Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESALAHAN SISWA MENURUT KASTOLAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI BENTUK ALJABAR PADA SISWA SMP Ratih Mauliandri; Kartini Kartini
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v9i2.7687

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis kesalahan yang dilakukan siswa menurut Kastolan dalam menyelesaikan soal matematika berupa operasi bentuk aljabar. Subjek penelitian ini sebanyak 10 orang siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Bengkalis. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa tes tertulis yang disusun dalam bentuk uraian (essay examination) sebanyak 13 butir soal. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu: 1) mengoreksi hasil jawaban siswa; 2) mengindentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis kesalahan apa saja yang dilakukan oleh siswa dalam menjawab soal berdasarkan jenis kesalahan Kastolan; 3) menghitung persentase kesalahan pada tiap butir soal untuk setiap jenis kesalahan; 4) hasil persentase dikategorikan berdasarkan persentase kesalahan; 5) data yang telah dihitung akan di analisis secara deskriptif dengan menafsirkan hasil perhitungan persentase kesalahan siswa; 6) membuat kesimpulan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hal-hal yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa serta faktor penyebab terjadinya kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika operasi bentuk aljabar. Dari hasil analisis kesalahan siswa, diperoleh persentase kesalahan yang dilakukan siswa berdasarkan jenis kesalahan Kastolan secara keseluruhan, yaitu: 1) kesalahan konseptual sebesar 23.8%; 2) kesalahan prosedural sebesar 35.8%; 3) kesalahan teknik sebesar 40.4%. Faktor penyebab terjadinya kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika dapat disebabkan oleh dua macam faktor, yaitu faktor dari dalam diri siswa maupun faktor dari luar diri siswa. Kata Kunci:Jenis Kesalahan Kastolan, Kesalahan Konseptual, Kesalahan Prosedural, Kesalahan Teknik, Operasi Bentuk Aljabar. Abstract:This study aims to analyze and describe the types of errors made by students according to Kastolan in solving mathematical problems operating in algebraic forms. The subjects of this study were 10 students of class VIII MTs Negeri 1 Bengkalis. Data collection techniques carried out in the form of written tests compiled in the form of essay examination as many as 13 items. Data analysis techniques were performed, namely: 1) correcting the results of student answers; 2) identifying, classifying, and analyzing any mistakes made by students in answering questions based on the type of error Kastolan; 3) calculate the percentage of errors in each item for each type of error; 4) percentage results are categorized based on the percentage of errors; 5) the calculated data will be analyzed descriptively by interpreting the results of the calculation of the percentage of student errors; 6) make conclusions. This research is a descriptive qualitative research. The things described in this study are the types of errors made by students and the factors that cause errors in solving mathematical problems in algebraic operations. From the results of the analysis of student errors, the percentage of errors made by students based on the type of Kastolan errors as a whole, namely: 1) conceptual errors of 23.8%; 2) procedural errors of 35.8%; 3) technical error of 40.4%. Factors causing the occurrence of student errors in completing mathematical problems can be caused by two kinds of factors, namely factors from within students and factors from outside students. Keywords:Types of Castor Errors, Conceptual Errors, Procedural Errors, Engineering Errors, Algebraic Form Operations.
Analisis Hasil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMPN 39 Pekanbaru Pada Materi KPK dan FPB Ari Malinda; Cut Wira Sukma; Kartini Kartini
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.866 KB) | DOI: 10.24014/juring.v5i1.16159

Abstract

Mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal akan mempermudah guru untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan siswa. Didapati masih banyaknya siswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika yang salah satunya peneliti temukan di SMPN 39 Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah  untuk  mengetahui  bagaimana  kemampuan  pemecahan  masalah matematis  siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes yang terdiri dari 4 soal uraian. Analisis data yang peneliti gunakan yaitu pengolahan data, penganalisisan data dan penafsiran data. Dari analisis data didapat hasil bahwa kesalahan siswa paling banyak terjadi pada soal KPK di tahap memeriksa kembali yaitu sebesar 85% dan pada soal FPB di tahap menyelesaiakan rencana sebesar 82,65%.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model Problem Based Learning pada Materi Transformasi untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas IX SMP/MTs Seprianti Seprianti; Kartini Kartini; Susda Heleni
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.437 KB) | DOI: 10.24014/juring.v5i1.14431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berbasis Problem Based Learning  yang valid dan praktis untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas IX SMP/MTs pada materi transformasi. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yang terdiri dari 4 tahap yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Perangkat pembelajaran yang dikembangkan kemudian divalidasi oleh validator. Berdasarkan hasil analisis data validasi disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran matematika yang dikembangkan sudah valid dengan skor rata-rata untuk validasi silabus 3,79 dengan kategori sangat valid, validasi RPP 3,74 dengan kategori sangat valid dan validasi LAS 3,75 dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil validasi tersebut maka perangkat pembelajaran matematika sudah dapat diujicobakan. Kemudian perangkat pembelajaran diujicobakan pada 8 orang siswa kelas IX MTs Negeri 3 Inuman dengan hasil uji coba yang diperoleh yaitu perangkat pembelajaran matematika memenuhi syarat praktis dengan skor rata-rata dari angket respon siswa terhadap LAS adalah 3,74 kategori sangat praktis. Sehingga dapat disimpulkan perangkat pembelajaran matematika dapat digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: perangkat pembelajaran matematika, model problem based learning, kemampuan pemecahan masalah matematis, transformasi, model pengembangan 4-D
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Dimensi Tiga Kelas XI MIPA SMAN 1 Gunung Toar Berdasarkan Teori Newman Arialis Senita; Kartini Kartini
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.673 KB) | DOI: 10.24014/juring.v4i3.13529

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat kesalahan atau kekeliruan yang dilakukan siswa pada materi dimensi tiga. Dari tes yang diberikan kepada siswa ditemukan beberapa kekeliruan yang dilakukan oleh siswa, untuk itu perlu dilakukan analisis terhadap kesalahan atau kekeliruan tersebut supaya diperoleh solusi untuk meminimalisir kekeliruan yang akan terjadi selanjutnya. Tahapan analisis kesalahan yang sesuai dan dapat dilakukan untuk soal dimensi tiga merupakan tahapan analisis kekeliruan menurut teori Newman. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gunung Toar pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes dan non tes (dokumentasi). Analisis data yang peneliti gunakan yaitu pengolahan data, penganalisisan data dan penafsiran serta uji instrumen yang terdiri dari uji validitas, uji tingkat kesukaran, uji daya pembeda dan uji reabilitas menggunakan Anates. Dari pengolahan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kesalahan yang banyak dilakukan siswa adalah pada indikator kekeliruan comprehension error dan kemampuan proses (process skill error)
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Square (TPS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Ferina Maulidyah; Kartini Kartini; Zuhri D
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 2, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.432 KB) | DOI: 10.24014/juring.v2i4.8536

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Square (TPS). Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII-A SMP Negeri 1 Bangkinang Kota pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020, dengan jumlah siswa 30 orang yang terdiri dari 13 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Data terkait proses pembelajaran dikumpulkan melalui teknik observasi dengan menggunakan lembar observasi. Data hasil belajar dikumpulkan melalui teknik tes menggunakan soal tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan secara kuantitatif terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square (TPS), yaitu terjadinya peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM dari siklus I ke siklus II. Pada analisis data kuantitatif, untuk kompetensi pengetahuan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus I ialah 50% dan 76,67% pada siklus II. Pada kompetensi keterampilan, persentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus I ialah 53,33% meningkat menjadi 60% pada siklus II. Sedangkan secara kualitatif selama proses pembelajaran berlangsung pelaksanaan proses pembelajaran semakin membaik untuk setiap pertemuan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya keaktifan dan aktifitas siswa selama pelaksanaan proses pembelajaran yang dilihat dari lembar observasi yang dilakukan selama penelitian. Dari analisis dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Bangkinang Kota.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Sisi Datar Bagian Balok Berdasarkan Teori Newman Rodhitul Amni; Kartini Kartini
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.847 KB) | DOI: 10.24014/juring.v4i3.13560

Abstract

Proses dalam pembelajaran matematika di tingkat SD, SMP dan SMA perlu diadakannya evaluasi dalam menilai kualitas pembelajaran, salah satunya menentukan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang diberikan guru. Ditemukan masih banyaknya siswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika pada beberapa sekolah yang salah satunya peneliti temukan di MTs Al Muhajirin Tapung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitataif dengan metode deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesalahan siswa dalam mengerjakan soal matematika materi balok menggunakan teori Newman Error pada siswa kelas VIIIA di MTs Al Muhajirin Kecamatan Tapung pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes yang terdiri dari 4 soal uraian dan non tes yaitu dokumentasi. Analisis data yang peneliti gunakan yaitu pengolahan data, penganalisisan data dan penafsiran data. Dari analisis data didapat hasil bahwa kesalahan siswa paling banyak terjadi pada soal nomor 3 dan untuk jenis kesalahan dari 5 tahapan Newman paling banyak terjadi pada tahap akhir atau encoding error
Analisis Kesalahan Siswa Kelas VII SMP pada Materi Aritmatika Sosial Berdasarkan Teori Newman Gumanti Gumanti; Kartini Kartini
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.231 KB) | DOI: 10.24014/juring.v5i1.16117

Abstract

Pembelajaran matematika bertujuan untuk melatih kemampuan menyelesaikan masalah. Namun seringkali siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal penyelesaian masalah. Oleh sebab itu seyogyanya seorang guru harus mengetahui di mana letak kesalahan siswa. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki bentuk dan jenis kesalahan siswa serta penyebab terjadinya kesalahan tersebut khususnya pada soal berbasis penyelesaian masalah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dan faktor penyebabnya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Instrumen tes yang digunakan adalah soal tes berbasis kemampuan penyelesaian masalah matematis materi aritmatika sosial subbab potongan dan bunga tabungan. Instrumen wawancara yang digunakan berupa daftar pertanyaan berkaitan dengan kesalahan yang dilakukan setiap soalnya. Hasil wawancara digunakan untuk mendeskripsikan penyebab siswa melakukan kesalahan. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis kesalahan dilakukan berdasarkan Teori Newman yaitu: (1) reading error, (2) comprehension error, (3) transformation error, (4) process skill error, dan (5) encoding error. Dari hasil analisis diperoleh data bahwa kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa adalah transformation error dan process skill error. Hasil analisis juga menyatakan bahwa semua soal valid dan reliabel dengan tingkat reliabilitas sebesar 0.96. Penyebab kesalahan yang terjadi diantaranya siswa tidak dapat menggunakan rumus yang tepat dalam menyelesaikan soal dan ceroboh dalam melakukan perhitungan.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Memfasilitasi Kemamapuan Pemecahan Masalah matematis pada Materi Barisan dan Deret Kelas XI SMA Badrulaini Badrulaini; Zulkarnain Zulkarnain; Kartini Kartini
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.412 KB) | DOI: 10.24014/juring.v3i4.10454

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi terkendalanya pengembangan perangkat pembelajaran matematika sebagai sarana penunjang pembelajaran pada Kurikulum 2013.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran (silabus, RPP dan LKPD) pada materi barisan danderetSMA kelas XI dengan pembelajaran berbasis masalah yang memenuhi kriteria valid dan praktis, untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Perangkat pembelajaran dikembangkan denganmodel 4-D yaitu tahap define, design, developdan desseminate. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen validitas berupa lembar validasi untuk menilai kelayakan silabus, RPP dan LKPD serta instrumen praktikalitas berupa lembar pegamatan aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis masalah dan angket respon peserta didik untuk menilai kepraktisan LKPD. Hasil validasi para ahli menyatakan bahwa produk yang dikembangkan mencapai kategori sangat valid dengan rata-rata penilaian untuk silabus 89,38%, RPP 90,46%dan LKPD 89,72%.Artinya perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat diujicobakan. Perangkat pembelajaran dinilai sangat praktis pada uji coba kelompok kecil dengan rata-rata respon peserta didik 85,71% dan uji coba kelompok besar dari lembar pengamatan aktivitas guru 93,06%berada pada kategori sangat baik sertarata-rata angket respon peserta didik 88,32% berada pada kategori sangat praktis.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Model Problem Based Learning untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Kelas VIII SMP Frengki Candra Gunawan Silalahi; Kartini Kartini; Nahor Murani Hutapea
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i1.366

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik dikarenakan perangkat pembelajaran matematika yang belum bisa membuat tercapainya salah satu tujuan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika dengan model problem based learning (PBL) yang memenuhi syarat valid dan praktis dalam memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada materi relasi dan fungsi. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (define, design, develop, desseminate) yang dirancang oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel. Instrumen yang digunakan untuk validasi adalah lembar validasi perangkat pembelajaran (silabus, RPP, dan LKPD) serta instrumen kepraktisan adalah angket respon peserta didik. Teknik yang digunakan adalah teknik pengumpulan data dan analisis data. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII SMP Darma Yudha tahun ajaran 2020/2021. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran matematika sudah valid. Hasil validasi silabus mencapai 84% dengan kategori valid, RPP mencapai 87% dengan kategori sangat valid, LKPD mencapai 85% dengan kategori sangat valid. Artinya perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat diujicobakan. Hasil uji coba kelompok kecil disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran matematika memenuhi syarat praktis dengan rata-rata hasil angket respon peserta didik mencapai 81% dengan kategori praktis. Artinya perangkat yang telah diujicobakan dapat digunakan dengan baik oleh peserta didik.
Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Reni Marthalena; Kartini Kartini; Maimunah Maimunah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.374

Abstract

Perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran biasanya bukan dirancang secara khusus untuk memfasilitas kemampuan pemecahan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan realistic mathematics education untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII. Penelitian ini menggunakan model pengembangan four-D (4-D) yang terdiri dari 4 tahap yaitu pendefinisian (define), perencanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (desseminate). Pengembangan yang dilakukan hanya pada aspek validitas dan praktialitas. Validitas diperoleh dari rata-rata hasil validasi tiga validator dan praktikalitas diperoleh rata-rata hasil respon peserta terhadap LKPD. Hasil validasi perangkat pembelajaran untuk Silabus diperoleh rata-ratanya sebesar 88,64%, RPP dengan rata-rata 83,16% , dan LKPD dengan rata-rata sebesar 82,37%. Berdasarkan hasil praktikalitas, maka diperoleh rata-rata skor angket respon peserta didik pada LKPD 1 adalah 92.61%, LKPD-2 adalah 92.80%, LKPD-3 adalah 91.01%, LKPD-4 adalah 91.48%, dan LKPD-5 adalah 87.88%. Sehingga hasil rata-rata untuk respon peserta didik adalah 91.17% dan termasuk pada kategori sangat praktis. Dengan demikian hasil dari penelitian ini adalah perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan realistic mathematics education untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VIII adalah valid dan praktis.