Claim Missing Document
Check
Articles

Rancangan E-LKPD Materi Bangun Ruang Sisi Datar Berbasis Discovery Learning untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemahaman Matematis Peserta Didik Kelas VIII SMPMTs Dimas Aditya Prayoga; Kartini Kartini; Titi Solfitri
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 5, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/juring.v5i4.17570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan E -LKPD materi bangun ruang sisi datar berbasis discovery learning yang dapat memfasilitasi pemahaman matematis peserta didik kelas VIII SMP/MTs serta memenuhi syarat dan praktik yang valid. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi . Uji coba dilakukan dalam skala kelompok kecil yang terdiri dari 6 orang peserta didik kelas VIII SMP Negeri 23 Pekanbaru dalam situasi pandemi Covid-19 .Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan lembar angket respons peserta didik. Diperoleh hasil penelitian bahwa E -LKPD yang dikembangkan memiliki kategori sangat valid dengan nilai rata-rata kevalidan sebesar 3,85 dan kategori praktis dengan persentase rata-rata sebesar 75%.
Analysis of mathematical critical thinking ability of junior high school students in solving circle problem Reska Dina Putri; Putri Yuanita; Kartini Kartini; Yenita Roza
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 3 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i3.1944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal lingkaran sesuai indikator kemampuan berpikir kritis. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pangkalan Kerinci terdiri dari 21 orang siswa berdasarkan kemampuan akademis rendah, sedang, dan tinggi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar soal untuk mengukur kemampuan berpikir kritis yang terdiri atas 4 soal materi lingkaran dengan masing-masing indikator memuat satu soal, dan pedoman wawancara untuk mengetahui penyebab ketidaktercapaian indikator kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data dimulai dari mengumpulkan data hasil tes KBKM siswa, hasil kerja siswa dikelompokkan menurut ketercapaian masing-masing indikator, dan ketercapaian masing-masing indikator dianalisis untuk mengetahui penyebab ketidaktercapaian indikator tersebut. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa rendah dengan persentase pencapaian sebesar 48%. Siswa dengan kemampuan tinggi telah mampu dalam menginterpretasi masalah membuat analisis tetapi masih terdapat siswa salah dalam perhitungan, siswa kategori sedang telah mampu dalam menginterpretasi masalah dan menganalisis tetapi untuk inferensi dan evaluasi belum lengkap, siswa kategori rendah belum mampu menginterpretasi permasalahan serta analisis dan evaluasi hingga menyimpulkan suatu persoalan matematika.
Students’ Errors in Solving Matrix Multiplication Problems Based on Kastolan Theory Kartini Kartini; Tuti Alawiyah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.854 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1811

Abstract

AbstrakMatriks merupakan salah satu materi yang diajarkan di sekolah. Namun kebanyakan siswa masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal materi matriks terutama pada perkalian matriks. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal perkalian matriks untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal perkalian matriks. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 28 siswa kelas XI SMK Perpajakan Riau tahun ajaran 2021/2022. Analisis kesalahan siswa dilihat berdasarkan teori Kastolan yang terdiri dari kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknik. Hasil analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal perkalian matriks menunjukkan bahwa sebanyak 47,9% siswa melakukan kesalahan konseptual, 16,4% melakukan kesalahan prosedural, dan sebanyak 35,6% siswa melakukan kesalahan teknik. AbstractMatrix is one of the materials taught in schools. However, most students still make mistakes in solving matrix material problems, especially in matrix multiplication. Therefore, it is necessary to analyze the errors made by students in working on matrix multiplication problems to increase the effectiveness of learning. The purpose of this study was to analyze the students’ errors in solving matrix multiplication problems. This descriptive qualitative study collected the data by utilizing test and interview techniques. The participants consisted of 28 students of class XI of the Riau Taxation Vocational School for the 2021/2022 academic year. Analysis of student errors was based on Kastolan's theory which encompassed conceptual errors, procedural errors, and technical errors.
Analisis Kesalahan Siswa Berdasarkan Objek Matematika Menurut Soedjadi pada Materi Determinan dan Invers Matriks Restu Ayu Gustianingum; Kartini Kartini
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.736 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.977

Abstract

AbstrakSebagian besar siswa terkadang membuat kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal matematika baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal pada materi determinan dan invers matriks. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan wawancara secara daring. Subjek penelitian yaitu 30 siswa XI MIA 1 MAN 3 Kota Pekanbaru tahun pelajaran 2020/2021. Analisis kesalahan siswa dilihat berdasarkan objek matematika menurut Soedjadi yaitu fakta, konsep, prinsip, dan operasi. Hasil analisis kesalahan menunjukkan bahwa kesalahan paling banyak dilakukan siswa adalah kesalahan konsep dengan persentase sebesar 17,3%. Penyebab terjadinya kesalahan yang dilakukan siswa adalah siswa belum memahami konsep matriks, siswa lupa dengan konsep matriks dan kurang teliti dalam melakukan operasi perhitungan. Dalam pembelajaran, hendaknya guru tidak mengajarkan siswa untuk menghafalkan rumus namun lebih mengutamakan pemahaman konsep siswa. AbstractMost students sometimes make mistakes in solving math problems, either deliberately or unintentionally. This study aims to analyze the errors made by students in working on the questions on the determinant and inverse matrix material. This type of research is qualitative research. The data collection techniques used were online test and interview techniques. The research subjects were 30 students of XI MIA 1 MAN 3 Pekanbaru City in the 2020/2021 school year. Analysis of student errors is seen based on mathematical objects according to Soedjadi, namely facts, concepts, principles, and operations. The results of the error analysis showed that the most mistakes made by students were misconceptions with a percentage of 17.3%. The cause of the errors made by students is that students do not understand the concept of the matrix, students forget the concept of the matrix, and are not careful in performing calculation operations. In learning, the teacher should not teach students to memorize formulas but prioritize students' understanding of concepts.
Analysis of Student Errors in Solving Basic Logarithmic Problems Using Kastolan Error Analysis Yodiatmana Yodiatmana; Kartini Kartini
Jurnal Gantang Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Gantang
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jg.v7i2.4689

Abstract

This research aims to describe the types of student errors in solving logarithmic problems. The subjects in this study were class X students of SMAN 15 Pekanbaru City, Riau Province. The research method uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques using written tests and documentation. Data analysis used descriptive qualitative analysis by compiling various kinds of student error data as material for research. In this analysis, the types of student errors are categorized based on Kastolan stages. Based on the results of the study, there are still many students who need help solving logarithmic problems. The most errors were conceptual errors at 74.14%, followed by procedural errors at 15.52%, and types of errors with the least technical errors at 10.34%. Conceptual errors indicate a weak understanding of the properties of logarithms, so they cannot apply them. The second type of procedural error occurs due to unsystematic settlement and exit from a predetermined procedure. The kind of error with the lowest percentage is a technique that shows the accuracy of students' calculations in solving problems. This happens because of a need for more thoroughness with the signs that must be used.
DESAIN E-LKPD BERBASIS DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR UNTUK MENFASILITASI KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS PESERTA DIDIK Mazlan; Kartini; Maimunah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Kemampuan pemahaman matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki peserta didik. Kemampuan dasar ini dapat dipenuhi dengan cara memfasilitasi kemampuan pemahaman matematis peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah Satu bahan ajar yang dapat digunakan guru untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) berbasis model Discovery Learning Berbantuan Video Pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain E-LKPD berbasis Discovery Learning Berbantuan Video Pembelajaran pada materi bangun ruang sisi datar yang dapat memfasilitasi kemampuan pemahaman matematis peserta didik baik dalam pembelajaran daring maupun luring. Model pengembangan yang digunakan adalah 4-D (Define, Desain, Develop, Disseminate) sampai tahap design. Pada tahap Define diperoleh bahwa kemampuan pemahaman matematis peserta didik masih rendah sehingga dibutuhkan E-LKPD yang dapat memfasilitasi kemampuan pemahaman matematis. Langkah-langkah model Discovery Learning yang terdiri dari enam fase yaitu Stimulus, Identifikasi masalah, Pengumpulan Data, Pengolahan Data, Verifikasi, dan Genaralisasi yang nantinya menghasilkan suatu langkah atau proses pada E-LKPD. E-LKPD memuat masalah yang berkaitan dengan materi bangun ruang sisi datar yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahap Design telah berhasil tercipta desain E-LKPD berbasis Discovery Learning Berbantuan Video Pembelajaran pada materi bangun ruang sisi datar yang dapat memfasilitasi kemampuan pemahaman matematis peserta didik. Abstrak The mathematical understanding abilities are basic ability that must be possessed by students. This basic ability can be fulfilled by facilitating students' mathematical understanding abilities in the learning process. One of the teaching materials that can be used by teachers to meet these demands is the Electronic Student Worksheet (E-LKPD) based on the Video Learning assisted Discovery Learning. This study aims to design an E-LKPD based on Learning Video assisted Discovery Learning on flat-sided geometry that can facilitate students' mathematical understanding skills in both online and offline learning. The development model used is 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) until the design stage. At the Define stage, it was found that the students' mathematical understanding ability was still low, so E-LKPD was needed which could facilitate mathematical understanding abilities. The steps of the Discovery Learning model consist of six phases, namely Stimulution, Problem Statment, Data Collection, Data Processing, Verification, and Generalization which will produce a step or process in the E-LKPD. E-LKPD contains problems related to flat-sided building materials that can be found in everyday life. At the Design stage, an E-LKPD design based on Discovery Learning aided by learning video has been created on the flat-sided building material that can facilitate students' mathematical understanding abilities.
DESKRIPSI KEBUTUHAN BAHAN AJAR LINGKARAN UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Elsya Suharnita; Kartini Kartini; Sehatta Saragih; Yenita Roza
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2488

Abstract

Kemampuan Pemecahan Masalah merupakan komponen penting dalam mempersiapkan generasi unggul di abad 21. Pembelajaran matematika mengharuskan siswa untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah. Kemampuan pemecahan masalah dapat ditingkatkan melalui penggunaan bahan ajar. Kemudahan menggunakan bahan ajar dapat membantu siswa dalam memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis. Salah satu kelemahan siswa sulit memahami bangun geometri, misalnya pada materi Lingkaran kelas VIII. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahan ajar lingkaran yang dibutuhkan untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek 3 guru dari 3 sekolah dan 30 siswa SMPN 14 Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, dan dokumentasi bahan ajar. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan metode analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan guru dan siswa masih bersifat sederhana karena hanya memuat ringkasan materi, contoh soal dan latihan soal. Bahan ajar belum mengarah pada pendekatan pemecahan masalah. Bahan ajar yang tersedia hanya memuat soal rutin dan belum kontekstual, siswa tidak mengetahui penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa dibutuhkan pengembangan bahan ajar berupa modul ajar pada materi lingkaran yang dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LITERASI NUMERASI PADA ASSESMEN KOMPETENSI MINIMUM Anisa Hilmia Risdayati; Kartini Kartini; Yenita Roza
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2457

Abstract

Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) digunakan untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa, salah satunya mencakup literasi numerasi. Literasi numerasi merupakan suatu pemahaman dengan menggunakan konsep, prosedur, fakta serta alat matematika yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Hanya sebagian kecil siswa yang mampu memanfaatkan kemampuan literasi numerasi untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal literasi numerasi pada AKM. Subjek penelitian terdiri dari 15 orang siswa SMP Juara Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian berupa soal tes dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal literasi numerasi pada AKM. Rata-rata yang diperoleh secara keseluruhan tergolong rendah yaitu 3,4, penyebabnya karena siswa tidak terbiasa menyelesaikan soal literasi numerasi, tidak memahami materi prasyarat, malas membaca soal cerita, dan belum mampu menentukan strategi penyelesaian yang tepat.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK BERBASIS TEORI BELAJAR BRUNER UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SMP Ratih Mauliandri; Sehatta Saragih; Kartini Kartini
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.557 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6538

Abstract

Kemampuan Pemahaman Matematis (KPM) sangat penting dan menjadi tujuan pembelajaran matematika. Namun fakta menunjukkan KPM siswa masih rendah khususnya pada materi segiempat dan segitiga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi KPM siswa adalah dengan memberikan kesempatan belajar tanpa batas waktu dan tempat melalui bahan ajar elektronik berupa aplikasi android yang ditata berdasarkan Teori Bruner. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar elektronik yang valid dan praktis guna memfasilitasi KPM siswa. Bentuk penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall. Subjek penelitiannya yakni 15 siswa kelas VII SMPN 34 Pekanbaru, sedangkan objek penelitiannya yakni bahan ajar elektronik. Instrumen penelitiannya berupa daftar wawancara, angket validasi dan angket respon siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan cara menganalisis data hasil validasi dan data hasil angket respon siswa. Hasil analisis data diperoleh bahwa bahan ajar elektronik telah memenuhi kriteria kevalidan dengan persentase rata-rata sebesar 88,55% dengan kategori sangat valid, dan juga telah memenuhi kriteria kepraktisan dengan persentase rata-rata sebesar 89,9% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa bahan ajar elektronik yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran matematika.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dari Perspektif Newman pada Materi Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel Nurul Izatul Azizah; Kartini Kartini
Suska Journal of mathematics Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sjme.v9i1.16170

Abstract

Penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan kesalahan yang telah dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang memuat indikator kemampuan pemecahan permasalah matematis pada materi Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel (SPLTV). Subjek dalam penelitian ini ialah siswa kelas X IPA IT MAN 1 Pekanbaru. Teknik perolehan data dilakukan melalui tes tertulis menggunakan soal tes yang disusun dalam bentuk soal uraian sebanyak 4 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah: 1) mengoreksi hasil jawaban siswa; 2) mengidentifikasi, mengelompokkan, serta menganalisis jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menanggapi permasalahan;             3) menghitung persentase  tingkat kesalahan; 4) menganalisis data hasil perhitungan secara deskriptif; dan 5) membuat kesimpulan. Dari hasil analisis jawaban yang diberikan siswa, diketahui bahwa: (1) sebagian kecil siswa salah dalam mengidentifikasi kecukupan informasi untuk memecahkan permasalahan, (2) sebagian kecil siswa salah dalam membuat model matematika dari permasalahan serta menyelesaikannya, (3) sebagian kecil siswa salah dalam memilih serta mempraktikkan strategi untuk menyelesaikan permasalahan matematika, serta (4) sebagian kecil siswa salah dalam mengecek ulang kebenaran hasil ataupun jawaban dari permasalahan matematika. Selanjutnya berdasarkan perspesktif Newman, diperoleh bahwa: sebagian kecil siswa melakukan kesalahan membaca, sebagian kecil siswa melakukan kesalahan memahami, sebagian kecil siswa melakukan kesalahan transformasi, sebagian kecil siswa melakukan kesalahan proses, serta sebagian kecil siswa melakukan kesalahan pengkodean.