Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Effect of Pharmacist Counseling on Medication Adherence and Blood Pressure Values in Hypertensive Patients Sabiti, Farroh Bintang; Fatiha, Chilmia Nurul; Timur, Willi Wahyu; Dewi, Peggy Anastia
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v20i2.19304

Abstract

Hypertension is a disease often found in Indonesia. Hypertension can be controlled by compliance with taking medication and a healthy lifestyle. One effort to increase compliance is counseling. Pharmacist counseling can provide patient education and understanding of hypertension therapy while ensuring that patients are taking medication appropriately so as to increase compliance and control blood pressure. The aim of the research was to determine the effect of pharmacist counseling on drug compliance on blood pressure values in hypertensive patients at the Semarang Community Health Center. This research is a pre-experimental study with a One Group Pretest-Posttest design. Data collection was taken in March-April 2019. Blood pressure results were obtained before and after counseling with a value of p = 0.000 (p 0.05). This research can be concluded that pharmacist counseling can influence medication adherence and systolic and diastolic blood pressure values in hypertensive patients at the Semarang Community Health Center
Pelatihan self-healing dan edukasi gangguan depresi pada mahasiswa profesi apoteker di Kota Semarang Febrinasari, Nisa; Sabiti, Farroh Bintang; Kinasih, Arum Sukma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36182

Abstract

Abstrak Untuk menjadi seorang apoteker, setiap mahasiswa program studi profesi Apoteker harus melewati Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) CBT dan UKAI OSCE Nasional. Dengan standar nilai kelulusan yang tinggi, hal ini dapat menyebabkan kecemasan dan depresi pada mahasiswa apoteker Indonesia. Selain itu, menjadi seorang mahasiswa memiliki berbagai kewajiban akademik. Kewajiban akademik yang harus dikerjakan mahasiswa cenderung membuat mahasiswa merasakan kecemasan atau bahkan menjadikan depresi. Pemahaman mahasiswa terkait self-healing, bahaya depresi yang dapat menghambat kesuksesan lolos UKAI masih terbatas. Program pengabdian masyarakat dengan sistem edukasi langsung dan pelatihan dapat menjadi sarana peningkatan pemahaman mahasiswa. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dan demo pelatihan self-healing dengan bantuan media video. Peningkatan persentase jawaban dari pre-test (59,70%) ke post-test (84,40%) menunjukkan bahwa informasi diterima dengan baik oleh mahasiswa apoteker di Kota Semarang.  Kata kunci: apoteker; mahasiswa; depresi; UKAI; farmasi. AbstractTo become a pharmacist, every student in the Pharmacist Professional Study Program must pass the Indonesian Pharmacist Competency Exam (UKAI) CBT and the National UKAI OSCE. With a high passing standard, this can lead to anxiety and depression among Indonesian pharmacy students. Additionally, being a student comes with various academic obligations. These academic demands often cause students to experience anxiety or even depression. Students’ understanding of self-healing and the dangers of depression that may hinder success in passing the UKAI is still limited. A community service program with direct education and training can serve as a means to improve student understanding. The service activity was carried out using counseling methods and self-healing training demonstrations with the help of video media. The increase in the percentage of correct answers from the pre-test (59.70%) to the post-test (84.40%) indicates that the information was well received by pharmacy students. Keywords : pharmacists; student; depression; UKAI; pharmacy.
Hubungan Pengetahuan Tenaga Kesehatan Tentang Pharmacovigilance Terhadap Sikap Pelaporan ADR di Kota Semarang Sabiti, Farroh Bintang; Purnami, Islina Dewi; Arief, Thendi Abdul; Sofa, Nada Aini; Yanto, Andre; Permatasari, Juliantika Diah
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.68202

Abstract

Adverse Drug Reaction (ADR) merupakan efek samping obat yang tidak diinginkan atau respon dari suatu obat yang merugikan. ADR yang tidak dilaporkan dapat menjadi masalah utama, sehingga sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaporan. Kurangnya pelaporan ADR oleh tenaga kesehatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk pengetahuan dan sikap. Penelitian terkait pengetahuan pharmacovigilance pada tenaga kesehatan terhadap sikap pelaporan ADR khususnya di Rumah Sakit dan Puskesmas tidak ada, sehingga tidak diketahui bagaimana pengetahuan pharmacovigilance terhadap sikap ADR pada tenaga kesehatan di kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pharmacovigilance terhadap sikap pelaporan ADR pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas. Jenis penelitian ini adalah deksriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 84 tenaga kesehatan (Dokter, Apoteker, dan Perawat) di Rumah Sakit dan Puskesmas. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mencakup 20 pertanyaan. Instrumen berupa KAP yang dirancang untuk menilai rincian demografi tenaga kesehatan, pengetahuan dan sikap terkait pharmacovigilance. Analisis data menggunakan Fisher’s Exact Test karena tidak memenuhi syarat uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 46 responden dengan persentase 54.76%, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 38 responden dengan persentase 45.24%. Hasil penilaian sikap tenaga kesehatan dalam pelaporan ADR meliputi kategori cukup sebanyak 54 responden dengan persentase 64.29% dan kategori baik sebanyak 30 responden dengan persentase 35.71%. Hubungan pengetahuan pharmacovigilance pada tenaga kesehatan terhadap sikap pelaporan ADR memiliki hubungan yang signifikan dengana nilai p = 0.013 (p < 0.05).