakan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa infeksi bersifat sistemik dan berkaitan erat dengan gejala klinis yang diamati. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa S. agalactiae merupakan agen penyebab utama penyakit pada ikan nila di lokasi penelitian. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pengendalian penyakit yang lebih efektif berbasis kondisi lokal.
Kinerja Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Juvenil Ikan Dewa (Tor tambroides) yang Dibudidayakan pada Recirculating Aquaculture System (RAS) Suwarsito, Suwarsito; Rijal, Muhammad Azharul; Mustafidah, Hindayati; Tamam, Muhammad Taufik
Sainteks Vol. 23 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v23i1.30666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan Recirculating Aquaculture System (RAS) terhadap kinerja pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan dewa (Tor tambroides), sebagai spesies lokal bernilai konservasi tinggi yang sensitif terhadap perubahan kualitas lingkungan perairan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua perlakuan, yaitu sistem non‑RAS dan sistem RAS, masing‑masing dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem RAS memberikan pengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap pertumbuhan mutlak dan efisiensi pakan, serta pengaruh nyata (p<0,05) terhadap kelangsungan hidup ikan dewa. Sistem RAS menghasilkan nilai pertumbuhan mutlak dan efisiensi pakan yang lebih tinggi, serta kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan sistem non‑RAS. Temuan ini menunjukkan bahwa stabilitas kualitas air dan lingkungan pemeliharaan yang lebih terkontrol pada sistem RAS mampu meningkatkan pemanfaatan nutrien pakan dan menekan stres lingkungan pada ikan dewa. Dengan demikian, penerapan sistem RAS berpotensi menjadi strategi teknologi yang efektif dan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan budidaya ikan dewa.