Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA Elfis Suanto; Tommy Taufik Epindonta Ginting; Kartini Kartini
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.6506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, dan LAS dengan pendekatan RME pada materi Lingkaran yang valid dan praktis untuk memfasilitasi kemampuan pemahaman matematis siswa. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek uji coba one to one dalam penelitian ini yaitu tiga siswa kelas VIII SMP/MTs dan subjek uji coba kelompok kecil adalah enam siswa kelas VIII SMP/MTs yang heterogen. Instrumen yang digunakan meliputi: (1) lembar validasi silabus, RPP, dan LAS; dan (2) angket respon siswa terhadap LAS. Perangkat pembelajaran yang telah disusun divalidasi oleh 3 validator dan direvisi sesuai saran dari validator. Hasil validasi dari tiga validator menunjukkan bahwa silabus, RPP, dan LAS sangat valid dengan rata-rata skor berturut-turut 98,86%; 95,27%; dan 90,84%. Kepraktisan LAS menunjukkan persentase rata-rata 84,98% dengan kriteria praktis. Hasil studi ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dengan pendekatan RME pada materi lingkaran sangat valid dan juga praktis untuk memfasilitasi pengembangan kemampuan pemahaman matematis siswa.
Pengembangan Modul Matematika Berbasis Etnomatematika Menggunakan Model Problem Based Learning pada Materi Segiempat dan Segitiga SMP Eka Hayu; Sehatta Saragih; Kartini Kartini
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2633

Abstract

Dilakukannya penelitian karena bahan ajar yang digunakan belum memuat aktifitas belajar yang melibatkan peserta didik secara langsung dan masih minimnya penggunaan budaya sebagai konteks pembelajaran. Penelitian bertujuan menghasilkan modul matematika berbasis etnomatematika menggunakan model Problem Based Learning pada materi segiempat dan segitiga SMP yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Model Four-D merupakan model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan ini. Penelitian dilakukan melalui empat tahapan, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate dengan instrumennya lembar validasi modul dan angket respon peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik dokumentasi, dan angket. Metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif digunakan dalam analisis data. Subjeknya yaitu peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Tapung dengan uji coba terbatas yang terdiri dari 15 peserta didik dan tiga dosen pendidikan matematika yang menjadi validator. Dari tiga validator menyatakan bahwa modul yang dikembangkan memenuhi kriteria cukup valid dengan skor rata-rata 88,54%; 78,13%; dan 85,42%. Kepraktisan pada modul diperoleh kriteria sangat praktis dengan rata-rata 88,53%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul matematika berbasis etnomatematika menggunakan model Problem Based Learning pada materi segiempat dan segitiga SMP valid dan praktis serta dapat dipergunakan di sekolah.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII-E SMP Negeri 23 Pekanbaru Eli Ningsih; Rini Dian Anggraini; Kartini Kartini
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2647

Abstract

Perbaikan proses pembelajaran dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) siswa dengan menerapkan model problem based learning (PBL) menjadi tujuan utama dari penelitian ini. Penelitian yang diterapkan ialah PTK dengan dua siklus yang dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023. Siswa kelas VII-E SMP Negeri 23 Pekanbaru merupakan subjek penelitian ini dengan jumlah 36 orang siswa. Perangkat pembelajaran yang digunakan terdiri atas silabus, RPP, dan lembar kerja siswa (LKS). Instrumen pengumpul data dilakukan melalui lembar pengamatan dan tes KPMM. Data dianalisis berdasarkan pengamatan dan tes KPMM siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menerapkan model PBL mampu meningkatkan KPMM siswa. Peningkatan skor rerata tes KPMM siswa dari siklus 1 yaitu 63,61 menjadi 85,83 pada siklus II. Dengan demikian, penerapan model PBL dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan KPMM siswa kelas VII-E SMP Negeri 23 Pekanbaru.
The Effectiveness of Using Problem-Based Learning (PBL) in Mathematics Problem-Solving Ability for Junior High School Students Febrinna Marchy; Atma Murni; Kartini kartini; Ilham Muhammad
AlphaMath : Journal of Mathematics Education Alphamath: Vol. 8, No. 2, November 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/alphamath.v8i2.15047

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Problem Based Learning model in improving students' problem solving abilities. This is a quasi-experimental study using the Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Students in seventh grade at SMP Negeri 32 Pekanbaru comprised the whole study population. In this research, the sample comprised two classes: VII3 as the experimental class and VII1 as the control class. This study utilizes the beginning mathematical ability test (KAM) and the mathematical problem-solving ability test as its instruments. The class of the sample was determined using the KAM test findings. The data were evaluated using the similarity test of two independent sample t-tests, which was preceded by tests for normality and homogeneity of variance. Students who participated in Problem-Based Learning had greater growth in their ability to solve mathematical problems than students who participated in conventional learning.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LITERASI NUMERASI PADA ASSESMEN KOMPETENSI MINIMUM Anisa Hilmia Risdayati; Kartini Kartini; Yenita Roza
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2457

Abstract

Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) digunakan untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa, salah satunya mencakup literasi numerasi. Literasi numerasi merupakan suatu pemahaman dengan menggunakan konsep, prosedur, fakta serta alat matematika yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Hanya sebagian kecil siswa yang mampu memanfaatkan kemampuan literasi numerasi untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal literasi numerasi pada AKM. Subjek penelitian terdiri dari 15 orang siswa SMP Juara Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian berupa soal tes dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal literasi numerasi pada AKM. Rata-rata yang diperoleh secara keseluruhan tergolong rendah yaitu 3,4, penyebabnya karena siswa tidak terbiasa menyelesaikan soal literasi numerasi, tidak memahami materi prasyarat, malas membaca soal cerita, dan belum mampu menentukan strategi penyelesaian yang tepat.
DESKRIPSI KEBUTUHAN BAHAN AJAR LINGKARAN UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Elsya Suharnita; Kartini Kartini; Sehatta Saragih; Yenita Roza
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2488

Abstract

Kemampuan Pemecahan Masalah merupakan komponen penting dalam mempersiapkan generasi unggul di abad 21. Pembelajaran matematika mengharuskan siswa untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah. Kemampuan pemecahan masalah dapat ditingkatkan melalui penggunaan bahan ajar. Kemudahan menggunakan bahan ajar dapat membantu siswa dalam memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis. Salah satu kelemahan siswa sulit memahami bangun geometri, misalnya pada materi Lingkaran kelas VIII. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahan ajar lingkaran yang dibutuhkan untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek 3 guru dari 3 sekolah dan 30 siswa SMPN 14 Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, dan dokumentasi bahan ajar. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan metode analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan guru dan siswa masih bersifat sederhana karena hanya memuat ringkasan materi, contoh soal dan latihan soal. Bahan ajar belum mengarah pada pendekatan pemecahan masalah. Bahan ajar yang tersedia hanya memuat soal rutin dan belum kontekstual, siswa tidak mengetahui penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa dibutuhkan pengembangan bahan ajar berupa modul ajar pada materi lingkaran yang dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis
E-Module Development of Line and Angle Materials Assisted by Learning Videos for Junior High School Students Kartini Kartini; Rukiah Magdalena Hutabarat; Elfis Suanto
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.1539

Abstract

This study aimed to develop an E-Module on Line and Angle material with learning videos to facilitate the mathematical understanding ability of seventh-grade junior high school students that meets the aspects of validity and practicality requirements. This study was a research and development method with a 4D development model consisting of the define, design, develop, and disseminate stages. The small group trial subjects were nine students of grade VII at a Junior High School in  Pekanbaru. The data collection instrument in this study consisted of a validity instrument in the form of a validation sheet and a practical instrument in the form of a student response questionnaire sheet. Based on the analysis of the validation sheet data and student response questionnaire sheets, the average E-Module validation was 3.6 with a very valid category, and the E-Module practicality average was 3.3 with a very practical category. Thus, it can be concluded that the developed E-Module is valid and practical.
Analysis of Students’ Error in Solving Problems on SPLDV Material Based on Newman's Theory Monika Putri Dian; Nahor Murani Hutapea; Kartini Kartini
PRISMA Vol. 14 No. 2 (2025): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v14i2.5376

Abstract

This study aims to analyze students' errors in solving problem-solving problems on the material of two-variable linear equation systems based on Newman's theory. This study needs to be conducted in order to help find out what mistakes students make so that it will be easier to find solutions to minimize the occurrence of these errors in learning. The research method used is descriptive qualitative. The subjects in the study were 16 students of class X MA Cendekia Bangsa. The study was conducted in the 2024/2025 academic year, even semester. The data collection technique used by the researcher was using a test instrument in the form of two essay questions containing indicators of mathematical problem-solving abilities on the material of two-variable linear equation systems and interviews. The results of the analysis of students' errors in solving problem-solving problems on SPLDV material based on Newman's theory obtained 9.4 % reading errors (very low category); 28.1% understanding errors (low category); 40.6% transformation errors (sufficient category); 62.5% process skill errors (high category) and 21.9% answer writing errors (low category). The largest percentage of errors is in processing skills errors which are caused by many students still having problems with algebraic calculations and integer operations.
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MATERI PELUANG EMPIRIK DAN TEORETIK PADA SISWA KELAS VIII SMP DI KABUPATEN SIAK Fitria Angela; Kartini Kartini
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v10i1.7692

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi peluang empirik dan teoretik pada kelas VIII SMP Nur Hidayah di Kabupaten Siak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini diambil dari kelas VIII SMP Nur Hidayah di Kabupaten Siak tahun ajaran 2019/2020 sebanyak sebelas siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes soal cerita materi peluang empirik dan teoretik. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi peluang empirik dan teoretik: (1) Kesalahan dalam membaca soal sebesar 15,15%; (2) Kesalahan dalam memahami makna soal sebesar 12,12%; (3) Kesalahan dalam memilih transformasi sebesar 12,12%; (4) Kesalahan dalam proses pengerjaan 1,52%; (5) Kesalahan dalam penulisan jawaban akhir sebesar 1,52%. Kata Kunci:Analisis, Kesalahan Siswa, Soal Cerita, Peluang Empirik dan Teoretik Abstract:This study aims to describe the errors of students in completing questions about the material empirical and theoretical opportunities in class VIII Nur Hidayah Islamic Middle School Siak. This type of research is descriptive qualitative. The subjects of this study were drawn from class VIII of Nur Hidayah Siak Middle School in the 2019/2020 school year as many as eleven students. Data collection methods used in this study were test questions about the material empirical and theoretical opportunities. The results of this study show that the mistakes made by students in solving empirical and theoretical opportunity material story problems: (1) Errors in reading questions by 15.15%; (2) Error in understanding the meaning of the questions is 12.12%; (3) Errors in choosing transformation of 12.12%; (4) Error in the process of 1.52%; (5) Error in writing the final answer is 1.52%. Keywords:Analysis, Student Mistakes, Story Questions, Empirical and Theoretical Opportunities
ANALISIS KESALAHAN SISWA MENURUT KASTOLAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL TIPE AKM NUMERASI PADA DOMAIN GEOMETRI Anisa Sonia; Elfis Suanto; Kartini Kartini; Maimunah Maimunah
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v12i1.15549

Abstract

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kemampuan minimum yang dilakukan kepada peserta didik sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). Kemampuan minimum yang dimaksud adalah kemampuan paling dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik meliputi literasi membaca dan numerasi. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa lebih dari 50% peserta didik tidak mencapai batas kompetensi minimum untuk kemampuan numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dalam menyelesaikan soal tipe AKM numerasi khususnya domain geometri berdasarkan teori Kastolan, yaitu: (1) kesalahan konseptual, (2) kesalahan prosedural, dan (3) kesalahan teknis. Penelitian yang telah dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian berupa tiga butir soal uraian geometri tipe AKM pada 30 peserta didik kelas VIII.8 SMPN 9 Pekanbaru. Hasil yang diperoleh berdasarkan hasil lembar jawaban peserta didik, diantaranya: (1) kesalahan konseptual sebesar 44,6% kategori berat, (2) kesalahan prosedural sebesar 38,5% kategori cukup berat, dan (3) kesalahan teknis sebesar 16,9% kategori ringan. Dapat disimpulkan bahwa kesalahan yang paling banyak dilakukan adalah kesalahan konseptual. Hasil dari penelitian ini memberikan gambaran mengenai berbagai kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal tipe AKM numerasi khususnya domain geometri, sehingga dapat menentukan tindak lanjut agar kemampuan numerasi peserta didik menjadi lebih baik. AbstractMinimum Competency Assessment (AKM) is a minimum ability assessment conducted on students as a substitute for the National Examination (UN). The minimum ability is the most basic ability that must be possessed by students, including reading literacy and numeracy. The data indicate that more than 50% of students do not reach the minimum competency limit for numeracy skills. This study aims to determine the types of errors made by students in solving AKM numeration-type questions, especially the geometry domain based on Kastolan theory, namely: (1) conceptual errors, (2) procedural errors, and (3) technical errors. This study follows a qualitative descriptive study with research instruments in the form of three items of AKM-type geometry description questions on 30 eighth-grade students of SMPN 9 Pekanbaru. The results obtained are based on the results of student answer sheets, including (1) conceptual errors of 44.6% in the severe category, (2) procedural errors of 38.5% in the moderately severe category, and (3) technical errors in the 16.9% light category. It can be concluded that the most common mistakes are conceptual errors. The results of this study provide an overview of the various mistakes made by students in solving AKM numeration-type questions, especially in the geometry domain so that they can determine follow-up actions so that students' numeracy abilities become better.